Connect with us

Serba Serbi

Mahasiswa IPB Ciptakan Teajae, Jamu Kekinian untuk Anak Muda

Published

on

Mahasiswa IPB Ciptakan Teajae, Jamu Kekinian untuk Anak Muda
Teajae, minuman herbal yang dibuat sekelompok mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Dok. IPB University.

KlikBogor – Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, sekelompok mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) menghadirkan inovasi minuman herbal bernama Teajae.

Produk ini dirancang khusus untuk memodernisasi citra jamu agar lebih relevan dan praktis bagi generasi muda.

“Latar belakang terciptanya Teajae bermula dari keresahan kami melihat rendahnya minat anak muda terhadap jamu tradisional yang dianggap ribet karena harus direbus sendiri. Kami ingin membuat versi yang lebih modern, enak, dan gampang dikonsumsi tanpa menghilangkan khasiatnya,” kata Chief Executive Officer (CEO) TeaJae, Abdan Taris Hariri dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.

Abdan menjelaskan, Teajae adalah minuman sehat yang memadukan khasiat herbal alami dengan cita rasa modern. Minuman ini mampu membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung kesehatan pencernaan, dan memberikan efek relaksasi.

Baca juga: Ibu-Ibu KWT Geulis Situgede Belajar Olah Stik Talas Beku

Awalnya, Teajae direncanakan dalam bentuk teh celup. Namun dalam perkembangannya tim memfokuskan pada kemasan botol siap minum berukuran 250 ml untuk memudahkan distribusi dan perkenalan produk.

Saat ini, Teajae telah meluncurkan dua varian rasa utama, yakni kunyit asam dan telang serai. Dengan perpaduan kunyit dan asam jawa berkualitas, varian kunyit asam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan pencernaan.

Sementara, varian telang serai yang kaya antioksidan dapat menenangkan tubuh dan membantu relaksasi secara alami.

“Varian jahe akan segera hadir. Minuman ini sangat cocok untuk menjaga imun, menyegarkan badan, dan menemani aktivitas harian,” ujar Abdan.

Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026

Teajae menargetkan mahasiswa sebagai pasar utama mereka yang notabene memiliki aktivitas perkuliahan yang cukup padat. Namun, Teajae juga bisa dipesan oleh masyarakat umum terutama kalangan yang berusia 18 hingga 30 tahun.

“Dengan harga yang terjangkau, yakni Rp10.000 per botol, produk ini diharapkan menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin hidup sehat tanpa proses yang rumit,” kata Abdan yang saat ini masih berstatus mahasiswa Ilmu Komputer IPB University.

Tim di balik Teajae terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu angkatan 60 IPB University, yaitu Abdan Taris Hariri sebagai CEO, Shofwah Salma Syahidah sebagai Chief Operating Officer (COO), Alma Subaila Salam sebagai Chief Financial Officer (CFO), dan Haiqal Aryovito Almadianto dibantu Gita Amanda sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Teajae menjadikan PMW sebagai wadah belajar bisnis yang terarah. Melalui mentoring dari para pakar dan pengusaha sukses, tim Teajae merasa dibekali pandangan yang nyata mengenai dunia wirausaha. Memulai usaha saat menjadi mahasiswa menjadi modal penting untuk persiapan pascakampus nanti.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13

Published

on

By

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13
Penandatanganan prasasti layanan kateterisasi jantung RS UMMI Bogor, Minggu, 17 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Rumah Sakit UMMI Bogor meluncurkan layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung pada puncak peringatan milad rumah sakit ke-13.

Peluncuran layanan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Rangkaian acara diawali dengan Fun Run 5 Km dan senam bersama Yayasan Jantung Indonesia.

Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr. Najib Askar menjelaskan, peluncuran layanan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan pihak rumah sakit dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu.

“Bulan lalu kami melakukan audiensi kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat yang baru. Pada saat itu kami menanyakan perihal layanan kateterisasi jantung. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya untuk kondisi emergensi, rumah sakit yang tidak bekerja sama pun harus melayani pasien hingga tuntas untuk penanganan kegawatdaruratannya,” ujar dr. Najib Askar, Minggu, 17 Mei 2026.

Ia menambahkan, RS UMMI sendiri telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun layanan cath lab sebelumnya belum terintegrasi secara khusus.

“Apalagi Rumah Sakit UMMI memang sudah bekerja sama dengan BPJS, hanya layanan cath lab-nya saja yang belum bekerja sama. Oleh karena itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat menyampaikan bahwa Rumah Sakit UMMI harus melakukan tindakan apabila mendapati pasien dengan kasus kegawatdaruratan jantung,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Tips Konsumsi yang Bijak

Ia menuturkan bahwa pasien dengan kondisi emergensi jantung yang dijamin BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan secara penuh.

“Dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat itu menyampaikan apabila pasien datang dengan kondisi emergensi jantung dan memiliki jaminan BPJS Kesehatan, itu harus dilayani dan di-cover secara penuh,” katanya.

Pihak RS UMMI berharap ke depan layanan kateterisasi jantung tidak hanya dapat digunakan untuk kasus emergensi, tetapi juga untuk penanganan kasus elektif.

“Harapannya mudah-mudahan ke depan layanan ini tidak hanya untuk kasus emergensi saja, tapi juga bisa untuk kasus-kasus yang elektif,” kata dr. Najib Askar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang terus dikembangkan RS UMMI selama 13 tahun terakhir.

“Kami Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat milad ke-13 untuk Rumah Sakit UMMI. Luar biasa, selama 13 tahun ini sudah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. Selalu berinovasi, melakukan pengembangan layanan, dan hari ini yang di-launching layanan kateterisasi jantung,” ujarnya.

Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026

Menurutnya, layanan tersebut sangat relevan dengan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.

“Ini tentu sangat relate dengan program prioritas pemerintah untuk layanan kesehatan, fokus pada kanker, jantung, stroke, dan urologi. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik adanya pengembangan layanan ini,” katanya.

Ia berharap layanan kateterisasi jantung di RS UMMI dapat membantu menangani kasus-kasus jantung yang bersifat life saving atau penyelamatan nyawa.

“Dengan adanya layanan ini di Rumah Sakit UMMI, harapannya bisa mengatasi kasus jantung, terutama kasus-kasus yang sifatnya menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari DPRD Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan bahwa layanan ini menjadi ikhtiar penting untuk menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan seperti kasus jantung di instalasi gawat darurat (IGD).

“Kami dari DPRD Kota Bogor mendukung dan men-support launching hari ini menjadi ikhtiar bagaimana nanti kasus-kasus di IGD bisa terselesaikan,” kata Endah.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Ibu-Ibu KWT Geulis Situgede Belajar Olah Stik Talas Beku

Published

on

By

IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) memberikan pelatihan kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Geulis Kelurahan Situgede, Kota Bogor. Dok. IPB University.

KlikBogor – IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) mengajak ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Geulis Kelurahan Situgede, Kota Bogor untuk mengolah talas menjadi produk stik talas.

Melalui pelatihan yang menghadirkan Antin Suswantinah, dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, program ini bertujuan mendorong pemanfaatan komoditas lokal talas menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya stik talas yang memiliki potensi pasar cukup luas.

Pelatihan dilaksanakan secara aplikatif melalui praktik langsung agar peserta mampu memahami sekaligus mempraktikkan proses pengolahan talas secara mandiri.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai potensi usaha olahan talas, keterampilan teknis pengolahan produk, serta pemahaman tentang inovasi usaha berbasis komoditas lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu mengembangkan olahan talas menjadi produk bernilai tambah yang dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Antin Suswantinah dikutip Selasa, 12 Mei 2026.

Materi pelatihan mencakup pengenalan karakteristik talas sebagai bahan baku, teknik pengolahan talas menjadi produk frozen, stik talas, hingga getuk talas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar kebersihan, pengemasan, dan pemasaran produk agar memiliki daya saing.

Pada praktik pembuatan stik talas, peserta diperkenalkan pada tiga metode pengolahan, yaitu digoreng sebelum dibekukan, dikukus sebelum dibekukan, dan dibekukan langsung setelah talas dipotong.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu mengembangkan produk olahan talas yang bernilai tambah dan berdaya saing, sehingga dapat membuka peluang usaha baru serta meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Gelar Karya Sekolah Islam Ibnu Hajar Diapresiasi Wawalkot Bogor

Published

on

By

Gelar Karya Sekolah Islam Ibnu Hajar Diapresiasi Wawalkot Bogor
Sekolah Islam Ibnu Hajar menggelar Gelar Karya. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Di tengah hantaman tsunami digitalisasi, keluarga besar Sekolah Islam Ibnu Hajar punya cara tersendiri untuk menghadapinya, salah satunya lewat Gelar Karya.

Gelar Karya ini merupakan wadah bagi para siswa dan siswi Sekolah Dasar Ibnu Hajar untuk menampilkan beragam kesenian khas Nusantara. Mereka diberikan panggung untuk berekspresi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor dan keluarga besar Sekolah Islam Ibnu Hajar, Senin, 11 Mei 2026.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya untuk Sekolah Islam Ibnu Hajar. Di tengah tsunami digitalisasi dan segala bentuk misinformasi, Ibnu Hajar berhasil memberikan pendidikan yang menjadi filter bagi siswa,” ujar Jenal.

Terutama agar para siswa dan siswi lebih memahami serta mempertahankan budaya bangsa Indonesia. Selain itu, Jenal juga berpesan kepada para siswa dan siswi untuk selalu menjaga kebersihan.

Ia menambahkan bahwa Kota Bogor saat ini terus konsisten mengawal program ASRI terkait kerapihan dan keindahan kota. Karena itu, sejak usia dini anak-anak harus diberikan pengetahuan mengenai hal tersebut.

“Untuk bagaimana menjaga kebersihan di skala rumah dulu saja. Maka program yang hari ini dilakukan sangat matching dengan apa yang diharapkan dari program pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Islam Ibnu Hajar, Husnan, mengatakan Gelar Karya ini menjadi sarana apresiasi bagi para siswa dan siswi.

“Terutama apresiasi atas proses yang selama ini dilakukan oleh siswa. Juga memberikan rasa percaya diri bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang. Semoga kontribusi Ibnu Hajar juga bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Bogor,” kata Husnan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer