Berita
Jenal Mutaqin Gowes Bareng Komunitas, Soroti Parkir Liar di Jalur Sepeda
KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengikuti gowes santai bersama komunitas sepeda pada Jumat, 15 Mei 2026.
Gowes santai dimulai dari Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah dan berakhir di Kopi Nako Daur Baur, Jalan Binamarga 2, Kecamatan Bogor Timur.
Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan ini berawal dari banyaknya keluhan warga yang masuk melalui media sosial pribadinya saat mengunggah aktivitas bersepeda menuju kantor.
“Kegiatan gowes santai ini terinspirasi dari aspirasi masyarakat yang merespons postingan Instagram saya waktu bersepeda ke kantor. Mereka mengeluhkan hak-hak mereka justru terambil oleh parkir liar. Akhirnya mereka harus mengalah ke tengah jalan dan dimarahi kendaraan yang melaju kencang,” ujar Jenal.
Baca juga: Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam
Dalam perjalanan, Jenal mengaku masih menemukan kendaraan yang parkir di jalur sepeda. Namun, para pelanggar disebut langsung bergegas pergi ketika melihat rombongan pesepeda dalam jumlah besar melintas.
“Sepanjang perjalanan tadi ditemukan juga parkir liar. Mereka agak geram ketika melihat pengguna sepeda dalam jumlah banyak, lalu langsung bergegas pergi. Tapi kalau pesepeda perorangan memang agak susah,” ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun berencana menjadikan kegiatan gowes bersama komunitas sebagai agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak pengguna jalur sepeda.
“Ke depan mungkin dua minggu sekali atau bagaimana nanti kita komunikasikan lagi melalui grup,” ungkap Jenal.
Terkait pelanggaran penggunaan jalur sepeda, Jenal menegaskan bahwa sanksi sebenarnya sudah diatur dalam perda dan perwali berupa penggembokan hingga penderekan kendaraan yang melanggar.
“Di perda dan perwali sudah jelas ada sanksi administrasi seperti penggembokan dan penderekan ketika memang dilakukan pelanggaran,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi kendala dalam pengawasan jalur sepeda, terlebih pada masa libur panjang saat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) juga fokus mengatur rekayasa lalu lintas.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu penegakan aturan dengan melaporkan pelanggaran melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.
“Dengan laporan melalui media sosial itu lebih cepat direspons. Partisipasi publik sangat kita harapkan dalam penegakan perda,” katanya.
Baca juga: Mengayuh Koleksi Sepeda Onthel Ala ASN Bogor, Harganya Selangit!
Selain masalah parkir liar, Jenal juga menyoroti kondisi sejumlah jalur sepeda yang mulai rusak, seperti genangan air, marka yang memudar, hingga jalur yang terangkat akar pohon.
Langkah perbaikan jalur sepeda akan diupayakan melalui rencana kerja perangkat daerah (RKPD) perubahan dengan fokus pada jalur-jalur utama seperti Jalan Pajajaran, Otista, dan sistem satu arah (SSA).
“Insyaallah di RKPD perubahan saya coba berikan treatment terbaik untuk jalur-jalur sepeda yang sudah mulai memudar. Edukasi juga akan diperluas melalui plang larangan parkir,” tuturnya.
Selain berolahraga bersama, rombongan gowes juga melihat proses pengolahan dan daur ulang sampah.
“Sekalian kita belajar proses daur ulang sampah dari salah satu kafe di nako baur. Tadi kita lihat langsung prosesnya dan cukup menarik,” ucap Jenal memungkas.
(ckl/hrs)
Berita
Tebing di Belakang Eks Pabrik Tahu di Ciparigi Longsor
KlikBogor – Tebing di belakang bangunan bekas pabrik tahu di Kampung Neglasari II, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mengalami longsor pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan longsor tersebut terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026
Kejadian itu terjadi akibat tanah yang terus tergerus aliran Kali Cibuluh. Longsoran ini memiliki panjang sekitar 5 meter dengan tinggi mencapai 3 meter.
“Penyebab kejadian akibat tanah yang tergerus oleh Kali Cibuluh,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di belakang bangunan bekas pabrik tahu yang sudah tidak aktif. Kejadian itu mengakibatkan material longsoran menutup sebagian Kali Cibuluh.
BPBD Kota Bogor telah menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak kelurahan dan pengurus wilayah setempat.
“Assessment, dokumentasi, serta koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” katanya.
Baca juga: Longsor Susulan, Jembatan Warga di Pasirjaya Putus
BPBD Kota Bogor juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta evakuasi material longsor agar kondisi bantaran kali kembali aman.
“Saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi (material longsoran) oleh Keltana Ciparigi dan warga sekitar,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Jenal Mutaqin Pastikan Kedatangan Alat Berat dan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal pada Trase Baru
KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin memastikan pembangunan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor segera dimulai. Proses awal pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai besok dengan kegiatan loading atau pemuatan material dan penurunan alat berat di lokasi proyek.
“Trase baru insyaallah besok (15/5/2026) loading barang. Tadi pihak ketiganya dari provinsi kita telepon, mereka mulai besok melakukan loading barang, penurunan alat berat yang itu tentu warga masyarakat harus terinformasikan dan tersosialisasikan,” ujar Jenal usai mensosialisasikan pembangunan kepada masyarakat sekitar, Kamis, 11 Mei 2026.
Dalam pembangunan ini juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui rekrutmen tenaga kerja lokal. Hal tersebut, kata Jenal, merupakan arahan langsung dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat.
“Informasi dari Pak Kadis BMPR Provinsi kemarin juga sempat memberikan mandat langsung kepada saya untuk merekrut tenaga kerja lokal 15 sampai 20 orang secukupnya,” katanya.
Para penaga kerja yang direkrut nanti akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga, mulai dari pekerjaan kasar, kenek hingga tukang.
“Tapi disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki, entah itu kerja kasar, kenek, atau tukang. Saya rasa Pak RW dan Bu Lurah nanti dan Pak Camat kita tugaskan untuk mendata orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan,” imbuhnya.
Pembangunan alih trase jalan ini ditargetkan dapat selesai dan mulai digunakan pada Oktober 2026 mendatang. Diketahui, pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 163 hari kalender.
“Target yang disampaikan tadi Oktober, paling akhir sudah bisa dipergunakan,” ungkap Jenal.
Ia menambahkan, jalan ini nantinya akan menjadi akses menuju salah satu venue untuk beberapa cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di wilayah Pamoyanan, Bogor Selatan. Kota Bogor sendiri ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Dan akses ini adalah akses menuju Hotel Grand Forest yang merupakan salah satu venue kegiatan perlombaan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Kebetulan Bogor jadi tuan rumah,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia terkait kondisi underpass Batutulis di sekitar lokasi proyek. Pemkot menilai perlu ada penanganan simultan agar tidak muncul persoalan baru setelah pembangunan trase selesai.
“Kita akan undang resmi dari PT KAI ke Balai Kota melalui surat dari Wali Kota membahas titik underpass yang sama-sama kita lihat di sana terjadi rembesan,” ujarnya.
“Kita enggak mau setelah trase kita bangun selesai ada masalah timbul baru. Besok kita akan undang PT KAI, minimal simultan. Kita berjalan pembangunan trase, mereka perbaikan tembok-tembok yang hari ini memang cukup mengkhawatirkan,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Hari Buruh di Kota Bogor Diisi Aksi Peduli Lingkungan dan Diskusi Ketenagakerjaan
KlikBogor – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tingkat Kota Bogor dilaksanakan dengan kolaborasi pentahelix antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, buruh, serikat pekerja, perusahaan, hingga organisasi profesi.
Pada May Day tahun 2026 ini, selain mengikuti kegiatan di Jakarta, buruh Kota Bogor juga melaksanakan aksi peduli lingkungan yang digelar beberapa hari lalu di Situ Gede dengan tagline “Buruh Bebersih”.
Puncak peringatan Hari Buruh tingkat Kota Bogor dilaksanakan di Saung Dolken Cimahpar dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, dengan menghadirkan berbagai narasumber yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan pemberi kerja dan pekerja itu mutlak. Kenapa? Karena ini merupakan simbiosis mutualisme, semua saling membutuhkan. Dan yang paling kita butuhkan sesungguhnya adalah stabilitas,” ujar Dedie Rachim.
Sehingga bukan saja kondisi tempat bekerja yang kondusif, namun juga kondusivitas agar para pelaku usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha dengan baik.
“Nah, itu adalah kondisi-kondisi yang tentu memerlukan peran pemerintah. Oleh karena itu, hari ini dengan berkumpulnya para pekerja, unsur pemerintah, kemudian juga tadi ada PWI dan BPJS Ketenagakerjaan, mudah-mudahan semakin memahami bahwa unsur-unsur yang terkait dalam sebuah proses pekerjaan itu bisa saling berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Adi Novan, mengatakan bahwa keberadaan buruh juga memiliki sumbangsih dalam menyukseskan program pemerintah.
“Sehingga hari ini kita berkumpul di sini bersama-sama untuk melaksanakan diskusi ketenagakerjaan. Jadi ini juga merupakan kerja sama pentahelix, bagaimana buruh sebenarnya tidak sendiri,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan telah mendukung kegiatan ini untuk bersama-sama melaksanakan diskusi ketenagakerjaan.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
