Berita
Semarak HUT ke 80 RI, PWI Kota Bogor Lomba Bareng Forkopimda
KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan penuh kemeriahan, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Bertajuk Pesta Persatuan, kegiatan berlangsung di kantor PWI Kota Bogor, diikuti keluarga besar wartawan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Berbagai perlombaan khas 17 Agustusan digelar, mulai dari memasukkan paku ke botol, memindahkan botol dengan balon, joget balon, makan kerupuk, hingga memindahkan kardus tanpa menyentuh tanah.
Tidak hanya anak-anak, perlombaan juga diikuti orang dewasa, termasuk perwakilan dari instansi pemerintahan. Suasana pun semakin tambah semarak.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, mengatakan peserta lomba berasal dari keluarga wartawan, anak-anak, dan juga perwakilan Forkopimda. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat keluarga besar PWI dalam merayakan kemerdekaan.
“Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan,” jelas Herman.
Ia menegaskan ke depan PWI Kota Bogor berkomitmen menjadikan perayaan HUT RI sebagai agenda rutin. Di luar dari itu, mereka akan terus konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Semoga PWI selalu kompak, solid, dan memberi warna positif bagi masyarakat,” tandasnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan PWI Kota Bogor. Ia berpesan agar insan pers terus menjaga kondusivitas dalam pemberitaan.
“Tema HUT RI ke-80 adalah Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Karena itu, paling tidak kita semua harus mendukung langkah-langkah Presiden Republik Indonesia. Khususnya teman-teman wartawan, mari menjaga semangat dan spirit pembangunan,” ujar Dedie.
Menurutnya, pembangunan membutuhkan usaha luar biasa dan ujungnya harus berkeadilan. Ia berharap PWI Kota Bogor dapat lebih banyak mewartakan kebaikan untuk menginspirasi masyarakat.
“Tujuannya jelas, membangun semangat melanjutkan cita-cita para pahlawan bangsa agar Indonesia maju dan sejahtera,” tambahnya.
Selain Wali Kota Bogor, kegiataan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor H. Zenal Abidin, Sekretaris Daerah Denny Mulyadi, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, Anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima, Anggota DPRD Kota Bogor Subhan, Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay, dan Kadin Kota Bogor.
Acara semakin meriah dan semarak ketika Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Kapolresta Kombes Pol Eko Prasetyo, Anggota DPRD Kota Bogor Safrudin Bima dan Subhan serta undangan lainnya mengikuti berbagai perlombaan yang digelar.
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy didampingi Zenal Abidin, mengaku bangga dan mengapresiasi kekompakan dan kesolidan yang dilakukan PWI Kota Bogor.
Menurutnya, sebuah organisasi profesi wartawan yang selalu melakukan berbagai kegiatan program dan menjalin sinergi serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan DPRD Kota Bogor.
“Ini keren, hebat dan PWI Kota Bogor mampu mempersatukan semua pihak dalam acara hari ini di HUT ke-80 Republik Indonesia. Banyak lomba yang digelar, tentunya terlihat keguyuban dan kekompakan, karena lomba diikuti oleh para istri dan anak-anak wartawan. Serta seluruh yang hadir juga ikut lomba. Sukses selalu PWI Kota Bogor,” ucapnya.
(*/hrs)
Berita
Longsor Gerus Rumah Warga di Gunung Batu, Penghuni Mengungsi
KlikBogor – Hujan deras yang melanda wilayah Kota Bogor mengakibatkan tanah longsor di Gang Kutilang, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Satu keluarga terpaksa harus mengungsi setelah rumah yang ditinggalinya mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan kejadian ini terjadi pada Minggu malam. Kondisi tersebut dipicu tanah yang labil serta diguyur hujan lebat.
“Kami terima laporan Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dari warga sekitar via media sosial. Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ia menambahkan, tanah longsor tersebut terjadi di belakang rumah yang dihuni oleh lima jiwa hingga mengalami kerusakan.
“Kejadian ini mengakibatkan bagian dapur, kamar, dan kamar mandi rumah menggantung,” katanya.
Selain itu, Tembok Penahan Tanah (TPT) serta rumpun bambu yang berada di lokasi sekitar ikut terbawa longsoran.
BPBD Kota Bogor menerima laporan tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa terpal.
Baca juga: Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
Pihaknya mencatat kebutuhan mendesak di lokasi saat ini adalah hunian sementara (Huntara), terpal tambahan, serta perbaikan TPT.
Penanganan kejadian tersebut turut melibatkan unsur kelurahan, Polmas Bogor Raya, OneKes AMKB, serta pengurus wilayah setempat.
Dimas Tiko menambahkan, warga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah saudaranya.
“Pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah saudaranya,” kata Dimas Tiko.
(ckl/hrs)
Berita
Rumah Warga di Cipaku Rusak Akibat Tembok Ambruk
KlikBogor – Satu unit rumah warga di Kampung Cipaku Skip, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengalami kerusakan akibat tembok bagian kamar tidur dan ruang tengah ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 19 April 2026 sekira pukul 23.30 WIB.
Namun, laporan baru diterima oleh petugas pada Senin, 20 April 2026 sekira pukul 09.10 WIB. Warga sekitar melaporkan via media sosial.
Baca juga: Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
Ambruknya tembok rumah warga ini diduga akibat kondisi bangunan telah lapuk ditambah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
“Penyebab kejadian dikarenakan hujan deras di wilayah tersebut dan kondisi tembok rumah sudah lapuk,” katanya, Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, kejadian ini berdampak pada rumah yang ditempati oleh empat jiwa terdiri satu keluarga. Kerusakan tembok terjadi di dua titik, yakni bagian kamar tidur dan ruang tengah.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Petugas BPBD yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen terhadap rumah yang terdampak. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat.
Selain itu, Disperumkin Kota Bogor juga terlibat dalam penanganan ini. Hasil penilaian di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak bagi warga terdampak hunian sementara atau Huntara.
‘Saat ini assessment sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Waspada Modus Telepon Hening, Ini Cara Menghindarinya
KlikBogor – Pernah menerima telepon misterius yang tiba-tiba terputus tanpa suara? Waspada, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru. Fenomena “call hening” kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.
Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. Ia menegaskan, prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.
“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” kata Heru dikutip Minggu, 19 April 2026.
Fenomena call atau telepon hening sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik.
Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.
Menurut Heru, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.
Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan.
Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat. Ia juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back.
“Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” imbuh Heru.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk perlindungan tambahan. Misalnya menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat membantu mengidentifikasi nomor spam, memblokir otomatis, serta memberi label panggilan mencurigakan.
Ia juga menyarankan untuk mengaktifkan fitur bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers.
“Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” sarannya.
Edukasi keluarga juga menjadi langkah penting, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang rentan menjadi target penipuan. Mereka diimbau untuk tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap ancaman melalui telepon.
Di tingkat yang lebih luas, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat, peran operator dalam memfilter pola panggilan mencurigakan, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kewaspadaan sederhana dari masyarakat dapat menjadi pertahanan utama dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin berkembang.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
