Connect with us

Berita

Atasi Konflik Gajah-Manusia, Para Akademisi Kolaborasi Siapkan Riset Aksi 

Published

on

Atasi Konflik Gajah-Manusia, Para Akademisi Kolaborasi Siapkan Riset Aksi 

KlikBogor  – Konflik antara manusia dan gajah seringkali terjadi akibat perebutan ruang hidup dan sumber daya. Konflik dapat berupa perusakan lahan pertanian, permukiman, dan infrastruktur oleh gajah; manusia cedera atau meninggal saat mencoba mengusir gajah.

Sebaliknya gajah bisa tewas karena dibunuh, dipasangi jerat, diracun, atau tertembak dalam upaya pembalasan; perusakan habitat gajah (pembukaan hutan untuk pertanian, pemukiman, dan industri menyebabkan habitat gajah terfragmentasi), gajah kehilangan jalur migrasi alami dan terpaksa mendekati wilayah manusia.

Bentuk konflik lainnya adalah penggunaan cara berbahaya untuk mengusir gajah seperti petasan, listrik, parit, pagar api, atau racun. Cara ini bisa membahayakan keselamatan gajah dan manusia.

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup – Lembaga Riset Internasional Lingkungan dan Perubahan Iklim (PPLH LRI) IPB University bekerja sama dengan Aceh Green Conservation (AGC) menaruh perhatian besar terhadap konflik ini.

Riset bersama digelar dengan tujuan memberikan penguatan kapasitas bagi perangkat pemerintahan adat Aceh khususnya lembaga Mukim kepada dalam pengelolaan lahan di zona konflik gajah dan manusia secara berkelanjutan.

Hutan Ulu Masen, kawasan seluas 738 hektare yang terhampar di 7 kabupaten di Aceh, dijadikan sebagai wilayah riset aksi.

Riset ini menggandeng para akademisi atau peneliti dari IPB University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Syiah Kuala, Universitas Jember, Universitas Teuku Umar, Universitas Ibnu Khaldun partner lokal dari AGC.

Riset ini dilakukan dengan pendanaan hibah kompetitif global Explore RECOFTC – The Center for People and Forest (dukungan pemerintahan Swedia), sebuah organisasi internasional yang fokus pada kehutanan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat. Dukungan hibah dari RECOFTC menunjukkan pengakuan terhadap pentingnya penelitian kolaboratif untuk pengelolaan lanskap hutan yang lebih baik.

Untuk pematangan perencanaan dan desain penelitian, para peneliti dan praktisi konservasi terkait pengelolaan kawasan hutan Ulu Masen bertemu dalam diskusi mendalam yang digelar di Bogor pada 23-25 Oktober 2025.

Kerangka penelitian disusun secara komprehensif guna mendukung pengelolaan lanskap hutan yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah, termasuk strategi mitigasi konflik manusia-gajah yang menjadi salah satu ancaman serius di kawasan tersebut.

Kepala PPLH IPB University, Yudi Setiawan, mengatakan bahwa lanskap hutan Ulu Masen di Aceh memiliki peran strategis dalam konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan penyediaan jasa ekosistem bagi masyarakat lokal.

“Kawasan ini merupakan habitat penting bagi populasi Gajah Sumatera yang terancam punah, serta satwa kritis lainnya seperti Harimau Sumatera. Namun, konflik manusia-gajah yang semakin meningkat akibat ekspansi lahan pertanian ke habitat gajah menjadi tantangan utama dalam upaya konservasi,” ujarnya dikutip Minggu, 26 Oktober 2025.

Yudi menambahkan bahwa ini bukan sekadar riset aksi konservasi. “Ini adalah investasi langsung dalam keberlanjutan jangka panjang dan keadilan lanskap Ulu Masen. Diharapkan inisiasi model ini akan berkelanjutan, berdampak dan menjadi masukan bagi pengambilan keputusan di Aceh dan pembelajaran di tingkat global,” ujarnya.

Ia pun menekankan, “Dengan menempatkan komunitas Mukim dan pengetahuan historis mendalam mereka di pusat tata kelola, kami akan menciptakan model yang dapat direplikasi dan disesuaikan secara lokal yang tidak hanya menjamin masa depan gajah Sumatra tetapi juga membangun ketahanan iklim dan ekonomi bagi keluarga lokal.”

Dari diskusi mendalam ini, Yudi berharap dihasilkan desain penelitian yang mampu menjawab tantangan-tantangan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Dari pertemuan di Bogor ini diharapkan lahir roadmap penelitian yang jelas dan terukur, serta memperkuat jaringan kolaborasi antara institusi akademik, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal dalam menjaga kelestarian hutan Ulu Masen,” ungkapnya.

“Fokus khusus akan diberikan pada pengembangan strategi berbasis bukti untuk mengatasi konflik manusia-gajah, perbaikan tata kelola hutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan,” tambahnya.

Tjahjo Tri Hartono selaku Principal Investigator dalam riset ini mengatakan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk membangun fondasi riset aksi yang kuat.

“Dukungan dari RECOFTC memungkinkan kami untuk merancang pendekatan penelitian yang integratif dan aplikatif bagi pengelolaan lanskap hutan Ulu Masen, termasuk upaya mengatasi konflik manusia-gajah yang telah menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat dan ancaman terhadap populasi gajah,” ujar Tjahjo.

Sementara itu, Ketua Aceh Green Conservation, Ilhami, menyampaikan kolaborasi riset ini menjadi momentum penting untuk mensinergikan pengetahuan akademis dengan praktik lapangan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya penelitian yang berkontribusi pada kelestarian hutan Ulu Masen dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kerjasama dengan PPLH IPB University akan memperkuat basis ilmiah dalam pengambilan keputusan konservasi dan implementasi program konservasi di lapangan,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD

Published

on

By

Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD
Konferensi pers pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Selasa, 28 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – DPD Partai Golkar Kota Bogor resmi memulai tahapan Musyawarah Daerah (Musda) XI. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dan hasil rapat koordinasi bersama DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat terkait percepatan konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten/kota.

​Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardhana menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Musda di tingkat daerah ditargetkan rampung paling lambat 31 Juli 2026.

Selanjutnya, konsolidasi internal akan diteruskan ke tingkat Musyawarah Kecamatan (Muscam) hingga Musyawarah Kelurahan (Muslur).

​”Sesuai arahan DPD Jawa Barat, Musda tingkat kabupaten/kota paling lambat selesai 31 Juli. Setelah itu, kami diinstruksikan menggelar Muscam hingga Oktober dan Muslur maksimal Desember. Sehingga, seluruh konsolidasi struktur dari tingkat kota hingga kelurahan tuntas pada akhir tahun,” ujar Eka di hadapan awak media, Selasa, 28 Juli 2026 malam.

​Eka mengungkapkan, Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, di Gedung Braja Mustika. Rangkaian acara akan diawali dengan ajang silaturahmi kader pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan persidangan Musda mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

​Terkait proses penjaringan pimpinan baru, panitia telah menetapkan jadwal pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor yang berlangsung singkat dan ketat.

​”Pendaftaran bakal calon kami buka mulai hari ini, Rabu (29/7/2026) pukul 00.01 WIB dan akan ditutup pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB. Waktu ini kami rasa cukup bagi para kader terbaik untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diamanatkan dalam AD/ART partai,” tambah Eka.

​Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, M. Aleksander, menanggapi dinamika politik yang berkembang menjelang pembukaan pendaftaran.

Ia menyayangkan adanya riak-riak atau narasi penolakan terhadap figur tertentu sebelum proses penjaringan resmi berjalan secara adil.

​”Penjaringan baru saja dibuka dan pendaftaran belum berjalan, tapi sudah ada dinamika penolakan. Harapan kami, semua kader terbaik yang ingin maju mengikuti mekanisme resmi yang ada di Juklak Pasal 2 DPP. Semua kader memiliki hak yang sama selama memenuhi kriteria baku partai,” tegas Aleksander.

​Ia menekankan bahwa panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder Partai Golkar Kota Bogor berkomitmen untuk menjamin pelaksanaan Musda XI berlangsung secara transparan, tertib, dan berkualitas demi menjaga soliditas partai.

​”Kami mengimbau agar dinamika ini tidak mengganggu kekompakan kader. Terbukti malam ini, seluruh tahapan kita jalankan bersama dan didukung penuh oleh seluruh unsur partai. Kami ingin Musda XI ini berjalan aman, lancar, dan melahirkan kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kota Bogor,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

CKG Kota Bogor Khusus TBC Digelar di 400 Lokasi, Dimulai Agustus

Published

on

By

CKG Kota Bogor Khusus TBC Digelar di 400 Lokasi, Dimulai Agustus
Penandatanganan dukungan komitmen pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benjamin Paulus Octavianus bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim; Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin; Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, M. Zainal Abidin; Dinas Kesehatan Kota Bogor, serta Lurah Pasir Jaya menandatangani dukungan komitmen pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Bogor, Selasa, 28 Juli 2026.

Penandatanganan komitmen tersebut menjadi bagian dari kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Bogor.

Wamenkes menyampaikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Sekitar 10 persen kasus TBC dunia berada di Indonesia dan menempatkan Indonesia pada posisi kedua secara global.

Ia menjelaskan, pada 2020 diperkirakan terdapat 824 ribu kasus TBC di Indonesia dengan penemuan kasus sekitar 48 persen. Sementara pada 2025 diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus dengan capaian pengobatan mencapai 80 persen.

Baca juga: Alarm HIV di Kota Bogor, DPRD Desak Pemkot Cepat Tangani

Untuk Kota Bogor, jumlah kasus TBC pada 2025 hingga 2026 diperkirakan mencapai sekitar 18 ribu kasus. Menurutnya, aparatur wilayah memiliki peran penting dalam membantu masyarakat melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya bagi kontak erat pasien TBC yang tinggal dalam satu rumah.

“TBC merupakan penyakit menular, untuk itu orang yang satu rumah dengan penderita TBC harus dicek. Selama ini yang diobati hanya yang sakit sementara yang tidak sakit tidak diperiksa, padahal bisa jadi ini calon yang sakit di tahun depan. Karena itu tahun ini kita beri anggaran, di Jawa Barat buat CKG di 10.930 lokasi, di mana 400 di antaranya di Kota Bogor,” kata Benjamin.

Ia mengatakan, pelaksanaan CKG khusus TBC bertujuan agar seluruh kontak erat pasien TBC mendapatkan pemeriksaan dan apabila memenuhi kriteria dapat mengonsumsi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) secara rutin sebanyak 12 kali pemberian, sehingga kuman TBC dapat ditekan.

Untuk mendukung pelaksanaan CKG di Kota Bogor, dibutuhkan sekitar empat hingga lima alat X-Ray agar target pemeriksaan dapat diselesaikan dalam waktu 100 hari.

Menurutnya, apabila angka kasus TBC meningkat pada tahun depan, hal tersebut merupakan bagian dari proses penemuan kasus, namun di tahun-tahun berikutnya diharapkan dapat menurun karena calon pasien telah mendapatkan pengobatan pencegahan.

“Yang terpenting Camat dan Lurah mampu mendatangkan masyarakat yang tertular dan keluarganya untuk dicek. Untuk lebih optimal dapat melibatkan pihak swasta agar CKG di 400 lokasi di Kota Bogor terlaksana,” ujar Benjamin.

Baca juga: Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menjelaskan, kegiatan pencanangan tracing TBC terintegrasi dengan CKG Smart.

Rencananya, pelaksanaan CKG akan dimulai pada awal Agustus hingga November 2026 dengan total sasaran sebanyak 23.200 orang di 68 kelurahan. Kegiatan tersebut akan dilakukan di 232 lokasi khusus dengan masing-masing lokasi menyasar 100 orang.

“Kolaborasi dan kerja sama semua pihak, jajaran kesehatan, aparatur wilayah, para kader kesehatan serta pihak terkait lainnya agar penemuan kasus aktif TBC terintegrasi dengan CKG dapat berjalan dengan sukses,” ungkap Erna.

Dalam kesempatan tersebut, Erna juga menyampaikan sejumlah tantangan dalam penanggulangan TBC, di antaranya koordinasi investigasi kontak di wilayah yang belum optimal, tindak lanjut pasien TBC yang berasal dari luar Kota Bogor.

“Keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, edukasi dan pemahaman masyarakat yang masih rendah, stigma terhadap pasien, serta keterbatasan jumlah kader dan kendala tindak lanjut pasien dari luar wilayah,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru

Published

on

By

Banjir Musiman Teratasi, Kedung Badak Usulkan Drainase Baru
Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Upaya penanganan banjir di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mulai menunjukkan hasil. Setelah dilakukan normalisasi saluran air dan pembersihan drainase, kawasan yang sebelumnya kerap tergenang saat musim hujan kini tidak lagi mengalami banjir.

Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat mengatakan, permasalahan banjir selama ini terjadi di wilayah RT 04 RW 09. Berdasarkan aduan masyarakat, kawasan tersebut kerap terdampak banjir saat curah hujan tinggi, terutama pada musim hujan yang berlangsung dari Januari hingga Mei.

“Banjir ini lumayan juga. Di sana ada akses masyarakat menuju SDN Kedung Badak 4 dan Puskesmas Kedung Badak. Banjirnya itu (ketinggian air) sekitar lutut orang dewasa,” ujar Ahnim di kantornya, Selasa, 28 Juli 2026.

Baca juga: Telkom Indonesia jadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Bogor

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan melalui kerja sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5.2 Provinsi Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum dengan melakukan normalisasi saluran air di kawasan Jalan Sholeh Iskandar. Hasilnya, genangan yang sebelumnya sering terjadi kini berhasil diatasi.

“Alhamdulillah, setelah normalisasi dilakukan, air surut dan tidak mengalami banjir lagi,” kata Ahnim.

Selain normalisasi saluran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga melakukan pembersihan sampah serta pengerukan endapan lumpur di saluran drainase agar aliran air kembali lancar.

Sebelum pekerjaan normalisasi dimulai, PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak di Aula Kelurahan Kedung Badak. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait pelaksanaan pekerjaan sekaligus mengakomodasi masukan dari warga.

Meski kondisi banjir telah berangsur teratasi, Pemerintah Kelurahan Kedung Badak tetap mengusulkan penanganan lanjutan berupa pembangunan saluran drainase baru yang memiliki dimensi lebih dalam, lebih panjang, dan lebih lebar dibandingkan saluran yang ada saat ini.

Baca juga: Kasus Bayi Dalam Tas di Kota Bogor Terbongkar, Polisi Tetapkan Tersangka

Menurut Ahnim, usulan tersebut telah disampaikan dalam rapat bersama tim Sekretariat Daerah Kota Bogor pada pekan lalu dan akan ditindaklanjuti oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

“Kami juga mengusulkan berupa pembuatan saluran air baru yang lebih dalam, panjang, fak lebar dibandingkan eksisting yang sudah ada,” ujarnya.

Ahnim berharap berbagai upaya yang dilakukan secara bertahap tersebut mampu mengurai persoalan banjir dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.

“Mudah-mudahan permasalahan di wilayah kami pelan-pelan bisa diurai sehingga penanganannya berjalan dengan baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” tutupnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer