Connect with us

Serba Serbi

Seberapa Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor? Ini Gambarannya

Published

on

Seberapa Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor? Ini Gambarannya
Mahasiswa IPB University. Foto/IPB University.

KlikBogor – Biaya hidup di Bogor kerap menjadi kekhawatiran calon mahasiswa IPB University dari tanah rantau. Namun dengan perencanaan keuangan yang bijak, pengeluaran bulanan mahasiswa di Bogor masih tergolong terjangkau dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Hafizh Purnama Putra, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan IPB University angkatan 59 (2022), membagikan gambaran pengeluarannya per bulan selama kuliah di Bogor.

Ia menyebut, kebutuhan hidup mahasiswa berkisar antara Rp950 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan, tergantung gaya hidup dan pilihan tempat tinggal.

Secara pribadi, Hafizh mengaku rata-rata kebutuhan bulanannya sekitar Rp950 ribu. Rinciannya adalah makan Rp750 ribu, kuota Rp100 ribu, dan lain-lain Rp100 ribu.

“Kalau teman-teman saya yang tinggal di kos, kisaran biaya kos di sekitar IPB itu Rp500 ribu sampai Rp850 ribu per bulan untuk kos standar,” imbuhnya dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Untuk tempat tinggal, Hafizh mengaku beruntung. Selama hampir tiga tahun, ia tinggal di hunian beasiswa Rumah Sigap Armada dengan hanya membayar uang kas Rp100 ribu per bulan yang sudah termasuk listrik, air, dan Wi-Fi.

Selain Rumah Sigap Armada, terdapat sejumlah asrama mahasiswa serupa di sekitar kampus IPB, di antaranya Asrama Pondok Inspirasi, Rumah Quran, Asrama Global Leadership, Asrama Minang, dan Rumah Inisiatif.

IPB University juga menyediakan beberapa pilihan asrama yang dikelola Unit Pengelola Asrama Mahasiswa IPB (UPAMI), meliputi Asrama Mahasiswa PKU (tingkat 1) di Kampus Dramaga dengan biaya Rp2.000.000 per tahun, diperuntukkan bagi mahasiswa tahun pertama, terutama penerima beasiswa KIP-K dan jalur afirmasi.

Ada pula Leadership Dormitory yang bisa dihuni mahasiswa sejak tingkat dua, terdiri atas Asrama Kepemimpinan Putra (Rp2.000.000 per tahun) dan Asrama Kepemimpinan Putri (Rp1.600.000 per tahun). Seleksi dilakukan berbasis prestasi dan potensi kepemimpinan.

Selain itu, tersedia Asrama Luar Dramaga seperti Felicia, Ekasari, dan Sukasari dengan biaya rata-rata Rp150.000 per bulan sebagai alternatif hunian di luar kampus utama.

Biaya Makan

Dari sisi konsumsi, Hafizh memperkirakan biaya makan harian berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Jika diakumulasikan, kebutuhan makan bulanan bisa mencapai Rp750 ribu hingga Rp1 juta, tergantung frekuensi dan pilihan menu.

Untuk transportasi, ia mengandalkan sepeda motor dengan pengeluaran bensin sekitar Rp30 ribu per minggu atau Rp120 ribu per bulan.

Namun, menurutnya, mahasiswa tanpa kendaraan bisa lebih hemat dengan memanfaatkan bus kampus secara gratis.

Selain kebutuhan pokok, terdapat pula pengeluaran tambahan seperti nongkrong, uang kas organisasi, serta belanja kebutuhan kecil secara daring. “Sebulan mungkin Rp200 ribu,” katanya.

Hafizh membagikan sejumlah strategi untuk menekan pengeluaran. Ia menyarankan mahasiswa yang tinggal di kos dengan fasilitas dapur agar memasak sendiri dan membeli kebutuhan bulanan sekaligus di swalayan.

“Beli juga mi sekardus, buat ganjel lapar mendadak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya cermat memilih makanan. “Harus pandai juga nyari makanan berat under Rp15 ribu. Kalau misalnya di atas Rp15 ribu berarti harus ngorbanin jatah makan setelahnya dengan mencari yang lebih murah.”

Selain itu, mahasiswa dapat mencari pekerjaan sampingan sesuai bakat, seperti menjadi MC, moderator, pembicara, atau content creator. Mengikuti kegiatan yang menyediakan konsumsi juga bisa menjadi cara menghemat anggaran makan harian, kata dia.

Sehingga, ia menyimpulkan, dengan perencanaan yang matang dan gaya hidup sederhana, biaya hidup mahasiswa di Bogor dinilai tetap bisa dikendalikan tanpa harus overthinking.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University

Published

on

By

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University
Seorang petani tengah menunjukkan Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani. Dok. IPB University.

KlikBogor – Guna mendukung sektor pertanian dan perikanan nasional, IPB University menggulirkan program Layanan Daring Tani dan Nelayan “IPB Digitani”.

Platform ini menjadi salah satu inovasi digital yang menghadirkan solusi konsultasi, pendampingan, serta akses informasi teknologi dan pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Terdapat 93 pakar IPB University yang tergabung dalam Dewan Pakar. Kehadiran para pakar ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban ilmiah dan solutif atas berbagai persoalan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan hewan.

Hingga 2025, penerima manfaat tersebar di 34 provinsi, 367 kabupaten/kota, dan 3.883 desa di seluruh Indonesia. Tercatat ribuan artikel dan ratusan layanan konsultasi yang telah dimanfaatkan lebih dari 15 ribu pengguna.

Melalui fitur seperti tanya pakar, konsultasi, artikel populer, dan forum tani, platform ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat.

IPB University memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi dari kampus kepada pelaku utama sektor pangan dan perikanan.

“Transformasi digital di sektor pertanian merupakan keniscayaan. Kehadiran platform ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing petani serta nelayan melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” kata Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menambahkan, dengan jangkauan yang terus meluas dan dukungan pakar multidisiplin, Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani menjadi wujud nyata komitmen IPB University dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat

Published

on

By

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
Telur ayam. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.

Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.

Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.

Ciri Telur Segar dan Berkualitas

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.

“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.

“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.

Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.

Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.

Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.

“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Kulkas atau Suhu Ruang? 

Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.

“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.

Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.

Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.

“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.

Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor

Published

on

By

Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor
Sejumlah anak yatim tengah berbuka puasa di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Minggu, 1 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Ratusan anak yatim buka puasa bersama di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cap Go Meh-Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2026.

“Tanggal 1 Maret ini acara buka puasa bersama 400 anak yatim yang ada di Kota Bogor. Hari ini juga sebagai awal pembuka menuju CGM-BSF,” kata Ketua CGM-BSF 2026, Arifin Himawan.

Ia menambahkan, selama tiga hari ke depan, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan ratusan tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.

Sementara puncak acara dijadwalkan pada 3 Maret, usai salat tarawih. Masyarakat akan disuguhkan parade budaya serta pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.

“Puncaknya tanggal 3 Maret setelah salat tarawih akan ada parade budaya dan juga barongsai. Diharapkan masyarakat bisa datang ke Kota Bogor, sama-sama kita bergembira, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, perayaan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. CGM-BSF 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu pelaksanaan acara menjadi lebih terbatas.

“Perbedaan tahun ini dengan tahun kemarin bersamaan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu untuk parade budaya dan lainnya lebih terbatas. Acara kebudayaan tetap ada, cuma tidak semaksimal di tahun lalu,” jelasnya.

Termasuk dalam hal pertunjukan barongsai, panitia membatasi peserta hanya dari Kota Bogor. Meski ada keinginan dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi, keterbatasan waktu membuat panitia belum bisa mengakomodasi.

“Barongsai dibatasi karena kita ambil dari Kota Bogor saja tanpa ada kegiatan lainnya walaupun dari luar Kota Bogor ingin berpartisipasi, sehingga kita tidak bisa mengakomodir karena memang waktu yang terbatas,” katanya.

Acara buka puasa bersama mengangkat tema ‘Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan’ ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, Wamendagri Bima Arya, serta tokoh agama dan masyarakat.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer