Berita
Kerja Sama Berlanjut, Kementan Borong Benih Padi IPB Senilai Rp250 Miliar
KlikBogor – Kementerian Pertanian (Kementan) melanjutkan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk meningkatkan produksi pangan nasional khususnya komoditas padi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB selama ini dalam menghadirkan inovasi pertanian.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor IPB, Bapak Wali Amanat, para guru besar. Ini luar biasa, banyak inovasi baru,” ujar Amran di Gedung Science Techno Park (STP) Kota Bogor, Kamis, 9 April 2026.
Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Kementan dan IPB bukanlah hal baru, melainkan telah berjalan panjang sejak 10 tahun lalu.
Salah satu capaian penting dari kolaborasi ini adalah pengembangan benih padi unggul IPB 3S beserta turunannya yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.
“Produktivitasnya 9 sampai 11 ton per hektare. Produksi rata-rata nasional 5,5 hingga 6 ton,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap inovasi tersebut, Kementan langsung melakukan pembelian benih padi senilai Rp250 miliar dari IPB.
“Ini kita langsung transaksi beli nilainya Rp250 miliar. Inilah bentuk penghargaan pemerintah terhadap para peneliti kita seluruh Indonesia,” tegas Amran.
Ia menambahkan, langkah serupa juga dilakukan terhadap perguruan tinggi lain seperti Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Andalas.
“Kita beli produk-produk yang bisa memberikan nilai tambah sektor pertanian,” imbuh Amran.
Selain padi, Kementan juga tengah merancang pengembangan komoditas strategis lain seperti bawang putih, tapioka, hingga kopi. Khusus untuk bawang putih, pemerintah mendorong inovasi untuk mempercepat masa dormansi yang saat ini mencapai enam bulan.
“Kita minta kalau bisa maksimal dua bulan, bahkan satu bulan. Ini juga bisa mendorong produksi nasional nanti,” katanya.
Amran optimistis IPB mampu memenuhi kebutuhan benih padi nasional dalam kerja sama lanjutan ini, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui inovasi berbasis riset.
“Insyaallah IPB sanggup memenuhi kebutuhan tahun ini dengan nilai Rp250 miliar untuk bibit padi,” ucapnya.
Amran menandaskan, ke depan kerja sama tidak lagi berhenti pada tahap riset atau uji coba, tetapi langsung masuk ke tahap implementasi skala besar.
“Ini banyak kerja sama kita lakukan dan langsung kita tindak lanjuti, bukan lagi skala percobaan, tapi sudah skala besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kementan telah berjalan sejak 2015 dimulai dengan benih padi unggul IPB 3S. Namun yang cukup masif dalam beberapa tahun terakhir adalah benih padi unggul IPB 9G
“Tapi dalam beberapa tahun terakhir yang cukup masif IPB 9G dengan tahun lalu bisa memenuhi sekitar 4.000 ton dan tahun ini kita sepakati 12.500 ton. Tapi Pak Menteri minta lebih banyak lagi,” kata Alim.
(ckl/hrs)
Berita
Pemkot Akan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan banjir lintasan pascahujan deras yang melanda Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, penanganan drainase menjadi prioritas untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi.
“Antisipasi perubahan cuaca dan hujan dengan curah hujan ekstrem sudah menjadi keharusan. Saya meminta seluruh aparatur di wilayah untuk siap melakukan mitigasi, pemetaan, dan langkah antisipasi di titik-titik rawan,” ungkap Dedie Rachim, Minggu, 24 Mei 2026.
Baca juga: Bogor Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan adalah saluran air di Jalan Dadali. Kondisi saluran yang mengalami penyempitan dan sedimentasi membuat air limpasan tidak lagi mampu mengalir dengan optimal ke drainase di bawah trotoar.
Selain itu, keberadaan pedagang tanaman hias di atas trotoar turut menjadi kendala dalam proses normalisasi saluran di lokasi tersebut.
Camat Tanah Sareal, Rokib, telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi berjualan, karena lokasi tersebut akan digunakan untuk proses pembongkaran saluran lama.
Baca juga: Door to Door, DPRD dan Pemkot Bogor Antar Bantuan Pendidikan ke Warga
Kemudian, titik lain yang mendapat perhatian adalah Perumahan Yasmin Sektor 6. Saluran yang tersumbat sampah mengakibatkan debit air meningkat hingga menjebol dinding pembatas antara kawasan perumahan dan jalur protokol.
Pemkot Bogor juga memprioritaskan perbaikan drainase di Jalan Kapten Yusuf, Kelurahan Cikaret. Penanganan di lokasi tersebut membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena saluran drainase berasal dari wilayah hulu di Tamansari dan Ciapus.
Dedie Rachim menegaskan, penanganan drainase dan mitigasi banjir harus dilakukan secara kolaboratif agar dampak banjir lintasan dapat diminimalkan.
(rls/hrs)
Berita
Bogor Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3
KlikBogor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya menyebabkan debit air Sungai Ciliwung meningkat pada Minggu, 24 Mei 2026.
Hingga pukul 18.00 WIB, tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mencapai 110 sentimeter atau status siaga tiga.
“Hari Minggu (24/5/2026) pukul 18:00 WIB, TMA 110 cm, status siaga tiga,” kata petugas Bendung Katulampa, Muhamad Alwan dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Diduga Lompat dari Jembatan di Panaragan, Pemuda Meninggal
Pada ketinggian tersebut, debit air yang mengalir tercatat sebesar 161.986 liter per detik. Sementara itu di intake saluran induk Katulampa, TMA mencapai 30 sentimeter dengan debit air 2.248 liter per detik.
Sebelumnya atau pada pukul 17.00 WIB kondisi Bendung Katulampa masih berada pada status normal dengan TMA 30 sentimeter.
Namun ketinggian air melonjak hingga menyentuh 110 sentimeter pada pukul 17.22 WIB.
Baca juga: Jangan Asal Sapu Kotoran Tikus, Pakar IPB Ingatkan Risiko Hantavirus
Alwan menyampaikan bahwa ketinggian air di Bendung Katulampa kembali turun. Pada pukul 18.30 WIB TMA mencapai 80 sentimeter atau status siaga empat.
(hrs)
Berita
Diduga Lompat dari Jembatan di Panaragan, Pemuda Meninggal
KlikBogor – Seorang pemuda diduga melompat dari Jembatan di Kampung Karamat, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu, 24 Mei 2026 sekira pukul 11.40 WIB.
Korban yang terjatuh ke trotoar di samping Sungai Cipakancilan sempat dievakuasi ke RS PMI Kota Bogor. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Iman Dwi menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat korban melompat dari jembatan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberitahu warga lainnya.
“Korban (saat ditemukan) masih hidup kemudian langsung membawa ke RS PMI dan dinyatakan meninggal di RS PMI sekira jam 13.23 WIB,” kata Iman saat dikonfirmasi.
Unit Identifikasi Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban diketahui berinisial GR (22).
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Iman, korban diduga sempat mengunggah pesan di media sosial sebelum kejadian.
Saat ini, jenazah korban akan dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
(hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi7 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita11 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
