Serba Serbi
Ratusan Petugas Kebersihan hingga PHL Terima Santunan di Balai Kota Bogor
KlikBogor – Sebanyak 400 petugas kebersihan, petugas pertamanan, dan pegawai harian lepas (PHL) menerima santunan di Masjid At-Taqwa Kompleks Balai Kota Bogor, pada Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan santunan bersama Kesra tersebut diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim.
Adapun para petugas tersebut terdiri dari 100 orang anggota Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 100 orang anggota Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), dan 200 orang pegawai harian lepas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Yantie Rachim menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini menjadi bagian dari semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bogor.
“Alhamdulillah kegiatan ini kami lakukan dalam rangka bulan suci Ramadan, bulan berbagi. Kalau memang kita ada kelebihan, kenapa juga kita tidak berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa para petugas lapangan ini memiliki kontribusi yang besar dalam berbagai penghargaan yang diraih Kota Bogor, khususnya di bidang kebersihan dan lingkungan.
“Mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa sekali. Terutama penghargaan-penghargaan yang sudah kita raih terkait kebersihan, itu kan merekalah yang bekerja keras. Mereka bekerja di lapangan, tidak kenal lelah dari pagi sampai pagi lagi untuk Kota Bogor,” ungkap Yantie Rachim.
Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bogor, Aep Saepuloh, menjelaskan kegiatan ini hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, serta organisasi pengelola zakat (opz).
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan berupa uang tunai agar dapat dimanfaatkan secara lebih fleksibel oleh para penerima.
“Bantuan yang kita berikan berupa uang, karena mudah-mudahan uang itu lebih fleksibel untuk pemakaiannya dan mudah-mudahan ini bermanfaat bagi mereka,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang disebutnya sebagai pejuang lingkungan.
Ia mengatakan bahwa melalui momentum Ramadan, Baznas bersama para mitra ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan penghargaan kepada para petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.
“Para pejuang lingkungan ini yang membuat Kota Bogor meraih berbagai penghargaan. Alhamdulillah, karena keikhlasan dan kerja sungguh-sungguh dari bapak ibu semuanya, Bogor menjadi bersih dan nyaman,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor
KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Muttaqin, mengatakan akan mengusulkan kegiatan balap lari malam yang mendapat antusias dari masyarakat dapat digelar di setiap kecamatan di Kota Bogor.
Hal itu dikatakan Jenal usai menghadiri kegiatan tersebut di kawasan Alun-Alun Kota Bogor tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Sabtu malam, 14 Maret 2026.
“Kalau ini (balap lari malam) sebagai alternatif dan evaluasi ke depan ternyata respons pemuda pemudi cukup positif dan tidak disalahgunakan dan disalahartikan, insyaallah saya akan sampaikan ke Pak Wali Kota di setiap kecamatan ada,” ujarnya.
Baca juga: Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut
Jenal mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini di luar perkiraan. Awalnya ia memperkirakan peserta yang hadir hanya puluhan orang, namun kenyataannya jumlah warga yang datang jauh lebih banyak.
“Pikir saya yang hadir puluhan, tapi faktanya antusias warga para pemuda-pemudi Kota Bogor dengan kegiatan positif ini mereka datang secara sukarela dan menyaksikan bahkan peserta terus bertambah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data awal jumlah peserta yang mendaftar sekitar 100 orang. Namun saat pelaksanaan di lapangan, jumlah tersebut bertambah secara spontan.
“Dari hasil diskusi, yang daftar awalnya 100 orang, tapi secara on the spot di lapangan bertambah 50 orang dan bahkan terus bertambah,” katanya.
Meski begitu, durasi kegiatan tetap dibatasi mengingat pelaksanaan masih dalam suasana bulan Ramadan.
“Cuman durasi tetap dibatasi karena ini masih bulan Ramadan untuk persiapan sahur,” jelas Jenal.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi para pemuda di Kota Bogor sehingga terhindar dari kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
Baca juga: Balap Lari Malam Perdana di Kota Bogor Disambut Antusias Warga
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari mempererat persaudaraan antarwarga hingga menghadirkan aktivitas olahraga yang menyehatkan.
“Manfaatnya tentu mempererat tali persaudaraan, ada aktivitas olahraga juga, dan ini menjadi momen yang cukup membanggakan,” katanya.
Jenal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Balap lari malam ini diinisiasi oleh Polresta Bogor Kota bekerjasama dengan Pemkot Bogor, Kormi Kota Bogor, dan KNPI Kota Bogor.
“Saya mewakili Pemkot Bogor, juga Pak Wali Kota, mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Dengan anggaran yang minim tapi hasilnya luar biasa, masyarakat ikut senang, pedagang juga banyak yang jajan,” ujarnya.
(ckl/hrs)
Serba Serbi
Mudik Bersama Anak? Simak Tips Penting bagi Orang Tua
KlikBogor – Mudik menjadi tradisi tahunan banyak keluarga, khususnya saat Lebaran. Mudik dengan perjalanan jarak jauh biasanya kerap menghadirkan tantangan tersendiri, terlebih bila dilakukan bersama anak-anak.
Pakar pendidikan anak dari IPB University, Yulina Eva Riany, mengingatkan bahwa persiapan matang diperlukan demi mudik berlangsung aman, nyaman, dan tetap menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.
Eva pun membagikan sejumlah tips penting bagi orang tua yang akan melakukan perjalanan mudik bersama anak. Pertama, adalah pastikan anak dalam kondisi sehat dan fit.
“Bila perlu, orang tua dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai kondisi kesehatan anak sebelum bepergian,” ujar dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University itu dikutip Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan agar orang tua menyiapkan perlengkapan penting selama perjalanan, seperti makanan ringan sehat, susu, pakaian ganti, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya.
“Jangan lupa membawa dokumen penting, seperti kartu identitas dan kartu kesehatan anak,” imbuh Eva.
Baca juga: Agar Tak Kantuk saat Mudik, Ini Asupan Disarankan Ahli Gizi IPB
Bagi keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi, kondisi kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima. Ia menekankan pentingnya penggunaan car seat yang sesuai dengan usia anak untuk menambah aspek keamanan selama perjalanan.
Sementara itu, jika memilih transportasi umum, Eva menyarankan agar tiket dipesan jauh-jauh hari supaya orang tua dapat menentukan jadwal yang lebih nyaman bagi anak.
“Untuk perjalanan udara, sebaiknya pilih waktu penerbangan yang tidak mengganggu jam tidur anak serta menyiapkan mainan atau camilan guna mengalihkan perhatian mereka,” ujarnya.
Apabila perjalanan menggunakan kereta dianjurkan memilih kursi yang lebih luas dan dekat dengan toilet. Posisi ini akan memudahkan orang tua saat anak perlu ke toilet atau mengganti popok.
Eva juga mengingatkan agar menghindari kendaraan yang terlalu padat dan minim fasilitas ramah anak.
Selain itu, ia menekankan beberapa hal penting selama perjalanan. Orang tua dianjurkan membawa pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca di lokasi tujuan.
Baca juga: Operasi Ketupat Lodaya 2026, 1.418 Personel Disiagakan di Kota Bogor
Ketersediaan air minum dan camilan sehat juga penting untuk mencegah dehidrasi. “Siapkan obat-obatan dasar seperti obat penurun demam, minyak telon, plester luka, dan tisu basah,” tambahnya.
Untuk mencegah kebosanan, orang tua dapat membawa mainan atau buku favorit anak. Jika anak masih menggunakan popok, pastikan membawa persediaan yang cukup beserta alas ganti.
Eva juga mengingatkan orang tua untuk mengenali tanda-tanda kelelahan pada anak, seperti rewel, terlihat lesu, sering menguap, atau tidak bersemangat bermain.
“Orang tua perlu mengantisipasi dengan memberi waktu istirahat yang cukup, baik dengan tidur maupun sekadar duduk santai,” jelasnya.
Selain itu, tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, jarang buang air kecil, mata tampak cekung, dan kulit pucat juga harus diwaspadai.
Agar anak tetap tenang selama perjalanan, orang tua perlu memastikan anak cukup tidur sebelum berangkat. Mengajak anak bermain dengan mainan favorit, membacakan buku cerita, atau memutar lagu anak dan video edukatif dapat membantu menjaga suasana hati mereka tetap positif.
“Jika memungkinkan, sempatkan berhenti sejenak untuk berjalan-jalan dan menghirup udara segar, terutama saat perjalanan darat,” pungkas Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University itu.
Menurutnya, dengan persiapan yang matang dan perhatian penuh dari orang tua, perjalanan mudik bersama anak dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman, serta meninggalkan kenangan indah bagi keluarga.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Strategi 3S untuk Kelola Uang THR dan Insentif Lebaran dengan Bijak
KlikBogor – Menjelang Lebaran, peningkatan pengeluaran kerap tidak terhindarkan. Agar tetap bijak dalam mengatur finansial, Dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati, membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan menjelang hari raya tersebut.
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana anggaran berdasarkan skala prioritas. Penyusunan anggaran dimulai dengan mengidentifikasi seluruh kebutuhan, kemudian mengurutkannya dari yang paling utama hingga yang kurang mendesak.
“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan. Lalu diurutkan mulai dari yang utama (primer) sampai yang kurang penting. Contohnya, zakat fitrah, zakat mal, transportasi dan kebutuhan mudik atau silaturahim, sampai tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga dan kue lebaran,” jelas Istiqlaliyah dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, selanjutnya menyusun daftar kebutuhan sekunder, seperti baju lebaran, dekorasi rumah, atau kegiatan rekreasi bersama keluarga.
Namun demikian, Istiqlaliyah menekankan agar seluruh perencanaan tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
“Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang,” tegasnya.
Terkait pengelolaan tunjangan hari raya (THR), Istiqlaliyah menyarankan agar dana tersebut tidak langsung dihabiskan untuk belanja.
Ia memperkenalkan prinsip 3S dalam mengalokasikan pendapatan, termasuk THR.
“Setiap menerima uang masuk, termasuk THR, sebaiknya dialokasikan untuk 3S, yaitu spending (konsumsi/belanja), saving (menabung), dan sharing (infaq/berbagi),” urainya.
Ia mengingatkan agar THR dimanfaatkan untuk menambah anggaran belanja yang sudah direncanakan, bukan dibelanjakan seluruhnya.
Apabila berkeinginan membawa oleh-oleh saat mudik, sebaiknya tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan, katanya.
Untuk berhemat, masyarakat dapat memanfaatkan promo atau diskon. Namun, ia mengingatkan agar tidak mudah tergoda oleh potongan harga untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
“Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan,” kata Istiqlaliyah.
Lebih lanjut, ia memaparkan, sejumlah strategi untuk menekan pengeluaran impulsif saat berbelanja kebutuhan lebaran.
Hal tersebut di antaranya adalah membuat dan mematuhi anggaran yang telah disusun, menggunakan metode pembayaran nontunai dengan batas tertentu, serta membatasi kebiasaan scrolling saat belanja daring karena dapat memicu pembelian impulsif.
Ia juga menyarankan untuk mengurangi window shopping atau melihat-lihat barang tanpa rencana, karena dapat menimbulkan dorongan belanja spontan.
Apabila muncul keinginan membeli barang di luar daftar kebutuhan, sebaiknya tidak langsung melakukan pembayaran, melainkan menunda keputusan hingga keesokan hari.
Selain itu, setiap kali menemukan promo atau diskon, pastikan kembali bahwa barang tersebut memang termasuk dalam daftar kebutuhan.
Ia juga mengingatkan agar menghindari belanja dalam kondisi emosional, seperti saat lapar atau stres, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan.
Sebagai penutup, Istiqlaliyah kembali mengingatkan pentingnya disiplin finansial.
“Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” pungkasnya.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
