Serba Serbi
Kenali ADHD Sejak Dini, dari Gejala hingga Penanganannya
KlikBogor – Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, hingga kinerja seseorang di dunia kerja.
Psikiater yang juga dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat mengenai gejala, waktu konsultasi, serta penanganan ADHD menjadi kunci untuk mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.
Ia menyampaikan bahwa penderita ADHD umumnya mengalami kesulitan memusatkan perhatian dan sangat mudah terdistraksi oleh rangsangan kecil di sekitarnya. Mereka sering tidak menyelesaikan tugas sampai tuntas dan tampak seperti tidak mendengarkan ketika diajak berbicara.
Selain gangguan perhatian, penderita ADHD juga cenderung gelisah, sulit diam, serta banyak bergerak meskipun berada dalam situasi yang menuntut ketenangan. Perilaku impulsif, seperti memotong pembicaraan atau tidak sabar menunggu giliran, juga kerap muncul.
Lebih lanjut, dr Riati menegaskan bahwa konsultasi ke dokter sebaiknya segera dilakukan apabila gejala ADHD muncul sejak sebelum usia 12 tahun dan berlangsung terus-menerus selama enam bulan atau lebih.
Ia menambahkan bahwa tanda penting lainnya adalah ketika gejala tersebut muncul di lebih dari satu lingkungan, seperti di rumah, sekolah, atau tempat kerja.
“Konsultasi menjadi sangat utama ketika gejala sudah mengganggu fungsi sosial, prestasi akademik, kinerja pekerjaan, hingga menimbulkan stres berat,” jelas dr Riati dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
ADHD, menurut dr Riati, dapat berdampak signifikan terhadap prestasi akademik maupun kinerja profesional. Penderita sering kesulitan mempertahankan fokus saat belajar atau bekerja sehingga tugas tidak selesai tepat waktu dan hasil akademik menurun.
Kondisi ini juga memengaruhi motivasi dan ketekunan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Apabila tidak ditangani secara tepat, risiko kegagalan studi atau pekerjaan dapat meningkat,” ucapnya.
Terkait penanganan, dr Riati menjelaskan bahwa ADHD ditangani secara multimodal dengan mengombinasikan terapi obat dan non-obat. Terapi perilaku dan terapi kognitif-perilaku (CBT) dianjurkan untuk melatih regulasi diri, emosi, serta fungsi eksekutif.
Dari sisi medis, dokter dapat meresepkan obat seperti metilfenidat atau atomoksetin untuk membantu meningkatkan fokus dan mengontrol impulsivitas. Modifikasi lingkungan, dukungan keluarga, serta penerapan gaya hidup sehat juga berperan penting dalam membantu menstabilkan gejala.
dr Riati menekankan bahwa impulsif dan tidak tepat waktu memang termasuk gejala ADHD, namun tidak selalu menandakan seseorang pasti mengalami kondisi tersebut.
“Diagnosis ADHD harus dilakukan oleh tenaga profesional dengan kriteria yang jelas dan menyeluruh,” tandasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi, Benarkah?
KlikBogor – Isu mengenai golongan darah O yang disebut lebih rentan mengalami kolesterol tinggi kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Lalu, benarkah anggapan tersebut?
Menurut dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Christy Efiyanti, hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai hubungan antara golongan darah dan kadar kolesterol masih menunjukkan hasil yang beragam sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan pasti.
“Beberapa penelitian memang menemukan adanya kadar kolesterol yang lebih tinggi pada individu bergolongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya. Namun, ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah ABO dengan kadar kolesterol darah,” ujar Christy dikutip Kamis, 11 Juni 2026.
Ia lanjut menjelaskan, hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Pasalnya, kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang lebih kompleks dibandingkan golongan darah semata.
Baca juga: Benarkah Durian Pemicu Kolesterol? Ini Penjelasan Pakar IPB
Ia menegaskan bahwa gaya hidup merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya kadar kolesterol dalam tubuh.
Pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi.
Selain itu, sejumlah kondisi medis juga berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid.
Baca juga: Perawatan Luka Diabetes untuk Cegah Infeksi dan Amputasi
Faktor genetik juga berperan, salah satunya pada kasus familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi sejak usia muda.
“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” tambah Christy yang juga spesialis Ilmu Penyakit Dalam.
Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, ia menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup sehat tanpa terlalu berfokus pada golongan darah yang dimiliki.
Adapun langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.
Christy juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” tandasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Pakar IPB: Pirolisis Plastik Bisa jadi Alternatif Sumber Bahan Bakar, Tapi Perlu Pemurnian
KlikBogor – Wacana legalisasi penjualan solar hasil olahan sampah plastik membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah sekaligus penyediaan energi alternatif di Indonesia. Menurut Pakar IPB University, Leopold Oscar, secara ilmiah sampah plastik memang dapat diolah menjadi bahan bakar cair melalui teknologi pirolisis.
Pirolisis merupakan suatu proses penguraian termokimia material pada suhu tinggi dalam kondisi minim atau tanpa oksigen. Pada proses ini, plastik dipecah menjadi berbagai produk berupa gas, cairan, dan residu padat.
Produk cair yang dihasilkan berpotensi dikembangkan menjadi bahan bakar, meskipun masih memerlukan tahapan pengolahan lanjutan.
“Karakteristik minyak hasil pirolisis sangat dipengaruhi oleh jenis plastik yang digunakan sebagai bahan baku,” jelas Leopold dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP) cenderung menghasilkan senyawa hidrokarbon yang lebih sesuai untuk bahan bakar.
Sebaliknya, jenis plastik lain seperti polyethylene terephthalate (PET) dan polyvinyl chloride (PVC) menghasilkan senyawa lain yang bersifat korosif atau berpotensi menimbulkan masalah lingkungan sehingga menjadi kurang ideal untuk potensi bahan bakar.
Selain jenis plastik, kualitas produk juga ditentukan oleh berbagai faktor proses, seperti suhu operasi, pemanasan, penggunaan katalis, serta tahap pra-perlakuan bahan baku.
Oleh karena itu, Leopold menjelaskan, minyak pirolisis belum dapat langsung digunakan sebagai solar komersial. Produk tersebut masih harus melalui proses pemurnian, distilasi, maupun cracking agar memenuhi standar mutu bahan bakar diesel.
“Apabila nantinya dipasarkan kepada masyarakat, aspek kualitas dan keamanan harus menjadi prioritas utama. Mulai dari pemilahan bahan baku, pengendalian proses produksi, hingga pengujian mutu produk akhir perlu dilakukan secara konsisten. Di sisi lain, Indonesia juga memerlukan regulasi yang jelas terkait standar bahan baku, proses produksi, dan kualitas produk yang dihasilkan,” tambahnya.
Dari perspektif lingkungan, pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi timbunan limbah yang sulit terurai.
Pendekatan ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular karena memberikan nilai tambah pada limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa teknologi ini perlu dipandang secara komprehensif. Tantangan utama saat ini adalah meningkatkan efisiensi proses, memastikan kelayakan ekonomi, serta menjamin bahwa operasinya aman bagi lingkungan.
“Ke depan, pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar cukup potensial untuk memecahkan solusi pengelolaan limbah, terutama selama kebutuhan energi masih bergantung pada sumber daya fosil. Akan tetapi karena produk pirolisis plastik dapat digunakan juga untuk keperluan nonbahan bakar, perannya perlu terus dievaluasi seiring berkembangnya pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia,” katanya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Meriahkan HJB ke 544, ASTON Bogor Tawarkan Promo Bogorian
KlikBogor – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, ASTON Bogor Hotel & Resort menghadirkan Promo Bogorian sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Bogor dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Hujan.
Promo dimulai 1 hingga 7 Juni 2026 menawarkan berbagai keuntungan menarik, mulai dari menu spesial seharga Rp54.400 nett hingga potongan harga kamar sebesar Rp544.000 untuk seluruh tipe kamar dari harga publish rate.
Sebagai hotel yang secara konsisten mendukung pertumbuhan pelaku usaha lokal, ASTON Bogor juga melibatkan tenant UMKM yang berada di area hotel untuk turut memeriahkan perayaan Hari Jadi Bogor.
Berbagai produk kerajinan tangan, dekorasi rumah, aksesoris, hingga produk kreatif dengan kualitas premium dan desain estetik akan mendapatkan promo khusus berupa diskon hingga 10 persen, hadiah menarik, dan penawaran eksklusif selama 6–7 Juni 2026.
“Melalui Promo Bogorian ini, kami ingin turut merayakan Hari Jadi Bogor bersama masyarakat dengan menghadirkan berbagai penawaran spesial yang dapat dinikmati oleh seluruh tamu. Selain itu, kami juga ingin terus memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan mendapatkan eksposur yang lebih luas. Dukungan terhadap UMKM merupakan komitmen yang secara konsisten kami jalankan sebagai bagian dari kontribusi ASTON Bogor terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Bogor,” ujar General Manager ASTON Bogor Hotel & Resort, Intan Pujawati dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa tidak hanya menghadirkan promo bagi tamu hotel, ASTON Bogor juga memberikan kesempatan bagi tenant UMKM lokal yang telah menjadi bagian dari ekosistem hotel untuk ikut merasakan momentum perayaan HJB.
Adapun promo kuliner spesial dengan harga Rp54.400 nett per menu untuk pilihan: nasi goreng, mie goreng, bogor hujan (Signature Beverage), dan green nirwana (Signature Beverage).
Selain promo kuliner, tamu juga dapat menikmati potongan harga kamar sebesar Rp544.000 untuk seluruh tipe kamar dari harga publish rate selama periode promo berlangsung.
“Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi kesempatan istimewa untuk menikmati pengalaman menginap dan bersantap yang lebih berkesan bersama keluarga maupun orang terdekat. Jangan lewatkan berbagai promo menarik yang hanya tersedia selama periode 1–7 Juni 2026,” pungkasnya.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi7 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita11 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
