Berita
Peran Kontrol Hormonal Reproduksi Ikan Dorong Keberlanjutan Produksi Akuakultur
KlikBogor – Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Agus Oman Sudrajat, menegaskan bahwa kontrol hormonal reproduksi ikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor akuakultur di Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi lahan perikanan budidaya (akuakultur) sekitar 18 juta hektare, yang terdiri atas 2,96 juta hektare air payau, 2,83 juta hektare air tawar, dan 12,12 juta hektare air laut. Namun, pemanfaatan lahan tersebut baru mencapai sekitar 6 persen.
Produksi akuakultur nasional terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2020, produksi mencapai 14,8 juta ton dan meningkat menjadi 15,8 juta ton pada 2024.
Produksi pembesaran ikan konsumsi juga naik dari 5,8 juta ton pada 2023 menjadi 6 juta ton pada 2024, diikuti peningkatan produksi benih dari 186 miliar ekor menjadi 188 miliar ekor. Sementara produksi akuakultur ikan hias meningkat dari 1,51 miliar ekor menjadi 1,58 miliar ekor pada 2024.
Menurut Prof. Agus, produksi akuakultur yang ditargetkan terus meningkat dari tahun ke tahun, menuntut ketersediaan benih dengan jumlah, kualitas, waktu yang tepat, dan berkelanjutan.
“Akuakultur modern sebagian besar bergantung pada benih hasil reproduksi untuk konsistensi yang baik, tingkat keberlangsungan hidup, dan pengendalian genetik,” kata Prof. Agus saat pemaparan materi pra orasi ilmiah yang digelar secara daring, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menambahkan, spesies ikan yang dipelihara di penangkaran menunjukkan beberapa tingkat disfungsi reproduksi. Penyebabnya, yaitu stres, keterbatasan ruang pemeliharaan, dan tidak adanya sinyal lingkungan yang sesuai untuk reproduksi.
“Akibatnya pelepasan GnRH (hormon pelepas gonadotropin) tidak tepat dan penekanan sekresi FSH (hormon perangsang folikel) dan LH (hormon luteinizing), sehingga terjadi disfungsi reproduksi,” katanya.
Ia mengatakan, kontrol reproduksi ikan dalam penangkaran dapat dilakukan melaluia manipulasi lingkungan, seperti fotoperiod, suhu air atau substrat pemijahan.
Namun, ekobiologi beberapa ikan tidak diketahui dengan baik, atau tidak praktis atau bahkan tidak mungkin untuk mensimulasikan parameter lingkungan yang dibutuhkan untuk kinerja reproduksi alami, misalnya, migrasi pemijahan, kedalaman, dan hidrolika sungai.
Selanjutnya pada ikan tropis umumnya memiliki karakteristik bereproduksi di musim hujan dan sedikit atau bahkan tidak bereproduksi di musim kemarau, karena peningkatan suhu. Hal ini menyebabkan benih tidak diproduksi di musim kemarau.
Untuk itu, lanjut Prof. Agus, induksi maturasi adalah upaya mengatasi disfungsi reproduksi jenis pertama yaitu ikan tidak mampu melakukan maturasi (gametogenesis).
Induksi maturasi berhasil dilakukan dengan kombinasi utama hormon PMSG+antidopamin (Oodev) yang mampu mempercepat maturasi pada ikan budidaya minimal 2 kali lipat dan reproduksi di musim kemarau.
Pada udang, induksi maturasi mempercepat reproduksi dan menjadi alternatif ablasi mata yang melanggar animal welfare.
Induksi maturasi juga mempercepat reproduksi ikan domestikasi, sehingga mempercepat upaya budidaya, dan menginduksi reproduksi.
“Induksi maturasi final merupakan upaya untuk mengatasi disfungsi reproduksi jenis kedua dan ketiga yaitu ikan berhasil melakukan gametogenesis namun gagal melakukan ovulasi atau spermiasi dan pemijahan,” katanya.
Induksi maturasi dengan hormon LHRHa+AD+AI+PGF2α+Oxytocin (Spawnprim) mampu mempercepat proses maturasi final dan pemijahan alami ikan budidaya dengen kinerja reproduksi tanpa merusak organ reproduksi.
Penghambatan hormonal reproduksi dengan hormon dopamin dan medroxyprogesterone mampu menunda reproduksi hingga ukuran induk mencapai ukuran normal untuk melakukan reproduksi agar produksi dan kualitas benih meningkat.
Sedangkan kontrol hormonal reproduksi ikan mampu mempercepat dan memperpendek periode reproduksi ikan, meningkatkan jumlah dan kualitas benih, mempercepat proses domestikasi dan menghambat reproduksi yang tidak diinginkan.
“Oleh karena itu, kontrol hormonal reproduksi berperan strategis dalam meningkatkan dan keberlanjutan produksi akuakultur,” pungkasnya.
(rls/hrs)
Berita
404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
KlikBogor – Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Sebanyak 404 siswa dari 23 negara akan mengikuti kompetisi matematika dan sains untuk jenjang sekolah dasar (SD).
Peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Lao People’s Democratic Republic, Malaysia, Mongolia, Morocco, Nepal, Philippines, Singapore, South Africa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, United States of America, Uzbekistan, dan Vietnam.
IMSO-23 digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.
KPM berperan sebagai pelaksana kegiatan, sementara dukungan Kemendikdasmen merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta matematika dan sains sejak jenjang SD, memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat internasional, serta memperkuat budaya prestasi di Indonesia.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah
Raden Ridwan Hasan Saputra, selaku Chairman International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), yang juga Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah), sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berharap penyelenggaraan IMSO ke-23 di Indonesia tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan.
IMSO merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar bidang matematika dan sains untuk siswa SD yang diselenggarakan sejak 2003. Peserta akan diuji berdasarkan pemahaman teori, serta eksplorasi dan eksperimen, yang menguji kemampuan penalaran, pemecahan masalah, serta penerapan konsep Matematika dan Sains.
Indonesia mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia, terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.
Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Mereka terpilih melalui proses seleksi nasional yang dilaksanakan secara ketat dalam tiga tahap untuk mewakili Indonesia pada IMSO-23.
Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari
Adapun rangkaian IMSO akan berlangsung di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi), Depok, Jawa Barat.
Sementara Opening Ceremony, Cultural Night dan Closing Ceremony akan dilaksanakan di PPSDM Kemendikdasmen (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia), Depok, Jawa Barat.
Diawali dengan Opening Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan STEM Presentation, kompetisi Matematika dan Sains, serta berbagai kegiatan kebersamaan dan pertukaran budaya.
Para peserta juga akan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai bagian dari agenda pengenalan budaya dan keberagaman Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Closing & Awarding Ceremony, yang menjadi momen pengumuman dan penghargaan bagi para peserta berprestasi.
Sebagai tuan rumah, Indonesia berkesempatan memperkenalkan potensi pendidikan dan talenta peserta didik kepada dunia, sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional dan memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda Indonesia.
(rls/hrs)
Berita
Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah
KlikBogor – Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para wali kota dan delegasi yang hadir.
Sesuai tema “Climate and Urban Resilience”, ia menyampaikan berbagai langkah dan tahapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga serta memperbaiki lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan persampahan.
Baca juga: Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula
Wali Kota juga memperkenalkan seorang anak muda berusia 31 tahun yang memiliki perusahaan Rekosistem dalam pengelolaan sampah, yang kini berkolaborasi menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor.
“Dalam climate dan tentang ketangguhan kota, harus ada peran-peran generasi muda. Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah. Kemudian kami juga menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat dan harga yang ditawarkan lebih tinggi ketika warga menurunkan sampahnya di sini,” ucap Dedie Rachim dalam sambutannya di Balai Kota Bogor, Senin, 28 September 2026 malam.
Ia menambahkan, dengan apa yang sudah dilakukan Kota Bogor, juga membuka peluang agar praktik tersebut dapat diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.
Selain di sektor hulu, di sektor hilir Kota Bogor juga sudah tidak menerapkan sistem open dumping, melainkan sejak beberapa tahun lalu telah melakukan controlled landfill dan saat ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Apa yang dilakukan Kota Bogor ini juga diapresiasi oleh APEKSI yang akan membawa praktik baik tersebut ke kota-kota lain di Indonesia. Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, apa yang dilakukan Kota Bogor sangat menginspirasi.
Baca juga: JPO Bakal Dibangun, PKL Jalan MA Salmun Diminta Berpindah ke Pasar
Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan dan diikutsertakan dalam membantu serta berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup.
“Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh,” katanya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.
“25 kota ini datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik,” ujar Alwis.
Berbagai program yang ada di Kota Bogor dapat diadopsi oleh kota-kota lain, seperti keberadaan Waste Station serta langkah Pemkot Bogor dalam menangani dan mengolah sampah. Terlebih, saat ini Kota Bogor sedang berproses membangun PSEL yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula
KlikBogor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Bawaslu Goes To School yang digelar pada Senin, 28 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Bogor mengunjungi SMK Ranti Mula untuk berdiskusi bersama para siswa dan siswi mengenai demokrasi, kepemiluan, serta peran penting generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Bogor dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada pelajar sebagai calon pemilih dan pemilih pemula.
Melalui dialog interaktif tersebut para peserta diajak untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi sebagai sarana menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.
Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari
Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna menjelaskan, tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan.
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi.
Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa hak pilih merupakan bagian penting dari hak konstitusional yang perlu digunakan dengan bijak ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Selain memiliki hak, Salman juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan pendapat, serta berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga: Pohon Tumbang di Baranangsiang Bogor, 4 Orang Terluka
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni, memberikan motivasi kepada para siswa untuk membangun mentalitas yang kuat dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui kegiatan Bawaslu Goes To School, Bawaslu Kota Bogor berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada masa yang akan datang.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
