Connect with us

Berita

Pembagian Takjil Gratis di Masjid An Naba PWI Kota Bogor Diapresiasi Warga

Published

on

Pembagian Takjil Gratis di Masjid An Naba PWI Kota Bogor Diapresiasi Warga
Jemaah tengah menerima pembagian takjil yang digelar Masjid An Naba PWI Kota Bogor di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Program pembagian takjil gratis yang digelar Masjid An Naba PWI Kota Bogor di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menuai apresiasi dari masyarakat. Kegiatan sosial ini dinilai sangat membantu, terutama bagi pengendara dan pejalan kaki yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

Pembagian takjil ini dilakukan pengurus DKM menjelang azan magrib agar warga dapat berbuka tepat waktu. Salah seorang warga, Iskandar Zulkarnain (55), asal Cijujung, Sukaraja, menilai kegiatan tersebut mencerminkan tingginya kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Nilai utama dari pembagian takjil ini bukan pada harga atau bentuk makanannya, melainkan wujud kepedulian antar sesama Muslim yang sedang dalam perjalanan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi pengendara yang memiliki keterbatasan waktu dan kondisi ekonomi,” ujarnya dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurutnya, berbagi makanan kepada orang yang berpuasa juga memiliki keutamaan besar secara spiritual.

“Memberi makan orang yang berpuasa adalah amal yang pahalanya besar di sisi Allah. Kegiatan seperti ini menjadi ladang ibadah sekaligus mempererat rasa kebersamaan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Budi (45), warga Kota Bogor, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut.

“Alhamdulillah, ini sangat bermanfaat. Kami yang masih di jalan bisa langsung berbuka tanpa harus terburu-buru pulang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.

Selain berbagi takjil, Masjid An Naba PWI Kota Bogor juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan, seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Islam, salat tarawih berjamaah, serta santunan bagi kaum dhuafa dan anak yatim.

Melalui program ini, diharapkan peran masjid sebagai pusat ibadah dan kepedulian sosial semakin kuat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua DKM Masjid An Naba PWI Kota Bogor, Rusli Prihatevy, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membantu para jamaah dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, terutama mereka yang masih dalam perjalanan menjelang waktu berbuka. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberikan manfaat serta keberkahan bagi semua,” ujarnya.

Rusli menegaskan, program takjil gratis juga menjadi bagian dari penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

“Kami ingin Masjid An Naba menjadi rumah bersama bagi umat, tempat berkumpul, berbagi, dan saling menguatkan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal dan kepedulian sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi (Aldho), mengapresiasi konsistensi pengurus Masjid An Naba dalam menyelenggarakan kegiatan sosial selama Ramadhan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan nilai-nilai kepedulian sosial yang terus kami dorong di lingkungan PWI. Semoga program ini dapat memberikan manfaat nyata dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi,” ungkapnya.

Selain pembagian takjil, selama Ramadhan Masjid An Naba PWI Kota Bogor juga menggelar berbagai kegiatan keagamaan, seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Islam, salat tarawih berjamaah, serta santunan bagi kaum dhuafa dan anak yatim.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami yang masih di jalan bisa langsung berbuka tanpa harus terburu-buru pulang. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Program ini diharapkan dapat terus memperkuat peran Masjid An Naba PWI Kota Bogor sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial, sekaligus mempererat hubungan antara insan pers dan masyarakat selama bulan Ramadhan 1447 H.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

IPB University Libatkan Mahasiswa Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Published

on

By

IPB University Libatkan Mahasiswa Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual
Dialog pimpinan IPB University dengan mahasiswa di auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Jumat, 17 April 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – IPB University melibatkan mahasiswa dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa kampus tidak mentoleransi dan menormalisasi segala bentuk kekerasan seksual dalam kondisi apapun.

IPB University berkomitmen penuh untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus secara sistematis, memastikan setiap proses berjalan transparan, akuntabel, dan partisipatif dengan melibatkan unsur mahasiswa.

“Kami berdiri bersama korban melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika,” imbuh Alim dalam keterangannya dikutip Sabtu, 18 April 2026.

Secara khusus Rektor menandaskan bahwa dalam menangani setiap laporan kasus pelecehan seksual, IPB University tidak hanya berfokus pada proses penegakan aturan, tetapi juga mengedepankan pendekatan dialogis dengan mahasiswa sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan.

IPB University menggelar dialog pimpinan IPB University dengan mahasiswa di auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, pada Jumat, 17 April 2026.

Dialog tersebut dihadiri ratusan mahasiswa. Dialog ini bukan yang perdana. Sebelumnya berbagai dialog dengan unsur-unsur mahasiswa telah dilakukan dalam berbagai kesempatan.

Baca juga: DPRD Dorong Penyehatan Keuangan RSUD Kota Bogor

Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, mengatakan sebagai institusi pendidikan, IPB University menyadari pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proses penanganan kasus, baik sebagai pihak yang terdampak maupun sebagai bagian dari komunitas kampus.

“Pelibatan partisipasi mahasiswa ini merupakan bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan organisasi dan perwakilan mahasiswa, untuk memastikan proses berjalan secara terbuka, berkeadilan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Dialog ini, sebutnya, memiliki berbagai tujuan di antaranya untuk membangun transparansi dalam proses penanganan kasus; memberikan ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman; memperkuat kepercayaan antara mahasiswa dan institusi; serta dalam rangka mencari masukan untuk menyempurnakan kebijakan serta prosedur penanganan kasus ke depan.

“IPB University juga memastikan bahwa setiap laporan ditangani secara profesional, berlandaskan prinsip kerahasiaan, perlindungan korban, serta keadilan bagi semua pihak. Unit dan mekanisme yang telah dibentuk di lingkungan kampus terus diperkuat guna menjamin respons yang cepat, tepat, dan sensitif terhadap korban, “ jelasnya.

Melalui pendekatan yang partisipatif ini, IPB University berharap dapat menciptakan ekosistem kampus yang tidak hanya tegas terhadap pelanggaran, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan suara mahasiswa.

Ia pun menegaskan, IPB University mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai integritas, saling menghormati, dan keberanian untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan kampus.

Baca juga: Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan oleh pihak kampus sehingga mahasiswa dapat berdialog langsung dengan para pemangku kebijakan.

“Dari saya sangat bersyukur, kami dapat difasilitasi untuk bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan, termasuk pimpinan rektorat yang memiliki kewenangan penuh. Dalam pertemuan ini, tidak hanya dibahas aspek teknis, tetapi juga hingga pada penyusunan regulasi,” ujarnya.

Abdan menambahkan, sejumlah poin tuntutan mulai dari regulasi, aturan hukum, prosedur, hingga level teknis, yang disampaikan telah disepakati dan dipenuhi oleh pimpinan rektorat.

Ia menekankan keutamaan kolaborasi antara institusi dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

“Harapannya hasil dari audiensi terbuka ini, kita sama-sama bisa menjadi co-creator, untuk bisa mewujudkan ruang yang aman ini, bukan hanya diwujudkan dari institusi saja, tapi juga ada keterlibatan mahasiswa. Jadi kita sama-sama untuk membangun itu, dan kita komitmen dari mahasiswa untuk bisa mengawal penuh apa yang menjadi tuntutan,” tambahnya.

Dugaan pelecehan seksual di IPB University sebelumnya menjadi sorotan publik setelah beredarnya tangkapan layar percakapan bernada vulgar di grup aplikasi perpesanan mahasiswa di media sosial.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Published

on

By

Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Lurah Baranangsiang, Palahudin (kanan) saat pemaparan potensi wilayah di kantor Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.

Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.

Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.

Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.

Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.

“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.

Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding

Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.

Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).

Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar

Published

on

By

Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran ruko di Jalan Durian Raya, Kota Bogor. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.

Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.

“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.

Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.

“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.

Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.

Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer