Connect with us

Berita

Open MiC PWI Kota Bogor, Perdana Diskusi dengan Dishub

Published

on

Open MiC PWI Kota Bogor, Perdana Diskusi dengan Dishub
PWI Kota Bogor menggelar Open MiC bersama dengan Dishub Kota Bogor. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Setelah sukses dengan program Jumat Sehat, kini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar program Open MiC, akronim dari Obrolan Penting, Mencari Solusi dan Cerita Inspirasi.

Open MiC pertama, PWI Kota Bogor menghadirkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Marse Hendra Saputra di sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Yoso No.4, Kecamatan Tanah Sareal, Senin, 30 Desember 2024.

Menurut Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi, program Open MiC sudah dirancang beberapa minggu lalu, namun baru hari ini terlaksana dengan mengundang tamu perdana Dishub Kota Bogor.

“Sebenarnya ini sudah lama direncanakan dan alhamdulillah hari ini kita bisa kumpul di Markas PWI Kota Bogor dengan Pak Kadishub lengkap dengan Sekdis dan para kepala bidang. Dalam program Open MiC ini Dishub bisa memaparkan capaian program kerja yang sudah dilakukannya, dan rencana atau target kerja ke depannya. Insyaallah langsung terpublikasi oleh teman-teman, sebagai bentuk membangun bersama Kota Bogor,” ujarnya.

Dalam momen ini, Aldho sapaan akrabnya memaparkan juga program PWI Kota Bogor yang sudah dan tengah berjalan hingga saat ini. Salah satunya program Jumat Sehat.

“Jumat Sehat ini juga pertama ada di Indonesia yang dilakukan organisasi wartawan, dan alhamdulillah sekarang sudah menginspirasi banyak pihak,” kata Aldho.

Teranyar, sesuai visi PWI Rumah Nyaman Wartawan menggulirkan program asuransi jiwa gratis bagi anggota beserta keluarganya. Program ini kerja sama dengan Kitabisa.com.

Bukan itu saja, PWI Kota Bogor memperpanjang perjanjian kerja sama terkait pemberian bantuan hukum bagi anggota PWI dengan kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners.

Aldho berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut, mengingat tugas wartawan juga erat kaitannya dengan Dishub Kota Bogor. “Mudah-mudahan ini bukan yang pertama, karena ada banyak hal antara Dishub dengan PWI berkaitan dengan peliputan,” tandasnya.

Sementara itu, Kadishub Kota Bogor Marse Hendra Saputra mengaku sepakat jika PWI Kota Bogor menjadi rumah bagi semua. Terbukti, Dishub Kota Bogor bisa bersilaturahmi dan berdiskusi dengan PWI Kota Bogor.

“Mudah-mudahan ke depan terus berkolaborasi untuk membangun Kota Bogor menjadi lebih baik,” kata Marse.

Dalam kesempatan ini, Marse memaparkan capaian kinerja Dishub Kota Bogor 2024 dan rencana program kerja pada 2025 mendatang.

“Realisasi kegiatan dan program per 23 Desember kemarin mencapai 95 persen dari target 100 persen. Per besok harus mencapai 98 persen,” urainya.

Menurutnya, salah satu kinerja yang menjadi pekerjaan rumah mengenai jalan ditargetkan 0,61 persen. Namun hal tersebut terealisasi bahkan melebihi target di 0,63 persen.

Sementara untuk program yang akan dilaksanakan di 2025, salah satunya revitalisasi Terminal Bubulak dengan alokasi anggaran Rp11,6 miliar.

“Insyaallah untuk di tahun 2025 Terminal Bubulak mulai tahapan betonisasi lantai,” jelas Marse.

Selain itu, ada beberapa kegiatan peningkatan sarana prasarana yang kembali dimunculkan di 2025. Seperti halte, marka jalan, zona selamat sekolah, dan rute aman sekolah.

Terkait BisKita program Buy The Service (BTS), Marse mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya dengan menyurati Kementerian Perhubungan terkait permohonan pemberian kembali subsidi di 2025.

“Karena jika dengan ketersediaan (anggaran) yang ada hanya bisa 2 koridor untuk 6 bulan, makanya kami masih berjuang, mudah-mudahan masih diberikan kesempatan bantuan full 4 koridor sampai Pemkot Bogor siap,” katanya.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Desa Gunung Putri Bogor Dijadikan Desa Percontohan

Published

on

By

Desa Gunung Putri Bogor Dijadikan Desa Percontohan
Bupati Bogor, Rudy Susmanto (kiri) saat memimpin rapat bersama jajaran perangkat daerah dan Pemerintah Desa Gunung Putri di Bapperida Kabupaten Bogor, Senin, 9 Februari 2026. Dok. Pemkab Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan Desa Gunung Putri sebagai prototipe desa percontohan yang dibangun secara menyeluruh pada 2026.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga semangat Kepala Desa dan masyarakat Gunung Putri serta pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memimpin rapat bersama jajaran perangkat daerah dan Pemerintah Desa Gunung Putri di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, Senin, 9 Februari 2026.

Bupati Bogor mengatakan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan pemberian apresiasi simbolik, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan nyata di lapangan.

Desa Gunung Putri yang sebelumnya meraih juara ketiga dalam ajang Gapura Seribu Padjadjaran tingkat Provinsi Jawa Barat, ujar Rudy, layak mendapatkan perhatian lebih lantaran mewakili 416 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Bogor.

“Bukan soal juara satu, dua, atau tiga, tapi Desa Gunung Putri sudah membawa nama baik Kabupaten Bogor, maka wajah desanya harus benar-benar berubah,” kata Rudy dikutip dari Bogorkab.go.id, Selasa, 10 Februari 2026.

Bupati Rudy pun meminta seluruh perangkat daerah untuk melakukan intervensi pembangunan secara terpadu di wilayah Gunung Putri.

Dinas PUPR diminta memperbaiki dan menata infrastruktur jalan serta menginventarisasi kewenangan penanganan jalan lingkungan dan saluran irigasi.

Sementara pengelolaan sumber daya air, khususnya Setu Gunung Putri, juga diminta untuk segera ditangani agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain infrastruktur, ia juga meminta percepatan legalitas lahan melalui program redistribusi tanah agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan lahan harus diprioritaskan.

“Agar tidak ada lagi jawaban “masih dalam proses” tanpa kepastian waktu,” ujar Rudy menambahkan.

Sementara itu, di bidang perhubungan, Rudy menginstruksikan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar wilayah Gunung Putri tidak lagi gelap pada malam hari.

BPBD bersama Disparbud turut diminta mengkaji pengadaan kapal wisata di Setu Gunung Putri yang dapat berfungsi ganda, baik untuk penanganan bencana maupun untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Sedangkan DLH diminta untuk melakukan penghijauan kawasan Gunung Putri yang selama ini identik dengan kawasan industri.

Salah satu program yang didorong adalah pembagian bibit buah ke rumah-rumah warga, agar dalam satu hingga dua tahun ke depan Gunung Putri dapat berkembang menjadi sentra buah.

Tak kalah penting, Diskominfo diminta untuk mendorong transformasi kantor desa menjadi kantor desa digital.

Selain itu, penguatan identitas wilayah, khususnya di exit Tol Gunung Putri sebagai salah satu gerbang masuk Kabupaten Bogor.

“Ketika orang keluar dari exit Tol Gunung Putri, harus langsung tahu bahwa mereka masuk Kabupaten Bogor, bahkan ke Desa Wisata Gunung Putri,” jelasnya.

Rudy menargetkan setelah Idulfitri, seluruh perangkat daerah bersama pemerintah desa dapat bergerak bersama membangun Gunung Putri.

“Desa ini akan dijadikan prototipe yang nantinya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor,” katanya.

Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Kepala Bapperida beserta jajaran kepala dinas lainnya, Camat dan Kepala Desa Gunung Putri.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Dede Juhendi jadi Plt Ketua KPU Kota Bogor Usai Habibi Dipecat

Published

on

By

Dede Juhendi jadi Plt Ketua KPU Kota Bogor Usai Habibi Dipecat
Plt Ketua KPU Kota Bogor, Dede Juhendi (kanan). Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menunjuk Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Bogor, Dede Juhendi sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPU Kota Bogor.

Penunjukan ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan tetap Muhammad Habibi Zaenal Arifin dari jabatannya sebagai Ketua sekaligus Anggota KPU Kota Bogor.

Plt Ketua KPU Kota Bogor, Dede Juhendi, mengatakan pihaknya menghormati keputusan DKPP dan saat ini telah menunggu salinan surat keputusan pemberhentian tetap Habibi.

Untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan, pihaknya telah menunjuk Plt Ketua KPU Kota Bogor melalui mekanisme rapat internal sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) 5/2022.

​”Sesuai PKPU, kalau ketua tidak ada, maka harus dibentuk atau ditunjuk Plt. Sejak jam 3 sore kemarin, sudah ada Plt, yaitu saya (Dede Juhendi),” ujar Dede kepada awak media, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menambahkan, jabatan Plt ini akan diemban hingga adanya ketua definitif yang terpilih dan disahkan langsung oleh Ketua KPU RI.

Begitu pula berkenaan dengan keanggotaan KPU Kota Bogor yang saat ini berkurang satu orang itu menjadi kewenangan KPU RI.

“Ini kewenangan KPU RI apakah akan sesegera mungkin menentukan PAW (penggantian antarwaktu) atau seperti apa, kami menunggu arahan saja,” jelasnya.

Baca juga: Terbukti Langgar Kode Etik, Ketua KPU Kota Bogor Dipecat

Terkait aset KPU Kota Bogor, Dede mengatakan, mobil dinas dan barang lain yang melekat sebagai fasilitas kerja Ketua KPU Kota Bogor Habibi telah ditarik.

Namun mengenai honor, Dede mengaku perlu mengkonfirmasi lebih lanjut kepada sekretaris KPU Kota Bogor sebagai pengguna anggaran.

Ia menegaskan bahwa momentum ini akan dijadikan sebagai turning point atau titik balik untuk melakukan perbaikan kinerja KPU Kota Bogor secara menyeluruh.

​”Kami komitmen secara bersama-sama ini dijadikan sebagai turning point untuk mengevaluasi dan perbaikan kinerja KPU Kota Bogor secara keseluruhan,” katanya.

Pihaknya juga meminta dukungan dan doa dari semua pihak agar KPU Kota Bogor bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik lagi ke depan.

“Kami berikhtiar semaksimal untuk menjadikan KPU Kota Bogor lebih profesional, berintegritas, akuntabel, dan mandiri,” kata Dede.

Sebelumnya, DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Muhammad Habibi Zaenal Arifin karena teradu terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu terkait dugaan penerimaan gratifikasi.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Terbukti Langgar Kode Etik, Ketua KPU Kota Bogor Dipecat

Published

on

By

Terbukti Langgar Kode Etik, Ketua KPU Kota Bogor Dipecat
Muhammad Habibi Zaenal Abidin saat menjabat Ketua KPU Kota Bogor. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Muhammad Habibi Zaenal Abidin dari jabatannya sebagai Ketua sekaligus Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.

Putusan ini dibacakan dalam sidang kode etik terbuka yang digelar DKPP pada Senin, 9 Februari 2026.

Dalam sidang tersebut, Habibi selaku teradu disimpulkan terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Muhamad Habibi selaku Ketua merangkap anggota KPU Kota Bogor terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata ketua majelis dikutip dari channel YouTube DKPP RI, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain itu, DKPP memutuskan memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak putusan ini dibacakan.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan ini.

“Memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini,” kata ketua majelis.

(hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer