Berita
BPBD Kota Bogor Evakuasi Pohon Tumbang Setinggi 15 Meter
KlikBogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melakukan evakuasi pohon tumbang di kawasan Jalan A. Yani Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin, 21 Juni 2026. Evakuasi pohon dengan menerjunkan sembilan personel BPBD.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko menjelaskan, pohon tersebut tumbang sekira pukul 01.00 WIB.
Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Pihaknya menerima laporan dari warga tadi pagi dan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Sebanyak sembilan personel diterjunkan untuk melakukan penanganan pohon tersebut.
“Personel yang assessment di lokasi kejadian sembilan orang,” kata Dimas Tiko.
Penanganan juga melibatkan unsur Kelurahan Tanah Sareal, Redkar, dan RT RW setempat. Proses penanganan pohon selesai sekira pukul 12.15 WIB.
Baca juga: Kota Hujan Rajai Popwilda Jabar 2026, Sabet Gelar Juara Umum
Dimas Tiko mengatakan bahwa pohon tersebut tumbang akibat kondisi akar yang sudah lapuk.
“Penyebab kejadian dikarenakan akar pohon sudah lapuk,” jelasnya.
Pohon jenis kelengkeng setinggi 15 meter dan diameter 30 sentimeter ini tumbang di halaman depan rumah warga setempat.
(ckl/hrs)
Berita
Peringati HJB ke 544, Bapperida dan Perumda Tirta Pakuan Bebersih Sungai Cisadane
KlikBogor – Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor bersama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, bebersih Sungai Cisadane.
Kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya air ini diawali dengan titik kumpul peserta di Intake Ciherang Pondok Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor pada Jumat, 19 Juni 2026.
Seluruh peserta selanjutnya bersama-sama menuju Alamanda Rafting sebagai titik awal kegiatan untuk menerima arahan serta briefing keselamatan sebelum memulai perjalanan menyusuri Sungai Cisadane.
Perjalanan menyusuri Sungai Cisadane menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer. Selama perjalanan, para peserta melakukan aksi pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan upaya menjaga kualitas sumber daya air.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi beserta jajaran. Turut hadir Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, Direktur Pelayanan dan Bisnis Muzakkir, Direktur Operasional Dani Rakhmawan beserta jajaran Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.
Baca juga: Aki Alat Berat Dinas PUPR Raib saat Pekerjaan Trase di Kayumanis
Kepala Bapperida Kota Bogor menyampaikan harapan sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga dan diperkuat. Dengan kebersamaan antara pemerintah daerah, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan, kita dapat menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Kota Bogor,” kata Rudy Mashudi.
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, khususnya dalam membangun kesadaran akan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini bukan sekadar aksi membersihkan sungai, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama dari permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan bersama. Sungai yang bersih akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan keberlanjutan sumber daya air di masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan dan Bisnis Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Muzakkir menyampaikan bahwa kegiatan Bebersih Sungai Cisadane merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 yang mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi secara nyata dalam menjaga kebersihan Sungai Cisadane sebagai salah satu aset penting Kota Bogor,” ungkapnya.
Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan Bapperida Kota Bogor dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup, khususnya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat dan keberlanjutan sumber air baku.
Setelah menempuh perjalanan menyusuri Sungai Cisadane, seluruh peserta kembali menuju Intake Ciherang Pondok Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai titik akhir kegiatan.
Melalui momentum Hari Jadi Bogor ke-544, kegiatan Bebersih Sungai Cisadane diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan sungai sebagai aset berharga bagi Kota Bogor.
(ckl/hrs)
Berita
Diskusi Kampoong Ecopreneur-Muhsinin Club: Industri Wakaf Produktif Indonesia Dinilai Tertinggal
KlikBogor – Industri wakaf produktif di Indonesia dinilai masih tertinggal jauh dari potensinya. Hal itu mengemuka dalam acara Muhsinin Circle yang digelar Muhsinin Club, yang mempertemukan para pengelola trust fund konglomerat dengan penggerak modal ventura wakaf produktif.
Founder Arunami Investment dan Yayasan Syamsi Dhuha, Eko Pratomo, dalam paparannya menyebut potensi makro wakaf nasional mencapai sekitar Rp2.000 triliun per tahun, dengan potensi wakaf uang Rp181 triliun per tahun. Namun realisasi aktualnya hanya Rp3,5 triliun, atau tingkat konversi di bawah 2 persen.
“Masalah utama bukan pada ketiadaan dana masyarakat, melainkan pada kelangkaan tata kelola dan kanal institusional yang kredibel untuk menyerapnya,” ujarnya saat berbicara di diskusi Muhsinin Circle yang diadakan di Bandung, Sabtu, 20 Juni 2026 di kantor Yayasan Syamsi Dhuha. Eko juga menyebut kondisi tersebut sebagai krisis kanal kepercayaan.
Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini mengungkapkan keprihatinan serupa. Karena itulah lewat Yayasan Kampoong Ecopreneur, pihaknya mendorong semakin banyak orang terjun di sektor wakaf produktif.
Jamil mencontohkan, “Salah proyek wakaf produktif yang berhasil adalah salah satu resto makan Ampera di Bandung yang sampai sekarang terus mengalirkan manfaat wakafnya.”
Baca juga: Kunang-Kunang Kian Langka, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Ia menambahkan infrastruktur institusional industri wakaf masih dangkal. Saat ini hanya terdapat 505 nazhir aktif dan 5.273 nazhir bersertifikasi SKKNI.
Dari sekitar 451.000 titik aset wakaf nasional, 90 persen masih bersifat konsumtif dan statis berupa lahan kosong dan makam dengan pertumbuhan hanya 4–5 persen per tahun. Hanya 10 persen aset yang dinilai memiliki potensi strategis untuk diproduktifkan.
Ia mendorong transisi paradigma dari aset diam menuju mesin ekonomi melalui konsep modal abadi atau perpetual capital. Dalam skema ini, aset pokok dipertahankan dan tidak boleh berkurang nilainya, sementara hasil investasinya diputar untuk membiayai misi wakaf.
“Pokok dilindungi penuh oleh syariat. Hanya hasil investasi yang dikonsumsi untuk operasional misi wakaf,” kata Eko.
Ia menilai regulator mulai membuka ruang modernisasi lewat instrumen baru seperti CWLS, securities crowdfunding, saham, dan reksadana.
Baca juga: Angkot Usia di Atas 20 Tahun Dilarang Mengaspal
Ia juga menyoroti banyaknya trust fund milik warga Indonesia yang justru ditempatkan di luar negeri, terutama Singapura.
Menurut dia, idealnya pembentukan trust fund berjalan beriringan dengan kebijakan tax amnesty agar dana yang diparkir di luar negeri terdorong kembali dan terdaftar di dalam negeri.
“Mau nggak mau, mereka yang mau bikin seperti itu, trust fund-nya ada di luar negeri, di Singapura kebanyakan,” ucapnya.
Senada, Widjajanto, mantan Direktur PT Pindad yang pernah mengelola trust fund dua konglomerat, mengisahkan pengalamannya. Ia menyebut dua konglomerat yang dikelolanya satu bergerak di bidang energi dan satu lagi pengusaha yang meninggalkan bisnis rokok mendaftarkan lebih dari Rp200 triliun aset pribadi yang sebelumnya diparkir di luar negeri saat program tax amnesty pada era pemerintahan Joko Widodo.
Widjajanto mengusulkan agar gagasan tax amnesty jilid ketiga disuarakan kembali kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan pengawasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan, agar trust fund di luar negeri bisa dialirkan untuk mendorong lahirnya wakaf produktif baru.
Acara ini turut menyoroti upaya pengembangan wakaf produktif yang dirintis Jamil Azzaini bersama Kampoong Ecopreneur. Salah satu yang tengah berjalan adalah bisnis ekspor ubi ungu ke Singapura. Adapun tim Eko Pratomo disebut telah melakukan investasi berdampak di sekitar 15 perusahaan.
(rls/hrs)
Berita
Aki Alat Berat Dinas PUPR Raib saat Pekerjaan Trase di Kayumanis
KlikBogor – Satu unit accu atau aki alat berat vibrator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, raib diduga digasak maling.
Akibat kejadian itu, proses land clearing atau pembukaan lahan untuk trase di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, terancam molor dari target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih mengatakan, peristiwa tersebut diketahui saat petugas hendak melanjutkan pekerjaan pembukaan trase di area IPAL dan PSEL Kayumanis.
“Tadi pagi kami dari PUPR akan melanjutkan pekerjaan pembukaan trase, khususnya di areal IPAL dan PSEL. Alat vibrator ini untuk pemadatan tanah setelah dikeruk menggunakan beko. Tetapi saat dicek, alat ini tidak bisa jalan,” kata Juniarti, Sabtu, 20 Juni 2026.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan kabel mesin telah diputus dan aki alat berat tersebut hilang. Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisan.
“Setelah dicek ternyata ada yang memutuskan kabel dan mengambil aki-nya. Kami langsung dokumentasikan dan memutuskan melaporkannya ke polisi karena menghambat pekerjaan,” katanya.
Baca juga: Mengapa Tubuh Bisa Merinding? Ini Kata Ahli Saraf
Menurut Juniarti, vibrator tersebut merupakan satu-satunya alat berat yang dimiliki untuk pekerjaan pemadatan lahan di lokasi proyek.
Kerusakan alat berat tersebut berpotensi menghambat target penyelesaian pekerjaan yang semula direncanakan rampung pada akhir Juni 2026.
“Ini alat satu-satunya yang memang digunakan untuk pemadatan tanah. Akibatnya pekerjaan bisa mundur. Yang harusnya selesai di akhir Juni, bisa molor karena alat rusak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tindakan perusakan terhadap alat tersebut tidak hanya merugikan pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga merusak aset negara yang digunakan untuk kepentingan publik.
Baca juga: DLH Siapkan Pusat Edukasi Pengolahan Sampah Terpadu untuk Pelajar
Juniarti menjelaskan, selama hampir dua bulan pekerjaan berlangsung, tidak pernah terjadi gangguan serupa. Karena itu, kejadian tersebut cukup mengejutkan, termasuk bagi warga sekitar.
“Kami sudah hampir dua bulan bekerja di lokasi ini dan tidak ada masalah apa pun. Baru kali ini terjadi. Warga RW06 Kelurahan Kayumanis juga sangat kaget dengan kejadian seperti ini,” katanya.
Juniarti mengaku belum mengetahui siapa pelakunya. Namun, ia berharap pihak yang mengambil aki tersebut segera mengembalikannya agar pekerjaan tidak semakin terhambat.
Meski alat pemadat tanah belum dapat digunakan, pekerjaan di lokasi tetap berjalan secara terbatas dengan mengandalkan ekskavator atau beko sembari menunggu perbaikan mesin vibrator.
“Sementara kita perbaiki dulu alatnya. Pekerjaan tetap berjalan, paling menggunakan beko terlebih dahulu,” kata Juniarti.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan memperketat pengamanan peralatan proyek dengan menempatkan alat-alat kerja di lokasi yang dinilai lebih aman dan mudah diawasi.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi8 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita12 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
