Berita
Kota Bogor Dapat Bantuan Rp6 Miliar untuk Perbaikan 300 RTLH
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menyalurkan bantuan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk memperbaiki 300 rumah tidak layak huni (RTLH).
Bantuan tersebut diberikan pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkot Bogor yang dinilai berhasil dalam implementasi program perbaikan hunian melalui program hunian berkelanjutan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk memperbaiki 300 unit rumah dengan nilai bantuan kurang lebih Rp20 juta per rumah.
Hal itu disampaikan Dedie Rachim seusai memimpin apel pagi di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Senin, 31 Agustus 2026.
“Saya ingin memberikan apresiasi kepada jajaran Perumkim atas anugerah yang diberikan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, atas kinerja Pemerintah Kota Bogor dalam mengelola permukiman,” ujar Dedie Rachim.
Menurutnya, Pemkot Bogor memiliki sejumlah sumber pendanaan untuk menangani persoalan RTLH. Selain melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bantuan juga berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kita punya banyak sekali program untuk mengatasi rumah tidak layak huni yang berasal dari berbagai sumber, bukan hanya APBD, tetapi juga dari pihak CSR, pusat, dan provinsi,” katanya.
Baca juga: Pemkot Bogor Raih Penghargaan Implementasi Program 3 Juta Rumah
Ia mengatakan, bantuan untuk perbaikan 300 RTLH tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Ia juga meminta jajaran kelurahan untuk memiliki data yang lengkap dan akurat mengenai warga penerima berbagai program bantuan pemerintah.
Dedie Rachim menyebut, setiap lurah harus memiliki “buku pintar” yang memuat data warga penerima bantuan, mulai dari program perbaikan rumah, BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI), hingga Program Keluarga Harapan (PKH).
“Saya tadi minta lurah harus sudah punya buku pintarnya, siapa warga yang harus mendapatkan bantuan perbaikan rumah, BPJS PBI, PKH, sehingga tidak perlu lagi verifikasi lapangan dari pusat, tapi kita sudah punya bukunya dan bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa instansinya secara rutin menyiapkan data serta melakukan survei awal terhadap kebutuhan masyarakat di bidang permukiman, khususnya rumah tidak layak huni.
“Kita selalu menyiapkan data dan sudah melakukan survei awal untuk kebutuhan-kebutuhan yang menyangkut permukiman, khususnya rumah tidak layak huni. Pada saat pusat meminta data tersebut, kita lebih siap,” ujar Chusnul.
Baca juga: Gerakan Posyandu 6 SPM, RTLH di Kebon Kalapa Segera Direnovasi
Berdasarkan data yang telah dihimpun hingga 2024, Pemkot Bogor telah melakukan pendataan terhadap sekitar 22.000 unit rumah. Kesiapan data tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah pusat dalam menilai perhatian pemerintah daerah terhadap penanganan persoalan permukiman.
Selain itu, Pemkot Bogor juga mendapat penilaian dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Meski memiliki keterbatasan lahan karena karakteristik wilayah perkotaan, Pemkot Bogor dinilai siap menjalankan program penanganan RTLH melalui data yang telah disiapkan.
“Kemarin kita mendapatkan penghargaan sebagai pemerintah daerah berprestasi untuk program 3 juta rumah dalam pengertian rumah tidak layak huni. Sehingga kita mendapatkan kurang lebih sekitar 300 unit rumah dengan nilai masing-masing sekitar Rp20 juta, artinya (total) dapat Rp6 miliar,” jelas Chusnul.
Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi wilayah Kota Bogor yang memiliki kontur tanah beragam dan sejumlah kawasan yang rawan terhadap kondisi lingkungan. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak masih cukup tinggi.
Ia menambahkan, perbaikan rumah tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga mencakup pencahayaan dan sirkulasi udara agar rumah menjadi lebih layak untuk dihuni.
Tahun ini, sebanyak 300 unit RTLH di 11 kelurahan telah masuk dalam data calon penerima bantuan. Anggaran nantinya akan diberikan kepada masyarakat dengan sistem by name by address, dengan sasaran penerima berada pada kelompok masyarakat desil 1 hingga 5.
Selain bantuan tersebut, Pemkot Bogor juga akan melakukan uji coba program bedah rumah di enam titik dengan nilai bantuan sekitar Rp100 juta untuk setiap rumah.
(hrs/ckl)
Berita
Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
KlikBogor – Kebakaran melanda dua rumah di Kampung Sindang Resmi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin, 14 September 2026, sore. Sebanyak delapan warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran diketahui sekira pukul 15.40 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 15.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas dari Pos Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh yang diterjunkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.22 WIB atau sekitar 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama sekitar 40 menit.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Berdasarkan pendataan, dua rumah mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut. Satu rumah dihuni empat kepala keluarga dengan 14 jiwa, sedangkan satunya lagi dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Selain itu, empat rumah di sekitar lokasi mengalami rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni total lima kepala keluarga dengan 18 jiwa.
Ade mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui warga sudah membesar ketika pertama kali terlihat. Kondisi permukiman yang padat membuat warga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Awal mula terjadinya kebakaran, saksi melihat api sudah membesar, karena padat penduduk saksi langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta
Dalam kejadian tersebut, delapan warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban rata-rata mengalami sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.
“Korban dibawa ke RS Melania, RS Vania, dan BSH. Rata-rata sesak napas karena terpapar asap,” jelas Ade. Sementara total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.
(hrs/ckl)
Berita
Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa
KlikBogor – Isu kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan sebagai pondasi penting dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilangsungkan di Halaman Posyandu Kampung Sawah RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Dalam kesempatan itu, Eddy menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya penting dari sisi ideologis, tetapi juga relevan untuk menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks.
“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar konstitusional yang kuat dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif,” terang Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN ini.
Eddy menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
Baca juga: Eddy Soeparno Ajak Ibu-Ibu Kota Bogor Sebarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan
Hal itu, menurutnya, merupakan amanat konstitusi agar arah pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
“Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya alam seperti bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya pun menjadi tanggung jawab negara untuk dikelola demi kesejahteraan seluruh warga negara,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini menambahkan, amanat konstitusi juga mewajibkan negara hadir bukan hanya dalam pengelolaan ekonomi makro, tetapi juga berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat paling bawah.
(rls/hrs)
Berita
Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
KlikBogor – Petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berjibaku melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Hingga hari kedelapan, luasan lahan terdampak kebakaran menunjukkan penurunan signifikan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dari total sekitar 8,4 hektare lahan yang terdampak kebakaran, saat ini tersisa sekitar 0,48 hektare yang dalam penanganan.
“Dari total luasan 8,4 hektare terdampak, hari ini kurang lebih sisa 0,48 hektare. Artinya, progres dari hari pertama sampai hari kedelapan terus mengalami penambahan, peningkatan, dan pengurangan dampak dari akibat pascakebakaran di TPAS Galuga,” kata Jenal, Senin, 14 September 2026.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah relawan.
Baca juga: Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
Jenal mengungkapkan, proses penanganan sempat menghadapi kendala ketika api membesar di luar prediksi pada hari kedua. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
“Progres cukup positif. Walaupun di hari kedua sempat api membesar di luar prediksi, tetapi alhamdulillah terkendalikan,” ujar Jenal didampingi Kepala DLH Rudy Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko, dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Moch. Ade Nugraha.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia serta peralatan yang tersedia. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.
“Para petugas dari jam 07.00 pagi selesai jam 03.00 pagi, nonstop selama delapan hari terus berikhtiar,” katanya.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Air dan Ikan
Dengan kondisi luasan terdampak yang terus menyusut, Jenal berharap proses pemadaman dapat segera memasuki tahap pendinginan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang telah bekerja selama berhari-hari.
“Kami berikhtiar membuat posko kesehatan dan dapur umum sehingga memastikan para relawan seluruhnya sehat. Mudah-mudahan hari ini progres semakin baik agar semua bisa pulang kembali ke keluarga tercinta,” tuturnya.
Jenal mengajak masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk mendoakan kelancaran penanganan kebakaran di TPAS Galuga serta keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih berada di lokasi.
“Mohon didoakan seluruhnya, warga Kota Bogor dan juga warga Kabupaten Bogor agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan kemudahan dan pertolongan bagi kita,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Bantuan Pelunasan Ijazah Tuntas, Komisi IV DPRD Kota Bogor Beri Apresiasi
Pingback: 13-14 Ribu RTLH di Kabupaten Bogor Bakal Diperbaiki pada 2026