Connect with us

Potret

Kisah Mantan Pecandu Narkoba Hijrah Jadi Marbot Masjid 

Published

on

Kisah Mantan Pecandu Narkoba Hijrah Jadi Marbot Masjid 
Andry Noor Hidayat tengah membaca Alquran di Masjid Nur Hidayah. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Andry Noor Hidayat (47) sudah sekitar tiga tahun menjadi marbot Masjid Nur Hidayah di Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Di mulai pukul 4 di waktu subuh, ia sudah bangun dan ke masjid untuk membuka pintu, membersihkan area dalam dan luar, serta memastikan tempat ibadah dan perlengkapannya siap digunakan oleh jamaah.

Sebagai marbot ternyata telah membawa ketenangan hidup Andry dibanding kehidupan masa lalunya yang kelam. Ia berhasil lepas dari pengguna narkoba. Perangainya dulu itu sampai menjerumuskannya ke dalam penjara.

“Sejak remaja saya sudah memakai narkoba. Bahkan saya pernah masuk penjara di Lapas Paledang, dua kali dengan total hukuman delapan tahun. Pertama masuk bui tahun 2013 dengan masa tahanan 5 tahun dan dapat remisi 1 tahun. Jadi dipenjara 4 tahun. Setelah bebas selang setahun masuk lagi tahun 2018 dengan masa hukuman yang sama,” ungkap Andry dikutip Senin, 10 Maret 2025.

Setelah menghirup udara bebas atau di 2022, ia mencoba bertahan dengan pekerjaan serabutan. Namun kehidupan barunya selepas dari penjara terasa sulit dan arah yang jelas.

Hingga ajakan dari salah satu kerabatnya yang berulang kali menyuruhnya aktif di masjid akhirnya ia turuti. Bersama pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), ia membantu mengurus masjid yang memang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Awalnya hanya sekadar singgah bantu-bantu, akhirnya menetap dan menjadi marbot. Dulu waktu di dalam penjara pekerjaan saya juga bersih-bersih di satu blok. Nah, sekarang di masjid. Biasanya saya di sini sampai setelah Isya,” katanya.

Menjalani lembaran baru bukan hal yang mudah bagi pria kelahiran Surabaya tahun 1978 itu. Apalagi sejak SMA ia tumbuh dengan kehidupan pergaulan yang bebas.

Namun, ia berpikir ulang tentang hidup dan bertekad untuk berubah, membuatnya memiliki semangat untuk kembali menata hidup, terlebih dukungan dari keluarga yang selalu memotivasinya.

“Keluarga saya banyak yang mengajar agama. Mereka selalu mengingatkan saya untuk berubah,” tutur Andry.

Ia mengakui kini hidupnya lebih tenang. Ia mulai merasakan kedamaian yang sebelumnya sulit ditemukan. Meskipun masih memiliki teman-teman dari masa lalu, ia memilih untuk menjaga jarak agar tidak kembali terjerumus ke dunia lama.

“Saya masih berteman dengan mereka, tapi saya tidak nongkrong lagi. Saya tahu risikonya,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan kepada teman-temannya atau siapapun yang masih menggunakan narkoba agar berhenti dan bertobat sebelum semuanya terlambat.

“Kalau bisa keluar sekarang, keluarlah. Makin tua, makin sulit untuk kembali menata hidup,” pesannya.

Kini, Andry percaya bahwa jalan pulangnya sudah ia temukan. Dari seorang pecandu yang kehilangan arah, ia kembali menemukan makna hidup di rumah ibadah.

“Sekarang punya arah dan tujuan. Untuk rezeki ada saja, yang penting tetap berusaha dan menjauhi hal-hal buruk,” ucapnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nur Hidayah, Tasdikin Abu Fadillah mengatakan, ia mengenal Andry sejak lama dan melihat potensi perubahan dalam dirinya.

“Setelah keluar dari Lapas, saya ajak dia ke sini agar lebih dekat dengan lingkungan yang baik,” kata Tasdikin.

Sebagai marbot, Andry tidak menerima gaji tetap. Namun, kebutuhan sehari-harinya ditanggung oleh pihak masjid dan bantuan dari jamaah.

“Kalau ada rezeki dari luar, saya juga ikut tambahkan,” katanya.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret

Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan

Published

on

By

Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan
Ouedraogo Aminata bersama rekan-rekan senegaranya Afrika Barat saat tampil di panggung puncak perayaan Milad ke-65 UIKA Bogor di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Sabtu, 1 Agustus 2026. Foto/Istimewa

Klik​​Bogor – Di tengah semarak puncak perayaan Milad ke-65 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, sosok Ouedraogo Aminata (25) mencuri perhatian. Mahasiswi asal Burkina Faso, Afrika Barat, itu membagikan kisah perjalanannya menembus ribuan kilometer demi mengejar pendidikan tinggi di Kota Hujan.

Aminata ​sebagai mahasiswi penerima beasiswa dan saat ini mengambil jurusan Bisnis Digital. Ia juga merupakan satu-satunya mahasiswi dari sembilan mahasiswa asal Burkina Faso yang menimba ilmu di kampus tersebut.

​Ketertarikan Aminata jauh-jauh datang ke Indonesia berawal dari rekomendasi keluarga. Sang kakak yang lebih dulu berkuliah di tempat yang sama meyakinkannya tentang kualitas pendidikan di UIKA.

​”Saya memilih UIKA karena kakak laki-laki saya kuliah di sini, dan dia bilang UIKA adalah universitas yang bagus. Saya menyukainya, karena di sini banyak orang bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan yang baik setelah lulus,” ujar Aminata kepada awak media di sela acara Milad UIKA Bogor di Taman Ekspresi, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Baca juga: UIKA Bogor Masuk Daftar 19 Perguruan Tinggi Swasta Unggul di Jawa Barat

​Berkuliah di negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda tentu memberikan tantangan tersendiri baginya. Apalagi, mata kuliah di jurusan Bisnis Digital seluruhnya menggunakan pengantar bahasa Indonesia.

Aminata mengaku harus belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum bisa aktif sepenuhnya di fakultas. ​Untuk menyiasati perkuliahan, mahasiswi semester akhir ini memiliki trik khusus.

“Pertama-tama saya pahami dulu bahasanya, setelah itu materinya saya terjemahkan ke bahasa Inggris atau ke bahasa Prancis,” tutur Aminata.

Baca juga: Pemkot Bogor Libatkan 135 Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP Negeri

Meski sempat terkendala bahasa, ia mengaku sangat betah lantaran lingkungan kampus yang inklusif dan suportif. Mahasiswa lokal kerap membantunya beradaptasi.

“Anak-anak dan mahasiswa di sini sangat ramah. Setiap hari mereka memberi saya nasihat yang baik, dan itu sangat penting,” katanya.

​Sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan, Aminata dan rekan-rekan senegaranya turut memeriahkan panggung Milad ke-65 UIKA Bogor. Mereka menampilkan pertunjukan budaya yang dibawakan dalam bahasa tradisional negaranya.

​Melalui penampilan tersebut, ia ingin memperkenalkan kekayaan budaya benua Afrika kepada masyarakat Bogor. ​”Maknanya adalah untuk menunjukkan identitas negara kami. Jika Anda pergi ke Burkina Faso, Anda bisa melihat banyak hal berbeda mulai dari budaya, bahasa tradisional yang sangat banyak, serta sumber daya yang melimpah,” katanya.

(hrs)

Continue Reading

Potret

Keterbatasan Bukan Penghalang, Aulia Nurul Hikmah jadi Lulusan Terbaik IPB University

Published

on

By

Keterbatasan Bukan Penghalang, Aulia Nurul Hikmah jadi Lulusan Terbaik IPB University
Aulia Nurul Hikmah, lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026. Dok. IPB University

KlikBogor – Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Aulia Nurul Hikmah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Terlebih, ia berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026.

“Orang tua saya adalah buruh dan tukang tambal ban,” ucap Aulia dikutip Selasa, 21 Juli 2026. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.

Aulia bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tinggi di IPB University. Baginya, IPB University memberi kesempatan dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, serta memperluas jejaring bersama teman dari berbagai latar belakang.

“Semua ini memperkuat saya untuk dapat berpikir kritis dan adaptif,” ungkap lulusan Program Studi (Prodi) Silvikultur ini.

Baca juga: Perumda Tirta Pakuan Antisipasi Kemarau dan Siap Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak 

Perjalanannya bukan tanpa hambatan. Aulia merasakan pentingnya manajemen waktu untuk mempertahankan keseimbangan akademik maupun kegiatan nonakademik lainnya seperti organisasi dan berbagai kompetisi. Meski begitu, dinamika tersebut memaksanya untuk menjadi pribadi yang adaptif dan fleksibel.

“Saya memilih Program Studi Silvikultur karena ketertarikan saya terhadap alam hayati maupun ilmu ekologi. Bagi saya, hutan adalah salah satu perwujudan terbaik dari ilmu tersebut. Hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi sistem utama kehidupan, sehingga melalui program studi ini, saya dapat mempelajari hutan mulai dari pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga rehabilitasinya.

Baca juga: Penutupan MPLS, Dedie Rachim Tanam Pohon Bareng Siswa SDN Gunung Batu 2

Mengingat saat ini banyak dihadapkan dengan isu dan permasalahan hutan seperti degradasi maupun deforestasi hutan, ia memilih prodi ini memberikan harapan dan kesempatan nyata untuk menjadi agen pelestari dan perlindungan hutan. Selain itu, Silvikultur memiliki berbagai prospek kerja kompetitif dan inovatif di bidang lingkungan.

Bagi Aulia, momen kelulusan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Langkah selanjutnya, alumnus SMAN 9 Kota Bogor ini mengaku ingin terus belajar dan berproses untuk mengembangkan diri.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Potret

Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor 

Published

on

By

Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor 
Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAIT Ummul Quro Bogor saat berada di ruang rapat paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu, 15 Juli 2026. Dok. Humpropub DPRD Kota Bogor

KlikBogor – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima kunjungan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAIT Ummul Quro Bogor. Kunjungan bertajuk “MPK Goes to Council” diterima oleh Anggota DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar di Ruang Rapat Paripurna pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Karnain Ashyar memaparkan peran DPRD sebagai lembaga legislatif daerah yang memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Menurutnya, materi tersebut relevan dengan tugas MPK di lingkungan sekolah yang juga menjalankan fungsi representasi, pengawasan, serta penyusunan program organisasi.

“Hari ini mereka melakukan kunjungan untuk menyerap informasi tentang tugas dan fungsi DPRD, baik dalam fungsi penganggaran, legislasi maupun pengawasan. Mereka juga memiliki struktur organisasi seperti ketua MPK, badan legislasi, badan kehormatan, hingga badan advokasi. Artinya, ada kesesuaian antara tugas MPK dengan fungsi yang dijalankan DPRD,” kata Karnain.

Baca juga: Dari SMPN 18, Wali Kota Dedie Rachim Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

Ia berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berorganisasi, serta keterampilan berkolaborasi dan bernegosiasi yang akan menjadi bekal dalam jenjang pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan SMAIT Ummul Quro, Hendriwan Agus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan kepemimpinan yang menjadi ciri khas sekolah melalui konsep Islamic Leadership School.

Program ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan siswa dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung dari lembaga negara.

Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal

Menurutnya, MPK sebagai organisasi legislatif di sekolah memiliki peran mengawasi berbagai organisasi siswa. Oleh karena itu, kunjungan ke DPRD Kota Bogor diharapkan mampu memberikan pemahaman nyata mengenai tugas dan tanggung jawab lembaga legislatif.

“Harapannya, karakter kepemimpinan siswa semakin terbentuk, memiliki pandangan yang positif terhadap lembaga legislatif, serta ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi di sekolah,” ungkap Agus.

Ketua MPK SMAIT Ummul Quro Bogor, Athaya Meidina mengaku kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan para siswa mengenai pelaksanaan tugas lembaga legislatif.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kunjungan ini memberikan pengalaman baru bagi kami karena dapat melihat secara langsung bagaimana fungsi legislatif dijalankan. Di MPK sendiri, kami juga memiliki tugas yang kurang lebih sama dalam mengelola organisasi di lingkungan sekolah,” ucapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer