Connect with us

Berita

IPB University Perkenalkan 3 Inovasi Baru, Salah Satunya Bayi Tabung pada Hewan Langka

Published

on

IPB University Perkenalkan 3 Inovasi Baru, Salah Satunya Bayi Tabung pada Hewan Langka
IPB University memperkenalkan tiga inovasi terbaru, salah satunya inovasi Domba Premium di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, pada Senin, 16 Desember 2024.

KlikBogor – Institut Pertanian Bogor (IPB) University memperkenalkan tiga inovasi terbaru dalam Pekan Riset dan Inovasi IPB 2024 di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Senin, 16 Desember 2024.

Ketiga inovasi tersebut adalah kopi luwak enzimatis oleh Prof. Erliza Noor, bayi tabung pada hewan langka oleh Prof. Arief Boediono, dan daging domba premium oleh Prof. Asep Gunawan.

Peneliti IPB University, Prof. Erliza Noor berinovasi membuat kopi luwak lewat teknologi enzimatis. Teknologi ini berhasil menghasilkan produk kopi dengan kualitas dan kandungan nutrisi lebih baik dari kopi luwak komersial.

“Teknologi enzimatis merupakan teknologi yang mengadaptasi kondisi fermentasi biji kopi di dalam pencernaan hewan luwak. Teknik ini dipilih karena identik dengan proses terbentuknya kopi luwak, yaitu luwak mendegradasi kulit kopi dan mengeluarkan biji dalam feses,” ujar Prof. Erliza.

Dari segi konsumen, persepsi kopi sebagai hasil dari feses luwak menimbulkan keengganan untuk mengonsumsi kopi luwak.

Oleh karena itu, Prof. Erliza menyebut pembuatan kopi secara enzimatis menggunakan mikroba asal luwak menjadi alternatif proses produksi tanpa mengurangi mutu dan cita rasa kopi luwak.

“Kopi hasil fermentasi enzimatis untuk semua perlakuan menunjukkan penurunan kafein terhadap biji kopi yang lebih besar, yaitu 48-69 persen dibanding kopi luwak komersial yaitu 9 persen,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, dari segi nutrisi yang dihasilkan, kopi fermentasi enzimatis juga menunjukkan kenaikkan kandungan asam-asam yang baik untuk kesehatan seperti asam laktat, butirat, dan askorbat. Sementara asam oksalat yang membahayakan tubuh dihasilkan lebih rendah.

“Data ini memperlihatkan produk kopi hasil rekayasa enzimatis memiliki kualitas dan kandungan nutrisi lebih baik dari kopi luwak komersial,” tandasnya.

Sementara itu, Peneliti IPB University dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB), Prof. Arief Boediono berhasil menerapkan teknologi bayi tabung pada hewan langka.

Tak hanya berlaku untuk manusia, sambungnya, teknologi ini dikembangkan untuk penyelamatan hewan, khususnya satwa langka dan dilindungi.

Melalui teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) dan BioBank, tim IPB University yang beranggotakan peneliti dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) bersama peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mendapatkan amanah dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kehutanan untuk penyelamatan badak Sumatera.

“Upaya produksi embrio secara in vitro (di luar tubuh) badak Sumatera dilakukan dengan cara koleksi sel telur dan sperma di lapangan, dilanjutkan dengan fertilisasi menggunakan metode penyuntikan sperma tunggal (intracytoplasmic sperm injection/ICSI),” terang Prof. Arief.

Ia melanjutkan bahwa upaya penyelamatan satwa langka dan dilindungi, seperti badak Sumatera, harimau, anoa, dan lain-lain dapat dilakukan dengan penerapan teknologi yang ditemukan olehnya.

Embrio yang dihasilkan bisa langsung ditransfer jika terdapat resipien, atau dilakukan pembekuan embrio dan disimpan dalam nitrogen cair (-196 oC), dapat digunakan setiap saat jika ada resipien yang siap.

Pada dasarnya, terang Prof. Arief, proses pembuahan pada mamalia hanya memerlukan satu sperma untuk membuahi satu sel telur. Dengan menggunakan alat micromanipulator, sperma yang terpilih disuntikkan secara langsung ke dalam sitoplasma sel telur, meniru proses pembuahan secara alami.

“Selanjutnya, embrio yang dihasilkan akan dibekukan sampai suatu waktu bisa didapatkan resipien,” imbuhnya.

Fasilitas BioBank selain untuk penyimpanan sperma, sel telur, dan embrio, juga digunakan untuk membekukan sel somatis yang bisa digunakan sebagai sumber sel donor pada program klon.

“Teknologi ART ini merupakan cikal bakal teknologi program bayi tabung pada manusia,” tandas Guru Besar SKHB IPB University ini.

Ditempat yang sama, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Asep Gunawan berhasil menciptakan inovasi Domba Premium yang memiliki kualitas daging dan nutrisi terbaik. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung swasembada daging dan penyediaan pangan sehat dan bergizi asal ternak.

“Domba Premium merupakan inovasi terkini berbasis rapid test untuk menghasilkan bibit dan kualitas daging domba dengan keunggulan nutrisi dan gizi terbaik,” ungkap Prof. Asep.

Ia menambahkan, keunggulannya antara lain kaya kandungan asam lemak tak jenuh, rendah kolesterol, off odor (prengus) rendah, dan kandungan mineral terbaik. Selain itu, secara kuantitas Domba Premium memiliki bobot karkas besar dengan tingkat keempukan daging tinggi.

Inovasi domba premium ini telah terdiseminasi dan menyebar di wilayah Indonesia melalui berdirinya Breeding Center Domba Premium. Saat ini domba premium telah dikembangkan di 8 lokasi Breeding Center dengan sebaran di 7 provinsi di Indonesia.

Sebarannya mencakup Teaching Factory IPB dan Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing (BPPTDK) Margawati Garut (Jawa Barat), Banjarnegara (Jawa Tengah), Magetan (Jawa Timur), Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Jambi (Jambi), Palu (Sulawesi Tengah), dan Rote (Nusa Tenggara Timur).

“Melalui inovasi domba premium diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengembangan peternakan domba di Indonesia,” harapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas

Published

on

By

IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas
Tim dosen IPB University melaksanakan program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)” kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dok. IPB University

KlikBogor – Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Melalui urban farming, ikan dan sayuran bahkan dapat dibudidayakan bersamaan dengan sarana sederhana di lingkungan rumah.

Hal tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melalui program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)”.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan yang praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.

Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor

Ketua tim program, Doni Sahat Tua Manalu mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan teknologi sederhana, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan praktik urban farming secara mandiri.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pengalaman bersama antara tim, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga. Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” ujarnya dikutip Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kelurahan Mulyaharja diikuti masyarakat dan perwakilan komunitas setempat. Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara baru dalam menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Muslim.

Baca juga: Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026

Dalam pelatihan, anggota tim Roza Yusfiandayani menjelaskan, budikdamber menggunakan ember sebagai wadah pemeliharaan ikan, sementara kangkung ditanam dalam netpot yang ditempatkan di bagian atas ember. Peralatan yang digunakan antara lain ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, dan pakan ikan.

“Dalam budikdamber, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana ikan dipelihara, tetapi juga bagaimana sistemnya dijaga agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, peserta perlu memahami tahapan persiapan, pemeliharaan, pemberian pakan, dan pengelolaan air,” terangnya.

Secara lengkap, anggota tim terdiri dari Roza Yusfiandayani, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta mahasiswa IPB University.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan, termasuk pemberian pakan, kondisi air, kepadatan ikan, serta pertumbuhan tanaman. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan budikdamber sangat bergantung pada perawatan rutin.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif urban farming untuk pemanfaatan lahan terbatas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mulyaharja.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor

Published

on

By

Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Presiden RANS Simba Bogor Gading Marten (kanan ke kiri) di Balai Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang datang bersama Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten di Balai Kota Bogor, Kamis, 10 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai pengembangan generasi muda di Kota Bogor dalam berbagai bidang.

Dedie Rachim mengatakan, terdapat beberapa poin utama dalam pembahasan tersebut. Pertama, yakni memastikan agar keberadaan RANS Simba Bogor betul-betul menjadi milik masyarakat Kota Bogor.

Selanjutnya, poin kedua yaitu mengenai keinginan Raffi Ahmad untuk mengembangkan dan memajukan Kota Bogor melalui pembinaan kepemudaan, keolahragaan, hingga bidang seni dan budaya.

“Jadi itu yang jadi pokok pembicaraan kami. Insyaallah komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk terus mendukung langkah dari Presiden Republik Indonesia, terutama dalam melaksanakan berbagai rangkaian Asta Cita agar berhasil. Ke depan tentu keinginan kita adalah adanya Generasi Emas Indonesia dari Kota Bogor juga,” ujar Dedie Rachim.

Baca juga: Cegah Penyimpangan Seksual, Pemkot Bogor Terbitkan Perwali

Turut dibahas berbagai ide untuk menghadirkan langkah bersama yang dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dan sinergi, baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta untuk bersama-sama mengembangkan kreativitas di Kota Bogor guna membangun generasi muda.

“Sehingga ke depan generasi Bogor ini menjadi generasi yang unggul,” imbuh Dedie Rachim.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menyampaikan bahwa kehadirannya ingin menggabungkan Bogor Pride melalui bidang olahraga hingga seni budaya serta pengembangan potensi lokal.

“Jadi kita akan menetapkan Bogor Pride untuk memajukan olahraga basketnya, RANS di Bogor dengan presidennya Pak Gading Marten. Selanjutnya memang akan banyak kegiatan-kegiatan, seperti festival. Nanti saya mungkin mengajak Teh Nagita juga datang ke sini untuk kita bikin namanya RANS Carnival,” ungkapnya.

Nantinya, Bogor Pride yang akan digabungkan ini dikonsep seperti festival yang menghadirkan keolahragaan, jajaran UMKM, pertunjukan seni budaya, serta berbagai hiburan lainnya.

Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah 

Dalam rencana tersebut, pihaknya juga akan melakukan komunikasi dengan Ariel dan Desta yang menjadi bagian dari The Dudas Minus One untuk melakukan keliling Indonesia menggunakan kendaraan listrik guna mengeksplorasi berbagai keunggulan setiap daerah, termasuk Kota Bogor.

“Di Bogor ini sudah saya tanya ke Kang Wali Kota, ‘Kang, apa yang memang kita mau eksplor? Apa kebudayaannya, culture-nya?’ Banyak, karena tempat-tempat heritage di Bogor yang anak-anak muda itu perlu tahu. Saya tahu betul kalau Bogor itu ada tempat-tempat yang memang generasi muda harus tahu bagaimana cantiknya Kota Bogor,” ujarnya.

Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bogor yang telah menyambut baik RANS Simba dengan antusiasme yang terus meroket.

“Ke depan kita tidak hanya hadir saat bermain atau pertandingan, tapi kita akan ke sekolah-sekolah. Kita akan charity, kita akan mencari bibit-bibit muda ke sekolah-sekolah. Kita akan semaksimal mungkin untuk menjadi Bogor Pride agar basket di Kota Bogor bisa terus berprestasi,” ucap Gading.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang

Published

on

By

Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sri Radya Karaton Sumedang Larang Rd. H. Ikik Lukman Soemadisoerya di Area Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Rabu, 9 September 2026.

Dedie Rachim adalah kepala daerah pertama yang menerima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang atas perannya dalam mendukung pelestarian budaya, khususnya melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya.

Penganugerahan ini juga berkaitan dengan dukungan Dedie Rachim saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor pada pelaksanaan perdana Kirab Binokasih pada 2024.

Dalam penyematan penghargaan tersebut, Sri Radya Karaton Sumedang Larang menyampaikan bahwa Dedie Rachim dinilai turut memperkuat hubungan budaya antara Kota Bogor dan Sumedang.

Salah satunya adalah melalui pembangunan Museum Pajajaran di Kota Bogor yang nantinya memiliki keterkaitan sejarah dengan Sumedang Larang, termasuk koleksi replika Mahkota Binokasih.

Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah 

Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Karaton Sumedang Larang.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat Kota Bogor yang terus menjaga dan menghargai budaya Sunda.

“Yang pertama tentu saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Keraton Sumedang Larang, dalam hal ini khusus kepada Radya Agung Sri Radya Keraton Sumedang Larang atas penghargaan yang ditujukan kepada masyarakat Kota Bogor terutama dalam rangka menjaga tradisi budaya,” ujar Dedie Rachim.

Ia mengatakan, hubungan antara Kota Bogor dan Sumedang memiliki ikatan sejarah yang panjang. Karena itu, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat silaturahmi dan kerja sama dalam menjaga warisan budaya Sunda.

“Jadi penghargaan ini bukan semata-mata penghargaan kepada pribadi, tetapi bagaimana masyarakat Bogor begitu menghargai budaya Sunda dan adanya hubungan yang khusus berdasarkan sejarah yang panjang antara Bogor dengan Sumedang,” katanya.

Baca juga: IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Dedie Rachim berharap hubungan baik antara Kota Bogor dan Sumedang dapat terus terjalin dan semakin kuat ke depannya.

Terlebih, pembangunan Museum Pajajaran menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mengenalkan sejarah serta budaya Sunda kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, tentu saya mengucapkan terima kasih sekali lagi dan mudah-mudahan akan memperkuat tali silaturahmi antara Sumedang dengan Kota Bogor,” katanya.

“Ke depan kita tentu tadi sudah banyak sekali dibicarakan, kita akan membangun Museum Pajajaran dimana ada kaitan dengan Sumedang, karena masa akhir Kerajaan Pakuan Pajajaran itu kemudian diteruskan oleh Keraton Sumedang Larang, sehingga tradisi budaya Sunda itu dapat terpelihara sampai dengan hari ini,” pungkas Dedie Rachim.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer