Connect with us

Berita

Tanggapi Pascainsiden Affan Kurniawan, Ini Kata Mantan Komisioner Kompolnas

Published

on

Tanggapi Pascainsiden Affan Kurniawan, Ini Kata Mantan Komisioner Kompolnas
Komisioner Kompolnas 2016 - 2020, Andrea H Poeloengan.

KlikBogor – Pascainsiden Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring, yang meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis Brimob menyisakan duka mendalam dan memunculkan desakan agar penanganannya dilakukan secara transparan. Salah satunya dari Komisioner Kompolnas 2016 – 2020, Andrea H Poeloengan.

“Peristiwa ini harus segera disidik secara transparan, dalam ruang lingkup hukum pidana dan hak asasi manusia, tidak cukup hanya berdasarkan peraturan disiplin dan kode etik,” ujar Andrea dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menanggapi situasi ketidakpuasan publik yang kian meluas, berawal dari ketidakpuasan terhadap kinerja dan perilaku DPR RI, kesenjangan pendapatan dan tunjangan anggota DPR RI, dan terutama pascainsiden yang menimpa Almarhum Affan Kurniawan.

Hingga berbagai elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan komunitas ojek daring telah mengeluarkan pernyataan sikap bersama, mengecam hal-hal tersebut. Ia sangat mendukung apa yang menjadi keprihatinan dari Asosiasi Pengajar Hukum Pidana dan Kriminologi (Asperhupiki).

“Saya menyatakan turut mengecam dan prihatin melalui pernyataan ini dengan kembali tak bosan-bosan untuk menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap institusi kepolisian dan mendesak adanya perubahan signifikan dalam pendekatan penanganan apapun yang terkait masyarakat,” ungkapnya.

Lanjut Andrea, saat ini terjadi kesenjangan komunikasi dan “trust gap” antara rakyat, pemerintah dan aparat. Masyarakat merasa aspirasi mereka tidak tersalurkan secara efektif melalui jalur formal, sehingga unjuk rasa menjadi salah satu pilihan, selain melalui media sosial.

“Persepsi selama ini yang terbangun, walau tidak sepenuhnya benar bahwa aparat lebih cepat bertindak represif ketimbang persuasif semakin mengikis kepercayaan publik,” tambahnya.

Selain itu, sambungnya, evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kompetensi kepolisian mendesak untuk segera dilakukan. Penggunaan alat material khusus (almatsus) Polri dalam penanganan massa dan masyarakat sipil, seperti yang terlihat dalam insiden baru-baru ini, menimbulkan eskalasi risiko yang tidak perlu dan berpotensi memicu kekerasan.

“Pendekatan yang berbasis pada security approach harus diganti dengan humanity approach yang memprioritaskan empati, keselamatan, dan dialog,” tegasnya.

Di sisi lain, Andrea juga menyoroti, literasi terhadap masyarakat dan terbukanya “channel” aspirasi yang bermakna dan partisipatif, harus menjadi agenda pemerintah guna benar-benar mewujudkan gotong-roryong dan semangat kekeluargaan.

“Kejadian hari ini (29/8) juga mencerminkan ketersendirian Polri seperti unras di PMJ dan Mako Brimob Kwitang pada sore hari, dan terlihat kemarahan publik yang lebih dalam, yang berakar pada isu ketidakadilan sosial-ekonomi, dan telah memicu kemarahan luas sebagai cerminan dampak ketika yang berkuasa seperti tidak peduli secara substansial terhadap akar masalah, bahkan hingga dianggap ketidakpedulian “simbol” aparat negara terhadap rakyat kecil,” katanya.

Untuk mengatasi krisis kepercayaan dan ketegangan yang terjadi, Andrea mengusulkan dan merekomendasikan beberapa hal yaitu perkuat kembali pendekatan komunikasi humanis yang substansial, di mana Kepolisian harus proaktif melakukan permohonan maaf publik yang tulus, diikuti dengan “restorative gesture” bukan saja pemberian santunan resmi atau dukungan pendidikan bagi keluarga korban, tetapi juga upaya dialog dengan publik seluas-luasnya dengan menindak lanjuti secara konkret, nyata, dan substansial aspirasi masyarakat.

Kemudian, revisi SOP Penanganan Massa dan Kompetensi dalan melindungi, mengayomi, melayani, dan menegakkan hukum.

“Pembatasan ketat penggunaan Almatsus, pembangunan kemampuan musyawarah untuk mufakat, dialog, negosiasi, dan perubahan paradigma dengan mengedepankan LINYOMYAN dalam Harkamtibmas, perlu diutamakan segera,” imbuhnya.

Terakhir, adalah penguatan transparansi dan akuntabilitas, di mana pentingnya untuk benar-benar terbuka dan bertanggungjawab dalam bekerja.

(*/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

HJB ke 544 di Citalahab Malasari, Bupati Rudy Susmanto Ajak Semangat Membangun Bogor

Published

on

By

HJB ke 544 di Citalahab Malasari, Bupati Rudy Susmanto Ajak Semangat Membangun Bogor
Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 digelar di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu, 3 Juni 2026. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Untuk pertama kalinya, upacara peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 digelar di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 3 Juni 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Pemilihan lokasi tersebut menjadi simbol kuat penghormatan terhadap akar sejarah Kabupaten Bogor, karena Malasari merupakan titik awal berdirinya pemerintahan Kabupaten Bogor dan tempat Bupati pertama Bogor, Raden Ipik Gandamana, pernah berkedudukan.

Bupati Bogor menegaskan bahwa dipilihnya Malasari sebagai lokasi peringatan HJB ke-544 bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mengingat kembali perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bogor sekaligus memperkuat semangat membangun daerah dari seluruh wilayah, termasuk kawasan Bogor Barat.

Baca juga: SEAMEO BIOTROP dan Kemendikdasmen Bekali Guru SLB Keterampilan Pertanian Perkotaan

Menurutnya, Kabupaten Bogor tidak boleh melupakan akar sejarah yang menjadi fondasi berdirinya daerah. Dengan kembali memperingati Hari Jadi Bogor di lokasi bersejarah, masyarakat diajak untuk memahami perjalanan para pendahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bogor.

“Kalau ingin Bogor berubah, kalau ingin Bogor maju, maka hari ini gunakan tangan kita, gunakan kaki kita, gerakkan badan kita bersama-sama untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Rudy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Bogor ke-544 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Baca juga: Museum Pajajaran Diaktivasi, Tampilkan Koleksi Pusaka hingga Buku Langka

Upacara HJB ke-544 turut dihadiri sejumlah mantan pimpinan daerah Kabupaten Bogor, di antaranya mantan Bupati Bogor Ade Yasin, mantan Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu dan Bachril Bakri, mantan Wakil Bupati Bogor Albert Pribadi dan Karyawan Faturachman, serta para mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor.

Peringatan HJB ke-544 di Citalahab Malasari menjadi penanda bahwa sejarah dan masa depan Kabupaten Bogor harus berjalan beriringan. Dari titik awal berdirinya pemerintahan Bogor, semangat untuk membangun Kabupaten Bogor yang maju, istimewa, dan gemilang kembali diteguhkan bersama.

Hadir mendampingi Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

SEAMEO BIOTROP dan Kemendikdasmen Bekali Guru SLB Keterampilan Pertanian Perkotaan

Published

on

By

SEAMEO BIOTROP dan Kemendikdasmen Bekali Guru SLB Keterampilan Pertanian Perkotaan
SEAMEO BIOTROP dan Kemendikdasmen menggelar program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Pertanian. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan SEAMEO BIOTROP menggelar program Peningkatan Kompetensi Guru (PKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Pertanian pada 2–5 Juni 2026 di Bogor.

Program ini merupakan bagian dari pengembangan kompetensi profesional guru SLB agar mampu menyelenggarakan pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan teknologi, serta tuntutan dunia kerja.

Kegiatan tersebut diikuti oleh guru-guru SLB sebanyak 30 sekolah terpilih dari seluruh Indonesia yang telah melalui proses seleksi dari 697 pendaftar.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan salah satu prioritas Direktorat Guru PMPK dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif dan bermutu.

“Guru memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk hidup mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat. Melalui Program PKG ini, kami terus mendorong penguatan kompetensi guru SLB agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja,” ujar Arif, Rabu, 2 Juni 2026.

Baca juga: Peran Biodiversitas Serangga pada Kemajuan Sains dan Pertanian

Ia menambahkan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Guru PMPK untuk memperluas akses pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru pendidikan khusus di seluruh Indonesia.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh penguatan kompetensi melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik pada berbagai materi pertanian perkotaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, meliputi budidaya hidroponik, akuaponik, tanaman buah dalam pot (tabulampot), serta budidaya hortikultura terpadu.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof Edi Santosa menegaskan bahwa pertanian perkotaan memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek keterampilan, kewirausahaan, dan ketahanan pangan.

“Pertanian perkotaan merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan yang penting bagi kehidupan mereka di masa depan,” kata Prof Edi.

Sementara itu, Deputi Direktur Bidang Program, SEAMEO BIOTROP, Doni Yusri menekankan pentingnya penguasaan teknologi pertanian sederhana yang dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah luar biasa.

“Pengembangan urban farming di lingkungan sekolah tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kecakapan hidup peserta didik. Melalui pelatihan ini, guru memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kondisi sekolah masing-masing sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik dan komunitas sekolah,” ujarnya.

Baca juga: 25 Puskesmas Gelar Khitan Gratis untuk 544 Anak Kota Bogor

Selain menghadirkan pimpinan dari Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP, kegiatan ini juga melibatkan para narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan, pertanian, dan pengembangan kapasitas masyarakat, yaitu Dewi Suryani, Risa Rosita, Supriyanto serta Ahmad Budidarma.

Seluruh peserta mengikuti praktik lapangan secara langsung di fasilitas pembelajaran dan demplot SEAMEO BIOTROP. Melalui pengalaman belajar berbasis praktik tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran keterampilan pertanian yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Program PKG SLB Bidang Keterampilan Pertanian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian perkotaan bagi komunitas pendidikan SLB guna mendukung ketahanan pangan lokal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian serta kecakapan hidup peserta didik melalui pembelajaran berbasis praktik yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan keterampilan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada masa depan, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang memberdayakan seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

HJB 544, Pelajar, Tokoh hingga Mitra Strategis Terima Penghargaan

Published

on

By

HJB 544, Pelajar, Tokoh hingga Mitra Strategis Terima Penghargaan
Pemkot Bogor menyerahkan penghargaan kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan pada Hari Jadi Bogor ke-544, Rabu, 3 Juni 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan penghargaan kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan di Kota Bogor.

Penghargaan diserahkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi pada akhir Upacara Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Plaza Balai Kota Bogor, Rabu, 3 Juni 2026.

Wali Kota mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Terima kasih atas sinergi, dedikasi, dan komitmen dalam memberikan karya terbaik bagi kemajuan Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim.

Penghargaan tersebut diberikan kepada pelajar, tokoh masyarakat, pengurus wilayah, mitra kolaborasi strategis pemerintah daerah dalam percepatan pengentasan kemiskinan, mitra kolaborasi strategis pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting, tokoh inspiratif Kota Bogor, serta penerima penghargaan Akreditasi Gugus Depan Pramuka Tingkat Nasional.

Pada momen ini juga dilaksanakan pemberian kacamata gratis bagi lansia dengan target penerima manfaat sebanyak 350 hingga 500 orang per kecamatan di Kota Bogor oleh Lansia Aktif Peduli Indonesia (LANTIP) Kota Bogor. Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis lima unit CCTV outdoor.

Apresiasi juga diberikan kepada para mitra yang bersinergi dalam mengawal program pembangunan serta menjaga kondusivitas wilayah, yakni Ketua DPRD Kota Bogor, Komandan Kodim 0606/Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor, dan Komandan Detasemen Polisi Militer III/1 Bogor.

Dedie Rachim mengatakan bahwa Hari Jadi Bogor harus dimaknai sebagai momentum untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan Kota Bogor.

“Dan saya yakin semua, Forkopimda, seluruh ASN, tidak sedang bertopang dagu, tidak sedang berpangku tangan, tetapi betul-betul kami semua sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, dalam proses pembangunan masih diperlukan berbagai penyempurnaan terhadap program dan kebijakan Pemkot Bogor, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan sumber daya.

Menurut Dedie Rachim, pembangunan memiliki dua prioritas utama, yakni pembangunan infrastruktur dan pembangunan sumber daya manusia.

“Sumber daya manusia Bogor harus memiliki daya saing. Masyarakat Bogor harus mampu melakukan langkah-langkah yang inovatif dan kreatif, sehingga tidak semua kegiatan dan pergerakan ekonomi ditopang oleh APBD semata,” ujarnya.

Dedie Rachim berharap peringatan HJB ke-544 menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan dalam melahirkan inovasi serta ide-ide kreatif menuju Bogor Maju.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer