Connect with us

Berita

PKBM Bakti Nusa Kini Akomodir Anak Putus Sekolah dari Disabilitas 

Published

on

PKBM Bakti Nusa Kini Akomodir Anak Putus Sekolah dari Disabilitas 
PKBM Bakti Nusa Kota Bogor meresmikan ruang belajar sekolah gratis. Peresmian ini menandai pengembangan pendidikan siswa anak-anak putus sekolah dari penyandang disabilitas.

KlikBogor – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bakti Nusa Kota Bogor kini tidak hanya menjadi sarana bagi anak putus sekolah, melainkan juga dari penyandang disabilitas untuk mendapatkan legalitas pendidikan.

Pengembangan siswa di lembaga pendidikan nonformal ini ditandai dengan peresmian ruang belajar sekolah gratis oleh pembina PKBM Bakti Nusa Kota Bogor Dedie A. Rachim di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

“Insyaallah bangunan yang diresmikan ini ke depan ingin mengakomodir anak-anak putus sekolah terutama anak-anak disabilitas, terlebih lagi anak-anak korban bully,” kata Kepala PKBM Bakti Nusa Kota Bogor, Sumedi, Minggu, 13 Oktober 2024. 

Ruang belajar sekolah ini, diharapkan Sumedi, akan menjadi ruang aman bagi mereka karena dalam pembelajarannya melibatkan juga psikolog dan konselor. 

Ia juga berharap hadirnya bangunan baru tersebut akan lebih memotivasi seluruh siswa dalam melaksanakan aktivitas belajar baik jenjang pendidikan setara SD, SMP, dan SMA.

“Karena kemarin itu keterbatasan dengan ruang belajar, jadi aktivitas terbatas. Ruang belajar baru ini kapasitasnya bisa untuk 50 sampai 60 orang, sebelumnya hanya punya untuk 20 sampai 30 orang. Itupun duduk dengan meja di bawah,” jelasnya. 

PKBM Bakti Nusa yang berdiri sejak dua tahun lalu kini memiliki 240 siswa yang mayoritas anak-anak putus sekolah. Adapun pembelajaran tatap muka dilakukan satu kali dalam seminggu setiap Sabtu dan sisanya secara daring. 

Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, khusus para siswa setara SMA lebih ditekankan kepada persiapan mereka memasuki dunia kerja atau wirausaha.

“Ini sesuai motto siap bekerja dan wirausaha,” papar Sumedi. 

Salah satu keterampilan terbaru yang diajarkan ke para siswa, yakni barista. Pelatihan ini guna mempersiapkan mereka memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sebuah perusahaan yang bekerjasama dengan PKBM Bakti Nusa.

Selain barista, Sumedi menjelaskan, para siswa ada yang diberikan pelatihan keterampilan pada bidang pertanian dan juga kerajinan tangan. 

Pihaknya punya niatan akan melengkapi sarana prasarana di PKBM Bakti Nusa, seperti ruang taman baca masyarakat, mini laboratorium multimedia serta cooking class

“Jadi ke depan PKBM ini betul-betul menjadi sebuah etalase di mana anak-anak putus sekolah, disabilitas, ketika datang ke sini mereka bisa menyesuaikan dengan bakat minatnya,” tandasnya.

Sementara itu, donatur pembangunan ruang belajar sekolah, Dinna Fajrina menyampaikan apa yang dilakukannya sebagai wujud nyata mewakili warga Kota Bogor untuk mendukung program Bogor Cerdas. 

Ia mengaku tergugah untuk berbuat setelah mengunjungi PKBM ini melihat sarana prasarana untuk kegiatan belajar siswa kurang representatif. 

“Pas saya kunjungan ke sini melihat anak-anak 240 orang harus bertumpuk di ruangan yang kecil sekali. Saya lalu ngobrol dengan pembina PKBM kebetulan Kang Dedie Rachim mengajak sama-sama wujudkan. Insyaallah saya akan bersinergis dan support terus,” katanya.

Dinna mengatakan, pengerjaan ruang belajar sekolah ini mengusung konsep bedah rumah dengan memakan waktu selama delapan hari. Ia juga berharap jika diberi kesempatan lagi ingin berbuat di tempat lainnya. 

“Intinya apa yang bisa saya support, saya support, mudah-mudahan dari berbuat yang kecil dulu, nanti menjadi hal yang besar,” ucap Dinna. 

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer