Berita
Bogor Menanam untuk Indonesia, Kolaborasi Jaga Hulu Sungai Ciliwung
KlikBogor – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan kolaborasi dalam upaya pemulihan kawasan hulu Sungai Ciliwung. Salah satunya melalui kegiatan “Bogor Menanam untuk Indonesia” yang digelar di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Nur Ardi Wardoyo, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, serta para camat se-Kabupaten Bogor yang mengikuti secara daring.
Nur Ardi Wardoyo menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Pemkab Bogor sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga lingkungan hidup agar tetap ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Ia menekankan hal menjadi penting bahwa kawasan Puncak sebagai daerah hulu Sungai Ciliwung yang memiliki peran vital bagi wilayah hilir.
Menurutnya, bencana banjir besar yang sempat melanda Bogor dan daerah sekitarnya beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting.
Pasalnya, salah satu pemicu bencana tersebut berasal dari kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, termasuk berkurangnya area resapan akibat alih fungsi lahan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Kami mengajak masyarakat Bogor untuk bergerak bersama, membersihkan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, dan menjaga alam melalui penanaman pohon,” kata Nur.
Ia juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Bogor sebagai penjaga hulu Sungai Ciliwung yang alirannya menuju Jakarta.
Oleh karena itu, lanjut Nur, penyelamatan DAS Ciliwung dinilai sangat krusial guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
“Tadi Pak Bupati telah mencanangkan program ‘Seluruh Bogor Menanam’. Ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut arahan Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang asri, dimulai dari desa dan kelurahan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan menciptakan lingkungan ASRI bukan hanya ditujukan bagi Bogor, melainkan untuk seluruh wilayah Indonesia.
“Intinya, mari bersama-sama membangun Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tegas Nur.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan pada tahun ini Pemkab Bogor menargetkan program satu hektar satu hutan kota. Namun, ia mengakui bahwa program tersebut tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan semua pihak.
Oleh karena itu, Rudy menginstruksikan seluruh kepala desa, camat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga unsur Forkopimda untuk terlibat aktif dalam merealisasikan program tersebut sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan gotong royong. Tanpa itu, program ini tidak akan berhasil. Saya berterima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas sinergi yang terjalin, dan saya minta seluruh jajaran di Kabupaten Bogor bergerak bersama,” ujar Rudy.
Di lokasi yang sama, pengelola kawasan Puncak Ajip, Sandi Adam, menyambut positif kegiatan penanaman pohon tersebut. Ia menilai langkah ini sejalan dengan komitmen menjaga kelestarian alam yang selama ini dipegangnya.
Sandi menyebutkan, dalam kegiatan tersebut ditanam sekitar 100 bibit pohon endemik Jawa Barat di area Puncak Ajip.
“Kami tentu sangat mendukung. Sebagai warga Bogor, kami ingin daerah ini tetap aman, sehat, resik, dan indah sesuai arahan Presiden,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.
Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.
Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.
‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
KlikBogor – Pernah menerima telepon misterius yang tiba-tiba terputus tanpa suara? Waspada, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru. Fenomena “call hening” kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menegaskan, prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” kata Heru dikutip Minggu, 19 April 2026.
Fenomena call atau telepon hening sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik.
Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.
Menurut Heru, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.
Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.
Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat. Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back.
“Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” imbuh Heru.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk perlindungan tambahan. Misalnya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat membantu mengidentifikasi nomor spam, memblokir otomatis, serta memberi label panggilan mencurigakan.
Ia juga menyarankan untuk mengaktifkan fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.
“Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” sarannya.
Edukasi keluarga juga menjadi langkah penting, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang rentan menjadi target penipuan. Mereka diimbau untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap ancaman melalui telepon.
Di tingkat yang lebih luas, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, peran operator dalam memfilter pola panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kewaspadaan sederhana dari masyarakat dapat menjadi pertahanan utama dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin berkembang.
(rls/hrs)
Berita
JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan
KlikBogor – Penataan perlintasan kereta api sebidang di Kota Bogor, khususnya di kawasan MA Salmun dan Kebon Pedes menjadi salah satu pembahasan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, pada Jumat, 17 April 2026.
Untuk perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun, Dedie Rachim mendorong percepatan penutupan perlintasan sebidang untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai langkah antisipasi, ia meminta Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) agar mobilitas masyarakat tetap terfasilitasi dengan aman.
Baca juga: IPB University Libatkan Mahasiswa Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Sementara itu, untuk perlintasan sebidang di Jalan Kebon Pedes, rencana penanganan akan dilakukan melalui pembangunan underpass. Namun demikian, sebelumnya pernah diajukan permohonan penutupan perlintasan tersebut yang belum dapat direalisasikan, karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Pada tahap awal, pembangunan underpass Kebon Pedes akan diprioritaskan melalui proses pembebasan lahan atau bidang terdampak sebagai langkah awal pelaksanaan proyek.
Baca juga: DPRD Dorong Penyehatan Keuangan RSUD Kota Bogor
Dedie Rachim menegaskan bahwa penataan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta mendukung kelancaran mobilitas warga di Kota Bogor.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam

Pingback: Sakura Iftar, Berbuka Puasa Nuansa Jepang di Aki no Koen Bogor