Berita
Hari Ketujuh, Pencarian ASN Kota Bogor di Sungai Cisadane Dihentikan
KlikBogor – Operasi pencarian Bayu Zulkarnaen (36), aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor, yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, dihentikan pada hari ketujuh, Rabu, 19 Agustus 2026. Hingga pencarian berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pencarian dilakukan dengan penyisiran di sepanjang aliran sungai dari titik lokasi diduga korban terjatuh hingga Jembatan Sarijan.
“SR yang kita lakukan selain di air, tadi teman-teman dari titik nol sampai ke Jembatan Pamoyanan ke BNR, BNR sampai ke Bendung Empang dan sampai Gunung Batu atau (jembatan) Sarijan. Jadi kurang lebih SR yang dilakukan itu di jalur air sudah beberapa kali memang dilakukan. Namun memang secara visualisasi belum nampak tanda-tanda,” kata Dimas Tiko kepada awak media.
Selain penyisiran tim SAR juga menyebarkan pamflet informasi kepada masyarakat untuk membuka kemungkinan adanya informasi baru terkait keberadaan Bayu.
Pamflet yang disebarkan mencantumkan informasi foto, identitas, dan alamat Bayu Zulkarnaen. Termasuk nomor kontak istri korban dan Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor, Yaffies. Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi kepada aparatur wilayah setempat maupun nomor kedaruratan.
Baca juga: Mengenal Capung, Predator Ulung dengan Akurasi Berburu 95 Persen
Menurut Dimas Tiko, operasi SAR dihentikan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Evaluasi akhir dilakukan sekitar pukul 15.00 hingga 16.00 WIB dan operasi dinyatakan ditutup sekitar pukul 16.30 WIB.
“Jadi intinya untuk kegiatan evaluasi hari ini sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada, operasi SAR untuk mencari saudara Bayu ini kita hentikan,” ujarnya.
Meski operasi resmi dihentikan, Dimas Tiko menegaskan, pencarian masih dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi atau temuan baru yang dapat ditindaklanjuti.
“Kami juga membuka ruang, terutama kami memohon kepada masyarakat sekiranya memang menemukan tanda-tanda apa pun itu bisa diinformasikan juga ke kita. Karena tidak menutup yang namanya operasi SAR itu akan dibuka kembali ataupun sumber informasi lain yang bisa menambah bahan keterangan buat kita,” katanya.
Dimas mengatakan, setelah evaluasi, sejumlah perwakilan potensi SAR bersama pihak Diarpus akan menyambangi kediaman keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan pencarian.
“Insyaallah kita akan ke lokasi, kita akan sampaikan kondisinya seperti apa,” ujar Dimas Tiko menambahkan.
Ia turut menyampaikan keprihatinan kepada keluarga Bayu yang masih berharap keberadaan korban dapat ditemukan. Ia menyebut seluruh upaya tim SAR gabungan telah dioptimalkan selama tujuh hari pencarian.
“Semua masih berharap tentunya pasti keluarga, tapi memang ikhtiar, daya, dan upayanya tim potensi SAR gabungan ini sudah dioptimalisasi,” katanya.
Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan
Selama pencarian, lebih dari 100 personel potensi SAR dari wilayah Bogor Raya, meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan wilayah penyangga di sekitarnya, turut terlibat.
“Dari hari pertama sampai dengan hari terakhir, inilah yang perlu di-note hebatnya potensi SAR di wilayah Bogor dan sekitarnya. Jadi Bogor Raya. Enggak kurang dari 100 orang,” ujarnya.
Ia mengapresiasi para relawan yang terlibat dalam operasi pencarian selama tujuh hari. Menurutnya, relawan bekerja tanpa mengenal batas waktu dan wilayah sebagai bentuk pengabdian.
Dimas Tiko menambahkan bahwa pihak keluarga Bayu juga telah membuat laporan ke kepolisian terkait kejadian tersebut.
Diwartakan, Bayu Zulkarnaen diduga mengalami kecelakaan tunggal dan terjatuh ke Sungai Cisadane dari jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekira pukul 18.40 WIB. Saat itu, korban diduga hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kelurahan Pamoyanan.
(hrs/ckl)
Berita
Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.
Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.
Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.
Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.
Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.
“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.
Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.
Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.
“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.
Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.
Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.
Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.
Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan
Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.
(hrs/ckl)
Berita
Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor Gelar Muscab, Siap Perkuat Program Sosial dan Kemanusiaan
KlikBogor – Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam agenda tersebut mengatakan, Al-Irsyad memiliki sejarah panjang di Kota Bogor. Organisasi tersebut telah berdiri lebih dari 112 tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka 81 tahun lalu.
“Al-Irsyad ini kan sudah berdiri lebih dari 112 tahun. Artinya dengan pengalaman organisasi Al-Irsyad dan berlokasi di wilayah Empang, harapannya tentu Al-Irsyad ini dapat memberikan juga warna bagi Kota Bogor,” kata Dedie Rachim.
Menurutnya, peran Pemuda Al-Irsyad dibutuhkan seiring rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menata kawasan Empang, termasuk rencana penataan Alun-Alun Empang dan wilayah sekitarnya.
Dedie Rachim meminta pemuda ikut menjaga kondusivitas, kebersihan hingga mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.
“Dimulai dari rencana penataan Alun-alun Empang dan sekitarnya melalui kontribusi nyata. Sama-sama kita jaga kondusivitas, yang kedua sama-sama kita jaga kebersihannya, dan yang ketiga tentu kita juga harus aktif dalam mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.
Dedie Rachim juga mengapresiasi kepemimpinan Saleh Thalib yang telah memimpin Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor selama tiga tahun terakhir.
Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua baru dapat melanjutkan kolaborasi dengan Pemkot Bogor.
“Saya berharap banyak kepada Pemuda Al-Irsyad dan mudah-mudahan nanti direspons dengan baik. Siapa pun nanti yang terpilih tetap bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” tutur Dedie Rachim.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Pemuda Al-Irsyad Punya Program Sosial
Ketua Yayasan Al-Irsyad Kota Bogor, Amir Hakim Baweel mengatakan Muscab menjadi momentum, regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat program sosial Pemuda Al-Irsyad.
Menurut Amir, kepengurusan baru diharapkan dapat meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Target untuk pemuda mungkin melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah berlalu untuk lebih meningkatkan mutu tentang sosial, tentang keormasan di Al-Irsyad dan bergerak di bidang sosial,” kata Amir.
Ia menyebut, sejumlah program sosial yang dapat terus dikembangkan, seperti sunatan massal, bantuan untuk korban bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Amir juga memastikan Al-Irsyad akan terus mendukung program Pemkot Bogor, termasuk rencana penataan Lapangan Empang.
“Semua program-program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Wali Kota Bogor kita terus mendukung karena kegiatannya cukup baik untuk kemasyarakatan,” ujarnya.
Menurut Amir, penataan Lapangan Empang menjadi hal yang disambut baik karena lokasi tersebut berada di depan masjid Al-Irsyad.
“Kita sangat bersyukur sebagai warga Al-Irsyad karena itu lapangan depannya masjid. Kalau ditata dengan baik insyaallah akan mencerminkan keislaman kita,” katanya.
Baca juga: PT KAI dan Pemkot Bogor Bakal Tata Bersama Kawasan Stasiun
Muscab Pemuda Al-Irsyad ke-18
Ketua Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor, Saleh Thalib mengatakan, agenda utama Muscab ke-18 adalah memilih ketua baru sekaligus melakukan pergantian kepengurusan untuk periode 2026-2029.
“Untuk Muscab ini kurang lebih kita ini Muscab yang ke-18 di Kota Bogor untuk pemilihan ketua Pemuda berikutnya dan juga pergantian roda organisasi kita,” kata Saleh.
Dalam Muscab tersebut terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan posisi ketua, yakni Amar Fassa Askar dan Milzam. Sementara jumlah pemilih diperkirakan lebih dari 100 orang yang telah terdaftar sebagai anggota Al-Irsyad.
Saleh mengatakan, selama tiga tahun kepemimpinannya, Pemuda Al-Irsyad telah menjalankan sejumlah program sosial dengan menggandeng pemerintah.
Salah satunya kegiatan ifthor shaimin yang setiap tahun melibatkan ribuan anak yatim dan duafa. Pada 2024 dan 2025, kegiatan tersebut masing-masing menghadirkan sekitar 1.000 anak yatim dan duafa.
“Alhamdulillah di tahun 2026, di terakhir ini di kepengurusan kita, kita bisa kolaborasi sama pemerintah mengadakan agendanya di lapangan Balai Kota dengan menghadirkan sekitar 2.000 anak yatim dan duafa,” ungkapnya.
Selain itu, Pemuda Al-Irsyad juga rutin menyalurkan bantuan beras dan daging kurban kepada masyarakat sekitar Empang. Penyaluran tersebut disebut mencapai sekitar 3.000 bungkus setiap tahunnya.
Saleh berharap program-program positif tersebut dapat diteruskan oleh ketua terpilih.
“Hal-hal yang sudah baik kita lakukan itu wajib dilanjutkan atau mungkin bahkan ditingkatkan seperti tadi ifthor shaimin, kegiatan penyaluran beras dan daging kurban,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan baru dapat memperbaiki berbagai kekurangan selama tiga tahun terakhir.
“Harapannya hal-hal yang tiga tahun ke belakang belum terlaksana atau kekurangan-kekurangan di kepengurusan saya bisa diubah menjadi lebih baik,” pungkas Saleh.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Bakesbangpol Kota Bogor Siapkan SIPEKA, Perkuat Kewaspadaan Dini
Pingback: Ibu-Ibu Lansia di Kebon Pedes Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Lewat KWT Bersahaja