Berita
Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan penghargaan Terbaik Pertama tingkat Kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah melalui program bantuan pemerintah pada pelaksanaan bedah rumah.
Program bedah rumah di Kota Bogor ini diakselerasi dengan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk melalui alternatif pembiayaan dengan melibatkan CSR dari pihak swasta.
Penghargaan ini diterima oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Bali, Jumat, 28 Agustus 2026.
Pada sesi wawancara bersama Tempo, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor sudah memiliki program bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu melalui hunian vertikal berupa rumah susun sewa (Rusunawa) yang dapat menampung 300 kepala keluarga di dua lokasi, yakni Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara.
“Dua Rusunawa ini memang sangat membantu kita dan sangat sejalan dengan apa yang dicanangkan pemerintah pusat, bahwa kebutuhan perumahan untuk masyarakat kalau tidak dibantu, diakselerasi oleh pemerintah tentu masyarakat yang menengah ke bawah akan merasa kesulitan untuk memiliki rumah sendiri, ya. Tetapi dengan model sewa, ya ini juga kelihatannya cukup baik dan respon masyarakat positif,” katanya.
Baca juga: Saat Warga Kedung Jaya Ubah Sampah Menjadi Berdaya Guna
Di samping Rusunawa, Pemkot Bogor pada periode 2019 hingga 2024 juga memiliki program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah memperbaiki 26.000 unit rumah.
Program perbaikan rumah ini pada 2025 hingga 2026 tetap dilanjutkan dan ditingkatkan melalui data dari pihak wilayah serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.
Tak hanya RTLH, Dedie Rachim juga meningkatkan program dengan konsep bedah rumah. Jika bantuan RTLH hanya Rp7 juta hingga Rp11 juta, maka program perbaikan rumah melalui bedah rumah memiliki anggaran yang dialokasikan Rp100 juta, sehingga penanganannya lebih komprehensif.
“Dengan program Bedah Rumah, Insyaallah akan lebih sempurna, baik dari pencahayaannya, kemudian sirkulasi udaranya, kemudian juga dari kualitas bangunannya. Jadi memang tentu ini perlu masukan dari masyarakat dan aktifnya pemerintah daerah, terutama di tingkat kelurahan bersama RT/RW untuk tadi, betul-betul bisa memetakan siapa yang membutuhkan supaya tepat sasaran,” katanya.
Sebab, dalam program ini yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1 hingga 5 dan memiliki alas hak yang jelas.
Dedie Rachim meyakini bahwa peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui berbagai program keberlanjutan dari kepemimpinan terdahulu yang terus diperbaiki sesuai kebutuhan zaman.
Baca juga: Disperumkim Kota Bogor Garap Bedah Rumah untuk RTLH
Untuk itu, dalam program bantuan rumah ini pihaknya juga sepakat bahwa berbagai program yang sudah baik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Jadi artinya memang konsistensi pemerintah untuk terus memastikan bahwa masyarakat Kota Bogor atau masyarakat di kabupaten/kota ini mendapatkan perhatian dari kepala daerah,” ungkapnya.
Di samping program yang sudah berjalan dan sedang disiapkan, saat ini Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan empat titik lokasi yang diajukan kepada Kementerian PKP melalui bantuan dari Kemendagri untuk dibangunkan hunian vertikal bagi masyarakat.
“Nah, kalau kemudian ini terbangun, maka paling tidak target dari pemenuhan 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia dari Kota Bogor juga semakin dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi mohon bersabar karena pemerintah masih terus bekerja,” ujarnya.
Untuk 2025, Pemkot Bogor telah merealisasikan bantuan sosial RTLH BST dan BSTT kepada 2.122 rumah, dengan rincian sebanyak 257 rumah berada di kawasan kumuh dan 1.856 rumah di kawasan luar kumuh.
Sementara itu, pada 2026, RTLH sebanyak 1.138 unit dengan rincian 216 unit di kawasan kumuh, 922 unit di luar kawasan kumuh, serta 6 unit melalui program bedah rumah.
Sedangkan, melalui alternatif pembiayaan CSR Buddha Tzu Chi 204 unit rumah pada 2026.
Dengan capaian ini, Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur atas berbagai langkah Pemkot Bogor yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kemendagri dan Kementerian PKP.
“Ini merupakan penyemangat bagi kita Pemkot Bogor dan khususnya kami ucapkan apresiasi dan terima kasih kepada dinas-dinas terkait dan para pimpinan perangkat daerah serta seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah mendukung langkah Pemkot dalam melaksanakan berbagai program,” ujarnya.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
KlikBogor – Kebakaran melanda dua rumah di Kampung Sindang Resmi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin, 14 September 2026, sore. Sebanyak delapan warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran diketahui sekira pukul 15.40 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 15.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas dari Pos Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh yang diterjunkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.22 WIB atau sekitar 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama sekitar 40 menit.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Berdasarkan pendataan, dua rumah mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut. Satu rumah dihuni empat kepala keluarga dengan 14 jiwa, sedangkan satunya lagi dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Selain itu, empat rumah di sekitar lokasi mengalami rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni total lima kepala keluarga dengan 18 jiwa.
Ade mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui warga sudah membesar ketika pertama kali terlihat. Kondisi permukiman yang padat membuat warga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Awal mula terjadinya kebakaran, saksi melihat api sudah membesar, karena padat penduduk saksi langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta
Dalam kejadian tersebut, delapan warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban rata-rata mengalami sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.
“Korban dibawa ke RS Melania, RS Vania, dan BSH. Rata-rata sesak napas karena terpapar asap,” jelas Ade. Sementara total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.
(hrs/ckl)
Berita
Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa
KlikBogor – Isu kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan sebagai pondasi penting dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilangsungkan di Halaman Posyandu Kampung Sawah RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Dalam kesempatan itu, Eddy menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya penting dari sisi ideologis, tetapi juga relevan untuk menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks.
“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar konstitusional yang kuat dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif,” terang Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN ini.
Eddy menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
Baca juga: Eddy Soeparno Ajak Ibu-Ibu Kota Bogor Sebarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan
Hal itu, menurutnya, merupakan amanat konstitusi agar arah pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
“Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya alam seperti bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya pun menjadi tanggung jawab negara untuk dikelola demi kesejahteraan seluruh warga negara,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini menambahkan, amanat konstitusi juga mewajibkan negara hadir bukan hanya dalam pengelolaan ekonomi makro, tetapi juga berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat paling bawah.
(rls/hrs)
Berita
Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
KlikBogor – Petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berjibaku melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Hingga hari kedelapan, luasan lahan terdampak kebakaran menunjukkan penurunan signifikan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dari total sekitar 8,4 hektare lahan yang terdampak kebakaran, saat ini tersisa sekitar 0,48 hektare yang dalam penanganan.
“Dari total luasan 8,4 hektare terdampak, hari ini kurang lebih sisa 0,48 hektare. Artinya, progres dari hari pertama sampai hari kedelapan terus mengalami penambahan, peningkatan, dan pengurangan dampak dari akibat pascakebakaran di TPAS Galuga,” kata Jenal, Senin, 14 September 2026.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah relawan.
Baca juga: Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
Jenal mengungkapkan, proses penanganan sempat menghadapi kendala ketika api membesar di luar prediksi pada hari kedua. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
“Progres cukup positif. Walaupun di hari kedua sempat api membesar di luar prediksi, tetapi alhamdulillah terkendalikan,” ujar Jenal didampingi Kepala DLH Rudy Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko, dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Moch. Ade Nugraha.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia serta peralatan yang tersedia. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.
“Para petugas dari jam 07.00 pagi selesai jam 03.00 pagi, nonstop selama delapan hari terus berikhtiar,” katanya.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Air dan Ikan
Dengan kondisi luasan terdampak yang terus menyusut, Jenal berharap proses pemadaman dapat segera memasuki tahap pendinginan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang telah bekerja selama berhari-hari.
“Kami berikhtiar membuat posko kesehatan dan dapur umum sehingga memastikan para relawan seluruhnya sehat. Mudah-mudahan hari ini progres semakin baik agar semua bisa pulang kembali ke keluarga tercinta,” tuturnya.
Jenal mengajak masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk mendoakan kelancaran penanganan kebakaran di TPAS Galuga serta keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih berada di lokasi.
“Mohon didoakan seluruhnya, warga Kota Bogor dan juga warga Kabupaten Bogor agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan kemudahan dan pertolongan bagi kita,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Kota Bogor Dapat Bantuan Rp6 Miliar untuk Perbaikan 300 RTLH