Connect with us

Berita

Tahap 2, Penertiban Kabel Udara dari Otista hingga Alun-Alun

Published

on

Tahap 2, Penertiban Kabel Udara dari Otista hingga Alun-Alun
Penertiban kabel udara untuk dipindahkan ke bawah tanah di kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Bogor Tengah.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor memulai penertiban kabel udara dari Jalan Otto Iskandardinata (Otista) hingga ke Alun-Alun Kota Bogor.

Pemotongan kabel pertama dilakukan Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari dan Plt Kepala DPUPR Kota Bogor Atep Budiman di depan Warung Bogor, Kecamatan Bogor Tengah.

Kegiatan itu juga dihadiri Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel), perwakilan operator telekomunikasi dan Anggota DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur.

Hery menjelaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari apa yang sudah baik dilakukan oleh Pemkot Bogor. Kali ini, ia bersama anggota DPRD melaksanakan pemotongan kabel untuk diturunkan ke bawah tanah.

“Pada kali ini sepanjang 3,6 kilometer sepanjang Jalan Otista sampai ke Alun-Alun Kota Bogor dan jalan di Balai Kota Bogor. Ini melanjutkan yang sebelumnya di Jalan Ahmad Yani sepanjang 2,7 kilometer sampai Air Mancur,” kata Hery.

Hery berharap kegiatan yang memasuki tahap kedua terus dilanjutkan untuk menata Kota Bogor agar terlihat rapi dan lebih indah. Pun semakin aman bagi pejalan kaki dan kendaraan.

“Karena kabel udara ini di mana-mana sudah membuat visual kota kurang baik, dari sisi keamanan juga demikian. Kejadian di kota lain, bahkan di Bogor memang banyak kejadian yang mengancam para pengendara,” katanya.

Nantinya, kabel-kabel udara ini akan dipindahkan ke bawah tanah dengan target dua hari sudah selesai. “Tahun depan kami lanjutkan lagi secara programnya,” jelas Hery.

Ia juga memaparkan bahwa hari ini ada 30 pihak, 20 di antaranya dari operator. Sebelum dilaksanakan pemotongan juga DPUPR sudah berkoordinasi dan secara administrasi sudah ditempuh.

“Mudah-mudahan tidak ada yang mengganggu atau yang komplain karena sudah dikomunikasikan sebelumnya,” paparnya.

Sementara, Anggota DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur menuturkan, penertiban kabel udara di Kota Bogor atas kerja sama antara Pemkot Bogor dan Apjatel.

Menurutnya, ada beberapa program pemerintah yang sempat terkendala oleh anggaran. Namun, solusi ditemukan melalui komunikasi dengan operator telekomunikasi.

“Alhamdulillah, operator telekomunikasi bersedia ikut dalam program ini dengan menggunakan anggaran mereka, sehingga semua bisa berjalan dengan baik,” ungkap Fajar.

Ia berharap proyek perapian kabel di Jalan Otista akan selesai tanpa masalah, seperti sebelumnya di Jalan Ahmad Yani sampai Air Mancur.

Fajar juga bersyukur kegiatan ini suatu langkah yang baik agar lebih baik ke depan. Pihaknya memiliki mimpi menjadikan smart city dan bisa mendongkrak perekonomian Kota Bogor.

“Insyaallah bisa terwujud secara pelan-pelan. Salah satunya dengan merapikan kabel udara dan relokasi ke bawah tanah. Dengan tidak semrawutnya kabel udara, bisa mendongkrak perekonomian di Kota Bogor kedepannya,” katanya.

Sebagai anggota DPRD, dirinya juga akan mencoba mengawasi kinerja pemerintah yang sudah dilihat bisa menertibkan kabel udara dengan pola ini.

“Kalau berhenti kami akan dorong lagi agar konsisten. Pastinya, karena kami ingin Bogor ini lebih baik kedepannya, tapi juga tidak ingin menghambat digitalisasi. Artinya, harus ada win-win solution antara pelaku industri telekomunikasi dengan pemerintah,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

HUT ke 18 Gerindra, Dedie Rachim Beri Ruang Kader Terbaik Tampil

Published

on

By

HUT ke 18 Gerindra, Dedie Rachim Beri Ruang Kader Terbaik Tampil
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Sopian, dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (kanan ke kiri).

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakilnya, Jenal Mutaqin menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra di kantor DPC Gerindra Kota  Bogor, Jumat sore, 6 Februari 2026 sore.

Acara ini juga dihadiri para pimpinan partai politik se-Kota Bogor dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, Sopian, menyampaikan rasa syukur bahwa sekarang tanggal 6 Februari 2026 Partai Gerindra berumur 18 tahun.

“Ini suatu anugerah bahwa Partai Gerindra di umur yang ke-18 tahun ini, masih tetap diberikan semangat. Dan mudah-mudahan kami punya Ketua Umum Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto selaku Presiden RI tetap diberikan kekuatan untuk memimpin bangsa ini,” ungkap Sopian.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus berjuang untuk pembangunan di Kota Bogor, sebagaimana disampaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang hadir.

“Alhamdulillah ternyata bahwa kami masih berjuang di Kota Bogor disampaikan Pak Wali maupun Pak Wakil bahwa bagaimana bicara permasalahan Kota Bogor sedang diperbaiki,” ujarnya.

Sopian menegaskan bahwa tujuan berpartai politik bagaimana mensejahterakan masyarakat, apalagi kemarin bicara bagaimana memberantas kemiskinan, kelancaran dan segala macam.

“Ini mungkin salah satu yang akan terus diperjuangkanlah. Kami juga selalu mengingatkan hal yang wajarlah,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa kepemimpinannya didampingi oleh salah satu kader terbaik Partai Gerindra yaitu Jenal Mutaqin.

“Saya memberikan seluas-luasnya kesempatan kepada Kang Jenal Mutaqin untuk memanfaatkan semua kesempatan yang ada. Karena saya paham dulu beliau itu anggota DPRD hanya di dapil, sekarang menjadi Wakil Wali Kota Bogor dan harus lebih dikenal luas,” terangnya.

“Kenapa itu dilakukan, biar bagaimanapun juga Kang Jenal Mutaqin ini adalah calon pemimpin masa depan Kota Bogor. Popularitas, elektabilitasnya itu juga harus dibangun dari sekarang,” tambah Dedie Rachim.

Ia memberikan kesempatan kepada kader terbaik Gerindra untuk tampil bersama-sama memperbaiki Kota Bogor dan buktikan kepada masyarakat bahwa perpaduan antara Gerindra dengan partai lain, dalam hal ini PAN akan mampu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan.

“Masih banyak urusan yang harus kami selesaikan, karena baru 11 bulan. Tapi tadi saya sudah laporkan 68 Koperasi Merah Putih sudah dibentuk. Apa tujuan Koperasi Merah Putih dibentuk? untuk menyejahterakan rakyat. Siapa offtaker-nya Koperasi Merah Putih? Makan Bergizi Gratis (MBG),” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Terserempet KRL, Relawan Perlintasan Kereta di Kebon Pedes Terluka

Published

on

By

Terserempet KRL, Relawan Perlintasan Kereta di Kebon Pedes Terluka
Perlintasan sebidang di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Seorang relawan penjaga palang pintu perlintasan kereta api terserempet kereta rel listrik (KRL) commuter line di Kota Bogor.

Peristiwa nahas ini terjadi di perlintasan sebidang di kawasan Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal,  pada Jumat sore, 6 Februari 2026.

Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy Rosjadi, menjelaskan korban berinisial A (60) terserempet kereta api dari arah Bogor menuju Jakarta. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala.

“Telah terjadi orang terserempet kereta api di jalur Bogor-Jakarta dan didapati korban dalam keadaan luka di kepala sebelah kiri,” kata Doddy kepada awak media.

Setelah dievakuasi petugas, korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat ini sudah dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit PMI, untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena korban masih bernafas,” jelasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Karoseri Delima Jaya di Kota Bogor Kebakaran, Kerugian Capai Miliaran 

Published

on

By

Karoseri Delima Jaya di Kota Bogor Kebakaran, Kerugian Capai Miliaran 
Kebakaran karoseri Delima Jaya di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat, 6 Februari 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda karoseri Delima Jaya di Jalan Soleh Iskandar, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat, 6 Februari 2026.

Peristiwa tersebut menghanguskan ruang meeting lantai dua dan mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 08.34 WIB.

Ade menuturkan berdasarkan keterangan saksi, api tiba-tiba sudah membesar dan menyebar di area ruang meeting lantai dua gedung karoseri tersebut.

Para karyawan diketahui sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil mengendalikan kobaran api.

“Awal mula terjadinya kebakaran, sumber api tidak diketahui, tiba-tiba api sudah membesar, karyawan mencoba memadamkan dengan APAR tapi tidak tertangani, dan api semakin membesar,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang menerima laporan tersebut, langsung bergerak ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

Api berhasil dipadamkan setelah satu jam lebih penanganan dengan mengerahkan 6 unit mobil Damkar Kota Bogor dan 1 unit mobil Fire Rescue Damkar Kota Bogor serta 2 unit mobil Damkar Kabupaten Bogor.

Ade mengatakan dugaan sementara, kebakaran dipicu arus pendek listrik.

“Dugaan sementara arus pendek listrik menurut saksi,” tutur Ade.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai miliaran rupiah.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer