Berita
Dosen IPB University Kupas Risiko Zoonosis Penyakit Hantavirus
KlikBogor – Merebaknya pemberitaan tentang hantavirus di Indonesia kembali menarik perhatian publik.
Menanggapi hal ini, dosen sekaligus peneliti mikrobiologi di Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Ni Luh Putu Ika Mayasari, menjelaskan mengenai risiko penularan dan pentingnya peran kebersihan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit infeksi hantavirus yang merupakan zoonosis tersebut.
Ia mengatakan penyakit ini tergolong baru dilaporkan di Indonesia. “Laporan kasus hantavirus di Indonesia baru muncul sekitar tahun 2020. Namun, virus ini sudah lama ditemukan di negara lain, salah satunya Korea Selatan, tempat pertama kali virus ini diidentifikasi dan diberi nama Hantaan,” jelasnya dikutip Sabtu, 19 Juli 2025.
Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat ada delapan kasus hantavirus di Indonesia selama periode 15-21 Juni 2025, yang tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.
“Meskipun masih sedikit, ini harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam memahami jalur penularannya,” imbuh Ika.
Mengenai mekanisme penularan, Ika menjelaskan bahwa transmisi hantavirus dari tikus ke manusia umumnya terjadi secara tidak langsung.
“Penularan bisa melalui kontak dengan urine atau feses tikus yang terinfeksi yang mencemari permukaan area tempat tinggal atau makanan di rumah. Kontak langsung seperti gigitan sangat jarang,” jelasnya.
Ia menambahkan manusia bisa tanpa sadar menyentuh area yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, sehingga virus bisa masuk melalui saluran pernapasan.
Virus juga dapat terhirup ketika berada di lingkungan yang terkontaminasi. Karena itu, masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap keberadaan tikus di sekitar rumah.
Langkah pencegahan yang paling penting adalah mengidentifikasi dan menutup jalur masuk tikus ke rumah, misalnya melalui lubang saluran air atau atap bocor.
“Tikus bisa urinasi atau buang kotoran di mana saja, dan itu bisa membahayakan bila mengkontaminasi area rumah, peralatan makan atau makanan,” katanya.
Ika juga menyarankan agar menjaga kebersihan rumah dan menutup rapat makanan serta peralatan makan agar tidak terpapar.
“Jika mengetahui rumah memiliki banyak tikus, masyarakat harus melakukan kontrol aktif. Bersihkan area yang diduga menjadi tempat tikus buang kotoran dengan menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker,” jelasnya.
Ika kembali mengingatkan untuk memulai perilaku hidup bersih dan sehat. “Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan adalah kunci pencegahan berbagai penyakit, termasuk yang ditularkan dari hewan. Jadi, jangan abai dengan kebersihan rumah, terutama jika sudah melihat tanda-tanda kehadiran tikus,” tutupnya.
(ary/hrs)
Berita
Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.
Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.
Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.
Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan
Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.
“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.
Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding
Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.
Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.
Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).
Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
(rls/hrs)
Berita
Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar
KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.
Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.
“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.
Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.
“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.
Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.
Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
(ckl/hrs)
Berita
Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
KlikBogor – Lansia laki-laki berinisial US (77), yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan.
Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu, 15 April 2026 siang atau hari kelima pencarian dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Lansia 77 Tahun di Cilebut Timur Diduga Hanyut, SAR Lakukan Pencarian
Katim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan korban ditemukan sejauh 21 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.
“Korban sudah ditemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak 21 km dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andi, Kamis, 16 April 2026.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Ia menambahkan, jasad korban saat ditemukan dalam posisi terlentang terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung dekat perumahan Taman Anyelir 3.
Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk dilakukan pemulasaraan.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
