Connect with us

Berita

6 Poin Seruan Forum Akademisi IPB University untuk Kedaulatan Bangsa, Salah Satunya BoP Perlu Dikaji

Published

on

6 Poin Seruan Forum Akademisi IPB University untuk Kedaulatan Bangsa, Salah Satunya BoP Perlu Dikaji
Forum Akademisi IPB University saat menyampaikan seruan dari Bogor di IPB International Convention Center, Minggu, 15 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Forum Akademisi IPB University menyampaikan enam poin seruan kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menyikapi situasi nasional dan global saat ini.

Juru Bicara Forum Akademisi IPB University, Prof Herry Purnomo, mengatakan bangsa dan negara Indonesia saat ini sedang menghadapi dinamika geopolitik global, tantangan kedaulatan ekonomi, serta perkembangan kebijakan nasional dan global.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu disikapi dengan wawasan luas, kehati-hatian, kebijaksanaan, kedaulatan data, dan dasar keilmuan yang kuat dalam pengambilan keputusan.

Ia menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk menjaga komitmen terhadap nilai-nilai konstitusi hingga kepentingan nasional.

“Seluruh elemen bangsa dari pemerintah hingga rakyat kecil, penting untuk “bersatu” dalam menjaga komitmen terhadap konstitusi, permusyawaratan, demokrasi, dan kepentingan nasional jangka panjang,” ungkapnya di IPB International Convention Center, Minggu, 15 Maret 2026.

Forum Akademisi IPB University juga menegaskan bahwa dalam pandangannya mereka menjunjung tinggi prinsip kejujuran, etika-moral, objektivitas ilmiah, serta keberpihakan pada kepentingan bangsa.

Selain itu, orientasi forum pada masa depan bangsa dan dunia yang damai, lebih sejahtera, dan berkeadilan.

“Forum Akademisi IPB University memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyampaikan pandangan berbasis ilmu pengetahuan demi menjaga arah pembangunan bangsa dan peran Indonesia dalam pergaulan dunia yang beradab,” imbuhnya.

Memperhatikan perkembangan situasi nasional dan global saat ini serta komitmen para akademisi IPB University dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara, Forum Akademisi IPB University menyampaikan enam poin seruan dari Bogor.

Pertama, meneguhkan komitmen pada konstitusi dan kedaulatan bangsa.

Forum Akademisi IPB University menilai kebijakan luar negeri Indonesia terombang-ambing oleh dinamika geopolitik global jika tidak konsisten berlandaskan pada amanat Pancasila yang ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945.

Hal ini melemahkan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta perlindungan terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional.

Karena itu, setiap hubungan bilateral, keputusan multilateral, dan komitmen internasional perlu diuji kesesuaiannya dengan amanat konstitusi sebagai “cahaya penuntun” arah diplomasi Indonesia yang disegani dunia.

Dua, mendorong tata kelola negara yang transparan, akuntabel, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Forum Akademisi IPB University mendorong agar setiap keputusan strategis negara harus diambil secara permusyawaratan terbuka, berlandaskan hukum dan bukti ilmiah, serta didukung oleh kajian akademik yang dapat diakses publik.

Menurutnya, proses perumusan kebijakan perlu melibatkan secara nyata perguruan tinggi, komunitas ilmiah, dan masyarakat madani melalui konsultasi publik dan mekanisme partisipatif secara permusyawaratan yang demokratis.

Kebijakan strategis, terkait perjanjian perdagangan internasional atau kebijakan impor yang berdampak luas, terutama hajat hidup rakyat banyak, tidak diputuskan secara tertutup tanpa kajian ilmiah dan permusyawaratan dengan partisipasi publik yang memadai.

Tiga, menyatakan keprihatinan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).

Forum Akademisi IPB University menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP perlu dikaji secara kritis, konstruktif, terbuka, dan akuntabel untuk memastikan partisipasi tersebut tidak melemahkan kedaulatan bangsa dan negara, sejalan dengan amanat konstitusi, serta tidak bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia.

Forum juga menegaskan bahwa Indonesia perlu tetap konsisten dengan politik luar negeri bebas aktif dengan mengutuk segala bentuk genosida di Palestina dan di seluruh dunia serta mendorong penyelesaian konflik secara adil melalui solusi dua negara (two-state solution) yang menjamin hak rakyat Palestina atas tanah dan kedaulatannya.

Empat, menyatakan keprihatinan terhadap penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Forum Akademisi IPB University menilai kesepakatan ART perlu dikaji secara kritis dan konstruktif karena sangat merugikan kepentingan ekonomi nasional, membatasi ruang kebijakan negara, serta berdampak pada perlindungan industri dan konsumen termasuk jaminan produk halal dan kedaulatan data (perlindungan data pribadi serta tata kelola transfer data lintas batas), serta merugikan kepentingan politik dan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, setiap komitmen perdagangan internasional harus dipastikan tetap memprioritaskan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Lima, mendorong DPR RI untuk menjalankan kewenangan konstitusionalnya dalam meninjau kembali kebijakan ART yang berpotensi besar merugikan kepentingan nasional.

Forum Akademisi IPB University mendorong DPR perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam ART serta, apabila terbukti bertentangan dengan konstitusi dan kepentingan rakyat, mengambil langkah konstitusional untuk membatalkan atau menegosiasikan kembali kebijakan tersebut.

Enam, menegaskan peran perguruan tinggi dan masyarakat sipil madani dalam menjaga masa depan bangsa.

Akademisi dan masyarakat madani dinilai memiliki bertanggung jawab secara moral untuk menyuarakan pandangan kritis dan konstruktif berbasis ilmu pengetahuan serta menjaga kebebasan berpendapat sebagai pilar demokrasi yang dijamin oleh pemerintah dan konstitusi.

Sementara perguruan tinggi menjadi ruang yang aman, bebas, tapi tertib bagi diskusi ilmiah dan kritik kebijakan publik agar arah pembangunan Indonesia tetap berpihak pada kedaulatan bangsa, kesejahteraan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian dunia, sesuai dengan cita-cita Pancasila.

“Seruan ini disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan bangsa sebagai wujud tanggung jawab moral dan intelektual kami. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi,” pungkas Prof Herry.

(hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia

Published

on

By

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Sebanyak 404 siswa dari 23 negara akan mengikuti kompetisi matematika dan sains untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Lao People’s Democratic Republic, Malaysia, Mongolia, Morocco, Nepal, Philippines, Singapore, South Africa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, United States of America, Uzbekistan, dan Vietnam.

IMSO-23 digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.

KPM berperan sebagai pelaksana kegiatan, sementara dukungan Kemendikdasmen merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta matematika dan sains sejak jenjang SD, memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat internasional, serta memperkuat budaya prestasi di Indonesia.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Raden Ridwan Hasan Saputra, selaku Chairman International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), yang juga Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah), sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berharap penyelenggaraan IMSO ke-23 di Indonesia tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan.

IMSO merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar bidang matematika dan sains untuk siswa SD yang diselenggarakan sejak 2003. Peserta akan diuji berdasarkan pemahaman teori, serta eksplorasi dan eksperimen, yang menguji kemampuan penalaran, pemecahan masalah, serta penerapan konsep Matematika dan Sains.

Indonesia mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia, terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Mereka terpilih melalui proses seleksi nasional yang dilaksanakan secara ketat dalam tiga tahap untuk mewakili Indonesia pada IMSO-23.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Adapun rangkaian IMSO akan berlangsung di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi), Depok, Jawa Barat.

Sementara Opening Ceremony, Cultural Night dan Closing Ceremony akan dilaksanakan di PPSDM Kemendikdasmen (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia), Depok, Jawa Barat.

Diawali dengan Opening Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan STEM Presentation, kompetisi Matematika dan Sains, serta berbagai kegiatan kebersamaan dan pertukaran budaya.

Para peserta juga akan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai bagian dari agenda pengenalan budaya dan keberagaman Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Closing & Awarding Ceremony, yang menjadi momen pengumuman dan penghargaan bagi para peserta berprestasi.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berkesempatan memperkenalkan potensi pendidikan dan talenta peserta didik kepada dunia, sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional dan memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda Indonesia.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Published

on

By

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para wali kota dan delegasi yang hadir.

Sesuai tema “Climate and Urban Resilience”, ia menyampaikan berbagai langkah dan tahapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga serta memperbaiki lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan persampahan.

Baca juga: Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Wali Kota juga memperkenalkan seorang anak muda berusia 31 tahun yang memiliki perusahaan Rekosistem dalam pengelolaan sampah, yang kini berkolaborasi menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor.

“Dalam climate dan tentang ketangguhan kota, harus ada peran-peran generasi muda. Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah. Kemudian kami juga menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat dan harga yang ditawarkan lebih tinggi ketika warga menurunkan sampahnya di sini,” ucap Dedie Rachim dalam sambutannya di Balai Kota Bogor, Senin, 28 September 2026 malam.

Ia menambahkan, dengan apa yang sudah dilakukan Kota Bogor, juga membuka peluang agar praktik tersebut dapat diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Selain di sektor hulu, di sektor hilir Kota Bogor juga sudah tidak menerapkan sistem open dumping, melainkan sejak beberapa tahun lalu telah melakukan controlled landfill dan saat ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Apa yang dilakukan Kota Bogor ini juga diapresiasi oleh APEKSI yang akan membawa praktik baik tersebut ke kota-kota lain di Indonesia. Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, apa yang dilakukan Kota Bogor sangat menginspirasi.

Baca juga: JPO Bakal Dibangun, PKL Jalan MA Salmun Diminta Berpindah ke Pasar

Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan dan diikutsertakan dalam membantu serta berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup.

“Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh,” katanya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

“25 kota ini datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik,” ujar Alwis.

Berbagai program yang ada di Kota Bogor dapat diadopsi oleh kota-kota lain, seperti keberadaan Waste Station serta langkah Pemkot Bogor dalam menangani dan mengolah sampah. Terlebih, saat ini Kota Bogor sedang berproses membangun PSEL yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Published

on

By

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula
Ketua Bawaslu Kota Bogor memberikan sosialisasi demokrasi dan kepemiluan pada siswa siswi SMK Ranti Mula, Senin, 28 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Bawaslu Goes To School yang digelar pada Senin, 28 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Bogor mengunjungi SMK Ranti Mula untuk berdiskusi bersama para siswa dan siswi mengenai demokrasi, kepemiluan, serta peran penting generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Bogor dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada pelajar sebagai calon pemilih dan pemilih pemula.

Melalui dialog interaktif tersebut para peserta diajak untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi sebagai sarana menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna menjelaskan, tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan.

Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa hak pilih merupakan bagian penting dari hak konstitusional yang perlu digunakan dengan bijak ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Selain memiliki hak, Salman juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan pendapat, serta berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Pohon Tumbang di Baranangsiang Bogor, 4 Orang Terluka

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni, memberikan motivasi kepada para siswa untuk membangun mentalitas yang kuat dalam meraih cita-cita.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes To School, Bawaslu Kota Bogor berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada masa yang akan datang.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer