Connect with us

Berita

Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam

Published

on

Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam
Layanan Sore Malam (LSM) di Kelurahan Sempur sebagai upaya jemput bola perekaman e-KTP bagi pemula. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Sempur bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menggulirkan program Layanan Sore Malam (LSM) sebagai upaya jemput bola perekaman e-KTP bagi pemula.

Kegiatan yang berlangsung di kantor kelurahan ini ditujukan untuk memudahkan warga, khususnya remaja yang baru memasuki usia wajib KTP atau warga yang selama ini terkendala waktu untuk melakukan perekaman di jam kerja reguler.

Program ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat yang antusias mengikuti tahapan pendataan identitas. Layanan ini berlangsung dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.

Lurah Sempur, Mugya Mulyawan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu, Kurir Ditangkap di Tanah Sareal

Melalui program LSM, warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke kantor kecamatan atau kantor Disdukcapil untuk mengurus administrasi kependudukan.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk jemput bola kepada warga di Kelurahan Sempur, khususnya bagi pemula yang belum melakukan perekaman E-KTP. Termasuk juga warga yang usianya sudah lewat namun belum sempat terekam datanya,” ujar Mugya di sela peninjauan kegiatan, Selasa, 12 Mei 2026.

Mugya menambahkan, layanan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi warga Kelurahan Sempur. Kehadiran petugas Disdukcapil di tingkat kelurahan dinilai efektif dalam memangkas birokrasi dan waktu tunggu masyarakat.

“Biasanya untuk perekaman itu harus ke kecamatan atau langsung ke Disdukcapil. Namun dengan kegiatan ini, Disdukcapil memberikan kemudahan jemput bola di wilayah. Jadi warga diberikan kemudahan akses untuk merekam identitas di kelurahannya masing-masing,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kelurahan Sempur mematok target sebanyak 131 warga pemula untuk mengikuti proses perekaman dalam agenda kali ini. Meski demikian, Mugya menyebut angka tersebut bersifat dinamis menyesuaikan kondisi lapangan dan verifikasi data terbaru.

“Target dari Kelurahan Sempur ini ada 131 warga yang ditargetkan oleh Disdukcapil untuk pemula yang belum direkam. Namun dalam pelaksanaannya bisa tentatif, bisa kurang karena mungkin sudah ada yang melakukan perekaman mandiri, atau bisa bertambah jika ada warga yang belum terdata sebelumnya,” katanya.

Baca juga: Kelurahan Sukasari Kembangkan Inovasi Lingkungan dan Ekonomi Warga

Pihak kelurahan juga menyampaikan apresiasi kepada Disdukcapil Kota Bogor atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, kepemilikan e-KTP sangat krusial bagi warga untuk mengakses berbagai layanan publik lainnya, seperti jaminan kesehatan dan bantuan sosial.

“Kami dari pihak Kelurahan berterima kasih kepada Disdukcapil. Dengan kegiatan ini, warga kami sangat dimudahkan dalam mengurus identitas kependudukan,” ucapnya.

Terkait pencetakan e-KTP, Mugya menjelaskan, bagi pemula yang direkam telah berusia 17 tahun atau lebih dapat dicetak langsung. Namun bagi yang belum, pencetakan e-KTP akan dilakukan setelah mereka menginjak usia 17 tahun.

“Setelah dicetak (e-KTP) dari Disdukcapil diserahkan ke kami. Nanti kelurahan yang membagikan warga. Tapi bagi pemula yang belum genap usianya 17 tahun, pencetakannya nanti setelah pas usai 17 tahun,” jelasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenal Mutaqin Gowes Bareng Komunitas, Soroti Parkir Liar di Jalur Sepeda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat

Published

on

By

Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat
Petugas pemadam kebakaran tengah mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari. Dok. Damkar Kabupaten Bogor

KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter di Kampung Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari.

Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Sektor Parung, Iskandar mengatakan, korban berusia 40 tahun diduga terjatuh secara tidak sengaja saat berada di sekitar bibir sumur.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

“Korban ditemukan berada di dasar sumur dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling,” kata Iskandar dalam keterangannya dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Proses evakuasi yang melibatkan petugas Sektor Cibinong dan Parung berlangsung selama sekitar 25 menit. Korban berhasil dievakuasi ke permukaan dalam keadaan selamat.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Setelah dievakuasi, korban diketahui mengalami luka ringan dan selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer

Published

on

By

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Agus Kartono. Dok. IPB University

KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.

Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.

Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.

Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.

Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.

“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.

Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.

Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.

“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.

Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.

Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.

Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Published

on

By

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto/Tangkapan layar video Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.

Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan

Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.

Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer