Connect with us

Berita

Kolaborasi Kembangkan Inovasi Produk Turunan Sawit Berbasis UMKM-Koperasi di IPB

Published

on

Kolaborasi Kembangkan Inovasi Produk Turunan Sawit Berbasis UMKM-Koperasi di IPB
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) melakukan kunjungan belajar inovasi pengembangan produk-produk turunan kelapa sawit di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi IPB University. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi, Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggelar kegiatan Diseminasi dan Kunjungan Belajar Inovasi pengembangan produk-produk turunan kelapa sawit di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi IPB. Kegiatan ini juga didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Diseminasi dan kunjungan di laboratorium pengembangan produk turunan sawit dilakukan melibatkan sejumlah perwakilan petani sawit, pelaku UKM dan koperasi pekebun anggota SPKS di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini digelar untuk mendorong peningkatan pengetahuan petani tentang jenis pengembangan produk, adopsi teknologi serta tahapan pengembangan produknya.

Kolaborasi SPKS dengan IPB diharapkan juga mampu meningkatkan pengetahuan serta kerja sama dalam mendukung pengembangan produk turunan sawit untuk UKM dan koperasi pekebun, agar meningkatnya nilai tambah produksi kelapa sawit.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit, Sabarudin, mengatakan bahwa pengembangan produk turunan sawit harus menjadi bagian dalam inisiatif pengembangan sawit berkelanjutan.

Oleh karena itu, petani sawit, UKM sawit dan koperasi pekebun perlu melakukan pembelajaran mengenai pengembangan produk serta adopsi teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh lembaga riset atau penelitian, seperti kemitraan dengan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi, IPB yang dilakukan saat ini.

“Program Pemberdayaan dan UMKM Sawit yang diinisiasi dalam Program BPDP menjadi momentum membangun kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Riset untuk memperoleh pendampingan serta mengadopsi penggunaan teknologi,” kata Sabarudin dalam keterangannya dikutip Kamis, 4 September 2025.

Sabarudin menambahkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, SPKS melakukan pendampingan, memfasilitasi promosi serta pelatihan pengembangan produk turunan sawit seperti kripik jamur sawit, dodol, dan stik berbahan baku umbut sawit, sebagai solusi dalam menambah nilai tambah sawit yang diproduksi pekebun.

Sekretaris di Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi IPB, Dwi Setyaningsih, mengapresiasi kolaborasi bersama SPKS untuk mendesiminasi hasil riset serta mendemonstrasi pembuatan produk turunan sawit yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi, IPB.

Kerja sama ini, menurut Dwi, menjadi momentum pembelajaran bagi koperasi pekebun dan petani dalam melihat potensi pengembangan produk turunan sawit ke depan.

Pusat Penelitian Surfaktan dan Bionergi merupakan salah satu unit di IPB yang tergabung dalam klaster riset teknologi maju, dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan serta pembuatan produk, seperti sabun dan hand sanitizer.

Di bidang kelapa sawit, pihaknya melakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan serta mengembangkan riset untuk menciptakan produk turunan sawit, seperti produk sabun, hand sanitizer, margarine, sabun transparan, dan sabun padat, yang berbahan baku dari sawit.

“Untuk bidang energi, kami juga berkolaborasi dengan BPDP dalam melakukan kajian benefit value pengembangan industri biodiesel di Indonesia, terutama keuntungan sosial dan lingkungan, termasuk menghitung emisi gas rumah kaca dalam upaya memastikan pengembangan energi yang sustainable, sehingga dapat digunakan di berbagai sektor transportasi, dan pada akhirnya produk sawit dapat menciptakan banyak manfaat dan nilai ekonomi yang diperoleh,” tandas Dwi.

Manager Koperasi Karya Mandiri, Vincent Haryono, menambahkan bahwa di tingkat petani, pengembangan prodak turunan sudah mulai dikembangkan dalam skala kecil seperti jamur sawit, stik, dan dodol umbut sawit.

