Connect with us

Berita

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Sebelumnya Bappenda-BKPSDM

Published

on

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Sebelumnya Bappenda-BKPSDM
Penyidik KPK usai melakukan penggeledahan di kantor Disdik Kabupaten Bogor, Jumat, 28 Agustus 2026. Foto: tangkapan layar/istimewa

KlikBogor – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Jumat, 28 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan itu berlangsung dari siang hingga sore hari. Penyidik KPK datang menggunakan empat unit mobil berwarna hitam.

Usai penggeledahan, penyidik KPK membawa sejumlah koper. Namun, belum diketahui secara pasti isi koper tersebut.

Baca juga: YKI Kota Bogor Galang Dana Wujudkan Rumah Sahabat Kanker

Dikutip dari Kompas, penggeledahan itu terkait lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Bogor.

“Pada hari ini penyidik kembali melakukan giat penggeledahan. Kali ini, penyidik menggeledah kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita beberapa dokumen yang terkait dengan pengadaan-pengadaan di Disdik Kabupaten Bogor.

Baca juga: Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027

Selanjutnya, penyidik akan menelaah, menganalisis, dan mengonfirmasi setiap temuan dalam kegiatan penggeledahan dengan alat bukti lainnya untuk mengungkap perkara tersebut.

Sebelumnya atau Kamis, 27 Agustus 2026, lembaga antirasuah ini menggeledah Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor.

Penggeledahan itu terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemotongan insentif pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah

Published

on

By

Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menerima penghargaan dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di Bali, Jumat, 28 Agustus 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama tingkat Kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah melalui program bantuan pemerintah pada pelaksanaan bedah rumah.

Program bedah rumah di Kota Bogor ini diakselerasi dengan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk melalui alternatif pembiayaan dengan melibatkan CSR dari pihak swasta.

Penghargaan ini diterima oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Bali, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pada sesi wawancara bersama Tempo, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor sudah memiliki program bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu melalui hunian vertikal berupa rumah susun sewa (Rusunawa) yang dapat menampung 300 kepala keluarga di dua lokasi, yakni Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.

“Dua Rusunawa ini memang sangat membantu kita dan sangat sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah pusat, bahwa kebutuhan perumahan untuk masyarakat kalau tidak dibantu, diakselerasi oleh pemerintah tentu masyarakat yang menengah ke bawah akan merasa kesulitan untuk memiliki rumah sendiri, ya. Tetapi dengan model sewa, ya ini juga kelihatannya cukup baik dan respon masyarakat positif,” katanya.

Baca juga: Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna

Di samping Rusunawa, Pemkot Bogor pada periode 2019 hingga 2024 juga memiliki program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah memperbaiki 26.000 unit rumah.

Program perbaikan rumah ini pada 2025 hingga 2026 tetap dilanjutkan dan ditingkatkan melalui data dari pihak wilayah serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.

Tak hanya RTLH, Dedie Rachim juga meningkatkan program dengan konsep bedah rumah. Jika bantuan RTLH hanya Rp7 juta hingga Rp11 juta, maka program perbaikan rumah melalui bedah rumah memiliki anggaran yang dialokasikan Rp100 juta, sehingga penanganannya lebih komprehensif.

“Dengan program Bedah Rumah, Insyaallah akan lebih sempurna, baik dari pencahayaannya, kemudian sirkulasi udaranya, kemudian juga dari kualitas bangunannya. Jadi memang tentu ini perlu masukan dari masyarakat dan aktifnya pemerintah daerah, terutama di tingkat kelurahan bersama RT/RW untuk tadi, betul-betul bisa memetakan siapa yang membutuhkan supaya tepat sasaran,” katanya.

Sebab, dalam program ini yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga 5 dan memiliki alas hak yang jelas.

Dedie Rachim meyakini bahwa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui berbagai program keberlanjutan dari kepemimpinan terdahulu yang terus diperbaiki sesuai kebutuhan zaman.

Baca juga: Disperumkim Kota Bogor Garap Bedah Rumah untuk RTLH

Untuk itu, dalam program bantuan rumah ini pihaknya juga sepakat bahwa berbagai program yang sudah baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Jadi artinya memang konsistensi pemerintah untuk terus memastikan bahwa masyarakat Kota Bogor atau masyarakat di kabupaten/kota ini mendapatkan perhatian dari kepala daerah,” ungkapnya.

Di samping program yang sudah berjalan dan sedang disiapkan, saat ini Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan empat titik lokasi yang diajukan kepada Kementerian PKP melalui bantuan dari Kemendagri untuk dibangunkan hunian vertikal bagi masyarakat.

“Nah, kalau kemudian ini terbangun, maka paling tidak target dari pemenuhan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia dari Kota Bogor juga semakin dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi mohon bersabar karena pemerintah masih terus bekerja,” ujarnya.

Untuk 2025, Pemkot Bogor telah merealisasikan bantuan sosial RTLH BST dan BSTT kepada 2.122 rumah, dengan rincian sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh dan 1.856 rumah di kawasan luar kumuh.

Sementara itu, pada 2026, RTLH sebanyak 1.138 unit dengan rincian 216 unit di kawasan kumuh, 922 unit di luar kawasan kumuh, serta 6 unit melalui program bedah rumah.
Sedangkan, melalui alternatif pembiayaan CSR Buddha Tzu Chi 204 unit rumah pada 2026.

Dengan capaian ini, Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur atas berbagai langkah Pemkot Bogor yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kementerian PKP.

“Ini merupakan penyemangat bagi kita Pemkot Bogor dan khususnya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dinas-dinas terkait dan para pimpinan perangkat daerah serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah mendukung langkah Pemkot dalam melaksanakan berbagai program,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

YKI Kota Bogor Galang Dana Wujudkan Rumah Sahabat Kanker

Published

on

By

YKI Kota Bogor Galang Dana Wujudkan Rumah Sahabat Kanker
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, Yantie Rachim. Foto/Istimewa 

KlikBogor – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor menggelar Gala Dinner and Charity Concert bertajuk “Light of Hope, An Evening of Courage and Compassion” di Puri Begawan, Kecamatan Bogor Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penggalangan dana untuk mewujudkan pembangunan Rumah Sahabat Kanker di Kota Bogor.

Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim mengatakan, pembangunan Rumah Sahabat Kanker menjadi salah satu visi utama yang ingin diwujudkan YKI Kota Bogor.

“Kota Bogor itu harus mempunyai Rumah Sahabat Kanker, di mana tidak ada satu pun keluarga di Kota Bogor yang merasa sendiri,” ujar Yantie Rachim. Jumat, 28 Agustus 2026 malam.

Rumah Sahabat Kanker akan menjadi tempat untuk mendampingi pasien kanker selama menjalani rangkaian pengobatan yang membutuhkan waktu cukup panjang.

“Pasien kanker memerlukan treatment dan pengobatan yang memang agak panjang. Jadi daripada mereka bolak-balik dari daerah, dengan adanya Rumah Sahabat Kanker ini bisa memfasilitasi mereka,” paparnya.

Baca juga: Sebar Pita Pink di Tugu Kujang, YKI Kampanyekan #BogorSahabatKanker

Saat ini, lanjut Yantie Rachim, rencana pembangunan Rumah Sahabat Kanker masih dalam tahap awal. Salah satu lokasi yang tengah dipertimbangkan berada di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

“Kemarin kami sudah berbicara dengan Pemkot Bogor. Tapi itu masih dalam bentuk lahan, baru survei. Mudah-mudahan ke depan ada banyak lagi sponsor untuk kita sama-sama mendirikan Rumah Sahabat Kanker,” katanya.

Penggalangan dana yang dilakukan tidak hanya ditujukan untuk pembangunan Rumah Sahabat Kanker, juga membantu memenuhi kebutuhan pasien kanker dan keluarganya, khususnya masyarakat yang kurang mampu.

“Disamping penggalangan dana untuk Rumah Sahabat Kanker, kami juga bisa membantu para keluarga pasien kanker. Mereka pasti bolak-balik dan membutuhkan transportasi. Ini lebih kepada masyarakat yang ekonominya lemah, kita bantu untuk itu,” katanya.

Menurutnya, YKI Kota Bogor selama ini kerap turun langsung ke wilayah untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien kanker beserta keluarganya.

“Kita sering banget turun ke wilayah, jadi paham kebutuhan pasien kanker dan keluarganya,” kata Yantie Rachim.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan YKI Pusat, YKI Jawa Barat, serta para donatur. Yantie Rachim bersyukur dalam kegiatan penggalangan dana tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak.

“Karena dalam penggalangan dana ini semua orang menjadi sangat penting. Alhamdulillah karena ini charity, karena memang program penggalangan dana, banyak sekali yang mau berdonasi. Mudah-mudahan dengan adanya penggalangan dana pada hari ini bisa terealisasikan,” katanya.

Baca juga: Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena menyebutkan terdapat sekitar 1.951 pasien kanker di Kota Bogor.

“Jumlah pasien kanker ada 1.951 orang. Yang tertinggi itu pasien kanker payudara, kanker rahim, dan kanker usus,” jelas Erna.

Ia menjelaskan, bantuan yang dihimpun melalui kegiatan tersebut akan diperuntukkan bagi pasien kanker dan keluarganya di seluruh wilayah Kota Bogor, dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing.

YKI membantu kebutuhan mereka mulai dari transportasi, pemenuhan gizi, alat-alat perawatan luka, hingga obat-obatan tertentu yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Termasuk kantong stoma bagi pasien.

“Itu yang nanti kita inventaris kebutuhan dari masing-masing pasien dan insyaallah dipenuhi oleh YKI di Rumah Sahabat Kanker, dengan bekerja sama dengan puskesmas,” jelas Erna.

“Untuk perawatan luka, kemudian nanti diharapkan menjadi tempat mereka berkumpul, sharing, sehingga bisa saling menguatkan di antara pasien-pasien kanker itu,” imbuhnya memungkas.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna

Published

on

By

Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna
Foto bersama Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati dengan pengurus dan anggota Bank Sampah Bersih Istiqomah. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Kelurahan Kedung Jaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus memperkuat tata kelola pengolahan sampah berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Bersih Istiqomah.

Lurah Kedung Jaya, Yone Permanawati menyampaikan, keberadaan Bank Sampah Bersih Istiqomah yang berlokasi di Jalan Pelita Jaya II, RT 03 RW08 diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh warga setempat, tetapi juga masyarakat Kota Bogor secara luas.

Menurut Yone, gerakan dari tingkat wilayah ini menjadi fondasi awal untuk mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah dari sumbernya.

“Ini adalah langkah kecil sebagai akar gerakan di wilayah. Mudah-mudahan tidak hanya warga Kelurahan Kedung Jaya, tetapi seluruh warga Kota Bogor bisa memanfaatkan fasilitas Bank Sampah Bersih Istiqomah ini,” kata Yone di Bank Sampah Bersih Istiqomah, Jumat, 28 Agustus 2026.

Baca juga: Underpass Simpang PDAM Bogor Bakal Dibangun pada 2027

Ia menjelaskan, potensi timbulan sampah di wilayahnya cukup besar. Dari total sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK), produksi sampah harian diperkirakan mencapai rata-rata 2 kilogram per KK.

Untuk itu, kata Yone, edukasi mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, hingga limbah kaca dan logam sangat krusial dimulai dari tingkat rumah tangga.

Pengelolaan bank sampah ini juga mendapat keterlibatan aktif dari warga. Selain jajaran pengurus wilayah, pemanfaatan fasilitas pemilahan sampah ini telah meluas ke berbagai RW di Kedung Jaya, termasuk RW 08.

“Fokus utama kami saat ini adalah mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan. Kami ingin mengarahkan Kelurahan Kedung Jaya menuju target zero sampah,” tandas Yone.

Baca juga: Mengenal Olah Sampah Rumah Tangga di TPST 3R Mutiara Bogor Raya

Sementara itu, Pengelola Bank Sampah Bersih Istiqomah, Nurita Eryani menekankan, pencapaian zero waste membutuhkan proses panjang yang berfokus pada perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.

“Poin utamanya bukan sekadar pada sampahnya, melainkan pada manusianya. Bagaimana mengubah perilaku dan pola pikir warga. Bilamana masyarakat sudah terbiasa memilah dan mengelola sampah, masalah sampah secara otomatis akan terkendali,” papar Nurita.

Bank Sampah Bersih Istiqomah sendiri mengolah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis dan berdaya guna.

Untuk limbah minyak goreng bekas (jelantah), pengelola bertindak sebagai penampung (collector) bagi pengusaha pengolah lanjutan, serta mengolah sebagian kecil di antaranya menjadi suvenir lilin.

Sedangkan untuk sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran diolah menjadi eco-enzyme. Produk turunan yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari pembersih lantai, sabun cuci piring, sabun cuci baju, sabun mandi, hingga sabun wajah.

“Selain produk pembersih, ampas eco-enzyme juga difungsikan sebagai pupuk organik, penyerap udara kotor, hingga bahan bantal terapi. Manfaatnya sangat luas untuk kesehatan lingkungan, tanaman, dan masyarakat,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer