Connect with us

Berita

AMDAL Rampung, KLH Kawal Proyek Pagar Laut Cilincing

Published

on

AMDAL Rampung, KLH Kawal Proyek Pagar Laut Cilincing
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan perkembangan proses persetujuan lingkungan terkait rencana pembangunan pagar laut oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan terminal umum yang memiliki nilai strategis dalam mendukung efisiensi logistik nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.

Sebagai otoritas yang bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Kementerian Lingkungan Hidup memastikan bahwa setiap rencana kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan wajib melalui proses kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Proses ini bertujuan untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dengan perlindungan lingkungan serta keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dokumen AMDAL yang diajukan oleh PT KCN telah melalui tahapan yang ketat, mulai dari penyusunan Kerangka Acuan (KA-ANDAL), penilaian dokumen ANDAL, RKL, dan RPL, hingga konsultasi publik yang dilaksanakan pada Januari 2024 di Kecamatan Cilincing.

Forum tersebut dihadiri oleh masyarakat nelayan, penghuni rumah susun, tokoh masyarakat, perwakilan UMKM, serta instansi pemerintah terkait.

Dalam forum konsultasi, masyarakat menyampaikan sejumlah pandangan, baik berupa masukan maupun kekhawatiran, khususnya terkait kualitas perairan, keberlanjutan perikanan, kualitas udara, serta akses dan aktivitas ekonomi lokal.

Semua masukan dicatat secara resmi dalam berita acara dan menjadi bagian dari bahan penilaian AMDAL. Dengan demikian, proses persetujuan lingkungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjamin keterlibatan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.

Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa dokumen AMDAL yang telah disetujui pada Desember 2024 mencakup berbagai langkah pengelolaan dampak. Beberapa di antaranya adalah pengendalian kualitas air laut melalui pemasangan silt screen dan kolam endapan, pengendalian debu dan emisi melalui penghijauan buffer serta fasilitas pengolahan limbah, serta pengaturan jalur khusus untuk nelayan agar akses melaut tetap terjaga.

Selain itu, dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) telah menetapkan indikator yang jelas untuk pemantauan kualitas air, udara, kebisingan, kesehatan masyarakat, serta hasil tangkapan nelayan.

Pemantauan ini akan dilakukan secara berkala dan dilaporkan kepada pemerintah untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan.

Kementerian Lingkungan Hidup memandang pembangunan pagar laut Cilincing sebagai proyek yang harus ditempatkan dalam kerangka besar pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Jakarta Utara. Proyek ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan, tetapi juga harus memastikan bahwa lingkungan dan masyarakat tetap terlindungi.

Kementerian menekankan bahwa persetujuan lingkungan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari kewajiban pengelolaan yang harus dijalankan secara konsisten oleh pemrakarsa.

Pemerintah akan melakukan pengawasan secara ketat agar rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tertuang dalam dokumen AMDAL dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

Kementerian Lingkungan Hidup mengajak seluruh pemangku kepentingan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan perlindungan lingkungan hidup.

Melalui sinergi yang baik, pembangunan pagar laut Cilincing diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

(*/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (tengah berdiri) saat foto bersama di Kantor Kecamatan Bogor Tengah. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor

Published

on

By

Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
Dishub Kota Bogor melakukan operasi gabungan Angkot dan AKDP di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor, Senin, 2 Maret 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Puluhan angkutan kota (Angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) terjaring operasi gabungan yang digelar di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan operasi gabungan ini digelar bersama petugas Satlantas Polresta Bogor Kota.

“Dalam razia Jalan Sawojajar di sini terdapat angkutan yang tidak memiliki sama sekali surat-surat, seperti KIR, STNK maupun kartu trayek. Itu tentunya kami berhentikan,” ungkap Ridwan kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.

Ia mengatakan terdapat enam unit angkot yang kedapatan tanpa surat kendaraan. Namun, empat kendaraan tengah kembali ke rumah masing-masing untuk mencari atau membawa STNK dan KIR-nya yang menurut pengakuan para sopir ketinggalan di rumah.

“Nah, nanti yang empat ini ditukar kendaraan dilepas, barang buktinya berupa surat kendaraan ditahan, jadi kendaraannya tidak jadi dikandangkan oleh kami. Nanti tukar BB STNK ataupun KIR ataupun izin trayek. Jadi yang dua sudah terjaring sama sekali tidak membawa, memiliki kartu trayek dengan STNK ataupun buku uji KIR,” jelasnya.

Pihaknya mencatat 21 angkot dan AKDP yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Adapun tujuan operasi gabungan untuk pengecekan administrasi angkutan yang beroperasi di Kota Bogor di antaranya buku KIR, trayek, dan uji kelayakan.

“Besok kami bergabung dan kembali razia di Jalan Sawojajar dengan jajaran samping, Kepolisian, Jasa Raharja, Provinsi, maupun Dishub Kabupaten Bogor untuk giat bersama-sama di Jalan Sawojajar ini,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer