Connect with us

Potret

Ratusan Warga Difabel Buka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun

Published

on

Ratusan Warga Difabel Buka Puasa Bersama di Vihara Dhanagun
Foto bersama panitia bersama warga difabel yang mengikuti kegiatan buka puasa bersama di Vihara Dhanagun, Minggu, 8 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, saat ratusan warga difabel berkumpul untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama, pada Minggu, 8 Maret 2026.

Sebanyak 200 warga difabel yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Bogor dengan didampingi sekitar 100 orang pendamping dalam kegiatan tersebut juga mendapatkan santunan.

Ketua Panitia, Hettyana Yasin, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih Peduli bersama Vihara Dhanagun setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap warga difabel.

“Setiap tahun kami mengadakan buka puasa bersama warga difabel. Kali ini ada sekitar 200 orang yang hadir ditambah sekitar 100 pendamping, semuanya dari Kota Bogor,” ujarnya.

Hetty menjelaskan, secara jumlah di tahun ini mengalami penambahan dan ada beberapa warga difabel yang belum pernah diundang. Namun karena keterbatasan kapasitas, pihaknya mengundang mereka secara bergantian setiap tahunnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para difabel di tengah keterbatasan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Kami berharap mereka semua senang. Di tengah keterbatasan, ada yang tidak bisa melihat, ada yang tidak bisa mendengar, dan mereka juga membutuhkan bantuan untuk beraktivitas,” katanya.

Hetty juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan sponsor yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada para donatur dan sponsor yang telah mendukung acara ini. Tanpa mereka, relawan, kami tidak bisa berbuat banyak seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BSF-CGM 2026, Arifin Himawan, menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama warga difabel ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan penutup penyelenggaraan Bogor Street Festival-Cap Go Meh (BSF-CGM).

Ia menjelaskan, pada BSF-CGM yang digelar bertepatan dengan bulan Ramadan ini sebelumnya telah mengadakan buka puasa bersama dengan 400 anak yatim pada 1 Maret.

Kemudian masih dalam rangkaian kegiatan menggelar Pasar Malam Jadoel selama tiga hari hingga puncak BSF-CGM. Pada 8 Maret ini mengadakan buka puasa bersama warga difabel yang diinisiasi oleh PGB Bangau Putih Peduli dan Vihara Dhanagun.

“Buka puasa bersama warga difabel ini merupakan rangkaian kegiatan BSF-CGM yang kebetulan bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujar Arifin.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga difabel yang disebutnya sebagai pribadi-pribadi istimewa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka adalah saudara kita yang kebetulan menjadi orang istimewa. Kami bersinergi menggalang dana agar kegiatan ini bisa terlaksana,” katanya.

Arifin berharap melalui kebersamaan ini masyarakat terus mengingat dan memberikan perhatian kepada warga difabel agar mereka tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk berkumpul serta berbagi kebahagiaan.

“Tahun ini mereka juga menerima santunan yang lebih banyak. Mudah-mudahan semakin banyak yang kita dapatkan, semakin banyak pula warga difabel yang bisa kita berikan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pendukung buka puasa dan santunan warga difabel. Semoga Tuhan membalas kebaikan semua pihak,” katanya.

Lebih jauh, Arifin menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kuatnya nilai kemanusiaan yang melampaui perbedaan agama.

“Kita bersyukur walaupun berbeda agama, kita tetap saudara dalam kemanusiaan. Di sini kita melihat bukan soal agama, tetapi soal kemanusiaan,” tutupnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret

Berkat Ketekunan, Naratania jadi Lulusan Terbaik IPB

Published

on

By

Berkat Ketekunan, Naratania jadi Lulusan Terbaik IPB
Naratania Azra Malika meraih predikat sebagai salah satu lulusan terbaik IPB University. Dok. IPB University.

KlikBogor – Setiap mahasiswa memiliki cerita di balik perjalanan kuliahnya. Bagi Naratania Azra Malika, keluarga punya pengaruh besar dalam perjalanan tersebut.

Dukungan dan nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya sejak kecil, menjadi kekuatan yang membentuk Nara hingga akhirnya meraih predikat sebagai salah satu lulusan terbaik IPB University.

“Ibu saya berprofesi sebagai guru dan ayah seorang entrepreneur. Sejak kecil, keduanya mengajarkan saya arti ketekunan, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus melangkah,” ungkapnya dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Bagi Nara, kehadiran keluarga lebih dari sekadar penyemangat. Mereka menjadi tempat pulang yang membuatnya merasa cukup dan dikuatkan. “Apa pun hasil yang saya capai,” katanya.

Baca Juga: Anak Buruh Pabrik jadi Lulusan Terbaik IPB University Berkat Beasiswa KJMU

Nara berasal dari Jakarta. Di kota ini, ia menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 80 Jakarta sebelum akhirnya diterima di IPB University melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Selama menjalani masa perkuliahan, hal yang paling ia syukuri adalah kesempatan bertemu dengan banyak orang dari latar belakang yang beragam. Pertemuan itu tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup bersama.

“Bukan hanya sekadar saling menyapa di kelas, tetapi juga berjuang bersama, lelah bersama, dan saling menguatkan di masa-masa tertentu. Banyak momen sederhana yang kalau diingat sekarang terasa hangat dan mengharukan,” kenangnya.

Ia juga mengakui bahwa perjalanan kuliah tidak selalu mudah. Ada fase-fase sulit, terutama saat harus menyesuaikan diri dengan ritme perkuliahan, tanggung jawab akademik, dan tuntutan untuk terus berkembang. Namun, proses tersebut justru membentuknya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan reflektif.

Baca Juga: Mahasiswa Wajib Tahu! 5 Kebiasaan Penting yang Dukung Kesuksesan di Bangku Kuliah

Di IPB University, ia menuntaskan studi di Program Studi Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Semua berawal dari rasa ingin tahunya akan bagaimana sumber daya perairan dapat diolah secara optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, bidang ini memiliki peran penting dalam menjembatani ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah hasil perairan.

“IPB University menjadi pilihan karena dikenal kuat dalam bidang pertanian dan kelautan, sehingga saya merasa lingkungan akademiknya sangat mendukung minat tersebut,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan studinya, Nara memiliki harapan yang sederhana. Ia ingin ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan dengan baik, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

(rls/hrs)

Continue Reading

Potret

Mapag Barudak Yatim dengan Sisingaan di Bumi Ageung Batutulis

Published

on

By

Mapag Barudak Yatim dengan Sisingaan di Bumi Ageung Batutulis
Salah seorang anak yatim saat menunggangi sisingaan dalam acara Sabilulungan Mapag Barudak Yatim di Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Alunan musik tradisional dan penari mengiringi arak-arakan sisingaan. Kesenian ini dipentaskan untuk menyambut anak yatim sebelum mereka menerima santunan.

Acara Sabilulungan Mapag Barudak Yatim yang digelar para seniman dan budayawan ini berlangsung di Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Sabilulungan Mapag Barudak Yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang dipadukan dengan pelestarian seni dan budaya di Kota Bogor.

Ia juga mengungkapkan, kegiatan ini menghadirkan prosesi yang unik, karena melibatkan para seniman dan budayawan yang turut mengantar anak-anak yatim untuk menerima santunan.

“Ini sebuah momen yang menarik di mana para seniman, budayawan, nayaga, kemudian para lengser dan penari mengantar anak-anak yatim untuk mendapatkan santunan,” ujar Dedie Rachim.

Ia menekankan pentingnya kegiatan memiliki nilai budaya ini untuk terus dilestarikan, sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Menurut saya ini menarik untuk dilestarikan. Bahkan setiap tahun nanti akan kita laksanakan di tempat yang sama. Seniman dan budayawan juga harus peduli dengan anak yatim, apalagi di bulan yang berkah dan penuh ampunan ini,” ungkapnya.

Dedie Rachim menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

“Dengan segala kekurangan dan kelebihan, dengan segala kemampuan yang ada, tentu yang paling penting adalah saling berbahagia. Ini insyaallah akan menguatkan tali silaturahmi kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Sabilulungan, Rahiman, menyampaikan kegiatan dilaksanakan di Bumi Ageung Batutulis juga menjadi bagian dari upaya memaksimalkan pemanfaatan ruang kebudayaan yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Hari ini kita berada di Bumi Ageung Batutulis, yang merupakan tempat yang dibangun oleh Pemerintah Kota Bogor. Alhamdulillah kita sudah memiliki Bumi Ageung yang kedepannya mungkin bisa kita gunakan untuk kegiatan kesenian,” ujar Rahiman.

Ia menjelaskan Sabilulungan Mapag Barudak Yatim tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat dan diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin untuk memperkuat kegiatan seni budaya di Kota Bogor.

“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini di Bumi Ageung, tempat ini dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi untuk kegiatan, baik itu pertunjukan ataupun pelatihan seni atau apa pun yang bisa mengembangkan seni budaya,” tandasnya.

Acara Sabilulungan Mapag Barudak Yatim juga dimeriahkan dengan Bazar Ramadan yang digelar di area depan Bumi Ageng Batutulis.

(rls/hrs)

Continue Reading

Potret

Saat Menteri AHY Ngabuburit di Lapangan Sempur Kota Bogor

Published

on

By

Saat Menteri AHY Ngabuburit di Lapangan Sempur Kota Bogor
Menko Infra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat olahraga lari di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jumat sore, 27 Februari 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Di sela-sela kunjungannya di Kota Bogor, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan ngabuburit dan olahraga bersama warga di Lapangan Sempur, Jumat, 27 Februari 2026.

Didampingi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, AHY berbaur dengan masyarakat, berolahraga, sekaligus meninjau langsung fasilitas ruang terbuka publik yang menjadi salah satu ikon Kota Bogor tersebut.

AHY beserta rombongan turut olahraga ringan, dengan berlari di lintasan lari hingga bermain basket bersama warga, dan menyapa para atlet panjat tebing Kota Bogor yang tengah berlatih.

“Saya hari ini ngabuburit bersama warga Kota Bogor didampingi Pak Wali Kota beserta jajaran. Ini tempat yang menyenangkan dan selalu ramai ya, karena Lapangan Sempur bukan hanya ikonik di Kota Bogor, tetapi juga memberikan ruang terbuka bagi warga untuk berolahraga, santai, dan mendapatkan inspirasi,” ujar AHY.

Ia menilai Lapangan Sempur menjadi salah satu ruang terbuka publik yang hidup dan dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga atlet. Beragam fasilitas olahraga tersedia, seperti jogging track, lapangan basket, arena panjat tebing, hingga skateboard.

“Mudah-mudahan Bogor senantiasa menjadi kota yang menyenangkan untuk semua generasi, terutama anak-anak muda yang penuh energi dan kreativitas. Semoga olahraganya juga semakin maju dan berprestasi,” katanya.

Lebih lanjut, AHY menyoroti pentingnya pengembangan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru sebagai bagian dari pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, mayoritas masyarakat akan tinggal di kawasan perkotaan, sehingga kebutuhan akan ruang publik yang sehat dan representatif semakin tinggi.

“Kota Bogor ini kita harapkan menjadi andalan dengan ruang terbuka hijau yang terjaga dan terpelihara, sekaligus dilengkapi fasilitas olahraga seperti ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor memiliki dua pendekatan utama dalam meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH).

“PR tentang ruang terbuka hijau di Bogor ada dua pendekatan. Pertama, melaksanakan pendataan ulang kepada pengembang yang belum menyerahkan PSU fasos fasum. Kedua, melaksanakan langkah landbanking, meskipun ini tidak mudah dan membutuhkan biaya besar,” jelas Dedie Rachim.

Saat ini, lanjut Dedie Rachim, terdapat hampir 320 pengembang di Kota Bogor, namun sebagian besar sudah tidak aktif. Jika pendataan ulang berhasil dilakukan, maka potensi ruang terbuka hijau campuran, privat, dan publik di Kota Bogor dapat meningkat hingga lebih dari 50 persen.

Disamping itu, ia menyampaikan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pemkot Bogor tengah mempersiapkan venue serta pembinaan atlet melalui kompetisi berjenjang dan seleksi pada cabang olahraga unggulan.

“Target kita sebagai tuan rumah adalah memperoleh 100 medali emas. Oleh karena itu, kita fokus pada cabang olahraga yang berpotensi emas dan sebagian besar merupakan cabang bela diri,” ungkapnya.

Ia turut menanggapi pesan AHY untuk terus memperbaiki lintasan lari Lapangan Sempur sebagai sarana olahraga yang memadai bagi masyarakat.

“Terkait perbaikan jogging track tentu akan terus kita lakukan, karena ini selalu digunakan warga setiap hari, pagi, siang, sore, maupun malam,” ucapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer