Berita
Tingkatkan Populasi dan Kualitas Genetik Kuda Lewat Teknologi Reproduksi
KlikBogor – Guru Besar Tetap Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. Amrozi, mengatakan bahwa teknologi reproduksi berbantuan (assisted reproductive technology) telah diadopsi dalam pemuliaan kuda olahraga, dengan tujuan utama meningkatkan kecepatan seleksi genetik, sekaligus mengatasi berbagai jenis gangguan reproduksi.
Inseminasi buatan telah menjadi praktik standar dengan protokol yang lebih baik. Teknologi kriopreservasi telah memfasilitasi penyebarluasan semen beku (frozen semen) melintasi batas geografis dan menjadi bagian dari perdagangan internasional.
Prof Amrozi mengatakan hal tersebut saat konferensi pers pra orasi ilmiah yang digelar secara virtual pada Kamis, 22 Januari 2026.
Lebih lanjut, Prof Amrozi menjelaskan, kuda equestrian elit umumnya dikembangbiakkan dengan inseminasi buatan. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan mencegah perubahan karakter kuda induk maupun pejantan.
Inseminasi buatan di Indonesia telah dimulai pada 1997 oleh Prof Bambang Purwantara di Arthayasa Stable, Limo Depok dan beberapa stable sekitar Jabodetabek dengan menggunakan semen beku pejantan kuda unggul yang diimpor dari Belanda dan Jerman.
Produksi semen cair dan beku dalam negeri dimulai pada kuda crossbred milik kavaleri berkuda TNI AD di Parongpong pada 2006 dengan angka kebuntingan mencapai 42,9 persen menggunakan semen cair dan 14,3 persen menggunakan semen beku (Arifiantini et al. 2010).
Pada 2012, APM Stable di Tiga Raksa Tangerang mulai membangun fasilitas dan melayani inseminasi buatan untuk kuda-kuda warmblood. Pada awal program di stable ini, keberhasilan inseminasi buatan dengan semen cair mencapai 60% (Amrozi, et al. 2015).
“Saat ini inseminasi buatan sudah menyebar secara luas, melibatkan banyak dokter hewan praktisi perkudaan di Indonesia,” kata Prof Amrozi.
Menurutnya, jumlah kuda equestrian jenis warmblood di Indonesia sangat terbatas, yang sebagian besar adalah kuda impor dengan kualitas genetik yang bagus.
Umur produktif reproduksinya bersamaan dengan masa aktif sebagai kuda atlit equestrian, sehingga tidak memungkinkan untuk diternakkan dengan cara konvensional. Solusi permasalahan ini adalah dengan transfer embrio (Squires, 2020).
“Kuda atlit equestrian dapat diprogram sebagai kuda donor dan kuda induk lain dapat diprogram sebagai betina resipien,” katanya.
Program transfer embrio kuda ini telah dimulai di Unit Rehabilitasi Reproduksi dan laboratorium Assisted Reproductive Technology-Biobank, SKHB IPB bersama Aragon Stable dan King Halim Stable pada 2022.
Ia menjabarkan, induk kuda donor diseleksi kesehatan fisik dan siklus estrusnya, untuk selanjutnya disinkronisasi ovulasi. Kuda induk dengan kualitas folikel dan uterus yang baik diinseminasi dengan semen cair.
Embrio dikoleksi dengan flushing uterus pada hari ke-5, 6 dan 7 pasca ovulasi folikel. Embrio berhasil dikoleksi pada hari ke-6 dan 7 dengan recovery rate masing-masing mencapai 66,7 persen, dengan tahapan embrio early blastocyst pada hari ke-6 dan blastocyst pada hari ke-7.
Produksi embrio juga telah dicoba secara in vitro dengan teknik ICSI (intra cytoplasmic sperm injection). Oosit dikoleksi dengan teknik OPU (ovum pick up) pada folikel kuda betina yang diprogram dan diketahui siklus estrusnya atau memanfaatkan oosit dari kuda yang baru saja mati.
“Langkah awal pemanfaatan teknologi ICSI telah menghasilkan satu morula yang layak untuk ditransfer,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
Berita
Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
KlikBogor – Puluhan angkutan kota (Angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) terjaring operasi gabungan yang digelar di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan operasi gabungan ini digelar bersama petugas Satlantas Polresta Bogor Kota.
“Dalam razia Jalan Sawojajar di sini terdapat angkutan yang tidak memiliki sama sekali surat-surat, seperti KIR, STNK maupun kartu trayek. Itu tentunya kami berhentikan,” ungkap Ridwan kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.
Ia mengatakan terdapat enam unit angkot yang kedapatan tanpa surat kendaraan. Namun, empat kendaraan tengah kembali ke rumah masing-masing untuk mencari atau membawa STNK dan KIR-nya yang menurut pengakuan para sopir ketinggalan di rumah.
“Nah, nanti yang empat ini ditukar kendaraan dilepas, barang buktinya berupa surat kendaraan ditahan, jadi kendaraannya tidak jadi dikandangkan oleh kami. Nanti tukar BB STNK ataupun KIR ataupun izin trayek. Jadi yang dua sudah terjaring sama sekali tidak membawa, memiliki kartu trayek dengan STNK ataupun buku uji KIR,” jelasnya.
Pihaknya mencatat 21 angkot dan AKDP yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Adapun tujuan operasi gabungan untuk pengecekan administrasi angkutan yang beroperasi di Kota Bogor di antaranya buku KIR, trayek, dan uji kelayakan.
“Besok kami bergabung dan kembali razia di Jalan Sawojajar dengan jajaran samping, Kepolisian, Jasa Raharja, Provinsi, maupun Dishub Kabupaten Bogor untuk giat bersama-sama di Jalan Sawojajar ini,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan
KlikBogor – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Bogor.
Kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.
H. Eddy Soeparno memaparkan, sebagai wakil rakyat mereka yang ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar penting kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR RI, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” jelasnya.
Menurut Eddy, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI mempunyai tujuan di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.
Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
“Implementasi empat pilar kebangsaan harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda,” pungkasnya.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
