Berita
Pasar Jambu Dua Kota Bogor Mulai Operasional
KlikBogor – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari melaksanakan tasyakuran operasional Pasar Jambu Dua, Kecamatan Tanah Sareal, pada Kamis 17 Oktober 2024 siang.
Diketahui, pasar yang bisa menampung 1.000 lebih pedagang ini direvitalisasi oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor yang bekerjasama dengan PT Bogor Artha Makmur (BAM).
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengungkapkan rasa bersyukur dan senang bahwa revitalisasi Pasar Jambu Dua yang diinisiasi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Dedie A Rachim beserta jajaran hari ini sudah dimulai operasionalnya.
“Kaitan dengan pusat perdagangan dan pusat perekonomian salah salah yang cukup signifikan hari ini hadir dimulai operasionalnya. Para pedagang bisa aktivitas, juga masyarakat bisa berbelanja di sini dengan berbagai kemudahan dan kenyamanan,” katanya.
Proses revitalisasi Pasar Jambu Dua selama 1 tahun 8 bulan dan sekarang hadir dengan wajah baru. Pasar ini sudah diisi oleh 300-an pedagang lama dan nanti ditambah 800 lebih pedagang Pasar Bogor.
Pihaknya juga akan mensosialisasikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diwajibkan berbelanja di pasar tradisional Kota Bogor.
“Kami akan membuat surat edaran kepada ASN kalau mau berbelanja di pasar tradisional Kota Bogor. Seperti Pasar Jambu Dua,” paparnya.

Pasar Jambu Dua yang berada di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor tampil dengan wajah baru setelah direvitalisasi.
Ia juga berharap pasar ini secara kreatif dan inovatif tidak hanya memperhatikan perihal transaksi saja, tetapi juga ada fasilitas lain seperti tempat makan dan bermain anak.
“Jadi tidak hanya berbelanja, tapi ada juga tempat makan atau food court, ada playground untuk anak. Hal seperti itu mohon diperhatikan,” kata Hery.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan pihaknya sangat mendukung PPJ bahwa kedepannya melalui komisi II dan komisi III.
“Pasar agar nyaman dan sesuai dengan jati diri Kota Bogor yang bersih, aman, dan nyaman sejahtera juga pedagangnya,” jelas Adityawarman.
Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin menambahkan harapannya dengan adanya revitalisasi ini sebuah program kerja Pemkot Bogor yang diimplementasikan PPJ untuk meningkatkan martabat pedagang yang sudah berdagang dari tahun 1987 sampai sekarang.
“Oleh karena itu kami lakukan revitalisasi ini mudah-mudahan bisa menjadi pasar percontohan di Kota Bogor. Pasar SNI, perbankan sudah kerjasama dengan pedagang, sudah ada barcode, jadi pengunjung yang hadir berbelanja sudah bisa menggunakan QRIS, untuk meningkatkan pendapatan PPJ. Kebersihan akan kami jaga dan kemananya, jadi masyarakat bisa nyaman berbelanja,” tegas Jenal.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bogor Artha Makmur (BAM), H. MH Ages menyampaikan, pihaknya memberikan karpet merah kepada para pedagang Pasar Bogor, yaitu 830 total yang akan masuk luar biasa pedagang Pasar Jambu Dua siap menyambut. Pasar ini dirinya bangun sebanyak 1.141 kios dan loss dengan komoditi sayur mayur, daging, buah-buahan, dan pakaian.
“Tidak benar dipergunakan untuk pedagang handphone. Kami untuk pedagang Pasar Jambu Dua dan pedagang Pasar Bogor. Kurang lebih 321 kios dan loss dan ada 800 lebih yang akan kami terima. Harapan saya kepada Pj Wali Kota Bogor dan Perumda PPJ, pasar ini bisa penuh,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.
“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.
Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.
“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.
Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.
“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.
“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.
(hrs)
Berita
Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.
“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.
Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.
Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.
“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.
Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.
“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.
Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.
“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
(ckl/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
