Connect with us

Berita

Annida Allivia Bakal Hidupkan GOR Kecamatan Wadahi Gen Z Modifikasi Citayam Fashion Week 

Published

on

Annida Allivia Bakal Hidupkan GOR Kecamatan Wadahi Gen Z Modifikasi Citayam Fashion Week 
Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 2 Annida Allivia.

KlikBogor – Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut 2 pada Pilkada Bogor 2024 Annida Allivia punya cara membuat sport center atau gelanggang olahraga (GOR) Kecamatan yang akan dituntaskan pembangunannya pada era pemerintahan Atang-Annida jika menang, untuk mewadahi gelora kreativitas anak muda, khususnya Gen Z dengan mengadakan peragaan gaya busana memodifikasi ala Citayam Fashion Week (CFW).

Citayam Fashion Week dari kelompok anak muda kalangan Gen Z yang sering disebut SCBD atau Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (plesetan dari Sudirman Central Business District) pernah sangat viral, namun kemudian bubar karena mengganggu dan membahayakan lalu lintas di kawasan Dukuh Atas, Jakarta.

Menurut Annida Allivia, anak-anak muda sepertinya, dari kalangan Gen Z dan Milenial yang kini mendominasi jumlah warga Bogor usia produktif adalah orang-orang yang ekspresif. Maka, kata dia, pemerintahan yang paling cocok adalah yang mampu menyediakan fasilitas publik sesuai gaya anak muda di antaranya Bogor Fashion Week di GOR Kecamatan, tapi tidak membahayakan di jalan raya.

Modifikasi peragaan gaya busana ala Citayam Fashion Week di GOR Kecamatan Kota Bogor akan jadi langkah konkret mendukung Kota Bogor sebagai kota pariwisata dan kota jasa yang menasional dan mendunia. 

“Kita buat wisatawan bukan hanya melihat Suryakencana, lari di sekeliling Kebun Raya hingga Istana Bogor. GOR atau Sport Center Kecamatan akan dilengkapi segala fasilitas pendukung peragaan busana yang memodifikasi Citayam Fashion Week jadi Bogor Fashion Week,” kata Annida di Kota Bogor, Minggu.

Beberapa dari kelompok SCBD yang kini sudah sangat terkenal, seperti Jeje dan Bonge, bermula dari kreativitas Tiktokers yang merekam aktivitas anak-anak muda dari pinggiran Jakarta itu hingga viral pada Juli 2022 saat pandemi COVID 19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Mereka viral dengan sebutan Citayam Fashion Week. 

Mereka bergaya nyentrik di kawasan Dukuh Atas karena akses yang mudah dijangkau dari daerah-daerah sekitar Jakarta, yaitu Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL Sudirman dan BNI City Dukuh, serta Transjakarta. 

Sejumlah tokoh, artis dan model papan atas juga pernah meramaikan Citayam Fashion Week di antaranya Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil dari Golkar yang berpasangan dengan Suswono dari PKS. Dari kalangan artis, ada Baim Wong, Paula Verhoeven, Rina Nose, Krisdayanti dan Kiky Saputri serta model Valeria dan Veronika, Devina Bertha, Dinar Candy. 

Tidak benar-benar redup, kini anak-anak muda sekitar Jakarta dari kelompok SCBD dikabarkan tetap aktif daerah  Kota Tua, Jakarta.

Annida menjelaskan memodifikasi Citayam Fashion Week, Bogor Fashion Week akan menyediakan ruang bagi Gen Z untuk bergaya dan jadi pusat perhatian, tetapi tidak berbahaya di badan jalan raya tanpa pengamanan dan dukungan pemerintah. 

Kegiatan akan jadi pusat perhatian di wilayah dan terintegrasi ke dalam kegiatan-kegiatan lomba di Pajajaran International Sport Center.

Pemerintah Kota Bogor 2019-2024 dengan dukungan DPRD telah menyetujui pembangunan GOR mini di setiap kecamatan. Namun demikian, target pembangunan GOR mini di setiap kecamatan baru bisa selesai 2 GOR yakni GOR Bogor Selatan dan Bogor Utara dari target 3 GOR di Bogor Selatan, Barat dan Utara pada tahun 2022.

Pasangan Atang-Annida yang memiliki pengalaman penganggaran di DPRD dan diplomasi penganggaran menargetkan penuntasan pembangunan GOR di 6 Kecamatan. Yakni membangun GOR yang belum terencana Bogor Timur, Tengah, Tanah Sareal, serta menyelesaikan GOR Bogor Barat. 

Melalui pembangunan GOR yang merata dan program kegiatan yang jelas, salah satunya Bogor Fashion Week, Annida berharap fasilitas publik benar-benar akan berdampak bagi kehidupan warga.

Pada akhir pekan, contohnya, kata Annida, di mana waktu warga Bogor balik ke rumah dan bersantai, setelah aktivitas bekerja suntuk seminggu dari Jakarta dan sekitarnya biasanya akan haus akan hiburan sehingga jalan raya pun padat arus lalu lintas. 

Bogor Sport Center Kecamatan akan menyediakan celukan  untuk kendaraan di sekitarnya mampir ke area Bogor Fashion Week yang berjejer di sana kuliner jajanan Bogor, Korean food, Cita Rasa Jajanan Betawi, Jawa Barat dan lainnya untuk menggaet minat wisatawan lokal hingga mancanegara.

“Kalau Citayam Fashion Week bikin macet, Bogor Fashion Week kita akan buat celukan. Jadi mereka tampil di jalanan area GOR, atau Sport Center Kecamatan,” ujar Annida.

Annida pun memaparkan, Bogor Fashion Week juga akan jadi ajakan, edukasi konkret untuk Gen Z dan anak-anak muda pada umumnya tentang budaya, potensi industri kreatif, bukan hanya bakat di bidang fashion, tapi juga film, yaitu akting. 

Ia berharap total Gen Z dan milenial pada pada Pilkada Bogor 2024 yang mencapai 60 persen atau sekitar 489 ribu orang dari 815 ribu daftar pemilih tetap (DPT) mampu melihat dengan jeli program dan visi misi yang ditawarkan Atang-Annida. 

Disbudpar ke depan, kata dia, jika Atang-Annida menang akan mempunyai wadah nyata pengembangan budaya yang menyenangkan bagi Gen Z, menyenangkan bagi UMKM dan hiburan bagi warga. Ada kampanye budaya berpakaian juga ke Gen Z. 

“Tidak semua Gen Z itu suka dengan paparan panjang, digurui tentang bergaya, diarahkan dengan cara memberi peraturan ketat. Sebagai Gen Z, saya sendiri lebih senang difasilitasi, dibimbing oleh dukungan bukan larangan. Saya sering diskusi anak-anak muda di Bogor, sama seperti itu. Kita dukung Bogor Fashion Week ya,” ajaknya.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Aki Alat Berat Dinas PUPR Raib saat Pekerjaan Trase di Kayumanis

Published

on

By

Aki Alat Berat Dinas PUPR Raib saat Pekerjaan Trase di Kayumanis
Kondisi alat berat vibrator milik Dinas PUPR Kota Bogor tidak dapat dioperasikan akibat accu atau aki hilang, Sabtu, 20 Juni 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Satu unit accu atau aki alat berat vibrator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, raib diduga digasak maling.

Akibat kejadian itu, proses land clearing atau pembukaan lahan untuk trase di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, terancam molor dari target yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih mengatakan, peristiwa tersebut diketahui saat petugas hendak melanjutkan pekerjaan pembukaan trase di area IPAL dan PSEL Kayumanis.

“Tadi pagi kami dari PUPR akan melanjutkan pekerjaan pembukaan trase, khususnya di areal IPAL dan PSEL. Alat vibrator ini untuk pemadatan tanah setelah dikeruk menggunakan beko. Tetapi saat dicek, alat ini tidak bisa jalan,” kata Juniarti, Sabtu, 20 Juni 2026.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan kabel mesin telah diputus dan aki alat berat tersebut hilang. Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisan.

“Setelah dicek ternyata ada yang memutuskan kabel dan mengambil aki-nya. Kami langsung dokumentasikan dan memutuskan melaporkannya ke polisi karena menghambat pekerjaan,” katanya.

Baca juga: Mengapa Tubuh Bisa Merinding? Ini Kata Ahli Saraf

Menurut Juniarti, vibrator tersebut merupakan satu-satunya alat berat yang dimiliki untuk pekerjaan pemadatan lahan di lokasi proyek.

Kerusakan alat berat tersebut berpotensi menghambat target penyelesaian pekerjaan yang semula direncanakan rampung pada akhir Juni 2026.

“Ini alat satu-satunya yang memang digunakan untuk pemadatan tanah. Akibatnya pekerjaan bisa mundur. Yang harusnya selesai di akhir Juni, bisa molor karena alat rusak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tindakan perusakan terhadap alat tersebut tidak hanya merugikan pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga merusak aset negara yang digunakan untuk kepentingan publik.

Baca juga: DLH Siapkan Pusat Edukasi Pengolahan Sampah Terpadu untuk Pelajar

Juniarti menjelaskan, selama hampir dua bulan pekerjaan berlangsung, tidak pernah terjadi gangguan serupa. Karena itu, kejadian tersebut cukup mengejutkan, termasuk bagi warga sekitar.

“Kami sudah hampir dua bulan bekerja di lokasi ini dan tidak ada masalah apa pun. Baru kali ini terjadi. Warga RW06 Kelurahan Kayumanis juga sangat kaget dengan kejadian seperti ini,” katanya.

Juniarti mengaku belum mengetahui siapa pelakunya. Namun, ia berharap pihak yang mengambil aki tersebut segera mengembalikannya agar pekerjaan tidak semakin terhambat.

Meski alat pemadat tanah belum dapat digunakan, pekerjaan di lokasi tetap berjalan secara terbatas dengan mengandalkan ekskavator atau beko sembari menunggu perbaikan mesin vibrator.

“Sementara kita perbaiki dulu alatnya. Pekerjaan tetap berjalan, paling menggunakan beko terlebih dahulu,” kata Juniarti.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan memperketat pengamanan peralatan proyek dengan menempatkan alat-alat kerja di lokasi yang dinilai lebih aman dan mudah diawasi.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

DLH Siapkan Pusat Edukasi Pengolahan Sampah Terpadu untuk Pelajar

Published

on

By

DLH Siapkan Pusat Edukasi Pengolahan Sampah Terpadu untuk Pelajar
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi saat meninjau pengolahan sampah plastik low value dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Sabtu, 20 Juni 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor tengah memperkuat sistem pengolahan sampah terpadu yang juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar di kantornya.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Bogor digelar di Kantor DLH Kota Bogor,  Sabtu, 20 Juni 2026, sarana edukasi tersebut ramai dikunjungi para pelajar.

Dalam kegiatan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan penghargaan kepada komunitas peduli lingkungan di Kota Bogor.

Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan bahwa Pemkot Bogor terus melakukan berbagai upaya dalam menjaga lingkungan, mulai dari peningkatan kebersihan kota hingga gerakan penanaman pohon yang melibatkan berbagai komunitas.

“Tadi disampaikan oleh Pak Kadis LH berbagai langkah yang sudah dilakukan pemerintah, mulai dari kebersihan hingga penanaman pohon yang terus dicanangkan bersama komunitas. Mudah-mudahan gerakan ini menyebar ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Denny menambahkan bahwa Wali Kota Bogor memiliki harapan setiap pelajar dapat menanam pohon sebagai warisan bagi lingkungan di masa depan.

“Harapan Pak Wali Kota, satu murid wajib menanam pohon, baik di rumah, di sekolah, atau di tempat lainnya. Sehingga ketika mereka sudah besar, pohon tersebut sudah tumbuh rindang dan menjadi kenangan yang baik,” katanya.

Selain penghijauan, Pemkot Bogor juga terus meningkatkan pelayanan kebersihan serta penanganan sampah. Denny mengungkapkan, melalui Program Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik, Kota Bogor telah memperoleh dua titik lokasi dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per hari.

“Ini mudah-mudahan sampah yang ada di Kota Bogor segera tertangani dan teratasi. Namun urusan kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan kerja sama masyarakat, rumah tangga, hingga pelaku usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini Pemkot Bogor merealisasikan peremajaan armada kebersihan berupa dua unit truk sampah.

“Pengadaan kendaraan angkut sampah juga akan terus dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto menambahkan, saat ini pihaknya mendapat tambahan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung pengelolaan sampah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor. Tahun ini kami mendapatkan peremajaan alat berupa satu unit dump truck dan satu unit arm roll,” ungkapnya.

Selain itu, DLH Kota Bogor dari WWF mendapat satu unit mobil Traga dan bantuan alat pres plastik non-value. “Kemudian dari Kementerian Lingkungan Hidup kami mendapat tiga unit motor sampah sebagai penghargaan saat Bogor menuju Kota Bersih,” imbuh Deni.

Lebih lanjut, Deni memaparkan, berbagai fasilitas tersebut akan memperkuat sistem pengolahan sampah terpadu yang juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar.

DLH Kota Bogor kini memiliki fasilitas pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengolahan sampah organik dengan budidaya maggot hingga pemanfaatannya sebagai pakan ternak dan ikan.

“Ini menjadi salah satu pusat edukasi yang terintegrasi. Anak-anak sekolah bisa belajar bagaimana menangani sampah organik maupun non-organik,” ujarnya.

Deni menargetkan fasilitas pengolahan sampah yang ada di lingkungan DLH Kota Bogor mampu mereduksi sekitar lima ton sampah per hari, baik organik maupun anorganik, sehingga tidak seluruhnya harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

“Targetnya lima ton per hari bisa dikelola di sini, sehingga tidak harus semuanya dibawa ke TPA Galuga,” katanya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Forum Ormas Bogor Bersatu Desak Transparansi Proyek Gene Bank

Published

on

By

Forum Ormas Bogor Bersatu Desak Transparansi Proyek Gene Bank
Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) saat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

KlikBogor – Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Kota Bogor, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia di kawasan RSMM.

​Ketua FOBB, Umar Dani mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan gedung yang menggunakan anggaran negara ini seharusnya mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menurutnya, saat ini masih banyak pertanyaan publik yang belum terjawab mengenai aspek legalitas, administrasi, dan pengawasan proyek tersebut.

​”Forum Ormas Bogor Bersatu menyatakan keprihatinan dan perhatian serius terhadap pelaksanaan pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia. Kami menilai hingga saat ini masih terdapat berbagai pertanyaan publik yang belum terjawab secara terbuka terkait aspek legalitas, administrasi, serta pengawasan pembangunan proyek tersebut,” ujar Umar Dani di lokasi aksi.

​Umar Dani menyebut bahwa keterbukaan dokumen perizinan dan lingkungan merupakan hak masyarakat yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kondisi yang tertutup dinilainya dapat memicu keresahan dan menurunkan kepercayaan publik kepada proyek pemerintah.

​”Dalam negara hukum, tidak boleh ada perlakuan istimewa atau pengecualian terhadap pihak tertentu. Semua pihak wajib tunduk dan patuh terhadap aturan yang sama. Pemkot Bogor jangan bersikap pasif terhadap proyek yang berada dalam wilayah administrasinya,” katanya.

​Di akhir pernyataannya, Umar Dani mengklarifikasi bahwa unjuk rasa ini sama sekali bukan bentuk penolakan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan maupun fasilitas kesehatan nasional.

Pihaknya mengklaim akan tetap mendukung program pemerintah selama berjalan di atas koridor hukum yang benar.

​”Gerakan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan maupun kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan nasional. Sebaliknya, FOBB mendukung setiap program pembangunan yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai hukum,” ujarnya.

​Kendati demikian, pihaknya berjanji akan terus mengawal perkembangan isu ini sampai seluruh dokumen legalitas dibuka secara terang benderang ke hadapan publik Kota Bogor.

​”Tidak boleh ada proyek yang kebal hukum. Tidak boleh ada pembangunan yang berjalan di atas tanda tanya. Transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkas Umar Dani disambut teriakan yel-yel perjuangan oleh massa aksi.

​Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat dan perwakilan massa membubarkan diri secara tertib setelah menyampaikan aspirasinya.

​Dalam orasinya, Forum Ormas Bogor Bersatu menyampaikan delapan poin tuntutan utama guna menjaga supremasi hukum di Kota Bogor. Poin-poin tuntutan tersebut di antaranya:

​Stop Pembangunan: Menghentikan aktivitas pembangunan sampai dengan segala aspek perizinan dilengkapi secara keseluruhan.

​Transparansi Kemenkes: Mendesak Kementerian Kesehatan RI membuka secara transparan seluruh dokumen legalitas pembangunan Gedung Gene Bank Indonesia kepada publik.

​Audit Pemkot Bogor:
Mendesak Pemerintah Kota Bogor melakukan pemeriksaan dan audit administratif terhadap seluruh aspek perizinan proyek.

​Tindakan Tegas Satpol PP: Mendesak Satpol PP Kota Bogor menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan peraturan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu.

​Keterlibatan Ombudsman: Mendesak Ombudsman Republik Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap dugaan maladministrasi jika ditemukan ketidaksesuaian prosedur.

​Audit Keuangan:
Mendesak Inspektorat Jenderal Kemenkes, BPK, dan BPKP melakukan audit kepatuhan terhadap proses pembangunan serta penggunaan anggaran negara.

​Penegak Hukum:
Mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang yang berpotensi merugikan keuangan negara.

​Penghentian Sementara: Menolak aktivitas kelanjutan proyek sebelum seluruh kewajiban dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer