Berita
Pimpin Kota Bogor, Dedie-Jenal Banjir Harapan Warga
KlikBogor – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Kota Bogor. Ribuan warga berkumpul untuk menyambut Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan wakilnya, Jenal Mutaqin, yang baru dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.
Begitu juga dengan Dedie dan Jenal, yang dengan wajah sumringah menyapa warga dan pelajar Kota Bogor. Tak sedikit dari mereka yang berdesakan demi bisa berjabat tangan dengan orang nomor satu di Kota Bogor.
“Saya dan teman-teman merasa senang bisa menyambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang baru. Saya ingin Kota Bogor lebih bersih lagi, tidak ada sampah yang berserakan,” ujar Pavita Myra, salah satu siswi kelas 9 SMPN 1 Bogor.
Hal serupa juga disampaikan oleh pelajar dari SDN Roda yang sengaja membuat prakarya ucapan selamat datang dari kardus bekas.
“Iya, ini bikin sendiri prakarya didampingi sama Bu Guru dan wali kelas. Senang banget bisa lihat langsung. Pengen juga kalau sudah gede jadi wali kota,” ujar Lela Falena, siswi SDN Roda.
Di lokasi yang sama, Kepala Sekolah SDN Roda, Ranti Sartika, mengatakan bahwa dari sisi pendidikan, momen ini baik untuk anak-anak agar mereka bisa mengenal sosok pemimpinnya.
“Setiap kali ada momentum menyambut tamu negara, anak-anak selalu antusias. Sering kali mereka bertanya, ‘Bu, kapan menyambut lagi?’ Nah, kebetulan sekarang ada momentumnya. Saat kami ajak, anak-anak senang sekali,” ujarnya.
Sebagai seorang pendidik, ia berharap ke depan pendidikan di Kota Bogor semakin berkembang dan meningkat.
Salah satu anggota Srikandi JM, Lussy (46), mengaku bahagia dan bersyukur atas terpilihnya Dedie-Jenal. Ia berharap keduanya bisa amanah dalam menjalankan tugas serta mempermudah sistem pendidikan agar anak-anak di Kota Bogor bisa masuk sekolah negeri tanpa terikat sistem zonasi.
“Semoga sistemnya lebih baik di masa kepemimpinan Dedie-Jenal. Masuk sekolah negeri sebaiknya dipermudah. Sistem zonasi itu menyulitkan, terutama bagi yang tinggal jauh dari sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, warga Kota Bogor, Dini Herdiani (48), bersyukur Pilkada Kota Bogor berlangsung damai. Ia berharap Wali Kota yang baru bisa menjalankan program dengan baik, terutama mempertahankan layanan Biskita yang sangat membantu mobilitas warga.
“Kalau tidak ada BisKita, jadi kesulitan, apalagi anak-anak saya pengguna BisKita. Saya ingin program yang sudah baik ini diteruskan dan ditingkatkan,” katanya.
Mahasiswi IPB, Fatma Dwi Hasanah (19), turut senang dan bangga atas pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang baru. Ia berharap ke depan mereka lebih memperhatikan fasilitas kesehatan anak.
“Selamat saya ucapkan atas terpilihnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. Semoga dapat membentuk regulasi dan menjalankan tugas dengan penuh amanah serta tanggung jawab,” ucapnya.
Salah satu pedagang kelontong, Rinni Afrilliani (30), melihat pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru sebagai secercah harapan, khususnya dalam bidang perdagangan. Ia berharap harga sembako tetap stabil agar masyarakat menengah ke bawah tidak kesulitan dalam membeli kebutuhan pokok.
“Awal Februari LPG 3 kg sempat langka. Warga sulit mendapatkannya, bahkan warung sempat tidak diperbolehkan menjual. Saya harap ke depannya semua komoditas mudah didapat dan harganya stabil. Kalau harga naik, jumlah pembeli menurun,” terangnya.
Sementara itu, pengusaha Mie Ghacor, Amanda Dikvy Sagitania (26) mengatakan bahwa ia sudah beberapa kali bertemu dan berinteraksi dengan Dedie Rachim.
Menurutnya, Wali Kota Bogor ini adalah sosok yang baik, dekat dengan masyarakat, dan cepat tanggap terhadap keluhan warga. Sebagai pengusaha di bidang FnB, ia berharap pemerintah daerah memperhatikan harga bahan baku yang kerap tidak stabil dan bisa naik hingga 100 persen.
“Ke depan, semoga harga pangan menjadi perhatian Wali Kota Bogor, karena dampaknya bukan hanya ke UMKM, tapi juga ke warga Kota Bogor,” katanya.
(red)
Berita
Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi
KlikBogor – Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor mengakibatkan tanah longsor di Gang Kutilang, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Satu keluarga terpaksa harus mengungsi setelah rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan kejadian ini terjadi pada Minggu malam. Kondisi tersebut dipicu tanah yang labil serta diguyur hujan lebat.
“Kami terima laporan Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dari warga sekitar via media sosial. Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ia menambahkan, tanah longsor tersebut terjadi di belakang rumah yang dihuni oleh lima jiwa hingga mengalami kerusakan.
“Kejadian ini mengakibatkan bagian dapur, kamar, dan kamar mandi rumah menggantung,” katanya.
Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) serta rumpun bambu yang berada di lokasi sekitar ikut terbawa longsoran.
BPBD Kota Bogor menerima laporan tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal.
Baca juga: Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
Pihaknya mencatat kebutuhan mendesak di lokasi saat ini adalah hunian sementara (Huntara), terpal tambahan, serta perbaikan TPT.
Penanganan kejadian tersebut turut melibatkan unsur kelurahan, Polmas Bogor Raya, OneKes AMKB, serta pengurus wilayah setempat.
Dimas Tiko menambahkan, warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.
“Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” kata Dimas Tiko.
(ckl/hrs)
Berita
Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.
Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.
Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.
‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
KlikBogor – Pernah menerima telepon misterius yang tiba-tiba terputus tanpa suara? Waspada, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru. Fenomena “call hening” kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menegaskan, prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” kata Heru dikutip Minggu, 19 April 2026.
Fenomena call atau telepon hening sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik.
Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.
Menurut Heru, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.
Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.
Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat. Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back.
“Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” imbuh Heru.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk perlindungan tambahan. Misalnya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat membantu mengidentifikasi nomor spam, memblokir otomatis, serta memberi label panggilan mencurigakan.
Ia juga menyarankan untuk mengaktifkan fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.
“Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” sarannya.
Edukasi keluarga juga menjadi langkah penting, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang rentan menjadi target penipuan. Mereka diimbau untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap ancaman melalui telepon.
Di tingkat yang lebih luas, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, peran operator dalam memfilter pola panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kewaspadaan sederhana dari masyarakat dapat menjadi pertahanan utama dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin berkembang.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
