Berita
14 Anggota Satpol PP Korban Dugaan Gadai SK Kini Didampingi LBH
KlikBogor – Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mendampingi 14 anggota Satpol PP Kota Bogor yang menjadi korban dugaan penggadaian SK. Para korban akan mendapatkan pendamping hukum secara pro bono dan penyelesaian secara bertahap.
Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan hasil penyampaian informasi mereka, tentunya meminta pelayanan hukum advokasi kepada bagian hukum dalam rangka bagaimana untuk menyelesaikan persoalan mereka yang cukup lama.
“Ternyata kejadian ini sejak tahun 2024 dan ada juga yang tahun 2025. Kami melihat harus ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam hal ini kami setelah mendapatkan informasi lengkap, akan melakukan secara bertahap untuk pemulihan terhadap hak-hak mereka. Kami akan bekerja sama dengan LBH tentunya untuk menangani setiap dari anggota Satpol PP yang berbeda kasusnya,” ungkap Alma kepada wartawan.
Ia menambahkan, tindakannya nanti berupa yang pertama, setelah mendapatkan kronologi secara lengkap bahwa yang menjadi persoalan adalah pemotongan dan perikatan pinjaman ini secara pribadi. Tentu akan dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan perjanjian tersebut.
“Ranah ini masih menjadi kewenangan dari kami sebagai pelayan masyarakat di Kota Bogor dan ini ke depan satu langkah maju bagi kami bersama bahwa penyelesaian persoalan itu tidak semuanya harus diselesaikan dengan pemidanaan menurut kami. Jadi harus dengan cara pemulihan, restorasi dan mengajak diskusi agar persoalan ini nanti semuanya bisa selamat,” terangnya.
Alma menjelaskan, pemerintah mengambil tindakan yang tepat dari diskusi ini dan ke depan bisa duduk bersama lagi dan mendapatkan hasil yang positif. Tentunya ini karena belum proses ke pemidanaan dan para korban masih terbebani dengan adanya tunggakan terhadap utang-utang yang cukup banyak secara pribadi.
“Walaupun tadi diketahui bukan hanya mereka sebenarnya yang harus bertanggung jawab, karena ada pihak lain yang selama ini telah mempergunakan kewenangannya untuk memanipulasi kewenangan tersebut. Kerugian kalau dari tiap-tiap orang berbeda ya, ada yang Rp500 juta lebih, kemudian ada yang tadi Rp400 juta dan ada juga yang paling kecil tadi Rp8 juta. Kalau totalnya bisa mencapai dengan Rp1,3 miliar tadi hitungannya,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan anggota Satpol PP Kota Bogor yang menjadi korban, Anwar Sanusi, menyampaikan terima kasih kepada Kabag Hukum dan HAM mau membantu masalah para anggota Satpol PP yang menjadi korban. Kedepannya, mereka ingin lunas hutang ke bank dan koperasi.
“Ya, pengen lunas semuanya. Tidak ada harapan yang lain, pengen lunas. Apabila tidak selesai juga, nanti lebih ke atas lagi, mengajukan kemana. Yang jelas harus selesai persoalan kami ini,” ungkap Sanusi.
Sanusi menerangkan, kalau ditotal kerugiannya dari 14 teman-teman ini ada sekitar Rp4 miliar saat awal. Berjalan waktu sudah menurun.
“Jadi kalau tidak salah sekarang Rp1,9 miliar lagi. Sudah menurun karena angsuran berjalan. Kasusnya ini kan beda-beda ya, beda-beda versinya. Masih banyaklah. Karena ini yang terdaftar ini hanya 14 yang gede-gede kerugiannya, yang kecilnya belum. Kami tertipu perorangan, tidak ada istilah janji manis ini atau apa. Bahkan yang tadi Bapak Saifulloh, disebut pelaku untuk kepentingan kantor. Sebagai anggota taunya siap saja membantu,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
PFI Bogor Raih PFI Kota Terbaik 2025 dan Best Management Award di APFI
KlikBogor – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 sebagai PFI Kota Terbaik 2025 dan meraih penghargaan Best Management Award PFI Kota.
Penghargaan diserahkan Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo kepada Ketua PFi Bogor, Andi M Ridwan di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo yang karib disapa Dido menjelaskan, Anugerah Pewarta Foto Indonesia merupakan ajang penghargaan paling bergengsi untuk jurnalis foto di Indonesia.
Ia berharap acara ini menjadi oase bagi para jurnalis foto di Indonesia untuk berkembang dengan semangat berkarya, terutama di tengah disrupsi digital, arus deras hoak, dan kondisi industri media yang cukup memprihatinkan ditandai dengan gelombang PHK yang dialami sejumlah pekerja media.
Dalam kesempatan ini, Pewarta Foto Indonesia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keseluruhan acara APFI 2026 termasuk seremoni penyerahan piala dan pameran foto APFI tahun ini.
“Pewarta Foto Indonesia mengucapkan terima kasih atas kerja keras PFI Bogor dan memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh mitra yang sudah setia mendukung pengembangan foto jurnalistik tanah air,” ujar Dido.
Sementara itu, Ketua PFI Bogor, Andi M Ridwan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah soliditas seluruh pengurus dan anggota PFI Bogor.
Penghargaan ini juga dinilai menjadi penyemangat pewarta foto di wilayah untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif.
“Terima kasih untuk pengurus PFI Pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada PFI Bogor. Bogor merasa bangga dapat menjadi ruang untuk karya-karya terbaik pewarta foto Indonesia,” ungkap Andi.
“Terima kasih juga yang sebesar-besarnya kepada para sponsor dan mitra PFI yang telah memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Dari Bogor untuk Foto Jurnalistik Indonesia,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Dedie Rachim: Perkuat Nilai Budaya Sunda
KlikBogor – Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung meriah dengan diramaikan oleh ribuan warga yang memadati jalur kirab sepanjang 3,2 kilometer dari kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Jalan Surya Kencana.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menilai Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk menghargai warisan leluhur dan memperkuat nilai-nilai budaya Sunda di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya yang diwariskan para leluhur Sunda.
“Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang penuh makna, tentang bagaimana kita menghargai hasil warisan para leluhur kita,” ujar Dedie Rachim kepada media usai pelaksanaan kirab di Vihara Dhanagun, Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026 malam.
Baca juga: KDM Tunggangi Kuda Putih di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda
Ia menuturkan bahwa Kota Bogor memiliki keterikatan sejarah yang kuat dengan Pakuan Pajajaran dan Sri Baduga Maharaja.
Nilai sejarah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga budaya dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
Baca juga: Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di Bogor Dipadati Warga
Dijelaskan bahwa filosofi Sunda yang menjadi nilai Kota Bogor, yakni Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga, yang memiliki makna bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan kebaikan para pendahulu, sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab menanamkan kebaikan bagi masa depan.
“Nilai Kota Bogor itu Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampereun Jaga. Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kebaikan dari para pendahulu kita dan kita pun harus menanamkan kebaikan untuk generasi mendatang, jadi itu sebuah nilai filosofis sunda yang kalau menurut saya sangat tinggi maknanya,” jelasnya.
Sebagai informasi, kirab budaya berlangsung dengan iring-iringan seni dan budaya Sunda yang menampilkan pakaian adat, tabuhan kendang, alunan angklung, serta berbagai pertunjukan tradisional yang disambut antusias oleh masyarakat di sepanjang jalur kirab.
(ckl/hrs)
Berita
Kado HJB 544: Botani Square, Hotel Santika dan IPB Convention Center Perkuat Kepedulian Sosial di Tegallega
KlikBogor – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Mal Botani Square bersama Hotel Santika Bogor dan IPB Convention Center menggelar kegiatan sosial bagi warga Kelurahan Tegallega, Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Tegallega tersebut meliputi pengobatan gratis serta pembagian bantuan makanan tambahan untuk mendukung penanganan stunting di wilayah setempat.
Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh General Manager Botani Square, Lanny Kuputri didampingi General Manager Hotel Santika Bogor, Denny Wiryadhana kepada Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman.
General Manager Botani Square, Lanny Kuputri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan sekaligus bentuk dukungan dalam memeriahkan Hari Jadi Bogor ke-544.
“Momentum HJB ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus berbagi dan memperkuat kepedulian kepada masyarakat sekitar,” ujar Lanny.
Ia menjelaskan, program pengobatan gratis untuk warga Tegallega merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) rutin bulanan yang dijalankan Mal Botani Square dengan menggandeng Hotel Santika Bogor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap bulan dengan kuota sekitar 100 warga lengkap dengan obat-obatan dan bekerja sama dengan tenaga medis dari Klinik Karuna.

Pengobatan gratis untuk warga di Kantor Kelurahan Tegallega, Sabtu, 9 Mei 2026.
Selain pengobatan gratis, Mal Botani Square juga secara rutin mengadakan kegiatan donor darah bulanan di area mal sebagai bagian dari program sosial kemanusiaan bagi masyarakat.
Sementara itu, khusus dalam rangka menyambut HJB ke-544, Mal Botani Square bersama IPB Convention Center memberikan bantuan tambahan untuk mendukung penanganan stunting berupa telur, kacang hijau, dan susu kepada keluarga yang membutuhkan perhatian terkait pemenuhan gizi.
Berdasarkan data dari Kelurahan Tegallega, terdapat 59 kepala keluarga yang membutuhkan perhatian terkait masalah gizi keluarga.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu mendukung kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Selain kegiatan sosial, manajemen Botani Square dan Hotel Santika Bogor juga melakukan sosialisasi kepada warga terkait sistem pengolahan air limbah di kawasan Botani dan Hotel Santika.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen menjelaskan bahwa seluruh limbah cair terlebih dahulu diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan yang berlaku dan Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) yang dimiliki perusahaan sebelum dialirkan keluar kawasan.
Air hasil olahan (effluent) juga rutin diuji setiap bulan melalui laboratorium independen untuk memastikan tetap berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah, serta diawasi dan dilaporkan secara berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Manajemen juga menegaskan komitmennya dalam menjaga lingkungan melalui berbagai langkah berkelanjutan, termasuk penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta upaya pengurangan penggunaan air tanah secara bertahap.
Pengurangan penggunaan air tanah dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan air tanah dan mendukung keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
“Kami ingin terus bertumbuh bersama masyarakat dan menjaga lingkungan secara bertanggung jawab. Karena itu kami terbuka terhadap masukan warga dan berharap kolaborasi yang baik dapat terus terjalin,” tutupnya.
(hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam

Pingback: Inspektorat Perkuat Pengawasan Lewat PKPT, Cegah Penyimpangan di OPD Kota Bogor