Namun, sambungnya, terdapat sejumlah kendala dalam pemasaran produk, seperti sulitnya akses pemasaran di pasar modern dan ekspor, kurangnya branding dan kemasan menarik, minimnya promosi digital (marketplace, media sosial) serta persaingan dengan produk industri besar.

Di sisi lain, ada kendala dalam pemenuhan aspek legalitas atau regulasi pemerintah, seperti izin usaha, PIRT, halal, BPOM yang cukup rumit dalam pengurusannya, biaya sertifikasi yang tinggi bagi UMKM kecil, termasuk isu global seperti masalah deforestasi dan produk yang sustainable yang dapat menghambat keberterimaan di pasar global.

Berbagai tantangan tersebut memerlukan dukungan dari Pemerintah, lembaga keuangan, dan pendampingan usaha agar menciptakan gairah bagi pelaku UMKM sawit dalam pengembangan produk turunan sawit, termasuk dukungan pemberdayaan dalam aspek literasi keuangan dan pencatatan usaha, keterampilan manajerial dan digital serta pelatihan dalam inovasi produk turunan sawit.

Sementara itu, Kepala Devisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM, BPDP, Hardani Helmy Muhansyah, mengatakan kolaborasi bersama lembaga riset dan penelitian, dalam kegiatan pemberdayaan dan program UMKM sawit diperlukan, agar hasil riset seperti jurnal dan karya ilmiah dapat diinformasikan dan diimplementasikan secara langsung kepada petani dan pelaku UMKM, terutama di sektor kelapa sawit.

Dukungan BPDP dalam pengembangan turunan sawit dilaksanakan melalui kegiatan strategis Program Promosi dan Kerja Sama, dengan melakukan pemberdayaan dan penguatan Koperasi dan UMKM sawit dalam meningkatkan kesejahteraan pekebun, kata Helmy.

Lebih lanjut, Helmy mengatakan bahwa dukungan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders, salah satunya kerjasama dengan Mitra UKMK dalam pengembangan produk UMKM sawit, seperti minyak merah sawit, hand sanitizer sawit, hand soap sawit, sabun batangan, kerajinan lidi sawit, malam batik sawit, cokelat sawit, lilin aromatherapy, pembersih pengkilap, dan lainnya.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi dilakukan, seperti kerja sama dengan ITB untuk pengembangan pakan ternak dari PFAD untuk peningkatan produksi susu sapi, kerja sama dengan IPB dalam peluncuran produk rendang seasoning mix berbahan krimer minyak sawit dan beberapa kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya.

“Pada tahun 2025, BPD telah meluncurkan 100 katalog produk UMKM sawit,” pungkasnya.

(*/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Forum Ormas Bogor Bersatu Desak Transparansi Proyek Gene Bank

Published

on

By

Forum Ormas Bogor Bersatu Desak Transparansi Proyek Gene Bank
Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

KlikBogor – Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia di kawasan RSMM.

​Ketua FOBB, Umar Dani mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan gedung yang menggunakan anggaran negara ini seharusnya mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menurutnya, saat ini masih banyak pertanyaan publik yang belum terjawab mengenai aspek legalitas, administrasi, dan pengawasan proyek tersebut.

​”Forum Ormas Bogor Bersatu menyatakan keprihatinan dan perhatian serius terhadap pelaksanaan pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia. Kami menilai hingga saat ini masih terdapat berbagai pertanyaan publik yang belum terjawab secara terbuka terkait aspek legalitas, administrasi, serta pengawasan pembangunan proyek tersebut,” ujar Umar Dani di lokasi aksi.

​Umar Dani menyebut bahwa keterbukaan dokumen perizinan dan lingkungan merupakan hak masyarakat yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kondisi yang tertutup dinilainya dapat memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan publik kepada proyek pemerintah.

​”Dalam negara hukum, tidak boleh ada perlakuan istimewa atau pengecualian terhadap pihak tertentu. Semua pihak wajib tunduk dan patuh terhadap aturan yang sama. Pemkot Bogor jangan bersikap pasif terhadap proyek yang berada dalam wilayah administrasinya,” katanya.

​Di akhir pernyataannya, Umar Dani mengklarifikasi bahwa unjuk rasa ini sama sekali bukan bentuk penolakan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan maupun fasilitas kesehatan nasional.

Pihaknya mengklaim akan tetap mendukung program pemerintah selama berjalan di atas koridor hukum yang benar.

​”Gerakan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan maupun kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan nasional. Sebaliknya, FOBB mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai hukum,” ujarnya.

​Kendati demikian, pihaknya berjanji akan terus mengawal perkembangan isu ini sampai seluruh dokumen legalitas dibuka secara terang benderang ke hadapan publik Kota Bogor.

​”Tidak boleh ada proyek yang kebal hukum. Tidak boleh ada pembangunan yang berjalan di atas tanda tanya. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Umar Dani disambut teriakan yel-yel perjuangan oleh massa aksi.

​Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat dan perwakilan massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasinya.

​Dalam orasinya, Forum Ormas Bogor Bersatu menyampaikan delapan poin tuntutan utama guna menjaga supremasi hukum di Kota Bogor. Poin-poin tuntutan tersebut di antaranya:

​Stop Pembangunan: Menghentikan aktivitas pembangunan sampai dengan segala aspek perizinan dilengkapi secara keseluruhan.

​Transparansi Kemenkes: Mendesak Kementerian Kesehatan RI membuka secara transparan seluruh dokumen legalitas pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia kepada publik.

​Audit Pemkot Bogor:
Mendesak Pemerintah Kota Bogor melakukan pemeriksaan dan audit administratif terhadap seluruh aspek perizinan proyek.

​Tindakan Tegas Satpol PP: Mendesak Satpol PP Kota Bogor menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan peraturan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu.

​Keterlibatan Ombudsman: Mendesak Ombudsman Republik Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap dugaan maladministrasi jika ditemukan ketidaksesuaian prosedur.

​Audit Keuangan:
Mendesak Inspektorat Jenderal Kemenkes, BPK, dan BPKP melakukan audit kepatuhan terhadap proses pembangunan serta penggunaan anggaran negara.

​Penegak Hukum:
Mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan negara.

​Penghentian Sementara: Menolak aktivitas kelanjutan proyek sebelum seluruh kewajiban dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

AHY Tinjau Renovasi MTs Negeri Kota Bogor: “Sebentar Lagi Tuntas”

Published

on

By

AHY Tinjau Renovasi MTs Negeri Kota Bogor: "Sebentar Lagi Tuntas"
Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyapa siswa-siswi MTs Negeri Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau progres rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam kunjungan kerjanya, AHY mengungkapkan bahwa proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Jawa Barat 3 tersebut telah mencapai progres sekitar 95 persen dan akan segera rampung.

“Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa progres rehabilitasi dan renovasi madrasah tsanawiyah ini sekitar 95 persen. Jadi, sebentar lagi tuntas,” ujar AHY.

Ia menjelaskan, MTs Negeri Kota Bogor merupakan salah satu dari 127 madrasah tsanawiyah di Jawa Barat yang mendapatkan program rehabilitasi dan renovasi.

Secara nasional, pemerintah tengah melakukan perbaikan terhadap 1.397 madrasah tsanawiyah dengan total anggaran sekitar Rp4 triliun.

Baca juga: Yantie Rachim Ajak Pelajar Kota Bogor Biasakan Kata Positif untuk Sekolah Ramah Anak

AHY mengatakan bahwa PHTC menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini juga sebagai respons pemerintah terhadap insiden robohnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Jawa Timur, pada September 2025 yang mengakibatkan korban jiwa.

“Kita berharap bangunan fasilitas pendidikan, bukan hanya yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang itu juga terus kita lakukan renovasi, tapi juga yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, baik pada tatanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah,” kata AHY.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi dan renovasi dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama atau 2025, sebanyak 548 madrasah dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun.

Sementara tahap dua dengan skema yang sama yakni single year contract, sebanyak 13 madrasah dengan anggaran sekitar Rp60 miliar di Kalimantan Barat.

Sedangkan tahap dua melalui skema multi year contract 2025–2026, sebanyak 836 madrasah dengan anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Secara umum progres hingga saat ini telah mencapai 62 persen.

Baca juga: Angkot Usia di Atas 20 Tahun di Kota Bogor Bakal Disetop Operasi

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Kita ingin anak-anak kita, generasi penerus bangsa, semakin cerdas melalui pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi segenap masyarakat. Karena itu salah satu prioritasnya adalah memperbaiki infrastruktur sekolah agar aman, kokoh, dan nyaman untuk mendukung proses belajar. Ini juga baik bagi guru untuk meningkatkan kualitas pengajarannya,” ujarnya.

Selain memperbaiki bangunan, AHY juga mengapresiasi lingkungan MTs Negeri Kota Bogor yang terawat asri serta terus dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk sarana olahraga.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, integritas, keterampilan, dan kesehatan peserta didik.

“Tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga punya integritas, keterampilan, dan sehat. Saya rasa itu semua menjadi kunci sukses SDM unggul untuk Indonesia yang semakin baik,” tutup AHY.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Yantie Rachim Ajak Pelajar Kota Bogor Biasakan Kata Positif untuk Sekolah Ramah Anak

Published

on

By

Yantie Rachim Ajak Pelajar Kota Bogor Biasakan Kata Positif untuk Sekolah Ramah Anak
Foto bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Founder Seribu Kata Positif (Serbukatif), Yantie Rachim dengan pelajar SDN Cipaku Perumda Kota Bogor dalam Roadshow Seribu Kata Positif (Serbukatif), Kamis, 18 Juni 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor sekaligus Founder Seribu Kata Positif (Serbukatif), Yantie Rachim, terus mengajak para pelajar untuk membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membangun karakter dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Roadshow Seribu Kata Positif (Serbukatif) yang berlangsung di SDN Cipaku Perumda Kota Bogor, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Yantie Rachim mengatakan bahwa program Seribu Kata Positif (Serbukatif) masih terus berjalan dan mendapat respons positif dari berbagai sekolah di Kota Bogor.

Meski pelaksanaan roadshow tidak sesering pada awal program diluncurkan, pendampingan dan implementasi program tetap dilakukan secara berkelanjutan oleh tim Serbukatif.

Baca juga: Mengenal Buaya Muara dan Buaya Air Tawar, Mana yang Pemalu dan Agresif?

“Ini Roadshow Serbukatif yang sudah ke berapa kali dilaksanakan di tahun 2026, dan alhamdulillah program ini masih terus berjalan. Walaupun roadshow-nya mungkin tidak sesering dulu, tetapi programnya tetap dijalankan oleh tim Serbukatif,” ujar Yantie Rachim.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai yang disampaikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Yantie Rachim mengaku senang melihat antusiasme para siswa serta kemampuan mereka dalam menerapkan kebiasaan berkata positif di lingkungan sekolah maupun di lingkungan pertemanan mereka.

“Alhamdulillah saya melihat anak-anak tetap antusias dan mereka menerapkan program Serbukatif ini dengan sangat baik di lingkungannya. Kalau saya melihat, program Serbukatif ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

Baca juga: Pemkot Bogor Kejar Kekurangan PPK Tipe C, 27 ASN Diuji Kompetensi

Yantie Rachim menegaskan bahwa salah satu tujuan utama Serbukatif adalah membentuk karakter anak melalui kebiasaan menggunakan kata-kata yang baik dan membangun dalam setiap interaksi.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang dipenuhi ucapan positif akan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

“Harapannya tentu anak-anak harus terus berkata yang positif supaya tidak ada bullying ataupun hal-hal yang kurang baik. Kami harapkan visi dan misi Serbukatif memang seperti itu,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer