Connect with us

Serba Serbi

Abaya Neng Geulis, Fesyen Lebaran untuk Tampil Anggun dan Simpel

Published

on

Abaya Neng Geulis, Fesyen Lebaran untuk Tampil Anggun dan Simpel
Owner Batik Neng Geulis by Frida Aulia Indonesia, Frida Nursanti Aulia (tengah) tengah menampilkan busana abaya.

KlikBogor – Perayaan Idulfitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi tinggal beberapa hari lagi. Perayaan lebaran umat Islam ini tentu menjadi momentum penting bagi desainer fesyen dalam menghadirkan busana spesial yang akan banyak dicari. Salah satu adalah abaya.

Di Indonesia, abaya cukup populer sebagai salah satu tren busana muslim. Abaya sering disebut sebagai “gamis Arab” karena memiliki ciri khas mirip dengan gamis yang lebar, longgar, dan menutup tubuh sehingga memberi kesan anggun, simpel, dan fleksibel.

Owner Batik Neng Geulis by Frida Aulia Indonesia, Frida Nursanti Aulia menyebutkan, abaya sangat simple dipakai wanita muslim, namun tetap mengekspresikan identitas agama. Dari itu abaya menjadi tren busana di Ramadan ini.

“Untuk perempuan kita membuat busana seri hari raya yaitu abaya. Kalau untuk yang laki-lakinya ada baju koko dari bahan dobby. Selama Ramadan ini, kita ada paket buy one get one dan ada special price mulai dari Rp100 sampai Rp150 ribu buat seluruh pelanggan Neng Geulis,” kata Frida dikutip Kamis, 27 Maret 2025.

Neng Geulis Gallery di Aeon Mall Sentul City, Bogor.

Selain abaya, koleksi terbaru seri lebaran yang dikenalkan yakni busana bermotif bunga teratai. Motif ini dibuat terinspirasi dari bunga teratai yang ada di Kebun Raya Bogor. Batik ini juga dipadu dengan tenun lurik dan ada tenun troso Jepara.

“Kita baru mengeluarkan satu motif baru namanya batik motif teratai. Ini baru di launching satu minggu yang lalu. Untuk harga, koleksi terbaru seri lebaran ini dibanderol mulai dari harga Rp450 sampai Rp690 ribu. Tapi ini tidak termasuk dalam paket buy one get one,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, koleksi terbaru ini rencananya akan ditampilkan dalam fashion show di Paris Van Java, Bandung pada 3 Mei mendatang. “Ini acara reunian dari New York Indonesia Fashion Week. Jadi, semua dari promotornya, koreografer, Mua, fotografer semua dari New York datang ke Bandung. Dan saya salah satu desainernya yang membawa seri hari raya ini,” sambungnya.

Selain aneka busana, Neng Geulis Gallery juga menawarkan hampers seperti Ramadan tahun – tahun lalu dengan harga mulai dari Rp50 ribu sampai Rp450 ribu.

“Kita spesialis hampers dari dulu. Memang tahun ini menurun tidak sebanyak tahun lalu. Tapi kita sudah punya pelanggan dan masih banyak yang pesan hampers. Kita masih mendapatkan pasar untuk bisa memenuhi permintaan pasar,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Jangan Asal Sapu Kotoran Tikus, Pakar IPB Ingatkan Risiko Hantavirus

Published

on

By

Jangan Asal Sapu Kotoran Tikus, Pakar IPB Ingatkan Risiko Hantavirus
Ilustrasi virus. Dok. Canva.

KlikBogor – Kemunculan kembali kasus hantavirus membuat masyarakat mulai khawatir terhadap penyebaran penyakit yang berasal hewan pengerat itu. Menanggapi hal tersebut Prof Upik Kesumawati, Kepala Laboratorium Entomologi Kesehatan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Prof Upik Kesumawati menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini sebenarnya sudah lama diketahui dalam penelitian di Indonesia sejak 1980-an dan dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

“Virus ini memang sudah lama ada dan penyebab utamanya adalah tikus. Tetapi kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan,“ ujar Prof Upik Kesumawati dikutip Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menuturkan, manusia dapat terinfeksi setelah menghirup debu yang sudah terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularannya juga dapat terjadi jika melalui kontak langsung dengan kotoran tikus maupun makanan yang telah terkontaminasi.

Baca juga: Kasus Campak Melonjak, Pakar IPB Ingatkan Pentingnya Kekebalan Populasi

Berdasarkan pedoman Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, hantavirus umumnya menyebabkan dua sindrom utama, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.

Gejala awal terinfeksi hantavirus ini meliputi demam, nyeri otot terutama di paha, punggung, dan bahu, badan lemas, sakit kepala, serta gangguan saluran pencernaan. Pada kondisi lebih lanjut setelah 4–10 hari, dijelaskan oleh Kementrian Kesehatan melalui situs resminya, penderita dapat mengalami batuk, sesak napas yang berkembang cepat, hingga penurunan kadar oksigen dalam darah.

Sementara pada kasus HFRS, gejala dapat berkembang menjadi tekanan darah rendah, syok, kebocoran pembuluh darah, bahkan gagal ginjal akut. Prof Upik juga menyoroti salah satu jenis hantavirus yang saat ini menjadi perhatian dunia, yakni Andes virus, karena dilaporkan memiliki kemungkinan penularan antarmanusia meski kasusnya sangat jarang terjadi.

Sebagai langkah pencegahan, Pakar Entomologi IPB University tersebut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya tikus.

“Jangan langsung menyapu atau menyedot debu sarang dan kotoran tikus yang kering karena partikel virus dapat beterbangan dan terhirup. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan larutan disinfektan,” katanya.

Baca juga: RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13

Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai gangguan pernapasan atau gangguan ginjal setelah terpapar lingkungan yang dicurigai terdapat kotoran tikus.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hantavirus memang tergolong penyakit langka, tetapi memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Tingkat kematian akibat HPS dapat mencapai sekitar 40 persen, sedangkan HFRS berkisar 5–15 persen.

Karena itu, pengendalian populasi tikus dan kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hantavirus di masyarakat.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Keluarga Suami Adalah Hama Segera Tayang di Bioskop, Targetkan Lebih 1 Juta Penonton

Published

on

By

Keluarga Suami Adalah Hama Segera Tayang di Bioskop, Targetkan Lebih 1 Juta Penonton
Tim produksi dan pemain film Keluarga Suami Adalah Hama saat melakukan kunjungan ke Jambu Dua XXI, Kota Bogor, Minggu, 17 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Keluarga Suami Adalah Hama, film drama keluarga garapan Umbara Brothers Film dan VMS Studio akan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Mei 2026.

Film yang diproduseri oleh Shalu T.M., Indah Destriana dan Anggy Umbara ini dibintangi Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, Sitha Marino, dan Jeremie Moeremans.

Dalam trailernya, diperlihatkan pasangan suami istri, Damar yang diperankan Omar Daniel dan Intan diperankan Raihaanun, yang harus menghadapi permasalahan ekonomi di tahun-tahun awal menikah mereka. Keduanya terpaksa tinggal terlebih dulu di rumah keluarga suami.

Namun, dengan tinggalnya pasangan keluarga muda tersebut bersama mertua, justru menghadirkan konflik yang tak berujung. Intan justru dianggap sebagai pekerja rumah tangga, belum lagi perlakukan kedua adik iparnya, yang bertindak seenaknya.

Sementara Damar, berada di posisi dan kondisi yang membingungkan di antara membela sang istri atau kewajiban menghormati ibunya, membuatnya tampak ragu dalam bersikap.

Sutradara Anggy Umbara mengungkapkan rasa senangnya atas respons baik terhadap film Keluarga Suami Adalah Hama. Menurutnya, film ini hadir sebagai ruang bagi banyak orang yang mengalami persoalan keluarga, tetapi sulit mengungkapkannya secara langsung.

“Tanggapannya sih senang ya. Senang karena film ini dibuat untuk mereka yang merasakan ini, tapi enggak bisa menceritakan. Jarang untuk mengungkapkan. Nah, di sini mereka bisa meluapkan apa yang mereka rasakan,” ujar Anggy di Jambu Dua XXI, Kota Bogor, Minggu, 17 Mei 2026 malam.

Baca juga: Mahasiswa IPB Ciptakan Teajae, Jamu Kekinian untuk Anak Muda

Ia menambahkan, film tersebut mencoba menghadirkan sudut pandang baru mengenai konflik keluarga yang terjadi di kehidupan sehari-hari, mulai dari hubungan mertua dan menantu, kakak dan adik, hingga ibu dan anak.

“Dan senang sih kita bisa relate dengan film ini. Mengambil sudut pandang baru dari setiap persoalan keluarga yang terjadi di rumah,” katanya.

Ia juga menjelaskan pesan utama yang ingin disampaikan melalui film ini. Menurutnya, konflik dalam keluarga kerap muncul ketika pasangan suami istri tinggal serumah dengan keluarga besar, terlebih jika persoalan ekonomi mulai muncul.

“Yang sering terjadi adalah perseteruan antara anak yang baru berkeluarga dengan ibu dari si anak tersebut dan ipar-iparnya. Itu kan sering terjadi kalau tinggal bareng di satu rumah, apalagi kalau sudah permasalahan ekonomi,” jelasnya.

Melalui film ini, Anggy ingin mengedukasi penonton tentang pentingnya menjaga komunikasi dan memahami batasan dalam hubungan keluarga.

“Kita mengedukasi bahwa komunikasi itu penting banget untuk dijaga. Terus kita harus mengetahui batasan-batasannya itu apa saja dalam keluarga,” ucapnya.

Ia juga menyoroti perjuangan pasangan suami istri yang harus dijalani bersama, bukan hanya oleh salah satu pihak saja.

“Perjuangan sebuah pasangan suami istri enggak bisa bertepuk sebelah tangan. Dia harus benar-benar berdua, harus berjuang bareng,” imbuhnya.

Baca juga: Bus Listrik Bojonggede-Sentul Bogor Diuji Coba, Ini Rutenya

Selain itu, film ini juga menggambarkan dilema yang sering dihadapi laki-laki dalam menentukan prioritas antara istri, ibu, dan keluarga.

“Laki-laki selalu ada di persimpangan harus memilih siapa yang mau diprioritaskan. Nah, di sini kita bisa belajar merefleksikan diri,” katanya.

Untuk proses produksi, Anggy menyebut, syuting film berlangsung selama sekitar 19 hingga 20 hari dengan total masa produksi hampir satu bulan.

Menjelang penayangan film, tim produksi dan para pemain menggelar rangkaian kunjungan serentak di 30 kota di Indonesia. Mereka dibagi ke sejumlah daerah seperti Bogor, Bandung, Garut, hingga Palembang untuk menghadiri acara nonton bareng bersama penonton.

Film Keluarga Suami Adalah Hama dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 21 Mei mendatang. Terkait target penonton, Anggy berharap film garapannya mampu meraih lebih dari satu juta penonton.

“Targetnya terbaiklah. Pengennya di atas 1 juta penonton, tapi kita serahkan sama yang di atas. Yang jelas kita sudah memberikan yang terbaik,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13

Published

on

By

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13
Penandatanganan prasasti layanan kateterisasi jantung RS UMMI Bogor, Minggu, 17 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Rumah Sakit UMMI Bogor meluncurkan layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung pada puncak peringatan milad rumah sakit ke-13.

Peluncuran layanan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Rangkaian acara diawali dengan Fun Run 5 Km dan senam bersama Yayasan Jantung Indonesia.

Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr. Najib Askar menjelaskan, peluncuran layanan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan pihak rumah sakit dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu.

“Bulan lalu kami melakukan audiensi kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat yang baru. Pada saat itu kami menanyakan perihal layanan kateterisasi jantung. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya untuk kondisi emergensi, rumah sakit yang tidak bekerja sama pun harus melayani pasien hingga tuntas untuk penanganan kegawatdaruratannya,” ujar dr. Najib Askar, Minggu, 17 Mei 2026.

Ia menambahkan, RS UMMI sendiri telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun layanan cath lab sebelumnya belum terintegrasi secara khusus.

“Apalagi Rumah Sakit UMMI memang sudah bekerja sama dengan BPJS, hanya layanan cath lab-nya saja yang belum bekerja sama. Oleh karena itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat menyampaikan bahwa Rumah Sakit UMMI harus melakukan tindakan apabila mendapati pasien dengan kasus kegawatdaruratan jantung,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Tips Konsumsi yang Bijak

Ia menuturkan bahwa pasien dengan kondisi emergensi jantung yang dijamin BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan secara penuh.

“Dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat itu menyampaikan apabila pasien datang dengan kondisi emergensi jantung dan memiliki jaminan BPJS Kesehatan, itu harus dilayani dan di-cover secara penuh,” katanya.

Pihak RS UMMI berharap ke depan layanan kateterisasi jantung tidak hanya dapat digunakan untuk kasus emergensi, tetapi juga untuk penanganan kasus elektif.

“Harapannya mudah-mudahan ke depan layanan ini tidak hanya untuk kasus emergensi saja, tapi juga bisa untuk kasus-kasus yang elektif,” kata dr. Najib Askar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang terus dikembangkan RS UMMI selama 13 tahun terakhir.

“Kami Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat milad ke-13 untuk Rumah Sakit UMMI. Luar biasa, selama 13 tahun ini sudah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. Selalu berinovasi, melakukan pengembangan layanan, dan hari ini yang di-launching layanan kateterisasi jantung,” ujarnya.

Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026

Menurutnya, layanan tersebut sangat relevan dengan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.

“Ini tentu sangat relate dengan program prioritas pemerintah untuk layanan kesehatan, fokus pada kanker, jantung, stroke, dan urologi. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik adanya pengembangan layanan ini,” katanya.

Ia berharap layanan kateterisasi jantung di RS UMMI dapat membantu menangani kasus-kasus jantung yang bersifat life saving atau penyelamatan nyawa.

“Dengan adanya layanan ini di Rumah Sakit UMMI, harapannya bisa mengatasi kasus jantung, terutama kasus-kasus yang sifatnya menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari DPRD Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan bahwa layanan ini menjadi ikhtiar penting untuk menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan seperti kasus jantung di instalasi gawat darurat (IGD).

“Kami dari DPRD Kota Bogor mendukung dan men-support launching hari ini menjadi ikhtiar bagaimana nanti kasus-kasus di IGD bisa terselesaikan,” kata Endah.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer