Connect with us

Serba Serbi

Urus Paspor di Balai Kota, Warga Bogor Ini Dapat Paspor Gratis

Published

on

Urus Paspor di Balai Kota, Warga Bogor Ini Dapat Paspor Gratis
Kirana Aji Saputra menerima paspor gratis dalam layanan Paspor Simpatik yang digelar di Balai Kota Bogor, Sabtu, 13 Juni 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Kirana Aji Saputra (36) saat mengikuti layanan Paspor Simpatik yang digelar Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor di Balai Kota Bogor. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Kirana awalnya datang untuk mengurus penggantian paspor yang masa berlakunya telah habis sejak Januari 2025. Ia mengaku mengetahui informasi layanan paspor tersebut melalui media sosial Instagram Imigrasi Bogor.

“Saya dapat informasi dari Instagram Imigrasi Bogor bahwa dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-544 ini ada program (layanan paspor) dari Imigrasi Bogor di hari weekend. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari saya di Cibinong. Jadi saya sempatkan kesempatan ini,” ujar Kirana, Sabtu, 13 Juni 2026.

Baca juga: Berani Tampil di Depan Menteri, Syafa dapat Dukungan Pendidikan

Kirana mengaku paspor tersebut akan digunakan untuk mendukung rencananya berwisata ke Jepang dalam waktu mendatang. Namun, kedatangannya ke Balai Kota ternyata membawa kejutan yang tidak disangka-sangka.

Saat masih dalam perjalanan menuju lokasi, ia dihubungi petugas Imigrasi untuk memastikan waktu kedatangannya. Sesampainya di Balai Kota, Kirana justru mendapat kabar bahwa dirinya menjadi penerima paspor gratis khusus di HJB yang jatuh pada 3 Juni.

“Ternyata setelah sampai di Balaikota, saya langsung dihubungi bahwa ada program giveaway dari Imigrasi Bogor dan Wali Kota Bogor. Yang ulang tahun di tanggal 3 Juni berhak mendapat paspor gratis,” katanya.

Baca juga: Meriahkan HJB, Imigrasi Bogor Buka Layanan 544 Paspor di Balaikota

Keberuntungan tersebut menjadi momen yang membahagiakan bagi Kirana. Pasalnya, ia mengaku sebelumnya telah melakukan pendaftaran dan pembayaran untuk penggantian paspor.

“Sebenarnya kemarin saya sudah daftar dan bayar. Sekarang diberi kesempatan untuk paspor gratis, saya bersyukur sekali menjadi orang yang beruntung. Terima kasih kepada Imigrasi Bogor dan Wali Kota Bogor,” ungkapnya.

Layanan Paspor Simpatik ini menargetkan kuota 544 paspor sesuai dengan perayaan Hari Jadi Bogor ke-544.

(hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Trase Baru Batutulis Dievaluasi: Ada Usulan Penambahan Lahan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Mengenal Buaya Muara dan Buaya Air Tawar, Mana yang Pemalu dan Agresif?

Published

on

By

Mengenal Buaya Muara dan Buaya Air Tawar, Mana yang Pemalu dan Agresif?
Pakar IPB University Prof Burhanuddin Masyud. Dok. IPB University

KlikBogor – Bagi sebagian orang, buaya identik dengan satwa buas yang menakutkan. Namun, tidak semua buaya memiliki karakter yang sama.

Di Indonesia, setidaknya terdapat dua jenis buaya yang paling dikenal masyarakat, yakni buaya muara (Crocodylus porosus) dan buaya air tawar atau buaya siam (Crocodylus siamensis).

Meski sekilas tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mencolok dari segi habitat, ukuran tubuh, hingga perilakunya.

Baca juga: Angkot Usia di Atas 20 Tahun di Kota Bogor Bakal Disetop Operasi

Bertepatan dengan Hari Buaya Sedunia yang diperingati setiap 17 Juni, Pakar IPB University Prof Burhanuddin Masyud mengurai perbedaan buaya muara dan buaya air tawar.

“Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis buaya yang tinggi. Setidaknya terdapat lima jenis buaya yang telah teridentifikasi, meskipun sejumlah pakar menyebut jumlahnya bisa lebih banyak,” ujar Prof Burhanuddin dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Beda Habitat, Beda Karakter

Prof Burhanuddin menjabarkan, buaya muara umumnya hidup di sungai, muara, pesisir pantai, dan perairan payau.

Spesies ini memiliki tubuh lebih besar dengan panjang mencapai 5–7 meter dan bobot hingga lebih dari satu ton.

Moncongnya lebar dan kuat serta dikenal sebagai predator puncak yang teritorial dan berpotensi membahayakan manusia.

“Buaya muara aktif berenang, jantan dewasa lebih dominan dan agresif, serta memiliki wilayah kekuasaan yang kuat,” jelasnya.

Baca juga: Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Sementara itu, buaya air tawar lebih banyak ditemukan di rawa, sungai, dan danau air tawar yang jauh dari pengaruh laut.

Ukuran buaya ini lebih kecil, umumnya memiliki panjang 1,5–2,5 meter dengan moncong yang lebih ramping berbentuk huruf “V”.

“Buaya air tawar cenderung lebih tenang, pemalu, dan menghindari manusia. Perilaku menyerang biasanya terjadi ketika satwa tersebut terdesak atau mempertahankan diri,” tambahnya.

Satwa Dilindungi

Prof Burhanuddin menjelaskan, baik buaya muara maupun buaya air tawar termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia. Namun, kondisi keduanya berbeda.

Buaya muara berstatus least concern menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN), sedangkan buaya air tawar berstatus critically endangered atau kritis.

Baca juga: Urus Paspor di Balai Kota, Warga Bogor Ini Dapat Paspor Gratis

Ia menegaskan bahwa lembaga konservasi, kebun binatang, dan penangkaran memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian populasi buaya.

Selain menjadi cadangan plasma nutfah, penangkaran juga dapat mengurangi tekanan perburuan di alam serta mendukung program pelepasliaran.

“Keberhasilan penangkaran dapat menjadi sistem pendukung penting bagi konservasi buaya di habitat alaminya sekaligus mendukung pemanfaatan yang berkelanjutan,” tuturnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

IPB RUN 2026 jadi Salah Satu Event Lari Terbesar dan Paling Berkesan di Bogor

Published

on

By

IPB RUN 2026 jadi Salah Satu Event Lari Terbesar dan Paling Berkesan di Bogor
Sejumlah peserta lari tengah meninggalkan garis start IPB RUN 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – IPB RUN 2026 berhasil menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 6-7 Juni 2026 dengan capaian yang membanggakan. Mengusung tema “Lestari untuk Bumi”, ajang lari yang diselenggarakan oleh IPB University ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan olahraga, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang positif bagi masyarakat.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan strategis dari Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang berperan sebagai mitra utama dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan. Dukungan tersebut memungkinkan tersedianya berbagai fasilitas dan layanan yang menunjang kenyamanan serta keamanan ribuan peserta yang mengikuti perlombaan.

Dari aspek partisipasi masyarakat, IPB RUN 2026 menghadirkan suasana yang semarak sepanjang lintasan. Antusiasme sivitas akademika IPB University, komunitas lari, warga sekitar, serta berbagai elemen masyarakat menciptakan atmosfer yang positif dan mendukung jalannya perlombaan dari awal hingga akhir.

Dari sisi operasional, penyelenggaraan acara berlangsung secara tertib dan terkoordinasi. Panitia bersama tim marshal yang bertugas di berbagai titik strategis berhasil memastikan seluruh peserta dapat mengikuti rute perlombaan dengan aman dan lancar. Koordinasi yang baik antarpetugas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan kegiatan berskala besar tersebut.

Baca juga: Pansus DPRD Kota Bogor Kebut Raperda Adminduk, Target Selesai Agustus

Rute perlombaan yang meliputi kategori 5K, 10K, Half Marathon (21K), dan Full Marathon (42K) juga menjadi salah satu daya tarik utama. Kombinasi antara lintasan yang menantang dan kawasan hijau Kampus IPB memberikan pengalaman berlari yang berbeda sekaligus memperkenalkan lingkungan kampus yang asri kepada para peserta dari berbagai daerah.

Selain itu, keberhasilan acara turut didukung oleh kontribusi para sponsor dan mitra strategis. Kehadiran lima bank Himbara bersama berbagai institusi dan perusahaan lainnya menunjukkan kuatnya dukungan dunia usaha terhadap pengembangan olahraga, pendidikan, serta kegiatan yang memiliki dampak sosial dan lingkungan yang luas.

IPB RUN 2026 juga menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat berhasil menciptakan sebuah kegiatan yang tidak hanya berkualitas dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi berbagai pemangku kepentingan.

Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, ajang ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan sivitas akademika dan alumni IPB University dari berbagai generasi. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang turut memperkuat semangat kebersamaan dan memperluas jejaring antaranggota komunitas.

Baca juga: Tips Aman Olahraga Lari saat Puasa, Ini Waktu Terbaik

Nilai tambah lainnya terletak pada tema “Lestari untuk Bumi” yang diusung dalam penyelenggaraan acara. Bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, IPB RUN 2026 menghadirkan pesan mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Perwakilan penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, khususnya para mitra dan sponsor, termasuk lima bank Himbara, yang memberikan dukungan signifikan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara.

Dengan berbagai capaian tersebut, IPB RUN 2026 tidak hanya mencatat keberhasilan sebagai ajang olahraga berskala besar, tetapi juga memperkuat posisi Bogor sebagai salah satu kota yang mampu menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olahraga berkualitas.

Keberhasilan tahun ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan IPB RUN pada tahun-tahun mendatang serta mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Published

on

By

Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi, Benarkah?
Ilustrasi pemeriksaan golongan darah. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Isu mengenai golongan darah O yang disebut lebih rentan mengalami kolesterol tinggi kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Lalu, benarkah anggapan tersebut?

Menurut dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Christy Efiyanti, hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan pasti.

“Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” ujar Christy dikutip Kamis, 11 Juni 2026.

Ia lanjut menjelaskan, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Pasalnya, kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang lebih kompleks dibandingkan golongan darah semata.

Baca juga: Benarkah Durian Pemicu Kolesterol? Ini Penjelasan Pakar IPB

Ia menegaskan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.

Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Selain itu, sejumlah kondisi medis juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid.

Baca juga: Perawatan Luka Diabetes untuk Cegah Infeksi dan Amputasi

Faktor genetik juga berperan, salah satunya pada kasus familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.

“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” tambah Christy yang juga spesialis Ilmu Penyakit Dalam.

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, ia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat tanpa terlalu berfokus pada golongan darah yang dimiliki.

Adapun langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.

Christy juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer