Serba Serbi
Yoghurt atau Kefir, Mana Pilihan Terbaik Bagi Kesehatan?
KlikBogor – Sebagian besar dari kita mungkin pernah mendengar dan merasakan yoghurt. Namun, tampaknya untuk kefir belum banyak yang mengenalnya.
Yoghurt dan kefir merupakan produk susu fermentasi yang sudah menjadi minuman tradisional selama ribuan tahun yang secara ilmiah telah dibuktikan bermanfaat bagi kesehatan yang dikategorikan sebagai produk probiotik.
Guru Besar bidang Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, menyampaikan yoghurt dibuat dengan cara memfermentasi susu menggunakan bakteri tertentu, seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus yang menghasilkan produk dengan tekstur lembut dan sedikit asam.
Sementara, kefir merupakan produk susu yang difermentasi dengan menggunakan biji kefir (campuran bakteri dan ragi) yang menghasilkan produk susu fermentasi yang konsistensinya lebih encer dan rasa yang sedikit bersoda dan lebih asam.
“Manfaat kedua produk susu fermentasi ini sudah dibuktikan secara ilmiah sebagai sumber probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan, memiliki daya cerna yang sangat baik, mendukung kesehatan tulang, mendukung kekebalan tubuh, mengandung senyawa yang dapat mengurangi peradangan serta merupakan sumber protein lengkap yang sangat baik,” ujar Prof Ronny dalam keterangannya dikutip Senin, 6 Oktober 2025.
Rasa yang Berbeda
Prof Ronny mengatakan walaupun merupakan produk susu fermentasi, yoghurt dan kefir memiliki rasa yang berbeda. Bagi yang pernah mengonsumsi yoghurt tentunya dapat merasakan bahwa yoghurt memiliki rasa yang agak tajam, creamy, dan lembut.
“Tingkatan rasa asamnya tergantung pada lama fermentasi (catatan: semakin lama akan menghasilkan rasa yang lebih asam). Di samping itu, yoghurt yang beredar di pasaran saat ini umumnya diproduksi dengan berbagai cita rasa untuk memenuhi selera konsumen,” katanya.
Sementara itu, sambungnya, kefir memiliki rasa yang lebih asam dan tajam jika dibandingkan dengan yoghurt dengan sedikit buih alami akibat fermentasi. Tekstur kefir jauh lebih encer sehingga mudah diminum.
Kefir memiliki rasa yang lebih kompleks, dengan sedikit rasa asam, ragi lebih terasa dan terkadang sedikit manis. Dengan cita rasa seperti ini, kefir jika dikonsumsi dalam keadaan dingin akan terasa lebih menyegarkan.
Kekuatan Probiotik
Peran probiotik bagi kesehatan pencernaan sudah lama diteliti. Kedua produk susu fermentasi ini terbukti secara ilmiah berperan meningkatan kesehatan pencernaan.
Prof Ronny menambahkan pada umumnya, orang Asia termasuk Indonesia mengalami kondisi yang dinamakan intoleransi laktosa atau lactose intolerance, yaitu gangguan pencernaan ringan sampai berat setelah mengonsumsi susu. Yoghurt dan kefir telah dibuktikan dapat mengurang lactose intolerance ini.
Dari berbagai hasil penelitian, kefir mengandung sekitar 50 strain bakteri dan ragi yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikannya sumber probiotik yang luar biasa.
Sementara itu, yoghurt umumnya mengandung 2–6 strain bakteri, meskipun ada juga yoghurt yang diperkaya mengandung lebih banyak strain bakteri.
Ia juga mengatakan pada umumnya, kefir lebih mudah ditoleransi oleh orang-orang yang mengalami intoleransi laktosa karena fermentasinya memecah laktosa lebih menyeluruh.
Sementara itu, yoghurt juga mendukung pencernaan dan kesehatan usus, tetapi mungkin tidak seefektif bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa.
Nilai Gizi
Prof Ronny mengatakan dari sisi nilai gizi, kedua produk susu fermentasi ini merupakan sumber kalsium, protein, dan vitamin B yang sangat baik.
Secara keseluruhan, kefir cenderung mengandung sedikit lebih protein dan kalium per porsinya jika dibandingkan dengan yoghurt.
“Jika kita menginginkan kesehatan usus yang optimal, kekebalan tubuh yang lebih kuat, dan toleransi laktosa yang lebih baik, kefir merupakan pilihan terbaik,” katanya.
Namun, yoghurt tetap merupakan pilihan yang baik utamanya bagi yang lebih lebih menyukai tekstur yang lebih kental atau rasa yang lebih ringan.
Cara Membuatnya
Kefir dan yoghurt sama-sama dibuat dengan memfermentasi susu. Namun, proses dan kultur yang digunakan sangat berbeda.
Kefir dibuat menggunakan biji kefir, yang merupakan campuran simbiosis bakteri dan ragi. Biji kefir ini selanjutnya ditambahkan ke dalam susu segar (sapi, kambing, atau kerbau). Proses fermentasi ini memerlukan waktu sekitar 24 jam pada suhu ruang (sekitar 20–24°C) dalam kontainer yang tertutup.
Setelah proses fermentasi selesai, biji kefir yang ada dalam susu dapat disaring dan digunakan kembali untuk proses pembuatan kefir berikutnya.
Proses pembuatan yoghurt sebenarnya hampir sama dengan pembuatan kefir. Hanya saja, pembuatan yogurt menggunakan bakteri asam laktat, biasanya Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus.
Dalam membuat yoghurt, susu terlebih dulu disterilisasi untuk mengeliminasi bakteri yang tidak diinginkan pada suhu sekitar 40–45C. Setelah ditambahkan starter, yoghurt disimpan dalam kondisi hangat di inkubator selama 4–8 jam.
Jika sudah mengeras, yoghurt dapat dipindahkan ke lemari pendingin sebelum dikonsumsi. Penempatan yoghurt di pendingin ini juga berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan bakteri probiotik lebih lanjut agar rasanya tidak terlalu asam.
Susu Fermentasi Tradisional Indonesia
Prof Ronny mengatakan bahwa produk susu fermentasi tentu saja tidak hanya berasal dari luar. Indonesia memiliki beberapa produk susu fermentasi tradisional yang unik dan sangat erat hubungannya dengan nilai budaya. Produk susu fermentasi yang paling terkenal adalah dadih dan dali ni horbo.
Dadih merupakan produk susu fermentasi tradisional dari Minangkabau. Dalam proses pembuatannya, dadih umumnya menggunakan susu kerbau sehingga menghasilkan yoghurt dengan cita rasa dan tekstur yang khas.
Makanan tradisional ini memiliki tekstur kental seperti puding, rasa asam alami, serta biasanya disajikan di dalam bambu.
Cara pembuatan dadih berbeda dengan yoghurt. Proses pembuatan dadih diawali dengan memasukkan susu kerbau segar ke dalam tabung bambu sepanjang 20 cm.
Selanjutnya, tabung bambu ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan pada suhu ruang (25–30°C) selama 24–48 jam.
Proses fermentasi dadih ini terjadi secara alami oleh mikroba yang ada di dalam bambu dan lingkungan sekitar sehingga menghasilkan produk susu fermentasi dengan cita rasa sangat khas.
Rasa dadih yang dihasilkan juga tergantung pada jenis bambu yang digunakan. Bambu Gigantochloa verticillata dan Bambusa vulgaris misalnya, sering digunakan karena mengandung mikroba alami dan rasa pahit yang menghindarkan semut.
Dali ni horbo sering disebut juga dengan “keju Tapanuli” ini juga merupakan produk susu fermentasi yang berbahan baku susu kerbau. Produk yang dihasilkan teksturnya seperti tahu dengan rasa susu yang menonjol dan terkadang terasa pahit tergantung koagulan yang digunakan.
Proses pembuatan dali ni horbo diawali dengan memanaskan susu kerbau sambil diaduk dan ditambahkan sari nanas atau daun pepaya sebagai koagulan alami.
Setelah konsistensinya menggumpal, whey (cairan) dibuang dan dali siap diolah. Dali biasa dimasak dengan bumbu seperti kunyit, bawang, cabai, atau daun ketela.
“Di era peduli kesehatan, dalam mendukung gaya hidup sehat, di samping olahraga yang cukup, kefir dan yogurt tentunya merupakan pilihan probiotik yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan,” pungkasnya.
(hrs)
Serba Serbi
Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University
KlikBogor – Guna mendukung sektor pertanian dan perikanan nasional, IPB University menggulirkan program Layanan Daring Tani dan Nelayan “IPB Digitani”.
Platform ini menjadi salah satu inovasi digital yang menghadirkan solusi konsultasi, pendampingan, serta akses informasi teknologi dan pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.
Terdapat 93 pakar IPB University yang tergabung dalam Dewan Pakar. Kehadiran para pakar ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban ilmiah dan solutif atas berbagai persoalan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan hewan.
Hingga 2025, penerima manfaat tersebar di 34 provinsi, 367 kabupaten/kota, dan 3.883 desa di seluruh Indonesia. Tercatat ribuan artikel dan ratusan layanan konsultasi yang telah dimanfaatkan lebih dari 15 ribu pengguna.
Melalui fitur seperti tanya pakar, konsultasi, artikel populer, dan forum tani, platform ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat.
IPB University memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi dari kampus kepada pelaku utama sektor pangan dan perikanan.
“Transformasi digital di sektor pertanian merupakan keniscayaan. Kehadiran platform ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing petani serta nelayan melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” kata Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan, dengan jangkauan yang terus meluas dan dukungan pakar multidisiplin, Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani menjadi wujud nyata komitmen IPB University dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.
Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.
Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.
Ciri Telur Segar dan Berkualitas
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.
“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.
“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.
Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.
Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.
Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.
“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.
Kulkas atau Suhu Ruang?
Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.
“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.
Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.
Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.
“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.
Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Vihara Dhanagun Bogor
KlikBogor – Ratusan anak yatim buka puasa bersama di pelataran Vihara Dhanagun, Kota Bogor pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Cap Go Meh-Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2026.
“Tanggal 1 Maret ini acara buka puasa bersama 400 anak yatim yang ada di Kota Bogor. Hari ini juga sebagai awal pembuka menuju CGM-BSF,” kata Ketua CGM-BSF 2026, Arifin Himawan.
Ia menambahkan, selama tiga hari ke depan, kawasan Jalan Suryakencana akan diramaikan Pasar Malam Jadoel yang menghadirkan ratusan tenant kuliner, kopi legendaris, serta produk kreatif lokal Bogor.
Sementara puncak acara dijadwalkan pada 3 Maret, usai salat tarawih. Masyarakat akan disuguhkan parade budaya serta pertunjukan barongsai yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.
“Puncaknya tanggal 3 Maret setelah salat tarawih akan ada parade budaya dan juga barongsai. Diharapkan masyarakat bisa datang ke Kota Bogor, sama-sama kita bergembira, supaya semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perayaan tahun ini memiliki perbedaan dibanding tahun sebelumnya. CGM-BSF 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu pelaksanaan acara menjadi lebih terbatas.
“Perbedaan tahun ini dengan tahun kemarin bersamaan dengan bulan suci Ramadan sehingga waktu untuk parade budaya dan lainnya lebih terbatas. Acara kebudayaan tetap ada, cuma tidak semaksimal di tahun lalu,” jelasnya.
Termasuk dalam hal pertunjukan barongsai, panitia membatasi peserta hanya dari Kota Bogor. Meski ada keinginan dari luar daerah untuk ikut berpartisipasi, keterbatasan waktu membuat panitia belum bisa mengakomodasi.
“Barongsai dibatasi karena kita ambil dari Kota Bogor saja tanpa ada kegiatan lainnya walaupun dari luar Kota Bogor ingin berpartisipasi, sehingga kita tidak bisa mengakomodir karena memang waktu yang terbatas,” katanya.
Acara buka puasa bersama mengangkat tema ‘Merajut Kebersamaan di Bulan Suci Ramadan’ ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Bogor, Wamendagri Bima Arya, serta tokoh agama dan masyarakat.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam

Pingback: Lactowaf, Wafer Pakan untuk Genjot Produksi Susu Sapi Perah