Connect with us

Berita

PAN Kota Bogor Pasang Target jadi Pemenang Pemilu 2029

Published

on

PAN Kota Bogor Pasang Target jadi Pemenang Pemilu 2029
Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno menyerahkan SK kepengurusan DPD PAN Kota Bogor kepada Ketua DPD PAN Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Minggu, 25 April 2026.

KlikBogor – Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor memasang target untuk menjadi partai pemenang pada Pemilu 2029 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno usai kegiatan konsolidasi dan penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan DPD PAN Kota Bogor di Hotel Grand Pangrango, Minggu, 26 April 2026.

Eddy menyatakan bangga dengan kepengurusan baru yang dipimpin oleh Ketua DPD PAN Kota Bogor yang juga Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Komposisi kepengurusan baru yang lengkap dan diisi oleh berbagai latar belakang ini dinilai menjadi cikal bakal perjalanan partai menuju kemenangan.

“Mudah-mudahan di tahun 2029 PAN betul-betul bisa semakin kuat di Kota Bogor dengan targetnya kita sebagai pemenang Pemilu. Ini adalah cikal bakal dari perjalanan kita untuk menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya.

Baca juga: Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba

Untuk jangka pendek, PAN menitikberatkan pada penguatan jaringan partai mulai dari tingkat DPD, turun ke DPC dan DPRt. Jaringan partai juga diperkuat hingga akar rumput.

“Jadi penguatan jaringan mulai dari kecamatan, kelurahan, sampai ke RT/RW. Saya kira sangat penting dan itu merupakan PR kita saat ini yang menjadi prioritas,” jelas Eddy.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan kesiapannya dalam mengemban mandat yang diberikan oleh partai.

“Insyaallah saya siap melaksanakan pengemban amanah yang diberikan, terutama sesuai dengan tagline-nya ‘Bantu Rakyat, Cerdaskan Bangsa’,” ucapnya.

Baca juga: RW 10 Situgede Terapkan Pilah Sampah dari Rumah

Dedie juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di tengah berbagai tantangan.

“Dari Bogor tentu hal yang paling penting adalah bagaimana mengnyinergikan antara kebijakan pemerintah pusat dengan daerah dalam situasi yang cukup memprihatinkan, dinamika perkembangan politik dunia dan juga tentu permasalahan anggaran yang terbatas,” tambahnya.

Terkait terkait Pemilu 2029, Dedie menegaskan, PAN Kota Bogor tidak hanya ingin mempertahankan kursi di parlemen, tetapi juga menjadi pemenang.

“Tadi sudah disampaikan dari DPP, kita mempertahankan dan bahkan menambah jumlah kursi DPRD Kota Bogor. Hari ini 5 (kursi), dan ke depan insyaallah jadi pemenang dari Pileg 2029,” katanya.

Ia juga menyebut, PAN siap menghadapi sistem pemilu apa pun yang akan diterapkan.

“Kita belum tahu ya, tertutup atau terbuka. Apa pun yang nanti harus dilaksanakan, tentu nomor satu adalah targetnya Partai Amanat Nasional memenangkan Pemilu 2029,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Nutrisius dan Baitulmal Tazkia Bantu Gizi Puluhan Anak Stunting di Bubulak

Published

on

By

Nutrisius dan Baitulmal Tazkia Bantu Gizi Puluhan Anak Stunting di Bubulak
PT Nutrisius Sari Persada bersama Baitulmal Tazkia memberikan bantuan paket pangan gizi untuk anak stunting di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Jumat, 24 April 2026.

KlikBogor – PT Nutrisius Sari Persada bersama Baitulmal Tazkia memberikan bantuan kepada 38 anak stunting di wilayah Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pemberian bantuan paket pangan gizi ini akan berlangsung selama enam bulan dan untuk pertama kali diserahkan di Aula kantor Kelurahan Bubulak, Jumat, 24 April 2026.

Perwakilan PT Nutrisius Sari Persada, Malik Gunawan, memaparkan pihaknya mendukung untuk kegiatan di Kelurahan Bubulak, karena di wilayah ini masih banyak jumlah anak stunting.

“Ini juga merupakan keprihatinan kami, karena kami berdomisili di Bubulak, tentu harus memiliki dampak. Ini mungkin langkah kecil yang kami lakukan kepada masyarakat Bubulak,” ungkap Malik kepada wartawan.

Baca juga: Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen

Malik berharap angka stunting di wilayah Bubulak terus menurun setelah program dari PT Nutrisius Sari Persada, bahkan sampai nol.

“Ya, tidak ada lagi anak stunting di Kelurahan Bubulak dan harapannya ini juga bisa menjadi percontohan program di tempat lain. Sehingga tentu dampaknya bukan hanya untuk Bubulak, tapi mungkin tingkat Kota Bogor bahkan nasional,” ujarnya.

PT Nutrisius Sari Persada bersama Baitulmal Tazkia memberikan bantuan paket pangan gizi untuk anak stunting di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Jumat, 24 April 2026.

Direktur Baitulmal Tazkia, Iwan, mengatakan bahwa pihaknya selalu berkolaborasi dengan PT Nutrisius Sari Persada dalam penyaluran dana zakat.

Hal itu agar memastikan semua dana yang disalurkan tepat sasaran terutama juga untuk penerima manfaat yang kali ini anak-anak stunting.

“Selain itu, insyaallah kami akan melakukan program pendampingan lainnya dari mulai sebelum dan sesudahnya. Akan kami coba ukur dari sisi apa, kaji dampak dari program yang sudah berjalan. Kami serahkan 38 paket pengen gizi,” terangnya.

Baca juga: Bogor Siapkan PSEL 2.500 Ton, Kayumanis Masuk Proyek Tahap Kedua

Sementara itu, Lurah Bubulak, Anjar Apriyana, memaparkan secara keseluruhan hasil penimbangan balita di Februari 2026 terdapat 38 orang yang masuk kategori stunting.

Untuk mengatasi dan mencegah stunting, Kelurahan Bubulak membuat yang namanya program inovasi, yaitu Asanti kepanjangan Atasi Stunting dengan Makan Telur dan Ikan.

“Ada tiga poin penting yang akan dilaksanakan di Asanti. Pemberian makanan tambahan berupa telur, ikan, serta susu, sayuran dan vitamin. Ini di-support oleh PT Nutrisius Sari Persada dan Baitulmal Tazkia,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan edukasi dan sosialisasi serta pendampingan. Pendampingan oleh kader per RW yang mungkin menjadi suatu hal yang nanti bisa mendampingi tepat sasaran selama enam bulan ke depan.

“Penyaluran bantuan ini dilaksanakan satu bulan, satu kali di hari Jumat Minggu ketiga. Sehingga nantinya bisa terlihat di akhir bulan September 2026 apakah terjadi penurunan atau tidak setelah kita melaksanakan intervensi bantuan pangan bergizi,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

RW 10 Situgede Terapkan Pilah Sampah dari Rumah

Published

on

By

RW 10 Situgede Terapkan Pilah Sampah dari Rumah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau proses pemilahan sampah di RW 10 Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Jumat, 24 April 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong dan mendukung pemilahan sampah dari hulu atau dari sumbernya.

Seperti yang dilakukan oleh warga RW 10, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Bekerja sama dengan Dietplastik Indonesia, para relawan, serta perangkat wilayah.

Hal itu dilakukan dalam upaya melakukan pemilahan sampah dari sumbernya menuju RW bebas sampah sekaligus upaya mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), guna memperbaiki kualitas udara.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung ke lokasi untuk melihat dan mendengarkan proses serta kebutuhan dalam mendukung kegiatan ini.

“Ini menjadi pembelajaran bagi warga agar memilah sampah lebih efektif. Mudah-mudahan ikhtiarnya maksimal. Ujungnya nanti kita membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), namun sampahnya harus terpisah. Sampah yang tidak memiliki nilai lagi, termasuk popok dan pembalut. Kalau yang masih bermanfaat, silakan dipilah untuk dimanfaatkan,” ujar Dedie Rachim, Jumat, 24 April 2026.

Ia juga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Dietplastik Indonesia, para relawan, dan warga. Ia juga mengajak untuk bersama-sama berjuang dan tidak mudah menyerah dalam mengatasi masalah sampah.

Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Saat ini, Pemkot Bogor berkomitmen dan konsisten tidak hanya mendorong penanganan sampah di hulu, tetapi juga di bagian hilir yang akan diproses menjadi energi listrik.

“Pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga sampah di Kota Bogor mewajibkan adanya arah kebijakan penanganan persampahan dari hulu ke hilir, termasuk pemilahan sampah,” ujarnya.

“Hari ini, salah satunya di RW 10 Kelurahan Situgede, bekerja sama dengan Dietplastik, lurah, camat, RT, RW, LPM, dan DKM, bersama-sama memulai sosialisasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah,” imbuhnya.

Program Dietplastik Indonesia ini bermula dari ikhtiar untuk memperbaiki kualitas udara melalui program FIREFLIES, yang merupakan inisiatif untuk mengatasi polusi dari pembakaran sampah rumah tangga.

Dimulai sejak Desember 2025, dengan pendekatan kepada warga selama sepekan terakhir, Dietplastik Indonesia telah membantu 150 rumah bersama para relawan untuk terus mengedukasi warga dalam memilah dan mengurangi sampah.

Setiap rumah disediakan ember pemisah untuk memilah sampah organik dan nonorganik, sehingga sampah tidak tercampur dari sumbernya.

Baca juga: Warteg Fancy, Kreativitas Pelaku Usaha Respons Perilaku Konsumen

Penanggung jawab Program Dietplastik Indonesia, Farhan, mengatakan bahwa solusi untuk memperbaiki kualitas udara agar warga tidak membakar sampah adalah melalui pemilahan dari sumbernya.

“Artinya, sampah terpilah dari rumah-rumah, kemudian kita dorong agar setiap jenisnya dapat dikelola dengan cara tersendiri. Misalnya, sampah organik dikelola dengan maggot, biodigester, atau dijadikan kompos,” jelasnya.

Sedangkan sampah nonorganik yang bernilai dapat disalurkan kepada petugas pemilah untuk memiliki nilai ekonomi. Dengan begitu, hanya sampah residu yang akan dibuang ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Dalam program ini, pihaknya melakukan tiga riset, yakni riset antropologi sosial, bekerja sama dengan peneliti dari Universitas Indonesia (UI), riset WACS untuk mengetahui komposisi sampah di RW 10, serta riset pemantauan kualitas udara.

“Kami membuat sensor untuk mendeteksi kualitas udara dan menangkap asap yang dihasilkan dari pembakaran. Alat ini masih dalam tahap kalibrasi dan akan segera dioperasikan,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Imunostimulan-Vaksinasi jadi Solusi Baru Akuakultur Berkelanjutan

Published

on

By

Imunostimulan-Vaksinasi jadi Solusi Baru Akuakultur Berkelanjutan
Profil Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Sri Nuryati. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Sri Nuryati, mengatakan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengembangan akuakultur berkelanjutan seiring meningkatnya kebutuhan pangan global.

Ia menyebut, praktik good aquaculture practice (GAP) yang tidak optimal menjadi pemicu utama muncul dan menyebarnya penyakit di lapangan. Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan iklim melalui peningkatan suhu dan fluktuasi kualitas air yang meningkatkan stres organisme serta virulensi patogen.

“Risiko infeksi menjadi semakin tinggi dan sulit dikendalikan. Dampaknya tidak hanya menurunkan kelangsungan hidup organisme budidaya, tetapi juga mengganggu stabilitas produksi, memicu kerugian ekonomi, serta berdampak pada rantai pasok termasuk pekerja sekunder seperti pedagang dan distributor,” kata Prof. Sri Nuryati saat pemaparan pra orasi ilmiah yang digelar secara virtual, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan, penggunaan antibiotik masih sering menjadi pilihan dalam pengendalian penyakit. Pendekatan ini menunjukkan keterbatasan akibat risiko resistensi antimikroba dan residu pada produk perikanan.

Sementara efektivitas jangka panjang menjadi semakin menurun, sehingga memperkuat urgensi peralihan menuju strategi pengendalian penyakit yang lebih berkelanjutan dan aman.

Ia mengatakan, pemanfaatan imunostimulan berkembang sebagai pendekatan untuk memperkuat daya tahan alami organisme budidaya. Dari berbagai hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketahanan terhadap infeksi yang diikuti oleh meningkatnya tingkat kelangsungan hidup pada kondisi uji tantang.

Menurutnya, peran ini menjadi sangat penting pada udang yang mengandalkan sistem imun bawaan (innate immunity) dalam menghadapi patogen. Penguatan sistem imun tidak hanya menekan mortalitas, tetapi juga menjaga konsistensi performa budidaya secara keseluruhan.

Sedangkan vaksinasi berkembang sebagai pendekatan yang lebih spesifik dalam pengendalian penyakit, terutama pada ikan. Penerapan vaksin DNA pada infeksi KHV menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup hingga 84,60% bahkan dapat mencapai 96,7%.

“Hasil tersebut menegaskan efektivitas tinggi dalam menekan mortalitas serta memberikan perlindungan yang lebih terarah,” kata Prof. Sri Nuryati.

Ia mengatakan, vaksinasi pada udang kini menjadi paradigma baru pegendalian penyakit. Vaksinasi yang sebelumnya dianggap tidak memungkinkan kini mulai menunjukkan potensi yang signifikan.

Udang diketahui memiliki mekanisme innate immune memory yang memungkinkan respons protektif yang lebih cepat terhadap paparan patogen berikutnya. Pendekatan vaksin, termasuk vaksin inaktif dan vaksin DNA, menunjukkan peluang dalam meningkatkan ketahanan terhadap infeksi.

“Prospek pengembangan vaksin udang semakin terbuka luas. Pendekatan vaksin berbasis DNA yang menargetkan gen virulensi utama serta strategi maternal immunity melalui vaksinasi induk memberikan peluang terbentuknya perlindungan yang lebih spesifik dan berkelanjutan,” katanya.

Transfer proteksi ke larva menjadi nilai tambah penting pada fase awal kehidupan yang rentan. Pengembangan metode aplikasi yang lebih praktis seperti melalui pakan atau perendaman juga membuka peluang adopsi yang lebih luas di tingkat industri.

“Potensi ini menempatkan vaksin udang sebagai salah satu inovasi kunci dalam pengendalian penyakit berbasis pencegahan di masa depan,” katanya.

Kendati demikian, Prof. Sri Nuryati menyebut, berbagai tantangan implementasi masih perlu diatasi, mulai dari aspek teknis, efektivitas di lapangan, hingga kesiapan adopsi oleh pelaku usaha. Integrasi antara inovasi teknologi, hasil penelitian, dan praktik budidaya yang baik menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Penguatan sistem imun bukan lagi pilihan alternatif, melainkan kebutuhan utama dalam mendorong akuakultur yang lebih efisien, stabil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer