Connect with us

Serba Serbi

Changcuters hingga 2 Tim Esport Ramaikan Biznet Festival Bogor 

Published

on

Changcuters hingga 2 Tim Esport Ramaikan Biznet Festival Bogor 
Sejumlah remaja memadati area panggung untuk menyaksikan band Changcuters dan Mr. Jono Joni di Biznet Festival Bogor, Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor.

KlikBogor – Kota Bogor menjadi tuan rumah Biznet Festival Bogor ke-5 di tahun 2024. Acara yang diselenggarakan di Kompleks GOR Pajajaran ini menghadirkan musisi papan atas Changcuters dan Mr. Jono Joni.

Tidak hanya itu, Biznet Festival ini juga diselenggarakan sebagai ruang bagi masyarakat Bogor khususnya generasi muda untuk menunjukan bakat dan ide kreatif yang dimiliki melalui berbagai kompetisi, yaitu Modern Dance, Cosplay, MOBA, dan juga Band.

President Director Biznet, Adi Kusma mengungkapkan, di tahun ini Biznet Festival akhirnya datang ke Kota Bogor, membawa ruang kreasi bagi masyarakat Bogor khususnya untuk menunjukan dan mengembangkan kreativitasnya melalui berbagai kompetisi yang dihadirkan di acara.

“Mengapa kami memilih Bogor, karena saat ini fokus perluasan area kami di wilayah Jawa Barat, yang mana kami juga melihat permintaan yang cukup positif di wilayah Bogor untuk internet berkualitas yang mampu mendukung aktivitas digital masyarakat yang semakin berkembang,” jelasnya, Sabtu, 24 Agustus 2024.

Ia menambahkan, tujuan dari acara ini untuk mengapresiasi para pelanggan setia di Bogor dan juga memberikan informasi dan update lebih lanjut mengenai layanan Biznet.

Para pengunjung Biznet Festival Bogor dapat merasakan pengalaman berinternet yang lebih cepat sepuasnya secara gratis dengan koneksi Internet WiFi dan Biznet Hotspot yang tersedia di seluruh area acara.

“Dengan ini, seluruh pengunjung dapat dengan lancar update keseruan acara Biznet Festival secara real time ke media sosial,” ujar Adi. 

Sebab, sambungnya, tidak dapat dipungkiri, di tengah era digital seperti sekarang ini koneksi internet sangat dibutuhkan dan memiliki peran yang penting dalam sebuah event termasuk konser musik. 

“Tidak hanya untuk kelancaran acara dan kebutuhan panitia acara, namun juga para pengunjung yang datang,” imbuhnya.

Selain The Changcuters dan Mr. Jono Joni, Biznet Festival untuk menambah lagi keseruan acara ini menghadirkan dua tim Esports berprestasi yang juga merupakan Biznet Official Esports Team.

Tim RRQ (Rex Regum Qeon) dan ONIC Esports akan bermain langsung bersama dengan para peserta kompetisi MOBA dan memberikan kesempatan bagi para pecinta game online untuk bertemu langsung dengan idolanya. 

“Kami melihat Esports ini merupakan salah satu hal yang positif di tengah perkembangan teknologi digital, karena nyatanya dunia Esports ini juga membawa potensi yang luar biasa bagi masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya terus mendukung perkembangan Esports di Indonesia, salah satunya dengan mendukung Tim RRQ dan ONIC Esports dalam mencatatkan prestasi hingga ke dunia internasional.

“Dan di Biznet Festival kali ini kami kembali mengajak dua tim Esports ini untuk bersama-sama menginspirasi generasi muda di Bogor untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki dalam dunia Esports gaming,” tandasnya. 

Di Bogor sendiri, terang Adi, Biznet telah hadir sejak tahun 2012 dan hingga saat ini telah membangun jaringan lebih dari 42,000 homepass di 69 kelurahan. 

Biznet menghadirkan berbagai layanan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masyarakat Bogor baik untuk segmen perumahan dan apartemen melalui layanan Biznet Home maupun untuk segmen bisnis UKM dan startup dengan layanan Biznet Metronet.

Ia mengatakan bahwa seluruh layanan Biznet tentunya merupakan layanan yang dapat diandalkan dalam mendukung aktivitas digital yang semakin beragam, dengan bandwidth yang lebih besar dan kecepatan upload download yang simetris. 

Khusus untuk layanan Biznet Home menghadirkan layanan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, yaitu layanan Biznet Home Internet OD mulai dari Rp 250.000 per bulan.

“Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan yang tersedia di wilayah ini, atau lokasi kantor cabang Biznet terdekat di Bogor, bisa mengunjungi biznet.id/bogor,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa semua pasti setuju bahwa internet sudah menjadi kebutuhan utama dalam hidup sehari-hari, termasuk di Bogor yang kebutuhan akan internet cukup meningkat.

Karena itu, sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia yang juga menyediakan layanan internet terbaik untuk masyarakat, Biznet terus termotivasi untuk semakin memperluas jaringannya ke lebih banyak wilayah kota hingga ke kabupaten Bogor.

“Tentu hal ini dibarengi juga dengan tujuan agar lebih banyak masyarakat Bogor yang dapat terkoneksi dengan internet terbaik dari kami sehingga masyarakat Bogor dapat terus berkreasi dan berinovasi hingga mampu bersaing di tengah era digital saat ini,” tutupnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Published

on

By

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan
‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani saat memaparkan potensi wilayah yakni Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya Kali Baru. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, memiliki potensi wisata yang kini terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya di Kali Baru, yang dinilai memiliki daya tarik tinggi.

‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani, mengatakan bahwa potensi tersebut hingga saat ini masih terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

‎“Potensi wilayah kita mempunyai Wahana Ngalun di Bendung Katulampa. Sampai saat ini masih terus kita kembangkan,” ujar Deni kepada awak media, Rabu, 15 April 2026.

‎Menurutnya, keberadaan wahana tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, meski pengelolaannya saat ini masih dilakukan oleh komunitas.

‎“Dari sisi ekonomi selama ini sudah berjalan dan itu sangat membantu masyarakat. Tetapi memang pengelolaannya masih sebatas di-handle oleh teman-teman komunitas,” jelasnya.

‎Baca juga: Pemkot Bogor Kucurkan Rp51 Miliar untuk Rehabilitasi Tahap II GOR Pajajaran

Ke depan, pihak kelurahan berharap adanya intervensi dari pemerintah, baik dalam hal penataan, tata kelola, maupun pengembangan fasilitas penunjang lainnya agar potensi tersebut bisa lebih maksimal.

‎“Harapannya tentu ada intervensi dari pemerintah, termasuk dalam tata kelola dan lainnya,” ungkapnya.

‎Selain itu, pihaknya juga berencana melibatkan warga lokal secara langsung dalam pengelolaan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Kita ingin ke depan membentuk pengelolaan oleh warga lokal, supaya tata kelolanya lebih baik dan benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Deni menegaskan, dengan lokasi yang strategis, Wahana Ngalun di Katulampa memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

‎Deni berharap, ke depan potensi ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat budaya dan keterlibatan masyarakat sekitar.

‎“Harapannya ke depan bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, sehingga memberikan dampak manfaat yang lebih luas,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat

Published

on

By

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Perjalanan udara dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama akibat perubahan tekanan dan kondisi kabin yang kering. Karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum dan selama penerbangan menjadi hal penting agar tetap nyaman.

“Keluhan yang paling sering itu nyeri telinga, terutama kalau kita sedang tidak fit atau merasa pilek,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Citra Ariani dikutip Rabu, 15 April 2026.

Dalam tayangan IPB Pedia di IPB TV, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran adanya ketidakseimbangan tekanan udara antara bagian dalam dan luar telinga.

Baca juga: Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Selain nyeri telinga, penumpang juga kerap mengalami pusing, mual, atau mabuk perjalanan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipicu oleh dehidrasi maupun faktor psikologis.

“Bisa karena dehidrasi dan juga tekanan psikologis, misalnya bagi orang yang belum terbiasa naik pesawat dan merasa takut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi darurat di pesawat memang jarang terjadi. Namun, beberapa kasus seperti serangan jantung tetap mungkin terjadi meski tidak umum.

Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum terbang menjadi hal penting. Sejalan dengan itu, Citra menyarankan penerapan pola hidup sehat sebelum dan selama perjalanan.

“Tidur cukup, makan secukupnya, dan tetap beraktivitas fisik itu sangat membantu agar tubuh tetap fit,” katanya.

Baca juga: Rendam Kaki Air Hangat Bantu Redakan Migrain, Ini Mekanismenya

Penumpang juga disarankan tidak duduk terlalu lama. Lakukan peregangan ringan atau berjalan sejenak di kabin untuk membantu sirkulasi darah.

“Kita bisa lakukan senam sederhana supaya kaki tetap memompa darah kembali ke jantung,” tambah Citra.

Hal penting lainnya adalah menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi air putih secara cukup selama penerbangan dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko pusing maupun kelelahan.

Citra mengatakan, dengan persiapan yang baik dan kebiasaan sederhana tersebut, perjalanan udara dapat tetap aman dan nyaman. Ia mengingatkan agar setiap penumpang menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama perjalanan sehari-hari.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Published

on

By

Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya
Badak bercula satu, spesies hewan langka. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Belakangan ini masyarakat semakin sering mendengar kabar kemunculan satwa langka di berbagai wilayah. Fenomena tersebut kerap dianggap sebagai tanda bahwa kondisi alam mulai membaik. Namun, para ahli konservasi mengingatkan bahwa kemunculan satwa langka belum tentu berarti ekosistem sudah pulih.

Pakar konservasi satwa dari IPB University, Prof Ani Mardiastuti, menjelaskan kemunculan satwa langka yang semakin sering terlihat tidak selalu menandakan peningkatan populasi. Setidaknya ada tiga penyebab utama dari fenomena tersebut.

Salah satu penyebab utama, menurutnya, justru adalah fragmentasi dan penyusutan habitat yang membuat satwa lebih sering berpapasan dengan manusia.

“Satwa-satwa ini sebetulnya sudah ada, namun jumlahnya sedikit sehingga peluang untuk bertemu kecil. Namun, karena habitat hutan mereka kini menyusut, semakin sedikit, dan terfragmentasi, serta manusia semakin merangsek ke wilayah habitat mereka, satwa-satwa tersebut akhirnya lebih sering berpapasan dengan manusia,” ujar Prof Ani dikutip Selasa, 14 April 2026.

Kedua, selain faktor habitat, kemunculan satwa langka juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi deteksi yang semakin memudahkan peneliti menemukan keberadaan satwa di alam.

Berbagai teknologi kini digunakan dalam pemantauan satwa, seperti kamera trap yang mampu merekam aktivitas satwa pada malam hari menggunakan inframerah serta bioakustik untuk mendeteksi satwa malam seperti burung hantu melalui rekaman suara.

“Kecerdasan buatan (AI) mulai diterapkan dalam kedua teknologi ini untuk mempercepat identifikasi, misalnya dalam mengenali individu harimau dari belangnya atau membedakan suara burung dengan mencocokkan rekaman dengan perpustakaan suara internasional seperti Xeno-canto,” tambahnya.

Selain itu, teknologi drone juga dimanfaatkan untuk memonitor sarang burung berukuran besar seperti elang jawa, burung pemangsa, atau bangau di lokasi yang sulit dijangkau seperti tebing tinggi atau hutan mangrove.

Prof Ani juga menjelaskan bahwa kemunculan kembali satwa yang lama tidak terlihat sering berkaitan dengan ekspedisi khusus yang dilakukan para peneliti. Upaya ini bertujuan mencari spesies yang diperkirakan telah punah, yang dikenal sebagai “Lazarus Species”.

Ketika spesies langka ditemukan, para peneliti kemudian membantu pemerintah menentukan status konservasi dan tingkat kelangkaannya berdasarkan standar International Union for Conservation of Nature (IUCN) serta penyusunan National Red List untuk konteks Indonesia.

Ia menambahkan bahwa tantangan konservasi juga berkaitan dengan faktor sosial dan ekonomi. Salah satu contoh adalah penggunaan bagian tubuh burung cendrawasih untuk hiasan adat di Papua.

Menurutnya, masyarakat adat sebenarnya memiliki kesadaran konservasi, tetapi sering kali terdesak oleh kebutuhan ekonomi sehingga penegakan hukum tetap diperlukan.

Prof Ani berharap temuan spesies langka dapat memicu semangat para peneliti untuk terus melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia, meskipun pendanaan penelitian di bidang pencarian spesies masih menjadi tantangan di dalam negeri.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer