Connect with us

Berita

Bupati Rudy Susmanto Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat

Published

on

Bupati Rudy Susmanto Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat
Bupati Bogor, Rudy Susmanto (kiri) saat memimpin rapat bersama jajaran perangkat daerah dan Pemerintah Desa Gunung Putri di Bapperida Kabupaten Bogor, Senin, 9 Februari 2026. Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor.

KlikBogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, resmi menerbitkan kebijakan work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kebijakan tertuang dalam Surat Edaran Nomor 000.8.3/578-ORG tertanggal 27 Maret 2026 tersebut sebagai respons atas eskalasi krisis global dan kenaikan harga energi.

Bupati Bogor mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah adaptif Pemkab Bogor dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan efisiensi energi.

Kebijakan juga diambil sebagai langkah strategis menghadapi dampak krisis global, khususnya di sektor energi.

“Kami ingin memastikan kinerja ASN tetap optimal, namun juga mampu berkontribusi dalam penghematan energi secara nyata,” ujar Rudy dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut, ASN melaksanakan tugas secara WFH setiap Jumat, sementara hari kerja lainnya tetap dilakukan secara work from office (WFO).

Kebijakan tersebut mulai diterapkan pascalibur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah.

Meski menerapkan sistem kerja fleksibel, layanan publik yang bersifat esensial, seperti rumah sakit, transportasi, keamanan, dan penanggulangan bencana tetap berjalan normal di kantor.

Rudy menegaskan, fleksibilitas kerja tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik adalah prioritas utama, oleh karena itu unit layanan esensial tetap wajib beroperasi penuh dan seluruh ASN harus tetap menjaga standar pelayanan yang prima kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain pengaturan kerja, Pemkab Bogor juga menerapkan kebijakan efisiensi energi di lingkungan perkantoran, mulai dari menggunakan peralatan listrik hemat energi dan mematikan lampu yang tidak digunakan, optimalisasi cahaya matahari melalui penataan ruang kerja, penghematan penggunaan air dan alat tulis kantor (ATK), hingga pengaturan suhu AC minimal 24 derajat Celcius.

Pemkab Bogor juga mendorong perubahan pola mobilitas ASN agar lebih ramah lingkungan dan menekan konsumsi bahan bakar.

Setiap Senin, Selasa, dan Kamis, ASN dianjurkan untuk menggunakan kendaraan dinas secara bersama atau kendaraan kolektif (carpooling).

Sementara untuk Rabu menggunakan transportasi publik, tidak menggunakan mobil pribadi atau dinas, dianjurkan menggunakan, sepeda motor, sepeda, dan jalan kaki.

“Kami ingin membangun budaya hemat energi di lingkungan ASN, mulai dari hal sederhana seperti pengaturan penggunaan listrik hingga perubahan pola transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Rudy.

Ia menambahkan, untuk memastikan kebijakan ini berjalan optimal, ASN tetap diwajibkan melakukan absensi dan pelaporan kinerja melalui aplikasi SiCantik serta siap hadir ke kantor jika ada tugas mendesak.

Bupati menekankan bahwa disiplin ASN tetap menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini.

WFH bukan berarti menurunkan disiplin. Justru ASN dituntut lebih profesional, bertanggung jawab, dan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk siap hadir jika diperlukan,” tandasnya.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Bogor menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan global dengan langkah konkret yang tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Kami ingin kebijakan ini menjadi bagian dari gerakan bersama, tidak hanya untuk efisiensi, tetapi juga sebagai kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

(hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: ASN Kota Bogor WFH Setiap Jumat, Ini Pejabat dan Unit Layanan yang Dikecualikan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Suasana Haru Warnai Pelepasan Calon Haji Kota Bogor ke Tanah Suci

Published

on

By

Suasana Haru Warnai Pelepasan Calon Haji Kota Bogor ke Tanah Suci
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat menyalami salah satu calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci di Masjid Raya Bogor, Selasa, 19 Mei 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Suasana haru mewarnai pelepasan ratusan calon jemaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 27 di Masjid Raya Bogor.

Berdasarkan data resmi penyelenggaraan ibadah haji, calon jemaah haji asal Kota Bogor tahun ini berjumlah 787 orang yang terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 10 dan kloter 27 Jawa Barat.

Kloter 10 telah diberangkatkan pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu. Sementara itu, pada Selasa, 19 Mei 2026, kloter 27 sebagai kloter terakhir dari Kota Bogor diberangkatkan menuju embarkasi.

Baca juga: 444 Calon Haji Kloter 10 Asal Kota Bogor Berangkat ke Tanah Suci

Para jemaah dilepas Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Ketua DPRD Kota Bogor, perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama, serta unsur lainnya di Kota Bogor.

“Kloter kedua dengan jumlah 328 jemaah terdiri atas 150 laki-laki dan 178 perempuan, termasuk tiga jemaah lanjut usia (lansia). Bersama para petugas dan pendamping, total rombongan yang diberangkatkan sebanyak 346 orang,” ujar Jenal.

Ia berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan masing-masing. Terlebih, beberapa jemaah lansia sudah menggunakan kursi roda.

“Kepada para jemaah, yang terpenting adalah mendengarkan instruksi dari panitia. Para jemaah agar senantiasa memperhatikan hal-hal yang menjadi imbauan dan arahan panitia,” imbuhnya.

Jenal mengaku terharu berada di tengah para calon tamu Allah. Ia juga meminta doa agar dirinya dan warga Kota Bogor lainnya diberikan kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menyampaikan pesan mengenai makna mendalam dari ibadah haji. Menurutnya, momentum keberangkatan ini menjadi refleksi penting di tengah keduniawian.

​”Momen seperti ini selalu mengingatkan saya bahwa di balik kesibukan duniawi kita, ada hal-hal yang jauh lebih besar, yaitu perjalanan spiritual yang menjadi impian seumur hidup bagi jutaan Muslim di seluruh dunia,” ujar Adityawarman.

​Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, keselamatan, serta kemudahan dalam melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji di Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Indra Karmawan, menjelaskan bahwa selama 40 hari para jemaah akan melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Pesan kami, gunakan kesempatan yang sebaik-baiknya ini karena bapak dan ibu merupakan tamu-tamu Allah. Luruskan niat dan manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena ibadah haji hanyalah untuk Allah,” tuturnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai

Published

on

By

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai
Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan saat meninjau langsung program Lapak Capil di kantor Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 18 Mei 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menggulirkan program Lapak Capil di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk jemput bola dan mempermudah masyarakat mengurus akta pencatatan sipil di kantor kelurahan.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaskan, kegiatan rutin dua kali seminggu bernama inovasi Lapak Capil ini sebagai langkah jemput bola untuk pembuatan akta pencatatan sipil. Kali ini jadwal pelayanan di Kelurahan Sukadamai.

“Alhamdulillah, kegiatan Lapak Capil ini sudah kami mulai sejak Januari 2024, yang berarti sudah berjalan lebih dari dua tahun hingga saat ini. Sudah puluhan ribu dokumen kependudukan yang kami cetak melalui layanan jemput bola ini. Untuk pelayanan reguler, masyarakat biasanya harus datang langsung ke kantor dinas, kecamatan atau Mal Pelayanan Publik (MPP),” ungkap Ganjar kepada wartawan.

Melalui Lapak Capil, pihaknya datang mendekatkan diri ke masyarakat langsung di kelurahan. Semuanya cukup diselesaikan pada hari ini juga di kantor kelurahan, sesuai tujuan utamanya adalah untuk memudahkan, mendekatkan dan menghemat biaya transportasi masyarakat.

“Kami pastikan dokumen bisa diselesaikan saat itu juga. Kali ini pelayanan difokuskan pada bidang pencatatan sipil, termasuk perekaman KTP dan penggantian foto. Untuk pencetakan fisik KTP akan kami bantu arahkan ke kecamatan, karena tidak semua peralatan cetak bisa kami bawa ke lokasi. Proses perekaman dan ganti fotonya sudah bisa dilakukan sepenuhnya di sini,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, terkait efisiensi layanan, sejak 2023 Disdukcapil telah bekerja sama dengan Gojek untuk menyinergikan layanan online. Layanan Disdukcapil kini tersedia melalui aplikasi ‘Pakuan Prima’, sehingga masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk mengajukan permohonan dokumen kependudukan baik penggantian KTP, KK, maupun akta kelahiran.

Ia menambahkan, semua kepengurusan tersebut dapat diproses secara online dan hasil cetak dari layanan ini nantinya dapat diambil sendiri melalui fasilitas drive-thru yang ada di kantor Disdukcapil.

“Namun, berkat kerja sama dengan Gojek, kami memberikan opsi kemudahan tambahan. Jika masyarakat tidak sempat mengambil langsung ke dinas, dokumen bisa diantarkan ke rumah menggunakan layanan GoSend. Konsekuensinya tentu berbayar sesuai dengan jarak tempuh yang ditetapkan oleh kebijakan tarif Gojek. Dalam aplikasi Pakuan Prima, sudah otomatis tersedia pilihan untuk mengambil dokumen sendiri atau diantar melalui layanan Gojek,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Lurah Sukadamai, Muhari mengapresiasi program Lapak Capil dan membuat warga Kelurahan Sukadamai sangat antusias. Walaupun informasinya baru diterima kemarin sore, warga sudah siap sedia untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan luar biasa seperti ini harus terus dilanjutkan hingga menyentuh pelosok kelurahan.

“Pelayanan kependudukan ini sangat menyentuh warga kami yang membutuhkan, khususnya bagi keluarga prasejahtera, apalagi wilayah kami berbatasan langsung dengan kabupaten. Sehingga di wilayah kami, sebagian besar dokumen kependudukan ini sangat diperlukan masyarakat untuk mengurus Bantuan Sosial (Bansos) serta fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Muhari menerangkan, sebagai gambaran, ada sekitar 1.400 penerima bansos di wilayah Sukadamai serta perekaman untuk pemilih pemula beberapa waktu lalu juga dihadiri sekitar 1.200 orang.

“Jadi, kegiatan yang menyentuh langsung warga kurang mampu ini sangatlah tepat sasaran. Alhamdulillah, warga Kelurahan Sukadamai merasa sangat terbantu dengan hadirnya kegiatan Lapak Capil ini,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki

Published

on

By

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat meninjau jalur alternatif tepatnya Jalan Sirnagalih yang menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 18 Mei 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meninjau dua jalur alternatif menuju Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan. Keduanya, yakni jalur undak Lawang Gintung tembus Cipaku dan Jalan Sirnagalih menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan.

Di lokasi pertama, Jenal yang didampingi Kepala Dinas PUPR melihat langsung kondisi jalan yang dinilai curam dan sempit. Ditambah kondisi jalan yang licin, pengendara harus ekstra hati-hati.

“Namun, minimal sementara sampai selesai jalan trase baru, jalur ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Insyaallah besok (19/5/2026) diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Di wilayah Ranggamekar, Jenal juga melihat kondisi jalan yang selalu tergenang saat hujan deras, sehingga menyebabkan jalan rusak parah.

Hal tersebut disebabkan tidak ada aliran drainase yang menunjang jalan. Dinas PUPR diminta melakukan pengaspalan sementara agar masyarakat bisa melintas dengan aman.

Untuk perencanaan ke depan, elevasi jalan tersebut akan disesuaikan. “Ada pemilik kontrakan di depan jalan tersebut yang membangun drainase, hanya lebih tinggi dari jalan sehingga air tidak masuk. Nanti akan coba kita panggil,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa sejak awal terjadinya longsor di Jalan Saleh Danasasmita, aparatur wilayah bergerak cepat mencari jalur-jalur alternatif. Namun, karena intensitas pengguna jalan yang cukup padat, jalur-jalur alternatif tersebut juga membutuhkan pemeliharaan.

Oleh karena itu, Jenal meminta aparat wilayah terus responsif melihat dan mendengar aspirasi warga.

“Saya meminta langsung camat dan lurah membuka telinga. Jika ada aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan jalan yang perlu diperbaiki, segera laporkan kepada pimpinan atau dinas teknis,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer