Berita
Bupati Bogor Teken Kerja Sama Penerapan Pidana Kerja Sosial di Jawa Barat
KlikBogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, hadir dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan Gubernur Provinsi Jawa Barat, serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Kejaksaan Negeri/Kota dengan Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat, yang berlangsung di Gedung Swantantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 4 November 2025.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Fokus kerja sama ini adalah penerapan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana, sebuah langkah progresif untuk menghadirkan keadilan yang lebih humanis, edukatif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Program pidana kerja sosial diharapkan tidak hanya menjadi alternatif hukuman, tetapi juga sarana membangun kesadaran hukum, tanggung jawab sosial, serta memberi kesempatan bagi pelaku untuk kembali berkontribusi secara positif kepada masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
“Saya mendukung sepenuhnya langkah ini dalam penerapan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana. Semoga melalui kerja sama ini tercipta keadilan yang merata serta meningkatkan kepatuhan hukum di tengah masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap menjadi bagian aktif dalam memperkuat sistem hukum yang berkeadilan, inklusif, dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Penerapan pidana kerja sosial ini sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang taat hukum, berkeadilan, dan saling menghormati.
“Kabupaten Bogor siap mendukung langkah-langkah inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
(rls/hrs)
Berita
Antisipasi Cuaca Ekstrim, Kecamatan Tangguh Bencana Dideklarasikan
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendeklarasikan Kecamatan Tangguh Bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Kamis, 30 April 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan deklarasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang belakangan semakin meningkat intensitasnya.
Pemkot Bogor mencatat curah hujan telah mencapai 120 milimeter per hari. “Ini bukan hanya global warming, tetapi ini sudah global disaster. Karena itu, harus diantisipasi, apalagi Bogor yang biasanya curah hujan tidak ekstrem itu menjadi sangat ekstrem dan perlu teman-teman di kecamatan siap siaga,” ujar Dedie Rachim.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat kecamatan hingga kelurahan. Melalui program Kecamatan Tangguh Bencana, aparat wilayah diharapkan mampu memberikan edukasi, informasi, serta komunikasi kepada masyarakat, sekaligus melakukan langkah-langkah pencegahan.
“Mitigasi misalnya kalau point bencana di Kota Bogor pohon tumbang, mestinya Camat Lurah yang lebih tahu mana kira-kira pohon yang sudah berpotensi untuk tumbang atau dahannya patah. Kan harus tahu, harus mengenal,” jelasnya.
Setelah ini, kata Dedie Rachim, pihaknya akan melakukan percepatan pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana. Dengan seluruh kelurahan memiliki kesiapan yang baik, diharapkan upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal.
“Kalau seluruh kelurahan sudah menjadi kelurahan tangguh bencana tentu kita akan lebih siap memitigasi, dan mengedukasi masyarakat termasuk juga mencegah kejadian bencana yang lebih banyak lagi di Kota Bogor, terutama banjir lintasan, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga pohon tumbang,” katanya.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyampaikan apresiasi atas deklarasi tersebut. Ia berharap langkah ini dapat mempercepat upaya penanggulangan bencana di Kota Bogor.
“Kami siap bersama pemerintah kota mewujudkan Kecamatan Tangguh Bencana dan Kelurahan Tangguh Bencana, karena ini menjadi salah satu program yang dapat mengurangi dampak-dampak bencana di Kota Bogor,” ucapnya.
(ckl/hrs)
Berita
Sungai Ciparigi di Tegallega Diduga Tercemar Limbah dari Hotel dan Mal
KlikBogor – Sungai Ciparigi di Kampung Babakan Fakultas, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga tercemar limbah yang dibuang oleh salah satu hotel dan pusat perbelanjaan.
Warga setempat mengeluhkan kondisi bau tidak sedap setiap limbah tersebut dialirkan ke sungai meski tidak terjadi setiap hari.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan adanya dua unit usaha yang membuang limbah mereka ke Sungai Ciparigi yang melintasi wilayahnya.
Pihak kelurahan juga telah melayangkan teguran, hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak pengelola.
“Kita sudah pernah kasih teguran, baik tertulis maupun lisan. Cuma sampai hari ini memang belum ada tindakan apapun. Mereka masih tetap membuang limbahnya (ke Sungai Ciparigi),” ujar Hardi Suhardiman dikutip Kamis, 30 April 2026.
Hardi juga mengaku telah meminta hasil uji laboratorium untuk memastikan limbah yang dibuang aman bagi lingkungan dan tidak berdampak buruk bagi masyarakat.
Permintaan tersebut didasari atas keluhan warga mengenai aroma tidak sedap yang muncul dari aliran pipa pembuangan tersebut.
“Sampai hari ini kita belum dikasih hasil laboratorium dari Hotel Santika maupun dari Botani Square. Dampaknya bau dan juga otomatis air jadi meningkat, karena ada dua pipa,” tambahnya.
Dikonfirmasi, pihak Manajemen Hotel Santika Bogor menyatakan bahwa air limbah yang dihasilkan telah melalui proses pengolahan khusus sebelum dibuang.
“Air limbah dari Hotel Santika Bogor selalu melalui pengolahan secara khusus,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, limbah yang dihasilkan selalu memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Dan juga pengecekan dilakukan secara rutin tiap bulan dan hasil tes lab-nya ada,” tambah pihak Manajemen Hotel Santika.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak Botani Square terkait dugaan pencemaran limbah ke Sungai Ciparigi.
(hrs)
Berita
Serunya Anak SD Belajar Tawar-menawar di Pasar Gembrong Sukasari
KlikBogor – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mengenalkan Pasar Gembrong Sukasari ke anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) High Scope Indonesia Rancamaya pada Rabu, 29 April 2026. Langkah ini dilakukan agar generasi muda bisa mengenal pasar tradisional dengan seni tawar menawarnya.
Dirut PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, memaparkan pihaknya menyambut baik adanya kunjungan dari SD High Scope Indonesia Rancamaya ke Pasar Gembrong Sukasari di mana kegiatan ini sejalan dengan program PPJ yang mulai mengenalkan pasar tradisional kepada generasi mendatang.
“Jadi di usia TK, SD hingga mahasiswa kami undang untuk masuk ke pasar tradisional. Kedua sebagai saran edukasi buat anak usia dini, generasi muda bahwa pasar tradisional berbeda dengan mal. Di pasar bisa tawar menawar dan itu adalah seni nya. Kami tekankan di usia dini (SD). Kami sosialisasi kan bahwa pasar yang sudah di revitalisasi ini, nyaman dikunjungi berbagai usia,” ungkap Jenal usai acara.
Lebih lanjut, kata Jenal, tidak hanya ibu-ibu saja yang ke pasar, bapak-bapak yang mengantar bisa menikmati kopi sambil menunggu ibu-ibu belanja. Ada juga play ground di Pasar Gembrong untuk anak-anak dan semua dikenalkan ke generasi muda sejak dini.
“Bahwa pasar tradisional sudah nyaman dan naik kelas. Pasar Gembrong ini bisa dijadikan pasar wisata, dan masyarakat bisa wisata belanja,” jelasnya.
Sementara itu, Guru IPS dan PPKN SD High Scope Indonesia Rancamaya, Anggita Ayu, memaparkan para siswa dan siswi bisa belajar tentang kebutuhan dan keinginan dengan mengobservasi tentang proses jual serta beli yang ada di Pasar Gembrong Sukasari.
“Kegiatan ini diperlukan agar anak-anak mengerti tentang jual-beli dan memahami antara kebutuhan dan keinginan. Misalnya anak-anak belajar bahwa kita harus memprioritaskan kebutuhan. Kami membawa 12 siswa, kelas 2 dan 3. Ini pasar tradisional, anak-anak sudah ke mall dan mereka belajar hal baru juga merasakan situasi baru. Ada beberapa anak yang belum pernah sama sekali ke pasar,” ungkap Ayu.
Dengan demikian, lanjut Ayu, jika mereka ke pasar bisa menawar harga, sedangkan di mal sudah tertera label harganya. Anak-anak juga bisa membandingkan harga yang lebih murah dibandingkan di mal.
“Tujuan kegiatan ini memperkenalkan situasi di pasar, sistem jual beli, bagaimana cara interaksi penjual dan pembeli,” tandasnya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
