Connect with us

Serba Serbi

Peneliti IPB Temukan Enzim Penangkal Penyakit Layu Tanaman

Published

on

Peneliti IPB Temukan Enzim Penangkal Penyakit Layu Tanaman

KlikBogor – Dosen dan peneliti di Departemen Biologi IPB University, Dr Nisa Rachmania berhasil menemukan solusi alami untuk mengatasi patogen penyebab penyakit layu pada tanaman.

Ia menemukan enzim khusus yang mampu menghambat pertumbuhan fungi atau cendawan perusak tanaman, Fusarium oxysporum.

Fusarium oxysporum adalah musuh utama petani karena hidup di tanah dan menyebabkan penyakit layu pembuluh pada banyak tanaman pangan, seperti pisang, tomat, cabai, semangka, ubi, hingga kubis,” jelas Nisa dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.

Baca juga: Sirih Merah Berpotensi jadi Bahan Kosmetik Lokal Pencerah Kulit

Ia menambahkan, selama ini pengendalian fungi sering kali menggunakan bahan kimia yang kurang ramah lingkungan. Sebagai penawar atas problem tersebut, Nisa menemukan enzim bernama β-1,3-glukanase.

Enzim temuannya bekerja dengan cara merusak dinding sel jamur Fusarium, sehingga jamur tidak bisa tumbuh optimal dan menyerang tanaman.

“Karena berasal dari mikroorganisme alami, yakni bakteri Bacillus subtilis W3 15, enzim ini menjadi alternatif biofungisida atau pembasmi fungi alami yang jauh lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan bahan kimia sintetis,” paparnya.

Baca juga: Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan

Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor untuk produk enzim sejenis. Nisa menyebutkan bahwa penemuan ini memiliki peluang emas bagi industri biofungisida di Indonesia.

“Penemuan ini membuka peluang besar bagi industri dalam negeri untuk memproduksi biofungisida sendiri dengan biaya lebih efisien, memanfaatkan mikroorganisme asli Indonesia yang sudah cocok dengan kondisi lingkungan kita, mengurangi residu kimia pada produk pertanian, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Saat ini, temuan tersebut sudah dipatenkan dan siap untuk dikembangkan lebih lanjut agar bisa diproduksi secara massal untuk membantu para petani di Indonesia.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

DPRD Vs Pemkot jadi Laga Pembuka Wali Kota Bogor Cup 2026

Published

on

By

DPRD Vs Pemkot jadi Laga Pembuka Wali Kota Bogor Cup 2026
Tim DPRD Kota Bogor saat bertanding dengan tim Pemkot Bogor dalam laga pembuka turnamen mini soccer Wali Kota Bogor Cup 2026 di Taman Manunggal, Sabtu, 1 Agustus 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuka turnamen mini soccer Wali Kota Bogor Cup 2026 di Lapangan Taman Manunggal, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pada laga pembukaan, tim Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor berhadapan dengan tim Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang digelar oleh Metropolitan dalam rangka memperingati HUT ke-15.

“Menurut saya ini event yang menarik,” ucap Dedie Rachim.

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Enzim Penangkal Penyakit Layu Tanaman

Dedie Rachim menilai pertandingan laga pembukaan menjadi bagian dari ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan dan persahabatan antara jajaran Pemkot Bogor dengan DPRD Kota Bogor.

“Jadi buat teman-teman ASN, teman-teman DPRD ini refreshing. Kalau ketemu kan selalu dalam posisi serius. Nah sekali-sekali lebih rileks,” ungkapnya.

Baca juga: Kota Bogor Kini Miliki Akademi Sepak Bola dari Jerman

Sementara itu, CEO Metropolitan, Hazairin Sitepu menyampaikan bahwa turnamen ini selain memperingati HUT ke-15 Metropolitan, juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semoga kompetisi ini memberikan manfaat bagi para peserta dan masyarakat untuk juga mengikuti kompetisi ini melalui media sosial. Intinya tujuannya adalah sehat bersama, gembira bersama, healthy together, happy together,” ucapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Stop Tawuran, Ukir Prestasi Lewat Gladiator Bogor Arena

Published

on

By

Stop Tawuran, Ukir Prestasi Lewat Gladiator Bogor Arena
Dua peserta tengah bertanding di ring tinju Gladiator Bogor Arena II Boxing 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Gladiator Bogor Arena II Boxing 2026 digelar di GOR Indoor Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, Sabtu 1 Agustus 2026. Ajang yang diikuti 156 peserta tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, energi, dan semangat kompetisi secara positif sekaligus menjauhkan mereka dari aksi tawuran dan penyalahgunaan narkoba.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor mendorong anak-anak Kota Bogor untuk berprestasi di bidang olahraga bela diri, khususnya tinju. Ia juga turut mengampanyekan gerakan stop tawuran dan melawan narkoba melalui prestasi.

“Alhamdulillah Gladiator Bogor Arena yang sebelumnya dilaksanakan di Pakansari (saat GOR Pajajaran dalam tahap rehabilitasi), tahun ini bisa dilaksanakan di GOR Pajajaran dan diikuti oleh 156 peserta,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya.

Baca juga: FMP 2026 Resmi Dibuka, 17 Agenda Siap Semarakkan Bulan Kemerdekaan

Kegiatan ini, imbuh Dedie Rachim menjadi ajang untuk membuktikan bahwa melalui olahraga bela diri, anak-anak Kota Bogor dapat mengukir prestasi.

“Jadi stop tawuran, tidak ada gunanya. Tawuran itu cuma dua, luka masuk rumah sakit meninggal atau dipenjara,” katanya.

Ia juga mengatakan, dengan adanya ajang ini, anak-anak Kota Bogor bisa lebih fokus menyalurkan energi dan potensinya melalui kegiatan positif.

Gladiator Bogor Arena ini diselenggarakan oleh Yayasan Catatan Akhir Sekolah bersama Pertina dan Pemerintah Kota Bogor.

Baca juga: Polisi Ungkap 11 Kasus Tawuran di Kota Bogor Selama April-Juni, 32 Remaja Ditangkap

Wakil Ketua Umum Pertina Pusat, Jovan mengatakan bahwa pada dasarnya pihaknya ingin membina anak-anak muda Kota Bogor, secara umum Bogor Raya.

“Kita sangat concern dengan kejadian-kejadian tawuran. Daripada kamu tawuran di jalanan, mendingan kamu tanding beneran di ring tinju sini. Ada wasitnya jelas, ada prestasinya, ada penghargaannya, ada hadiahnya,” katanya.

Jovan menambahkan, para juara selanjutnya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk menjadi atlet tinjau baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami juga dari Pertina akan menjadikan calon-calon bibit unggul untuk bisa kami kembangkan menjadi calon atlet tingkat provinsi maupun nasional nantinya,” ujarnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Sirih Merah Berpotensi jadi Bahan Kosmetik Lokal Pencerah Kulit

Published

on

By

Sirih Merah Berpotensi jadi Bahan Kosmetik Lokal Pencerah Kulit
Daun sirih merah. Foto: Pixabay/mayapujiati

KlikBogor – Guru Besar Biokimia Nutrisi IPB University, Prof Mega Safithri, baru saja mengungkap potensi luar biasa dari tanaman sirih merah sebagai bahan alami pencerah kulit.

Penemuan ini diharapkan dapat menjadi terobosan besar untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku kosmetik impor yang selama ini mendominasi pasar.

Selama ini, banyak produk pencerah kulit masih mengandalkan bahan kimia impor seperti hidrokuinon atau arbutin. Padahal, bahan-bahan tersebut terkadang memiliki risiko efek samping. Sirih merah hadir sebagai alternatif yang lebih aman dan alami.

“Secara ilmiah, senyawa bioaktif dalam sirih merah terbukti memiliki kemampuan hebat, yaitu antioksidan kuat sehingga mampu melindungi kulit dengan menghambat kerusakan pada membran sel,” terang Prof Mega dikutip Jumat, 31 Juli 2026.

Baca juga: Pilih Buah Mengkal atau Matang? Kenali Kandungan Gula dan Manfaatnya

Selain itu, sirih merah terbukti mampu menghambat produksi melanin hingga 35 persen. Senyawa bioaktifnya bekerja langsung pada enzim kunci (tyrosinase) yang memicu produksi pigmen gelap dan pada uji seluler.

Bagi Prof Mega, penemuan ini bukan sekadar riset di laboratorium, tapi juga peluang strategis. Dengan tren masyarakat yang semakin menyukai konsep natural, halal, dan eco-beauty, kosmetik berbasis sirih merah memiliki potensi pasar yang sangat cerah.

Selain itu, tanaman ini sangat mudah dibudidayakan layaknya tanaman hias, asalkan ditempatkan di area yang teduh (tidak terkena sinar matahari langsung).

Baca juga: Kampoong Ecopreneur Dampingi Petani Leuwisadeng Menuju Pasar Ekspor Ubi Ungu 

Untuk memperoleh senyawa aktifnya, Prof Mega menjelaskan, daun sirih merah yang berumur 1–2 tahun terlebih dahulu disortasi, dicuci, dan dikeringkan selama sekitar 48 jam sebelum dihaluskan.

Serbuk daun tersebut kemudian diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 persen untuk menghasilkan ekstrak yang kaya senyawa bioaktif sebagai bahan alami pencerah kulit.

“Dengan memanfaatkan potensi lokal ini, Indonesia tidak hanya menghadirkan produk kecantikan yang aman dan berdaya saing global, tapi juga memperkuat kemandirian bahan baku kosmetik nasional,” tutupnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer