Connect with us

Serba Serbi

Jangan Salah Pilih Spatula? Ini Saran Ahli Biomedik IPB University

Published

on

Jangan Salah Pilih Spatula? Ini Saran Ahli Biomedik IPB University
Ilustrasi spatula. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Pemilihan sodet atau spatula di dapur ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Ahli Biomedik IPB University, Benedikta Diah Saraswati, SSi, MBiomed, mengingatkan bahwa bahan sodet yang salah justru bisa membahayakan kesehatan, terutama saat terkena panas tinggi.

Bahan Plastik Paling Berisiko

Diah, begitu kerap disapa, menjelaskan bahwa sodet berbahan plastik berpotensi mengalami degradasi termal ketika terkena panas.

“Ikatan kimia di dalam polimer bisa terurai dan melepaskan senyawa berbahaya ke makanan,” kata Diah dalam keterangannya dikutip Selasa, 4 November 2025.

Senyawa berbahaya yang mungkin muncul antara lain Bisphenol A (BPA), ftalat, formaldehida, atau amina aromatik. Ia menjelaskan, BPA dan ftalat termasuk endocrine disruptor, zat yang bisa mengganggu kerja hormon tubuh, terutama hormon estrogen.

Paparan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesuburan, resistensi insulin, masalah perkembangan janin, hingga risiko kanker.

Diah juga memperingatkan bahaya penggunaan sodet plastik yang mulai meleleh. “Saat plastik meleleh, ikatan polimernya terurai dan melepaskan monomer sisa seperti styrene, ethylene, dan propylene. Senyawa ini bersifat neurotoksik dan hepatotoksik, bahkan berpotensi karsinogenik,” ujarnya.

Selain itu, gesekan dan panas dari sodet berbahan plastik dapat melepaskan partikel mikroplastik yang kemudian tertelan bersama makanan.

“Partikel ini bisa menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan mengendap di jaringan tubuh,” terang Diah.

Hal tersebut bisa menimbulkan stres oksidatif dan peradangan kronik. Kondisi ini, sebut Diah, dapat memicu kerusakan sel, gangguan imun, hingga penyakit metabolik.

Silikon Lebih Stabil dan Aman

Menurutnya, silikon food-grade jauh lebih aman dibanding plastik biasa. Silikon tersusun dari rantai silika yang stabil secara kimia, tahan panas hingga sekitar 250°C, dan tidak mengandung BPA, ftalat, maupun PVC.

“Karena sifatnya inert, silikon tidak mudah bereaksi dengan minyak atau asam makanan,” imbuh Diah.

Adapun jenis yang paling direkomendasikan adalah platinum-cured silicone, yaitu silikon yang diproses menggunakan katalis platinum, sehingga hasilnya lebih murni dan tahan panas.

“Silikon yang murni tidak memicu stres oksidatif atau gangguan hormonal, sehingga aman digunakan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Meski demikian, Diah mengingatkan agar berhati-hati terhadap produk silikon murah yang dicampur bahan plastik.

“Jika silikon mudah berubah warna, terlalu murah, atau berbau kimia menyengat, kemungkinan besar mengandung campuran plastik,” jelasnya.

Bahan Alternatif dan Tips Memilih Sodet

Selain silikon, kayu, dan bambu alami juga termasuk bahan aman karena memiliki sifat antimikroba alami. Adapun stainless steel cocok untuk memasak pada suhu tinggi, tetapi sebaiknya tidak digunakan pada wajan antilengket.

“Untuk dapur rumah tangga, kombinasi sodet silikon food-grade untuk wajan antilengket dan sodet kayu untuk masakan bersuhu sedang adalah pilihan paling aman dan ideal,” tuturnya.

Agar aman, ia juga menyarankan memilih sodet yang bertanda “BPA-free” dan “Phthalate-free”, serta memastikan keterangan “Platinum-cured silicone”.

Pengguna juga dapat melakukan uji sederhana. “Tekuk sodet silikon. Jika muncul warna putih atau retak, berarti ada campuran plastik. Silikon murni tidak berubah warna,” imbuhnya.

Dengan demikian, memilih alat masak yang aman bukan sekadar kenyamanan, tetapi juga bentuk investasi kesehatan keluarga dari risiko paparan bahan kimia berbahaya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner

Published

on

By

Tata Taman Heulang, Pemkot Bogor Siapkan Kawasan Kuliner
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kanan) saat melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 21 April 2026 pagi. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Ikhtiar menjaga wajah kota tetap tertata dan nyaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan korve di kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal.

Diawali dengan apel di depan Mako Satpol PP Kota Bogor, korve dipimpin oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim melakukan penertiban bekas lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menduduki jalur hijau, drainase, serta akses warga.

Kepada para PKL yang berjualan, Dedie Rachim juga melakukan sosialisasi terkait rencana penataan kawasan Taman Heulang.

“Rencana ke depan, kita akan membuat sebuah area khusus kuliner yang lokasinya di Jalan Kasintu. Ini merupakan aspirasi masyarakat sekitar Taman Heulang yang terganggu akibat aktivitas PKL. Kemudian, hal ini didiskusikan dengan Pemkot Bogor dan diputuskan bersama warga serta wilayah untuk membuat spot kuliner Kasintu,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Dedie Rachim menjelaskan, pembangunan spot kuliner tersebut akan dilaksanakan oleh Disperumkim Kota Bogor pada tahun ini.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan Pemkot Bogor akan terus konsisten melakukan penataan di berbagai wilayah di Kota Bogor.

“Karena harapan masyarakat tinggi, ingin wilayahnya asri, aman, sehat, resik, dan indah,” imbuhnya.

Dalam korve ini, ia juga menemukan sambungan listrik yang digunakan oleh para PKL di lokasi berbahaya. Meteran listrik dipasang di dinding saluran air dan juga di bawah pohon, yang berpotensi membahayakan.

Dedie Rachim pun langsung berkoordinasi dengan PLN untuk dilakukan pemutusan sambungan listrik tersebut.

“Jadi, biang keladinya di antaranya adalah sambungan listrik ilegal. Selama sambungan listrik ilegal masih terpasang, kita akan terus tertibkan agar pesan ini sampai bahwa Pemkot Bogor memiliki program penataan dan ketertiban, termasuk membuat spot kuliner resmi,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan

Published

on

By

Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan
‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani saat memaparkan potensi wilayah yakni Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya Kali Baru. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, memiliki potensi wisata yang kini terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya Wahana Ngalun di Bendung Katulampa tepatnya di Kali Baru, yang dinilai memiliki daya tarik tinggi.

‎Lurah Katulampa, Deni Ramdhani, mengatakan bahwa potensi tersebut hingga saat ini masih terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

‎“Potensi wilayah kita mempunyai Wahana Ngalun di Bendung Katulampa. Sampai saat ini masih terus kita kembangkan,” ujar Deni kepada awak media, Rabu, 15 April 2026.

‎Menurutnya, keberadaan wahana tersebut telah memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, meski pengelolaannya saat ini masih dilakukan oleh komunitas.

‎“Dari sisi ekonomi selama ini sudah berjalan dan itu sangat membantu masyarakat. Tetapi memang pengelolaannya masih sebatas di-handle oleh teman-teman komunitas,” jelasnya.

‎Baca juga: Pemkot Bogor Kucurkan Rp51 Miliar untuk Rehabilitasi Tahap II GOR Pajajaran

Ke depan, pihak kelurahan berharap adanya intervensi dari pemerintah, baik dalam hal penataan, tata kelola, maupun pengembangan fasilitas penunjang lainnya agar potensi tersebut bisa lebih maksimal.

‎“Harapannya tentu ada intervensi dari pemerintah, termasuk dalam tata kelola dan lainnya,” ungkapnya.

‎Selain itu, pihaknya juga berencana melibatkan warga lokal secara langsung dalam pengelolaan, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Kita ingin ke depan membentuk pengelolaan oleh warga lokal, supaya tata kelolanya lebih baik dan benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan

Deni menegaskan, dengan lokasi yang strategis, Wahana Ngalun di Katulampa memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

‎Deni berharap, ke depan potensi ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat budaya dan keterlibatan masyarakat sekitar.

‎“Harapannya ke depan bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat, sehingga memberikan dampak manfaat yang lebih luas,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat

Published

on

By

Tips Jaga Tubuh Tetap Fit saat Naik Pesawat
Ilustrasi penumpang pesawat. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Perjalanan udara dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama akibat perubahan tekanan dan kondisi kabin yang kering. Karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum dan selama penerbangan menjadi hal penting agar tetap nyaman.

“Keluhan yang paling sering itu nyeri telinga, terutama kalau kita sedang tidak fit atau merasa pilek,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Citra Ariani dikutip Rabu, 15 April 2026.

Dalam tayangan IPB Pedia di IPB TV, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran adanya ketidakseimbangan tekanan udara antara bagian dalam dan luar telinga.

Baca juga: Satwa Langka Sering Terlihat, Pakar IPB Ungkap 3 Penyebabnya

Selain nyeri telinga, penumpang juga kerap mengalami pusing, mual, atau mabuk perjalanan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipicu oleh dehidrasi maupun faktor psikologis.

“Bisa karena dehidrasi dan juga tekanan psikologis, misalnya bagi orang yang belum terbiasa naik pesawat dan merasa takut,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi darurat di pesawat memang jarang terjadi. Namun, beberapa kasus seperti serangan jantung tetap mungkin terjadi meski tidak umum.

Oleh karena itu, menjaga kondisi tubuh sebelum terbang menjadi hal penting. Sejalan dengan itu, Citra menyarankan penerapan pola hidup sehat sebelum dan selama perjalanan.

“Tidur cukup, makan secukupnya, dan tetap beraktivitas fisik itu sangat membantu agar tubuh tetap fit,” katanya.

Baca juga: Rendam Kaki Air Hangat Bantu Redakan Migrain, Ini Mekanismenya

Penumpang juga disarankan tidak duduk terlalu lama. Lakukan peregangan ringan atau berjalan sejenak di kabin untuk membantu sirkulasi darah.

“Kita bisa lakukan senam sederhana supaya kaki tetap memompa darah kembali ke jantung,” tambah Citra.

Hal penting lainnya adalah menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi air putih secara cukup selama penerbangan dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi risiko pusing maupun kelelahan.

Citra mengatakan, dengan persiapan yang baik dan kebiasaan sederhana tersebut, perjalanan udara dapat tetap aman dan nyaman. Ia mengingatkan agar setiap penumpang menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar selama perjalanan sehari-hari.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer