Connect with us

Berita

Dedie Rachim Dianugerahi Lencana Melati Gerakan Pramuka

Published

on

Dedie Rachim Dianugerahi Lencana Melati Gerakan Pramuka
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kedua kanan) menerima penghargaan Lencana Melati dalam upacara Ulang Janji di Cibubur, Rabu malam, 13 Agustus 2025. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menerima penghargaan Lencana Melati, tanda kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka bagi anggota dewasa yang telah memberikan jasa dan pengabdian luar biasa.

Penyematan dilakukan langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, pada upacara Ulang Janji di Cibubur, Rabu malam, 13 Agustus 2025.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Dedie Rachim dalam memajukan gerakan kepanduan di Kota Bogor, termasuk inovasi kegiatan pembinaan generasi muda, penguatan kelembagaan Kwarcab, dan perluasan program sosial berbasis nilai-nilai kepramukaan.

Selain Dedie Rachim, sejumlah tokoh nasional dan daerah juga menerima penghargaan Lencana Melati, di antaranya Fatmawati Rusdi, Ketua Kwarcab Kota Makassar sekaligus Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Kemudian, H. Sachrudin, Ketua Majelis Pembimbing Cabang Kota Tangerang sekaligus Wali Kota Tangerang.

Dilanjutkan, H. M. Nurhamid, Andalan Nasional Bidang Organisasi dan Hukum dan Rr. Arini Yuniarti, S.T, Kepala Biro Keuangan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta Agus Achmad Rifai, Kepala Biro Organisasi, Hukum, Perencanaan dan Pengembangan Kwarnas Gerakan Pramuka.

Sementara itu, Lencana Darma Bakti disematkan kepada tokoh-tokoh seperti Hj. Jihan Nurlela Chalim sekaligus Wakil Gubernur Lampung, H. Siti Husniah Talenrang sekaligus Bupati Goa, Fadly Amran sekaligus Walikota Padang, dan Yogo Wasono atas kiprah dan sumbangsih luar biasa bagi Gerakan Pramuka.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Bogor yang telah bersama-sama berjuang membina generasi muda berkarakter, tangguh, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujar Dedie Rachim usai menerima penghargaan.

Dengan diterimanya Lencana Melati ini, dirinya berharap Gerakan Pramuka di Kota Bogor semakin bersemangat dalam menjalankan misi pendidikan nonformal, memperkokoh persatuan, dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, memberikan pesan tegas kepada para penerima tanda penghargaan Lencana Melati dan Lencana Darma Bakti dalam upacara Ulang Janji.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol atau tanda kehormatan, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata bagi kemajuan Gerakan Pramuka dan pembinaan generasi muda Indonesia.

“Saya kira kepada penerima penghargaan tersebut, tanggung jawabnya adalah betul-betul berbakti dan melaksanakan kegiatan untuk mendorong pramuka menjadi lebih baik. Termasuk melahirkan generasi muda bangsa ke depan yang lebih berkualitas,” tegas Budi Waseso di hadapan para undangan.

Budi Waseso menjelaskan Lencana Melati adalah salah satu penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka yang diberikan kepada anggota dewasa, baik di dalam maupun di luar organisasi yang terbukti memiliki jasa dan pengabdian luar biasa.

Sementara Lencana Darma Bakti diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi signifikan bagi perkembangan kepramukaan di tingkat daerah maupun nasional.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar

Published

on

By

Kebakaran 3 Rumah di Tegallega, Balita Meninggal dan 2 Orang Luka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah mengevakuasi korban kebakaran di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 5 Maret 2026 malam. Foto: tangkapan layar video Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda tiga unit rumah warga di Jalan Babakan Sirna, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 2026 malam.

Dalam peristiwa tersebut, seorang balita berusia 1,4 tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya mengalami luka bakar.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, menjelaskan kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 19.25 WIB.

Menerima laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran  langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Setelah berjibaku sekitar 20 menit melakukan penyemprotan air, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Ade mengungkapkan, berdasarkan data sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas saat pemilik rumah tengah tertidur.

“Menurut pelapor kebakaran terjadi karena kebocoran tabung gas dan pemilik rumah sedang tertidur (laporan sementara),” katanya.

Pada saat itu, api yang dengan cepat membesar kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya. Akibatnya, tiga unit rumah terbakar.

Kebakaran juga mengakibatkan seorang balita berinisial Z (1 tahun 4 bulan) meninggal dunia dan dua warga lainnya berinisial RJ dan SM mengalami luka bakar.

Para korban setelah dievakuasi oleh petugas pemadam kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI untuk penanganan lebih lanjut.

Ade mengatakan, penanganan kebakaran ini melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran serta petugas dari Mako Sukasari, Pos Yasmin, dan Pos CIbuluh.

“Untuk kerugian materi (akibat kebakaran) diperkirakan Rp50 juta,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Proyek PSEL Bogor Raya Masuk Tahap Akhir Lelang

Published

on

By

Proyek PSEL Bogor Raya Masuk Tahap Akhir Lelang
Pertemuan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dengan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir di Gedung Danantara, Jakarta. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, membahas proses akhir lelang pengembang program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di Gedung Danantara, Jakarta.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa proyek PSEL merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendukung kebijakan nasional terkait pengembangan energi baru dan terbarukan sekaligus menyelesaikan persoalan persampahan secara berkelanjutan.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, terang Dedie Rachim, pemerintah menargetkan produksi listrik dari sumber energi baru dan terbarukan dapat dicapai melalui program PSEL.

“Kota Bogor masuk dalam batch pertama bersama empat kota lainnya yang ditunjuk pemerintah pusat,” ujarnya menambahkan, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Berbagai persiapan teknis untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan meminimalkan kendala di lapangan disebut turut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: Pemkab-Pemkot Bogor Teken  Kerja Sama Kelola TPAS Galuga Menuju PSEL

Ia menegaskan pentingnya kesiapan lahan dan dukungan teknis sejak awal agar proyek strategis nasional ini dapat segera direalisasikan.

Menurutnya, PSEL tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan energi daerah.

Sementara itu, Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung sangat produktif dan fokus pada aspek teknis lapangan. Salah satu yang dibahas adalah kesiapan lahan calon lokasi pembangunan instalasi PSEL, termasuk proses land clearing serta pekerjaan cut and fill.

Pihaknya berkomitmen mendukung percepatan proyek PSEL Bogor Raya sebagai bagian dari investasi strategis di sektor energi bersih dan pengelolaan lingkungan.

Melalui proyek PSEL ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat mengurangi beban TPA, meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, serta menghasilkan energi listrik ramah lingkungan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jenal Mutaqin Kembali Beraktivitas, Ikut Pekan Panutan Bayar PBB-P2

Published

on

By

Jenal Mutaqin Kembali Beraktivitas, Ikut Pekan Panutan Bayar PBB-P2
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (kanan) saat melakukan pembayaran PBB-P2 di Pekan Panutan PBB-P2 di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis, 5 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Usai pulih dari sakit, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin kembali menjalankan agenda pemerintahan. Salah satu kegiatan yang dihadirinya, Pekan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Jenal Mutaqin turut melakukan pembayaran PBB-P2 secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.

“Ya seperti tahun lalu, kesempatan untuk membayar PBB-P2 hari ini ada kegiatan dari Bapenda, tapi berbedanya adalah gabung dengan Samsat Kota Bogor, yaitu pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ujar Jenal, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, dirinya telah menunaikan kewajiban pembayaran PBB-P2 dan memanfaatkan program potongan yang tengah berlaku.

“Tadi saya membayar simbolis, alhamdulillah sudah selesai dan dapat diskon 20 persen, alhamdulillah. Ini berlaku untuk PBB-P2 di Kota Bogor sampai tanggal 23 Maret 2026,” katanya.

Pada 2026, Pemerintah Kota Bogor menggulirkan program relaksasi pajak dengan diskon antara 5 persen, 10 persen hingga 20 persen berdasarkan ketetapan pajak. Diskon berlaku bagi yang sudah terdaftar e-SPPT PBB-P2.

“Untuk warga yang ingin mendapatkan potongan diskon, ya bisa datang ke Balai Kota Bogor sampai 23 Maret, ditunggu,” ajaknya.

Selain mendorong masyarakat, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan daerah serta kepatuhan aparatur sipil negara (ASN) dalam pembayaran pajak.

Ia menyebutkan, realisasi penerimaan pajak pada hari sebelumnya mencapai lebih dari Rp1 miliar. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Kemarin satu hari satu miliar lebih, ya mudah-mudahan hari ini minimal sama, ya syukur-syukur bisa lebih. Tapi karena cuaca mungkin berbeda ya dengan hari kemarin, mudah-mudahan sih ya semaksimal mungkinlah berusaha,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menjadi sorotan publik setelah absennya di sejumlah agenda Pemerintah Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir.

Ketidakhadiran tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait kondisi dan aktivitas orang nomor dua di lingkungan pemerintah itu. Terlebih karena akun media sosial serta nomor WhatsApp pribadi yang biasanya aktif mendadak tidak dapat dihubungi.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer