Berita
2 Tahun Berlalu, Ulama Diminta Evaluasi Ulang Boikot
KlikBogor – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan para pemuka agama diminta untuk mengevaluasi ulang gerakan boikot yang dilakukan masyarakat.
Hal tersebut dilakukan guna menilai efektivitas hingga dampak yang dihasilkan gerakan boikot terhadap gencatan ekonomi kepada Israel agar menghentikan penjajahan mereka ke tanah Palestina.
Wakil Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, Ahmad Fauzan Amin, menilai bahwa evaluasi diperlukan menyusul dampak dari boikot juga terjadi di dalam negeri sekaligus memberikan panduan lebih jelas bagi masyarakat.
Dia melanjutkan boikot sedikit banyak memukul perekonomian nasional yang berujung gelombang PHK yang terjadi belakangan ini.
“Maka dari itu saya mendorong kepada para kiai, para ulama hingga institusi-institusi keislaman untuk mengkaji, mengevaluasi boikot ini. Kira-kira lebih banyak mudharat atau manfaatnya begitu?,” kata Fauzan Amin dalam keterangannya dikutip, Kamis, 12 Juni 2025.
Menurutnya, banyak laporan masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat PHK lantaran sejumlah perusahaan mengalami penurunan omzet akibat boikot.
Dia mengatakan masyarakat tidak bisa menutup mata terhadap realita bahwa dampak ekonomi dari boikot turut memukul rakyat kecil, terutama karyawan yang tak punya keterlibatan langsung dalam konflik tersebut.
“Persoalan boikot ini kita harus kembali ke kaidah ushul fiqih saja. Artinya, jika ada dua kemudharotan yang terjadi maka dicari kemudharotan yang paling ringan,” katanya.
Fauzan Amin melanjutkan bahwa pada prinsipnya boikot dilakukan untuk menekan perekonomian Israel. Meski demikian, sambungnya, agresi militer Israel ke tanah Palestina tetap berlanjut di tengah gerakan boikot secara global.
Fauzan Amin pun mengatakan artinya harus dilihat kembali apakah gerakan ini pengaruh atau malah berdampak ke dalam negeri sendiri.
Pria yang akrab disapa Gus Fauzan ini menegaskan bahwa sangat tidak bijak apabila publik memikirkan nasib saudara-saudara yang jauh tetapi melupakan kehidupan masyarakat sekitar.
Gus Fauzan meminta agar masyarakat Indonesia bersikap cerdas, logis, dan tidak emosional dalam menyikapi peristiwa yang terjadi.
“Saya mendukung apa yang dilakukan oleh MUI kemudian keputusan Bahtsul Masail PWNU DKI tentang kajian boikot, memang kita sebagai bangsa Indonesia harus mengkaji, jangan sampai kita terlalu memikirkan orang yang jauh di sana tapi melupakan apa yang ada di sekitar kita,” katanya.
Meski mendukung ikhtiar kemanusiaan melalui boikot, namun apabila terbukti tidak efektif maka sudah seharusnya seluruh pihak menggunakan jalan lain untuk menyelesaikan konflik yang ada.
Dia mengatakan penyelesaian konflik Israel-Palestina harus dirampungkan tanpa ada korban terdampak.
Lebih jauh, Gus Fauzan juga menyoroti bahwa boikot yang selama ini digaungkan kerap tidak jelas dalam definisi dan kriterianya. Banyak daftar produk yang beredar luas di media sosial tanpa verifikasi, dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan persaingan bisnis yang tidak sehat.
“Jangan sampai boikot dijadikan alat untuk menjatuhkan kompetitor. Ini yang saya khawatirkan,” katanya.
Dia mengungkapkan konflik Israel dan Palestina bukan soal agama, melainkan murni persoalan politik dan ekonomi yang kompleks. Dia menolak anggapan bahwa konflik ini semata-mata antara Islam dan Yahudi.
“Di Israel ada partai Arab, di Palestina juga ada warga non-Muslim yang jadi korban. Jadi jangan tarik ini ke ranah agama. Itu keliru,” katanya.
Sebabnya dia menekankan pentingnya mengevaluasi gerakan boikot secara objektif, menyeluruh, dan berbasis data yang tidak hanya melihat dari satu sisi.
Dia mengatakan, semua pihak perlu mengukur kembali baik dan buruk boikot agar jangan sampai ikhtiar mulia tersebut justru menyisakan korban baru di lingkungan sendiri.
(*/hrs)
Berita
Komisi II DPRD Kota Bogor Cek Uji KIR Gratis dan Potensi Parkir
KlikBogor – Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut untuk memastikan kualitas pelayanan publik, khususnya terkait pengujian kendaraan bermotor (Uji KIR) dan optimalisasi sektor perparkiran.
Rombongan sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rifky Alaydrus, didampingi anggota komisi lainnya, Heri Cahyono dan Hasbi Alatas. Kehadiran para wakil rakyat ini diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jatmiko Baliarto beserta jajaran.
Ketua Komisi II, Rifky Alaydrus, mengungkapkan fokus utama sidak meninjau sarana dan prasarana pengujian kendaraan setelah adanya perubahan regulasi mengenai retribusi daerah.
“Komisi II melakukan sidak untuk memastikan pelayanan pengujian kendaraan bermotor berjalan dengan baik. Kami juga ingin melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak berlakunya undang-undang terbaru, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor KIR telah dihapuskan. Hal ini menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk lebih kreatif mencari celah pendapatan lain.
“Sekarang pelayanan KIR sudah gratis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pendapatan dari sektor tersebut sudah tidak ada lagi. Karena itu kami juga ingin melihat potensi pendapatan lain yang masih bisa dikelola,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Kota Bogor, Jatmiko Baliarto, membenarkan bahwa pendapatan dari sektor pengujian kini menyentuh angka nol rupiah.
Hal ini merupakan implementasi Undang Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
“Sejak diberlakukannya undang-undang tersebut, pelayanan uji KIR menjadi gratis. Namun, pelayanan tetap berjalan normal. Rata-rata sekitar 40 kendaraan per hari, seperti truk, angkot, hingga bus, tetap menjalani uji berkala yang ditangani oleh 12 tenaga fungsional penguji kami,” jelas Jatmiko.
Sementara itu, Anggota Komisi II, Heri Cahyono, memberikan catatan kritis mengenai kondisi fasilitas di Dishub Kota Bogor. Ia menilai gedung Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dan armada operasional sudah tidak dalam kondisi ideal.
“Kami melihat beberapa fasilitas sudah memerlukan renovasi, terutama gedung PKB. Selain itu, kendaraan operasional seperti derek dan mobil crane untuk perawatan PJU sudah cukup tua dan ada yang rusak. Ini perlu perhatian agar pelayanan lapangan tidak terganggu,” tegas Heri.
Senada dengan Heri, Hasbi Alatas menyoroti kesemrawutan area parkir armada di lingkungan kantor tersebut. Ia meminta Dishub segera melakukan penataan agar operasional lebih tertib.
Terkait sisa potensi pendapatan, terungkap bahwa Dishub kini mengandalkan retribusi parkir dengan target Rp3,5 miliar per tahun. Saat ini, proses pengelolaannya sedang dalam tahap lelang kepada penyedia jasa pihak ketiga.
Sidak tersebut juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Bogor untuk segera memperbaiki sarana penunjang transportasi dan memaksimalkan sektor parkir sebagai tulang punggung pendapatan daerah di Dishub Kota Bogor.
(ckl/hrs)
Berita
Tragedi Kebakaran di Tegallega, Wali Kota Minta Warga Waspadai Kebocoran Tabung Gas
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, terlebih karena memakan korban jiwa.
Diketahui, kebakaran yang melanda tiga unit rumah kontrakan pada Kamis malam, 5 Maret 2026 ini mengakibatkan seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Dedie Rachim mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan tabung gas di rumah tangga.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan memastikan kondisi tabung serta regulator gas aman digunakan,” ucap Dedie Rachim.
Baca juga: Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi tabung gas, selang, dan regulator, serta memastikan tidak ada bau gas yang menyengat di dalam rumah.
Apabila tercium bau gas, warga diminta segera mematikan sumber api, membuka ventilasi, dan tidak menyalakan peralatan listrik untuk menghindari percikan api.
Selain itu, warga juga diminta menggunakan perlengkapan gas yang memenuhi standar keamanan serta segera mengganti jika ditemukan kerusakan pada selang maupun regulator.
Peristiwa ini menjadi alarm penting bagi masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan gas di rumah tangga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(ckl/hrs)
Berita
Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda tiga unit rumah warga di Jalan Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 2026 malam.
Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia 1,4 tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, menjelaskan kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 19.25 WIB.
Menerima laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.
Setelah berjibaku sekitar 20 menit melakukan penyemprotan air, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Ade mengungkapkan, berdasarkan data sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas saat pemilik rumah tengah tertidur.
“Menurut pelapor kebakaran terjadi karena kebocoran tabung gas dan pemilik rumah sedang tertidur (laporan sementara),” katanya.
Pada saat itu, api yang dengan cepat membesar kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya. Akibatnya, tiga unit rumah terbakar.
Kebakaran juga mengakibatkan seorang balita berinisial Z (1 tahun 4 bulan) meninggal dunia dan dua warga lainnya berinisial RJ dan SM mengalami luka bakar.
Para korban setelah dievakuasi oleh petugas pemadam kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk penanganan lebih lanjut.
Ade mengatakan, penanganan kebakaran ini melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran serta petugas dari Mako Sukasari, Pos Yasmin, dan Pos CIbuluh.
“Untuk kerugian materi (akibat kebakaran) diperkirakan Rp50 juta,” katanya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
