Berita
7 Negara Bahas Energi Ramah Lingkungan di ICBB ke 10 di Bogor
KlikBogor – Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi IPB University berkolaborasi dengan International Society of Biomass and Bioenergy (ISBB) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menggelar International Conference on Biomass and Bioenergy (ICBB) ke-10 yang berlangsung pada 4-5 Agustus 2025.
Konferensi ini mengusung tema “Sustainable Solution for A Greener Future: Harnessing Biomass and Bioenergy” selain untuk diseminasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang biomassa dan bioenergi juga menjadi platform bagi pemangku kepentingan utama untuk mengevaluasi penilaian keberlanjutan implementasi biodiesel, mengeksplorasi inovasi teknologi untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan mengidentifikasi strategi regulasi dan komersialisasi untuk memastikan masa depan biofuel berkelanjutan Indonesia baik di pasar domestik maupun global.
Kepala Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University, Meika Syahbana Rusli, menyampaikan bahwa Indonesia tengah dalam transisi energi menuju energi ramah lingkungan atau energy zero emission. Karena itu konferensi ke-10 ini mengusung tema “Sustainable Solution for A Greener Future: Harnessing Biomass and Bioenergy”.
“Kami sebagai lembaga penelitian tentu perlu berpartisipasi dalam program dan kebijakan pemerintah untuk mendorong energi berkelanjutan ini. Tahun ini forum ke-10 yang kami selenggarakan dan terima kasih atas support dari Kementerian ESDM khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi serta BPDP,” ujar Meika di sela pembukaan konferensi di IPB International Convention Center (IICC) Kota Bogor, Senin, 4 Agustus 2025.
Konferensi ini dihadiri peserta dari tujuh negara, dengan partisipasi terbanyak berasal dari Indonesia dan negara-negara ASEAN. Diskusi berfokus pada riset dan pengembangan biomassa dan bioenergi, khususnya untuk penyediaan energi ramah lingkungan.
Menurutnya, topik istimewa tahun ini adalah Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang memang masih memiliki banyak tantangan, terutama untuk mencapai target tahun depan.
“Roadmap tahun depan harus sudah menetapkan 1 persen keseluruhan, nanti tahun 2030 2,5 persen dan tahun 2035 5 persen. Ini target tidak ringan untuk Sustainable Aviation Fuel atau bioaftur,” katanya.
Konferensi ini akan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi strategis yang nantinya akan dikomunikasikan dengan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.
Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Edi Wibowo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi IPB University dalam menyelenggarakan ICBB setiap tahun.
- Ia menegaskan hasil konferensi ini akan menjadi masukan penting yang nanti untuk monitoring dan evaluasi regulasi dan kebijakan dari bioenergi nasional.
Edy juga menyoroti tantangan utama terkait bioenergi yakni menjaga keberlanjutan bahan baku tetap ada. “Kolaborasi pemerintah, industri swasta, akademis, media, NGO, dan sipil society, insyaallah keberlanjutan akan terjamin nantinya.”
Sementara itu, Arfie Thahar dari BPDP, menyampaikan tahun ini pihaknya mendapat penugasan baru yaitu penambahan komoditas selain kelapa sawit termasuk kelapa dan kakao, yang sangat potensial di Indonesia.
“Selama ini sangat tergantung ke sawit juga bisa gunakan dari kelapa dan itu merupakan salah satu strategi pemerintah untuk bisa pendanaan itu dilakukan melalui BPDP,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
HIPMI Kota Bogor Sinergikan Program dengan Pemkot Bogor, Fokus UMKM dan Pariwisata
KlikBogor – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jumat, 1 Mei 2026.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor, Muhammad Al Farissy, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus menyelaraskan berbagai program kerja organisasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
“Alhamdulillah ini pertemuan perdana HIPMI Kota Bogor dengan Pak Wali Kota Bogor. Tujuan utamanya silaturahmi dan kami juga memaparkan program-program HIPMI yang bisa sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya.
Adapun berbagai program HIPMI di bawah kepemimpinannya di antaranya adalah pelatihan, pembinaan, serta pendampingan, termasuk bazar bagi UMKM di Kota Bogor
Baca juga: Serunya Anak SD Belajar Tawar-menawar di Pasar Gembrong Sukasari
Disamping itu, HIPMI juga mendapatkan akses khusus untuk turut membantu meramaikan Pasar Jambu Dua. Bak gayung bersambut, Al Farissy akan segera turun lapangan guna mencari solusi agar pasar tersebut ramai dikunjungi masyarakat dan pedagang.
“Tadi kami sudah diberi akses ke Pasar Jambu Dua untuk bagaimana caranya mengupayakan baik masyarakat maupun pedagang mau datang ke pasar ini. Setelah ini kami akan survei lokasi,” kata Al Farissy.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota Bogor juga memberikan masukan agar HIPMI lebih aktif terlibat dalam sektor ekonomi dan memeriahkan perayaan Hari Jadi Bogor (HJB).
Ke depan, HIPMI berencana meluncurkan program HIPMI Award sebagai bentuk apresiasi kepada instansi atau pengusaha lokal yang berkontribusi nyata bagi kemajuan kota.
“Kedepannya, kami juga memiliki program HIPMI Award, yaitu sebuah apresiasi yang diberikan kepada instansi atau pengusaha-pengusaha lokal yang memberikan dampak nyata terhadap kemajuan Kota Bogor,” imbuhnya.
Baca juga: Jembatan Kayu di Sukaresmi Putus Akibat Luapan Kali Pasangrahan
Tidak hanya di sektor perdagangan, HIPMI juga bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor berencana menggelar atraksi budaya khas yang mirip dengan Tari Kecak di Bali.
Langkah inovasi HIPMI di bidang pariwisata ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan lokal dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah.
Di sisi lain, Al Farissy mengakui bahwa tantangan yang dihadapi pengusaha muda saat ini cukup berat, terutama terkait isu ketidakpastian ekonomi dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mempengaruhi biaya operasional.
“Tantangan terbesar bagi kami saat ini adalah ketidakpastian, Apalagi isu mengenai BBM saat ini sangat berdampak kepada kami para pengusaha. Namun, kami harus tetap berjuang mencari solusi dan menggali peluang-peluang baru untuk menghadapi situasi tersebut,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Jembatan Kayu di Sukaresmi Putus Akibat Luapan Kali Pasangrahan
KlikBogor – Jembatan kayu penghubung akses warga di Gang Harapan, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terputus atau tidak dapat dilalui.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan peristiwa ini terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis, 30 April 2026 sore.
Baca juga: HEBAT, Kelurahan Gudang Benahi Lingkungan hingga UMKM
Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan luapan air Kali Pasangrahan. Akibatnya, jembatan kayu yang menjadi akses warga setempat terputus lantaran tidak kuat menahan hempasan air.
“Penyebab kejadian hujan dengan intensitas tinggi dan air Kali Pasangrahan yang meluap. Dampaknya menyebabkan satu jembatan kayu akses warga terputus,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Pihaknya telah menerjunkan empat personel ke lokasi kejadian untuk melakukan assessment. Pihak BPBD juga melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait.
Baca juga: Zestera: “Jalan Tengah” Menikmati Minuman Soda Tanpa Gula
Hingga laporan tersebut dibuat, kondisi air bah sudah mulai surut. Namun, kondisi jembatan kayu ringsek.
“Assessment, dokumentasi dan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Potensi Usaha di Babakan Terus Berkembang, dari Hotel hingga Kafe
KlikBogor – Potensi usaha di wilayah Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor terus berkembang. Demikian hal tersebut Lurah Babakan, Andri Junizar.
Andri mengatakan bahwa wilayahnya memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, ditopang oleh beragam pelaku usaha yang terus berkembang.
“Disini banyak pelaku usaha, mulai dari perhotelan kemudian juga ada pelaku usaha rumahan, kita juga punya jasa usaha kafe dan resto,” ujar Andri kepada awak media, Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, keberadaan berbagai jenis usaha tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Mungkin ke depan bisa terkomunikasikan secara langsung, ketika kami di wilayah berharap dengan bantuan-bantuan dari mereka yang ada di wilayah kita, yang bisa kita berikan untuk masyarakat sekitar,” ucapnya.
Terkait perizinan, Andri memastikan bahwa sebagian besar pelaku usaha di wilayahnya telah mengantongi izin usaha. Hal ini berdasarkan data terbaru yang dihimpun pihak kelurahan.
“Alhamdulillah, berdasarkan data yang kami terima, rata-rata pelaku usaha di sini sudah memiliki izin. Memang ada beberapa kafe yang tergolong baru, namun secara umum mereka sudah terdata,” jelasnya.
Andri mengungkapkan bahwa pihak kelurahan sebelumnya telah melakukan pendataan terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), termasuk untuk usaha kafe dan restoran.
“Kemarin kami mobile itu rata-rata semua sudah memiliki izin,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
