Connect with us

Berita

Momen HUT PWI ke 79 dan HPN 2025, PWI Kota Bogor: Tak Ada Lagi Kekerasan pada Wartawan

Published

on

Momen HUT PWI ke 79 dan HPN 2025, PWI Kota Bogor: Tak Ada Lagi Kekerasan pada Wartawan
PWI Kota Bogor memperingati HUT PWI ke 79 dan HPN 2025. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-79 yang digelar PWI Kota Bogor di sekretariatnya Jalan Rd. Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sereal, berlangsung khidmat dan meriah, pada Minggu, 9 Januari 2025.

Dalam kegiatan itu dihadiri oleh Pj Wali Kota Bogor yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Rahmat Hidayat, para Wakil Ketua DPRD seperti Rusli Prihatevy, Dadang Danubrata, tokoh senior wartawan yang juga Anggota DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin, serta para senior wartawan lainnya dan Ketua PWI Kota Bogor sebelumnya Arihta Utama Surbakti.

Selain itu, Anggota DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri, Safrudin Bima, dan Zakiyatul Fikriyah Al Islamiyah, Ketua Pj Kadin Kota Bogor Bagus Maulana, Ketua Peradi Kota Bogor Gunara, Ketua KONI Kota Bogor Dedy Sumarna, Ketua KNPI Kota Bogor Rivaldo serta perwakilan dari Polresta dan Kejari Kota Bogor pun turut dalam perayaan HPN dan HUT PWI ke-79.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi atau yang akrab disapa Aldho mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung peringatan HPN dan HUT PWI ke-79 yang berlangsung hari ini.

“Alhamdulillah, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor yang selama ini terus berkolaborasi dalam membangun Kota Bogor lebih baik,” ujar Aldho dihadapan tamu undangan.

Aldho menyampaikan selama kepemimpinannya banyak hal yang sudah diperbuat, salah satunya penataan sekretariat PWI dan juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh PWI, di mana sekarang ini keanggotaan PWI Kota Bogor bertambah.

“Saya perlu sampaikan juga, untuk menjadi wartawan tidak mudah dan harus melalui pelatihan jurnalistik, serta memiliki identitas dan alhamdulillah kemarin ada sekitar 20 orang mengikuti pelatihan OKK di Bandung dan semuanya lulus, sehingga keanggotaan PWI di Kota Bogor bertambah,” kata Aldho.

Bukan hanya itu, lanjut Aldho, semua anggota PWI Kota Bogor juga telah didaftarkan dan dilindungi oleh asuransi selama satu tahun. Sebab, PWI Kota Bogor telah bekerja sama dengan kitabisa.com.

“Ini menjadi capaian kita semua untuk jaminan teman-teman ketika bertugas. Program ini juga belum ada di PWI lain dan saya kemarin ditarik ke pusat dan menyampaikan bahwa program jaminan asuransi ini akan menjadi pilot project,” jelasnya.

Aldho berharap di momentum HPN 2025 dan HUT PWI ke-79 ini tidak ada lagi kekerasan terhadap wartawan, karena tugas wartawan menginformasikan apa yang terjadi kepada publik.

“Jadi, saya berharap ini menjadi tonggak bersejarah bagi wartawan dan tidak ada lagi yang namanya kekerasan terhadap wartawan. Saya tegaskan bahwa PWI Kota Bogor ini menjadi rumah nyaman untuk wartawan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, tokoh senior wartawan yang Anggota DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin menyampaikan selamat ulang tahun untuk PWI ke-79. Menurutnya, dengan usia 79 tahun itu menandakan bahwa usia PWI sudah tua, sehingga ia berharap PWI bisa semakin dewasa dan hampir mencapai establish.

“Kenapa, karena parameternya yang pertama PWI Kota Bogor menurut penilaian kami sebagai pengusaha media ini sudah sehat, artinya tidak ada konflik, baik itu internal maupun dengan eksternal,” kata Zaenul Mutaqin yang akrab disapa ZM.

Ketua DPC PPP Kota Bogor ini pun mengulas kembali perjalanan PWI Kota Bogor. Menurut ZM, saat ini PWI Kota Bogor telah memiliki sekretariat yang nyaman dan masjid yang megah. Padahal, lanjut dia, pada tahun 2017 lalu sekretariat PWI itu ngontrak di wilayah Kecamatan Bogor Utara, lantaran kala itu sekretariat PWI hancur dan ambruk, namun tak kunjungi diperbaiki.

“Saya ingat waktu 2017 lalu, saya datang ke Sekretariat PWI di wilayah Bogor Utara dan diskusi bersama teman-teman wartawan. Mereka menyampaikan keinginannya yaitu itu memperbaiki sekretariat PWI dan saya coba menjawabnya dengan memberikan bantuan. Bahkan bisa dikatakan saya menjadi salah satu orang yang memancing agar yang lain ikut membantu dan alhamdulillah sekretariat PWI bisa kembali diperbaiki hingga nyaman seperti sekarang ini,” ungkap ZM.

Dia juga mengapresiasi PWI yang sekarang sudah punya asuransi jiwa, di mana semua wartawan yang ada di PWI dapat dengan tenang menjalankan tugasnya di lapangan.

“Mudah-mudahan semuanya semakin profesional, semuanya semakin berkembang,” ucap ZM.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy menyampaikan terima kasih dan juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PWI Kota Bogor yang selama ini telah berkolaborasi dengan baik bersama DPRD Kota Bogor.

“Para jurnalis sebagai pilar yang dimana hal-hal yang berkaitan dengan informasi terhadap publik sangat terjaga integritasnya yang menjadikan sebuah pijakan dan juga kepercayaan dari warga, khususnya di Kota Bogor dan kami DPRD sangat terbantu,” kata Rusli.

“Mudah-mudahan ini menjadikan sebuah catatan besar menjadikan sebuah integritas bahwa hal demikian ini bisa kita jaga untuk kebaikan dan juga nama baik Kota Bogor,” tutup Ketua DPD Golkar yang kini menjadi Ketua DKM Masjid An-Naba PWI Kota Bogor.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

2 Daerah Akselerasi Persiapan Pembangunan PSEL Bogor Raya, Target Agustus

Published

on

By

2 Daerah Akselerasi Persiapan Pembangunan PSEL Bogor Raya, Target Agustus
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti serta pihak terkait melakukan peninjauan lokasi lahan yang akan dibangun PSEL Bogor Raya di Galuga, Kabupaten Bogor, Senin, 13 Juli 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kota dan Kabupaten Bogor melaksanakan percepatan persiapan dan pematangan lahan untuk pelaksanaan groundbreaking pembangunan proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program Waste to Energy (WTE).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, TNI, Danantara, kontraktor pelaksana, serta instansi terkait lainnya meninjau langsung lokasi lahan yang akan dibangun fasilitas PSEL Bogor Raya di Galuga, Kabupaten Bogor, Senin, 13 Juli 2026.

Dedie Rachim mengatakan bahwa penanganan persampahan tidak bisa dilakukan oleh satu daerah atau satu instansi saja, namun memerlukan sinergi dan kolaborasi yang saling mendukung dan membantu.

“Jadi ada TNI-nya, ada pemerintah pusat, termasuk juga kami, kota dan kabupaten sudah benar-benar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat menuju proses groundbreaking, supaya penanganan sampah yang dari hulu ke hilir itu bisa segera tuntas,” ujarnya.

Menurut Dedie Rachim, kehadiran Kemenko Bidang Pangan membawa angin segar agar proses groundbreaking dapat segera dilakukan.

“Insyaallah dengan ini bisa mengakselerasi semua hal-hal yang masih menjadi kendala atau hambatan di lapangan,” imbuhnya.

Baca juga: Mengenal PSEL, Teknologi Pengubah Sampah jadi Listrik 

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti menyampaikan, PSEL Bogor Raya terus dipersiapkan untuk segera dilakukan groundbreaking yang dilanjutkan dengan proses pembangunan.

Adapun lahan yang disiapkan untuk pembangunan PSEL ini seluas 8,7 hektare. Nantinya fasilitas ini akan diintegrasikan dengan pengolahan FABA.

Saat ini, seluruh pihak terkait tengah memastikan kesiapan lahan agar sepenuhnya rampung sebelum target peletakan batu pertama pembangunan yang direncanakan pada awal Agustus.

“Jadi dari Pemerintah Pusat yang dikoordinasikan oleh Kemenko Pangan, itu kami terus berkoordinasi erat dengan kementerian, yaitu Kementerian LH, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, dan juga Danantara. Danantara ini kan sebagai pelaksananya, tapi sebelum persiapannya itu kementerian-kementerian tadi yang kita terus berkoordinasi,” katanya.

Baca juga: Bogor Siapkan PSEL 2.500 Ton, Kayumanis Masuk Proyek Tahap Kedua

Nani menilai lahan yang sedang dalam proses percepatan persiapan dan pematangan melalui cut and fill tersebut memiliki lokasi strategis, karena berdekatan dengan rencana pembangunan pirolisis yang akan dibangun oleh TNI.

Pirolisis nantinya akan mengolah sampah yang menggunung di TPA, sedangkan PSEL akan digunakan untuk mengolah sampah-sampah baru yang masuk ke TPA.

“Jadi ini lebih strategis. Dan nanti lahannya kelihatannya sudah flat tinggal sedikit cut and fill saja gitu. Jadi tidak terlalu effort dan bisa percepatan, karena yang paling penting ini diminta oleh Pak Menko Pangan untuk bisa percepatan dalam proses pelaksanaan proyek PSEL ini,” katanya.

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, sinergi dan kolaborasi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berkesinambungan sejak lama dalam hal penanganan sampah.

Di tengah perjalanan kolaborasi dan sinergi tersebut, pemerintah pusat hadir melalui Presiden Prabowo dalam program penanganan sampah skala besar dan berkelanjutan.

“Kota dan kabupaten sangat menyambut itu. Maka saya mengajak kepada semua pihak, bahwa isu sampah ini memang cukup panjang. Dan mari kita bersama-sama untuk kita dukung,” ucapnya.

Dengan demikian, dalam waktu dua hingga tiga hari dan paling lambat 10 hari, proses persiapan lahan diharapkan dapat segera rampung, sehingga groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Tahun Ajaran Baru, Setiap Siswa Kota Bogor Tanam Pohon 

Published

on

By

Tahun Ajaran Baru, Setiap Siswa Kota Bogor Tanam Pohon 
Pelajar Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta siswa baru di setiap jenjang pendidikan pada awal tahun ajaran untuk menanam satu pohon pelindung atau pohon buah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyikapi perubahan iklim yang semakin ekstrem belakangan ini, ditandai dengan munculnya fenomena El Nino dan La Nina akibat pemanasan global.

Baca juga: Kota Bogor Tanamkan Seribu Kata Positif (Serbukatif) di Sekolah

Menurut Dedie Rachim, masa depan anak-anak harus diselamatkan melalui peningkatan kesadaran dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Bila setiap anak di bangku sekolah melakukan penanaman pohon, merawat, dan memeliharanya serta dilaksanakan secara konsisten, maka ancaman pemanasan global yang nantinya mengancam masa depan kehidupan manusia dapat diredam. Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa terlalu banyak menghadapi kondisi yang menyulitkan untuk bertahan hidup,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota Bogor dikutip Senin, 13 Juli 2026.

Baca juga: Pelajar SMP dan SMA di Kota Bogor jadi Duta KTR di Sekolah

Ia meminta Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian segera menyiapkan aturan dan melaksanakan program tersebut secara konsisten pada awal tahun ajaran 2026 yang dimulai 15 Juli 2026.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Wali Kota Dedie Rachim Minta Kontraktor Terapkan K3, Proyek Trase Baru Batutulis Disorot

Published

on

By

Wali Kota Dedie Rachim Minta Kontraktor Terapkan K3, Proyek Trase Baru Batutulis Disorot
Kondisi ceceran tanah di Jalan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Istimewa

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta kontraktor pembangunan trase baru Batutulis, PT Promix Prima Karya serta kontraktor yang mengerjakan proyek di Kota Bogor untuk menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) agar pelaksanaan tidak membahayakan pekerja maupun masyarakat di sekitar proyek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, di sekitar proyek trase baru Batutulis masih didapati ceceran tanah, padahal pihak kontraktor mengaku telah melakukan pembersihan dan penyemprotan air dari pintu masuk proyek hingga Museum Pajajaran.

Kondisi jalan masih terlihat ceceran tanah dan permukaan jalan menjadi basah setelah disemprot dengan air dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan terutama pengendara sepeda motor.

“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Dedie Rachim kepada wartawan dikutip Minggu, 12 Juli 2026.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyoroti bekas tanah yang sempat menjadi perbincangan karena masih berserakan di badan jalan.

Kepada para pekerja agar tetap memperhatikan sisa tanah hasil angkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), area tersebut dibersihkan setiap sore. Menurut kontraktor, hal itu dilakukan karena apabila pembersihan dilakukan secara berkala pada siang hari, dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan yang cukup padat. Selain itu, genangan air juga dapat mengganggu arus lalu lintas.

“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” terangnya.

Perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus mengatakan, setiap kendaraan yang keluar dari lokasi proyek dilakukan pembersihan. Pihaknya juga melakukan penyemprotan rutin satu hari tiga.

“Kami semprot pagi, siang, sama menjelang magrib pak,” ungkap Dudung saat dikonfirmasi wartawan, Minggu, 12 Juli 2026.

Dudung melanjutkan, pembersihan dengan sapu juga dilakukan. “Dengan alat sapu diikuti alat siram steam mobil. Nanti alat semprotnya saya fotokan,” katanya.

(hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer