Berita
Pemkot Bogor Gali Potensi Pendapatan dari Sektor Pertanahan
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggali pendapatan daerah dari berbagai sektor. Salah satunya melalui optimalisasi di bidang pertanahan dan tata ruang.
Untuk mewujudkan upaya tersebut dilakukan penandatanganan dokumen kerja sama antara Pemkot Bogor dan Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor di Ruang Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin, 24 Agustus 2026.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Pertanahan Menteri ATR/BPN dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Substansi kerja sama tersebut berupa kesepakatan bersama tentang percepatan pelaksanaan penguatan ekonomi daerah melalui layanan pertanahan dan tata ruang.
Selain itu, juga dilakukan perjanjian kerja sama tentang pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi pelayanan pertanahan dan perpajakan daerah Kota Bogor yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut membuka potensi pendapatan baru untuk Kota Bogor. Hal itu didukung oleh ATR/BPN yang telah memiliki peta digital yang lengkap.
“Untuk kemudian nanti kita overlay dengan Bapenda, kira-kira apa saja yang mungkin disempurnakan data-data yang ada di lapangan,” kata Dedie Rachim usai penandatanganan kesepakatan.
Baca juga: Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
Dedie Rachim mencontohkan, pada satu luasan lahan yang dimiliki oleh satu nama, terkadang tidak sinkron dengan data terbaru milik pemerintah. Sehingga kemungkinan terdapat perubahan nilai pada lahan tersebut.
“Sehingga bisa menimbulkan potensi baru pendapatan Kota Bogor. Dari kesepakatan ini juga nanti mungkin kita bisa melihat lebih clear kira-kira zona nilai tanah mana yang memang menguntungkan dan punya potensi untuk kita tawarkan kepada investor,” ujarnya.
Terutama, sambungnya, zona nilai tanah yang sama sekali belum terintervensi agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sana. Hal itu dibarengi dengan pemanfaatan data dan potensi yang dimiliki ATR/BPN.
Dedie Rachim juga mengatakan bahwa ke depan, penataan ruang di Kota Bogor harus minim dari kesalahan pengukuran. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa terus berjalan tanpa harus melihat status wilayah perbatasan.
Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Pertanahan Menteri ATR/BPN, Dedi Noor Cahyanto menjelaskan, saat ini pemerintah terus membenahi diri untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Program kerja sama ini, kata Dedi Noor, sudah disampaikan kepada KPK untuk kemudian direkomendasikan sebagai paket program. Kota Bogor kemudian ditunjuk sebagai salah satu kota di Jawa Barat yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut.
“Satu hal yang konkret dari diskusi hari ini menyangkut transparansi dan integrasi data. Karena itu penting supaya tidak ada lagi data-data yang tersembunyi, bisa saling sharing dan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan,” jelasnya.
Baca juga: Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat
Kementerian ATR/BPN pun sudah menyiapkan satu dasbor untuk penentuan kebijakan di tingkat daerah. Terutama untuk perencanaan pembangunan yang tepat dan selaras dengan kondisi serta situasi Kota Bogor.
Menurut Dedi Noor, masyarakat Kota Bogor termasuk yang memiliki tingkat literasi sertifikat kepemilikan tanah cukup tinggi. Hal baik itu kemudian menjadi modal ATR/BPN dalam bekerja lebih ringan.
“Karena kita ingin mendorong masyarakat untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan sertifikat itu ke jenjang berikutnya. Yaitu pengembangan ekonomi atau usaha,” ujarnya.
Dedi Noor juga mengamini dan sepakat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik di Kota Bogor. Bahkan untuk mendukung hal tersebut, Kementerian ATR/BPN juga memberikan aplikasi yang terintegrasi dengan pembayaran BPHTB ataupun SPT-PBB.
“Jadi masyarakat bisa self-assessment, dia bisa menilai sendiri, diusulkan, divalidasi atau diverifikasi oleh Bapenda. Langsung disesuaikan luas bidang tanahnya berdasarkan data yang ada di BPN,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Republik Indonesia yang diwakili Koordinator Wilayah Jawa Barat, Irawati mengatakan, hadirnya KPK merupakan bentuk dukungan agar sebuah kota lebih mandiri secara fiskal.
Salah satunya melalui pemanfaatan aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Meski di sisi lain, banyak aset pemerintah daerah yang belum banyak tersertifikasi, terintegrasi dengan sistem, maupun termanfaatkan.
“Maka momen KPK mendorong Kementerian ATR/BPN adalah untuk melakukan kerja sama kepada pemerintah daerah dalam hal tadi. Jadi tujuannya adalah agar mempunyai dampak manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah,” kata Irawati.
Ia juga berharap, kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pendapatan daerah, namun juga pembenahan dan kesesuaian tata ruang.
“Sehingga tidak ditemukan lagi ke depan terkait dengan adanya peralihan alih fungsi lahan ataupun perizinan yang memang tidak sesuai dengan prosedur seperti itu. Menteri ATR/BPN sudah punya komitmen,” pungkas Irawati.
(rls/hrs)
Berita
Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, mendampingi kunjungan pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor ke lokasi pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penanaman sejumlah pohon bersama di area ruang terbuka hijau (RTH) dan Leuweung Batutulis.
Dedie Rachim mengatakan, seiring dengan penyelesaian pembangunan trase baru, pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kondisi underpass Batutulis aman dilalui.
“Dirjen Perkeretaapian akan mengirimkan tim untuk mempersiapkan bersama aktivasi underpass Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita. Jadi, mudah-mudahan pekerjaan besar sudah kita selesaikan. Tinggal nanti pekerjaan tambahan dan kekurangan yang tentu akan disesuaikan dengan kondisi,” ujar Dedie Rachim.
Baca juga: Trase Baru Batutulis Segera Rampung, Tinggal 21 Persen
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan, kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor bertujuan memastikan akses trase baru Batutulis segera dapat digunakan masyarakat karena sudah dinantikan.
“Mudah-mudahan sesuai jadwal dan kita berharap penyelesaian 100 persen segera,” katanya.
Selanjutnya, estetika kawasan akan dilakukan penganggaran kembali untuk mempercantik lokasi tersebut.
Baca juga: Parkir di Kota Bogor Digital, 91 Titik Sudah Pakai QRIS
Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 84 persen.
“Sejak Rabu kemarin, sudah ada kenaikan sekitar 5 persen. Mudah-mudahan pada akhir bulan ini, dengan dukungan dari semuanya, kita bisa menyelesaikan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, taman, dan Leuweung,” ujarnya.
(rls/hrs)
Berita
Parkir di Kota Bogor Digital, 91 Titik Sudah Pakai QRIS
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempercepat penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi juru parkir di wilayah Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, hingga saat ini penerapan QRIS telah mencapai 71 persen atau mencakup 91 titik parkir dari total lokasi yang teridentifikasi.
”Dari 115 titik, baru teridentifikasi penambahan 35 titik baru dan 15 titik parkir malam. Kemudian pemberian QRIS sudah 71 persen. Jadi 91 titik parkir di Kota Bogor sudah menggunakan QRIS,” ujar Jenal usai memimpin rapat persiapan optimalisasi retribusi parkir di Balai Kota Bogor, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kendati demikian, Pemkot Bogor tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis saat hendak membayar parkir.
Pembayaran secara tunai masih diperbolehkan, khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar atau terkendala akses digital, selama nominal yang dibayarkan sesuai dengan tarif resmi pemerintah.
”Apakah warga tidak bisa bayar cash? Bagi yang memang terkendala dan tidak handphone atau tidak ada QRIS, pembayaran cash masih bisa selama tarif sesuai ketentuan, yakni Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil di jalur bukan progresif,” ujarnya.
Baca juga: Trase Baru Batutulis Segera Rampung, Tinggal 21 Persen
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Bogor juga menargetkan pendistribusian seragam baru serta kartu identitas bagi juru parkir (jukir). Selain itu, proses rekrutmen hingga kesepakatan bagi hasil antara jukir dengan Pemkot Bogor.
”Secara data yang kami terima bahwa hari ini setoran dari jukir langsung ke kas daerah Kota Bogor tanpa melalui perantara danru (komandan regu) atau koordinator. Kita hindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi kebocoran yang sebelumnya dari hasil uji petik saya sempat terjadi miskomunikasi antara petugas dan danru serta pendapatan yang kita anggap belum optimal,” tambahnya.
Adapun Pemkot Bogor berencana mengumpulkan sekitar 120 koordinator dari total 508 jukir se-Kota Bogor pada pertengahan Oktober 2026. Kegiatan itu meliputi penyerahan seragam, ID card, serta barcode QRIS untuk masing-masing jukir yang didukung langsung oleh Bank BJB. Langkah ini sekaligus menjadi ajang edukasi digitalisasi bagi masyarakat secara meluas.
Terkait potensi penerimaan daerah, Jenal memaparkan, dari hasil kajian Inspektorat Daerah Kota Bogor sebesar Rp11,5 miliar, sedangkan uji petik mandiri di lapangan mencatat Rp10 miliar, sementara Dinas Perhubungan Kota Bogor di angka Rp10 miliar.
Baca juga: Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba
Untuk memperoleh angka pasti, Pemkot Bogor menganggarkan konsultan serta akan melibatkan praktisi ahli dari Kota Malang guna memetakan potensi di setiap titik parkir.
”Target kita dari 115 titik yang ada, sekarang bertambah 35 titik, dan target kita sampai 300 titik parkir baru di tahun depan dengan melibatkan aparat wilayah,” ujarnya.
Jenal menegaskan bahwa langkah upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), yang selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan berbagai pembangunan daerah.
“Termasuk pajak parkir seperti penitipan motor di Jalan Mayor Oking yang kemarin saya sidak, hari ini 25 wajib pajak baru sudah masuk ke kas daerah,” kata Jenal memungkas.
(hrs/ckl)
Berita
Jaga Kebugaran, PWI Kota Bogor dan Red Fitness Gelar Jumat Sehat Bareng
KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor terus berkomitmen menjaga kesehatan dan kebugaran para anggota.
Melalui program Jumat Sehat, PWI Kota Bogor kali ini menggandeng Red Fitness Bogor menggelar kegiatan kebugaran bersama yang berlangsung di Gym Red Fitness, Jalan Raya Pajajaran No. 7a, Baranangsiang, Bogor Timur, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan diawali dengan sesi full body workout yang dipandu langsung oleh instruktur profesional, Coach Radit.
Para insan pers tampak antusias mengikuti setiap gerakan latihan fisik, dilanjutkan dengan pemeriksaan analisis komposisi tubuh (body composition check), hingga pengenalan berbagai alat fitnes modern oleh tim instruktur Red Fitness.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi positif ini. Menurut Kang Aldho, sapaan karibnya, kerja sama dengan pusat kebugaran modern seperti Red Fitness menjadi sarana penting bagi para wartawan untuk tetap menjaga stamina di tengah tingginya ritme kerja jurnalistik.
”Kami sangat mengapresiasi langkah kolaborasi bersama Red Fitness Bogor ini. Profesi wartawan menuntut mobilitas dan fleksibilitas tinggi, sehingga kebugaran fisik menjadi modal utama. Melalui kegiatan Jumat Sehat ini, kami berharap para anggota PWI makin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat secara konsisten,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Marcomm Manager Red Fitness, Veronica, didampingi General Manager Red Fitness Bogor, Idham Ilyas, menyambut hangat kedatangan rombongan PWI Kota Bogor.
Veronica menjelaskan, Red Fitness senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas dalam mengampanyekan gaya hidup sehat yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Bogor.
”Kami sangat senang dapat memfasilitasi rekan-rekan media dari PWI Kota Bogor. Red Fitness hadir sebagai pusat kebugaran modern yang menawarkan fasilitas olahraga lengkap dengan konsep harga yang terjangkau. Kami ingin membuktikan bahwa hidup sehat dan memanfaatkan fasilitas gym premium tidak harus mahal,” ungkap Veronica.
Sebagai salah satu pusat kebugaran populer di Kota Bogor, Red Fitness menawarkan pengalaman olahraga menyeluruh bagi kesehatan fisik dan mental.
Gym Red Fitness dilengkapi area latihan kekuatan (strength training) yang bervariasi, lebih dari 40 kelas kebugaran per minggu seperti Yoga, Zumba, Poundfit, hingga Muaythai, serta fasilitas Premium Reformer Pilates untuk melatih postur dan kekuatan otot inti.
Keunggulan unik lain yang ditawarkan Red Fitness adalah fasilitas Terapi Seitai Jepang (Japanese Seitai Therapy) dari Red Seitai secara gratis yang sudah termasuk dalam paket keanggotaan untuk membantu pemulihan otot dan keselarasan tubuh.
Selain itu, keanggotaan Red Fitness menganut sistem Multi-Location Access, di mana satu kartu membership dapat digunakan di seluruh cabang Indonesia seperti Bogor, Cileungsi, Tambun, hingga Jakarta.
Red Fitness Bogor menyediakan beragam pilihan durasi keanggotaan, mulai dari paket 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan dengan biaya langganan promo yang sangat terjangkau.
Anggota baru juga berkesempatan mendapatkan bonus tambahan berupa sesi gratis bersama Personal Trainer, analisis komposisi tubuh, hingga tas gym eksklusif.
Pusat kebugaran ini beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu pukul 06.00–22.00 WIB, serta hari Minggu pukul 08.00–20.00 WIB.
Warga atau calon anggota yang ingin melakukan reservasi dan pendaftaran dapat menghubungi layanan konsumen di nomor 0877-1771-7735 atau memantau informasi terkini melalui akun Instagram resmi @redfitness.bogor.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
