Potret
Dedie Rachim Luncurkan Buku Dari KPK ke Balaikota
KlikBogor – Calon Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meluncurkan buku karya tulisnya yang berjudul ‘Dari KPK ke Balaikota’. Dalam buku tersebut, Dedie menceritakan kisah hidupnya yang bermula berkarir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga dirinya memutuskan terjun ke dunia politik pada 2018.
Mantan Wakil Wali Kota Bogor periode 2019-2024 ini telah mengikuti hajatan Pilkada Kota Bogor 2024 bersama pendampingnya, Jenal Mutaqin.
“Buku ini paling lama saya buat, hampir 3 tahun. Saya terinspirasi oleh Kang Bima Arya yang sering nulis buku. Sebelum masuk Balaikota, saya berkiprah di KPK sejak tahun 2005. Terakhir menjabat Direktur, padahal bakal naik jadi Deputi. Namun takdir membawa saya ke Bogor, jadi Wakil Wali Kota Bogor tahun 2019-2024 dan sekarang jadi Wali Kota periode 2024-2029,” kata Dedie di Kedai Nako Cibogo, Bogor, Jumat, 29 November 2024.
Dedie mengatakan, dalam buku tersebut, ada beberapa hal yang ditulisnya tentang pengalaman pribadi memulai karier.
Dalam meniti karir itu, Dedie menegaskan tidak lepas dari kerja keras, doa dan tentunya keberkahan dari orang tua dan keluarganya yang selalu mendukung.
Sehingga, dirinya mempersembahkan buku tersebut untuk orang yang menyayangi dan disayangi, juga semua yang telah mendukung dirinya.
“Jadi ini lama nulisnya, saya dedikasikan untuk keluarga dan orang yang mendukung saya. Saya saat ini jadi Wali Kota karena doa dan harapan serta kerja keras, tentu dengan dukungan semua elemen pendukung. Jadi, saya persembahkan buku ini untuk semuanya,” kata Dedie.
Dalam acara peluncuran buku Dari KPK ke Balaikota ini turut hadir beberapa rekan Dedie Rachim dari KPK yang saat ini juga berkarir di beberapa lembaga pemerintah sejak mereka keluar dari lembaga antirasuah tersebut.
“Banyak dari kami dari KPK sekarang menjabat di beberapa lembaga negara, tujuan kami sama satu yakni berbuat yang terbaik untuk negeri dan melayani rakyat,” kata Dedie.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto turut menceritakan bagaimana dirinya menarik Dedie Rachim dari KPK untuk menjadi pendampingnya di Pilkada Kota Bogor 2018.
Bima Arya menyebut berkali-kali sebelum menentukan calon wakilnya pada periode kedua melakukan istikharah. Beberapa kali itu pula, dikatakan Bima Arya selalu muncul dalam benaknya bayangan Dedie.
“Saya titip ke Kang Dedie dan Kang Jenal sebagai Wali Kota dan wakilnya untuk selalu kompak. Sebab, harmonisasi keduanya itu yang membuat pemerintahan nyaman. Kang Dedie adalah alumni KPK pertama yang sukses menjadi Wali Kota, namun beliau tetap pada on the track memberantas korupsi. Saya kasih kado, sebuah sapu. Saya percaya Kang Dedie mampu membersihkan Kota Bogor, mulai dari ruangan Wali Kota ke ruang Wakil dan semua Balaikota. Jika Balaikota bersih, maka Kota Bogor pun bersih,” kata Bima Arya.
(red)
Potret
Margonda dan Jejak Sejarah di Bogor: Pernah Tinggal di Gang Slot
KlikBogor – Margonda merupakan sosok pahlawan pejuang yang ternyata memiliki jejak sejarah kuat di Kota Bogor, mulai dari menempuh pendidikan, menikah, hingga pernah tinggal di Kota Hujan ini.
Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengunjungi Rumah Nomor 1 Gang Slot, Jalan Polisi, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, yang disebut sebagai rumah yang pernah ditinggali Margonda, pada Minggu, 26 April 2026.
Dalam kunjungannya, Dedie Rachim didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Camat Bogor Tengah, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Bogor, dan sejumlah pihak lainnya.
Baca juga: Cungkup Prasasti Batutulis Kini Terintegrasi dengan Bumi Ageng
Dedie Rachim menilai kisah perjuangan Margonda perlu diangkat agar masyarakat mengetahui keterkaitannya dengan Kota Bogor.
“Saya mendengar banyak sekali cerita kepahlawanan Margonda. Insyaallah ke depan Pemerintah Kota Bogor akan memberikan bentuk penghormatan, salah satunya melalui prasasti sebagai wujud apresiasi atas perjuangannya melawan dan mengusir penjajah,” katanya.
Ketua Depok Heritage Community, Ratu Farah Diba, menjelaskan bahwa Margonda gugur bersama para pejuang lainnya saat melaksanakan serangan kilat melawan penjajah Belanda pada 16 November 1946 di Kalibata, Depok.
Jasad para pejuang kemudian dikembalikan oleh Belanda dan dimakamkan secara massal di Bogor, tepatnya di lokasi yang kini menjadi kawasan panggung terbuka Alun-Alun Kota Bogor.
Baca juga: Dedie Rachim dan Japas Telusuri Jejak Sejarah Tirto Adhi Soerjo
Selanjutnya, secara teknis, jasad para pahlawan tersebut dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded dan kemudian nama Margonda diabadikan menjadi nama jalan utama di Kota Depok.
Sebagai informasi, sebelum terjun ke medan perjuangan, Margonda yang lahir di Baros, Cimahi, sempat menempuh pendidikan di sekolah kimia di Bogor.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Margonda merupakan sosok cerdas dan memiliki kapasitas intelektual yang tinggi. Lebih hebatnya lagi, beliau memilih jalan perjuangan dan gugur sebagai pahlawan.
(ckl/hrs)
Potret
Salat Idulfitri di Kebun Raya Bogor Berlangsung Khidmat
KlikBogor – Di bawah langit pagi yang cerah, lantunan takbir terus mengiringi pelaksanaan salat yang berlangsung tertib dan penuh ketenangan di Kebun Raya Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir bersama keluarga, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi bersama keluarga, dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, bersama keluarga serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang turut melaksanakan salat Idulfitri.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri di Kota Bogor berlangsung kondusif dan lancar.
Imam salat dipimpin oleh Ketua MUI Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin, sementara khatib adalah Kepala BRIN, Prof. Arif Satria. Dalam khutbahnya, Arif Satria menyampaikan berbagai hal.
“Ini menjadi tambahan ilmu dalam suasana Salat Idulfitri yang, mudah-mudahan, menjadi bekal bagi kita dalam membangun Kota Bogor dengan nilai-nilai islami sebagai landasan berpikir untuk kemajuan kota,” ucapnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Arif Satria mengapresiasi pihak penyelenggara, yaitu Pemkot Bogor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan yang lebih penting, ini membangun silaturahmi yang lebih luas antarwarga,” imbuhnya.
Arif Satria juga menyampaikan tentang tujuh nilai wasathiyah Islam untuk membangun masyarakat.
“Tujuh nilai ini perlu kita internalisasi, karena kita memiliki tanggung jawab besar untuk membangun Indonesia,” ucapnya.
Usai melaksanakan salat, warga bersama para pejabat yang hadir melakukan halal bihalal.
(rls/hrs)
Potret
Senyum Anak Yatim saat Baznas Kota Bogor Ajak Belanja di Mal
KlikBogor – Keceriaan tampak terpancar dari wajah puluhan anak yatim saat memasuki pusat perbelanjaan Ada Swalayan di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Dengan mata berbinar, mereka menyusuri stan-stan mal yang menyediakan aneka barang. Tidak hanya sepatu dan pakaian, anak-anak juga diberi kesempatan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis, hingga buku bacaan.
Kegiatan ini merupakan program Tebar Hadiah Ramadan (THR) yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor, pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam program ini, sebanyak 50 anak yatim diajak berbelanja kebutuhan pribadi dengan anggaran masing-masing Rp500.000.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan program ini merupakan tradisi yang telah dijalankan sejak enam tahun lalu melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Ini tradisi yang sudah dibangun oleh Baznas Kota Bogor sejak tahun 2020. Kita mulai dulu waktu saya masih jadi Wakil Wali Kota. Selalu kerja sama Baznas, Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, kemudian juga Pemkot Bogor dan Ada Swalayan. Jadi ini sebuah kolaborasi yang baik,” ujar Dedie Rachim, Selasa, 10 Maret 2026.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu.
“Terutama kalau kita bayar zakat, infak, sedekahnya di Baznas, insyaallah ini uang yang terkumpul akan kita kembalikan kepada mereka yang kurang mampu. Anak-anak dari kalangan dhuafa atau anak yatim atau anak yatim piatu. Jadi insyaallah semuanya bermanfaat,” kata Dedie Rachim.
Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, mengatakan pada tahun ini program tersebut diikuti oleh 50 anak yatim berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 anak.
“Alhamdulillah untuk yatim ada 50 (anak), tahun kemarin ada 100, sekarang 50. Dan tadi sudah terdistribusi, masing-masing kita kasih uang untuk belanja. Kita bekali uang untuk belanja masing-masing Rp500.000,” jelasnya.
Subhan berharap kegiatan program THR ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
“Mudah-mudahan program ini tetap berjalan dan menambah terus kuantitas dan juga kualitasnya. Kita mendorong masyarakat untuk sama-sama untuk menunaikan zakat, infaq, shadaqah ke Baznas Kota Bogor,” ucapnya.
Sementara itu, Aini, salah satu anak yatim yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang bisa berbelanja langsung memilih barang yang diinginkannya.
“Senang. Beli tas, beli sepatu. Bersyukur ya, terima kasih Baznas,” ujar Aini dengan wajah ceria.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
