Connect with us

Serba Serbi

Pengumuman Lelang Bangunan Plaza Bogor dan Pasar Baru Bogor

Published

on

Pengumuman Lelang Bangunan Plaza Bogor dan Pasar Baru Bogor
Kolase bangunan Plaza Bogor dan Pasar Baru Bogor.


Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dengan perantara Pejabat Lelang pada KPKNL Bogor akan melaksanakan Lelang Non Eksekusi Wajib tanpa kehadiran peserta lelang dengan penawaran melalui aplikasi Lelang (Open Bidding) dengan objek yang akan dilelang berupa:
No. 1
Uraian Barang
Bangunan Plaza Bogor dan Pasar Baru Bogor

Nilai Limit (Rp)
6.688.000.000

Uang Jaminan (Rp)
3.344.000.000

Lokasi Obyek:
Jl. Suryakencana Nomor 3, Kelurahan Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor.

Luas Bangunan: Plaza Bogor 25.709 m2, Pasar Baru Bogor 26.232 m2.

PELAKSANAAN LELANG
Cara Penawaran
Open Bidding dengan mengakses URL atau laman https://lelang.go.id

Waktu Pelaksanaan dan Batas Akhir Penawaan
Jum’at, 28 November 2025 10.30 WIB (sesuai waktu server)

Waktu Penawaran
Sejak tayang pada aplikasi lelang sampai dengan batas akhir penawaran

Penetapan Pemenang
Setelah batas akhir penawaran

Tempat Pelaksanaan Lelang
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor. Jalan Veteran No. 45, Kota Bogor

Pelunasan Harga Lelang
5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang

Bea Lelang Pembeli
2% dari pokok lelang (harga terbentuk)

PELAKSANAAN AANWIJZING
Tanggal dan Waktu
Senin, 24 November 2025, pukul 09.00 WIB – selesai

Tempat:
Ruang Rapat RB Kantor Perumda Pasar Pakuan Jaya
Blok F Trade Center Lt.3 Jl. Dewi Sartika, Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor.

Keterangan
Bagi calon peserta yang tidak mengikuti pelaksanaan Aanwijzing dianggap telah mengikuti dan menyetujui persyaratan lelang yang berlaku

Persyaratan Lelang:
1. Peserta lelang adalah Badan Usaha dengan wajib memiliki dan mengunggah dokumen-dokumen dalam 1 (satu) file) pada website https://www.lelang.go.id sebagai berikut:
a. Nomor Induk Berusaha (NIB)
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
c. KTP Direktur
d. Surat Kuasa apabila diwakilkan (dengan materai Rp 10.000)
e. Memiliki SBU Konstruksi KBLI 43110 (Pembongkaran)
f. Memiliki Sertifikast ISO 14001:2015 Environmental Management System
g. Memiliki Sertifikast ISO 45001:2018 Safety Management System
h. Memiliki Tenaga Ahli Pelaksanaan Pembongkaran Bangunan
i. Memiliki Tenaga Ahli K3 Konstruksi yang dikeluarkan oleh BNSP atau Kemnaker RI
j. Menyampaikan surat pernyataan kesanggupan yang dapat diunduh di https://s.id/SuratPernyataanLelangKPKNL ditandatangani diatas materai Rp.10.000

2. Peserta lelang wajib menyetorkan uang jaminan penawaran lelang sebesar Rp. 3.344.000.000, yang harus sudah aktif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sebelum pelaksanaan lelang. Untuk mengantisipasi keterlambatan penerimaan uang jaminan lelang pada rekening penampung KPKNL Bogor akibat Mekanisme transfer perbankan (End of Day) yang dapat mengakibatkan kegagalan menjadi peserta lelang, dihimbau menyetorkan uang jaminan lelang lebih awal dan menghindari batas akhir waktu penyetoran.

3. Peserta yang memenuhi syarat-syarat pada angka 1 (satu) dan 2 (dua) di atas berhak melakukan penawaran (bidding).

4. Dalam hal penyetoran uang jaminan berupa transfer atau pemindahbukuan nama pemilik rekening harus sama dengan peserta lelang (pemilik akun lelang). Segala biaya yang timbul akibat mekanisme perbankan ditanggung oleh peserta lelang.

5. Peserta lelang yang disahkan sebagai pemenang lelang wajib melunasi harga pokok lelang (harga terbentuk) dan Bea Lelang Pembeli (2%) ke rekening Bendahara Penerimaan KPKNL (sesuai Virtual Account peserta lelang).

6. Kegiatan pasca lelang berupa pembongkaran bangunan hasil lelang oleh pemenang lelang dilakukan setelah melunasi harga pokok lelang (harga terbentuk), bea lelang, dan pembayaran uang jaminan pelaksanaan disertakan bukti pelunasan penyetoran serta diberikan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

7. Informasi lengkap terkait ruang lingkup Pekerjaan akan dijelaskan pada saat Aanwijzing.

8. Waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.

9. Pemenang lelang wajib membayar uang jaminan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) yang dibayarkan melalui rekening Bank BJB Cabang Bogor nomor: 0009077286001 a.n Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Keterangan:
– Objek lelang (barang/gedung) dijual dalam kondisi apa adanya (“As Is”). Peserta lelang dianggap telah sungguh-sungguh mengetahui dan memahami kondisi objek yang ditawar. Apabila di kemudian hari terdapat kekurangan/kerusakan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, penawar/pemenang lelang tidak berhak untuk menolak atau menarik diri kembali setelah pembelian disahkan, dan dengan ini melepaskan segala hak untuk meminta kerugian atau mengajukan tuntutan dalam bentuk apapun.

– Karena satu dan lain hal, pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dan atau KPKNL Bogor/Pejabat Lelang dapat melakukan pembatalan terhadap pelaksanaan lelang, dan pihak-pihak berkepentingan/peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan/keberatan dalam bentuk apapun kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dan atau KPKNL Bogor/Pejabat Lelang.

– Jika dinyatakan sebagai Pemenang Lelang, Pemenang Lelang wajib melakukan pelunasan harga lelang dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang. Apabila Pemenang Lelang tidak melakukan pelunasan sesuai batas waktu tersebut, maka akan dinyatakan Wanprestasi. Uang jaminan lelang akan disetorkan sepenuhnya ke kas negara dan tidak dapat diambil kembali.

– Pengembalian Uang Jaminan Lelang bagi peserta yang tidak memenuhi syarat atau yang dinyatakan kalah, akan dilaksanakan setelah pelaksanaan lelang berakhir.

– Calon peserta lelang dapat melihat gedung/barang yang akan dilelang pada saat Rapat Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) atau peninjauan lapangan (Site Visit) pada tanggal 24-25 November 2025 pk. 10.00-15.30 WIB.

– Dalam hal adanya kekurangan dokumen persyaratan diberikan kesempatan untuk melengkapi sampai dengan tanggal 27 November 2025 pk. 14.30 WIB melalui email Panitia ke info@pasarpakuanjaya.co.id.

– Kelalaian dalam melengkapi pemenuhan dokumen persyaratan pada laman lelang.go.id dan/atau email panitia menjadi tanggung jawab calon peserta/pembeli.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Lelang Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Telp. 0251-8330313 / 0811-1002-059 (Whastapp) atau KPKNL Bogor Jl. Veteran No.45, Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Bogor, 20 November 2025
ttd
Panitia Lelang

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Published

on

By

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan
‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani saat memaparkan potensi wilayah yakni Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya Kali Baru. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, memiliki potensi wisata yang kini terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya di Kali Baru, yang dinilai memiliki daya tarik tinggi.

‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani, mengatakan bahwa potensi tersebut hingga saat ini masih terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

‎“Potensi wilayah kita mempunyai Wahana Ngalun di Bendung Katulampa. Sampai saat ini masih terus kita kembangkan,” ujar Deni kepada awak media, Rabu, 15 April 2026.

‎Menurutnya, keberadaan wahana tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, meski pengelolaannya saat ini masih dilakukan oleh komunitas.

‎“Dari sisi ekonomi selama ini sudah berjalan dan itu sangat membantu masyarakat. Tetapi memang pengelolaannya masih sebatas di-handle oleh teman-teman komunitas,” jelasnya.

‎Baca juga: Pemkot Bogor Kucurkan Rp51 Miliar untuk Rehabilitasi Tahap II GOR Pajajaran

Ke depan, pihak kelurahan berharap adanya intervensi dari pemerintah, baik dalam hal penataan, tata kelola, maupun pengembangan fasilitas penunjang lainnya agar potensi tersebut bisa lebih maksimal.

‎“Harapannya tentu ada intervensi dari pemerintah, termasuk dalam tata kelola dan lainnya,” ungkapnya.

‎Selain itu, pihaknya juga berencana melibatkan warga lokal secara langsung dalam pengelolaan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Kita ingin ke depan membentuk pengelolaan oleh warga lokal, supaya tata kelolanya lebih baik dan benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Deni menegaskan, dengan lokasi yang strategis, Wahana Ngalun di Katulampa memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

‎Deni berharap, ke depan potensi ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat budaya dan keterlibatan masyarakat sekitar.

‎“Harapannya ke depan bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, sehingga memberikan dampak manfaat yang lebih luas,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat

Published

on

By

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Perjalanan udara dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama akibat perubahan tekanan dan kondisi kabin yang kering. Karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum dan selama penerbangan menjadi hal penting agar tetap nyaman.

“Keluhan yang paling sering itu nyeri telinga, terutama kalau kita sedang tidak fit atau merasa pilek,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Citra Ariani dikutip Rabu, 15 April 2026.

Dalam tayangan IPB Pedia di IPB TV, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran adanya ketidakseimbangan tekanan udara antara bagian dalam dan luar telinga.

Baca juga: Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Selain nyeri telinga, penumpang juga kerap mengalami pusing, mual, atau mabuk perjalanan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipicu oleh dehidrasi maupun faktor psikologis.

“Bisa karena dehidrasi dan juga tekanan psikologis, misalnya bagi orang yang belum terbiasa naik pesawat dan merasa takut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi darurat di pesawat memang jarang terjadi. Namun, beberapa kasus seperti serangan jantung tetap mungkin terjadi meski tidak umum.

Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum terbang menjadi hal penting. Sejalan dengan itu, Citra menyarankan penerapan pola hidup sehat sebelum dan selama perjalanan.

“Tidur cukup, makan secukupnya, dan tetap beraktivitas fisik itu sangat membantu agar tubuh tetap fit,” katanya.

Baca juga: Rendam Kaki Air Hangat Bantu Redakan Migrain, Ini Mekanismenya

Penumpang juga disarankan tidak duduk terlalu lama. Lakukan peregangan ringan atau berjalan sejenak di kabin untuk membantu sirkulasi darah.

“Kita bisa lakukan senam sederhana supaya kaki tetap memompa darah kembali ke jantung,” tambah Citra.

Hal penting lainnya adalah menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi air putih secara cukup selama penerbangan dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko pusing maupun kelelahan.

Citra mengatakan, dengan persiapan yang baik dan kebiasaan sederhana tersebut, perjalanan udara dapat tetap aman dan nyaman. Ia mengingatkan agar setiap penumpang menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama perjalanan sehari-hari.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Published

on

By

Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya
Badak bercula satu, spesies hewan langka. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Belakangan ini masyarakat semakin sering mendengar kabar kemunculan satwa langka di berbagai wilayah. Fenomena tersebut kerap dianggap sebagai tanda bahwa kondisi alam mulai membaik. Namun, para ahli konservasi mengingatkan bahwa kemunculan satwa langka belum tentu berarti ekosistem sudah pulih.

Pakar konservasi satwa dari IPB University, Prof Ani Mardiastuti, menjelaskan kemunculan satwa langka yang semakin sering terlihat tidak selalu menandakan peningkatan populasi. Setidaknya ada tiga penyebab utama dari fenomena tersebut.

Salah satu penyebab utama, menurutnya, justru adalah fragmentasi dan penyusutan habitat yang membuat satwa lebih sering berpapasan dengan manusia.

“Satwa-satwa ini sebetulnya sudah ada, namun jumlahnya sedikit sehingga peluang untuk bertemu kecil. Namun, karena habitat hutan mereka kini menyusut, semakin sedikit, dan terfragmentasi, serta manusia semakin merangsek ke wilayah habitat mereka, satwa-satwa tersebut akhirnya lebih sering berpapasan dengan manusia,” ujar Prof Ani dikutip Selasa, 14 April 2026.

Kedua, selain faktor habitat, kemunculan satwa langka juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi deteksi yang semakin memudahkan peneliti menemukan keberadaan satwa di alam.

Berbagai teknologi kini digunakan dalam pemantauan satwa, seperti kamera trap yang mampu merekam aktivitas satwa pada malam hari menggunakan inframerah serta bioakustik untuk mendeteksi satwa malam seperti burung hantu melalui rekaman suara.

“Kecerdasan buatan (AI) mulai diterapkan dalam kedua teknologi ini untuk mempercepat identifikasi, misalnya dalam mengenali individu harimau dari belangnya atau membedakan suara burung dengan mencocokkan rekaman dengan perpustakaan suara internasional seperti Xeno-canto,” tambahnya.

Selain itu, teknologi drone juga dimanfaatkan untuk memonitor sarang burung berukuran besar seperti elang jawa, burung pemangsa, atau bangau di lokasi yang sulit dijangkau seperti tebing tinggi atau hutan mangrove.

Prof Ani juga menjelaskan bahwa kemunculan kembali satwa yang lama tidak terlihat sering berkaitan dengan ekspedisi khusus yang dilakukan para peneliti. Upaya ini bertujuan mencari spesies yang diperkirakan telah punah, yang dikenal sebagai “Lazarus Species”.

Ketika spesies langka ditemukan, para peneliti kemudian membantu pemerintah menentukan status konservasi dan tingkat kelangkaannya berdasarkan standar International Union for Conservation of Nature (IUCN) serta penyusunan National Red List untuk konteks Indonesia.

Ia menambahkan bahwa tantangan konservasi juga berkaitan dengan faktor sosial dan ekonomi. Salah satu contoh adalah penggunaan bagian tubuh burung cendrawasih untuk hiasan adat di Papua.

Menurutnya, masyarakat adat sebenarnya memiliki kesadaran konservasi, tetapi sering kali terdesak oleh kebutuhan ekonomi sehingga penegakan hukum tetap diperlukan.

Prof Ani berharap temuan spesies langka dapat memicu semangat para peneliti untuk terus melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati Indonesia, meskipun pendanaan penelitian di bidang pencarian spesies masih menjadi tantangan di dalam negeri.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer