Potret
Alma Wiranta Kembali Dipercaya jadi Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mempercayakan Dr(c) Alma Wiranta, SH., MSi(Han)., CLA sebagai Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Setda Kota Bogor untuk perpanjangan ketiga kalinya hingga 2027.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan karena kinerja Alma yang membuahkan beberapa prestasi.
“Bagus kinerjanya, banyak prestasinya,” ungkap Dedie Rachim kepada awak media, Kamis, 18 September 2025.
Buah kinerja Alma tersebut di antaranya eksekusi pengambilalihan pengelolaan Pasar Induk Teknik Umum (Tekum) Kemang, Plaza Bogor, lapangan Kayu Manis, dan Pasar Cumpok dengan total penyelamatan potensi kerugian daerah senilai Rp1,8 triliun.
Menurut Dedie Rachim, hal ini sangat spektakuler bagi Pemkot Bogor. “Luar biasa, ini hattrick,” tambah mantan Direktur di KPK itu.
Ia juga berharap, dengan perpanjangan penugasan sampai 2027, Alma yang pernah bertugas di Kejaksaan Agung (Kejagung) diharapkan dapat terus berkarya memberikan kontribusi yang baik dan signifikan di Pemkot Bogor.
“Khususnya implementasi pelayanan publik dalam bidang hukum, memberikan informasi yang benar tentang aturan, meningkatkan kesadaran hukum dan membantu tugas-tugas yang dipercaya untuk pemerintahan yang baik,” pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun, peran strategis penempatan Jaksa Alma Wiranta di Pemkot Bogor sejak 17 september 2019 sampai saat ini di antaranya pengembangan Inovasi Hukum Jaksa yang dikaryakan terkait Zona Integritas.
Kemudian, Alma telah berperan penting dalam mengembangkan indeks reformasi hukum (IRH) di Kota Bogor sebagai ASN berkualitas, seperti penerapan pendekatan pentahelix dalam pembentukan regulasi daerah.
Inovasi IRH membantu meningkatkan kualitas peraturan daerah dan menunjang pembangunan Kota Bogor agar clear and clean sampai berturut-turut mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Sedangkan dalam penanganan kasus hukum perdata, berkat pengalaman Alma yang pernah menjabat sebagai Kasi Datun Kejari Berau bisa diterapkan dalam kapasitasnya sebagai kuasa hukum Pemkot Bogor, seperti penyelamatan aset pemkot, termasuk membantu warga Kota Bogor di kasus TPPO Arab Saudi dan konflik terkait rumah ibadah GKI Yasmin.
Kota Bogor juga disematkan sebagai kota peduli HAM dan kota toleransi bersama para penggiat P5 HAM Kota Bogor.
Dibawah nahkoda Alma, bagian Hukum dan HAM Kota Bogor melakukan penerbitan produk hukum daerah Kota Bogor sebanyak 7.893 dokumen peraturan (2019-2025) telah dikeluarkan dan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri, sampai diketahui Pemkot Bogor memperoleh penghargaan JDIH terbaik 2 tingkat nasional tahun 2023 dan juara 1 se-Jawa Barat (2021, 2022, dan 2023) ini menjadi rapot Alma dalam penyebarluasan informasi regulasi daerah dan prestasi lainnya berupa bantuan hukum litigasi sebanyak 70 perkara perdata dan TUN serta nonlitigasi sebanyak 512 kasus melalui pelayanan hukum gratis.
Dengan kiprahnya mengawal regulasi, kebijakan dan menangani berbagai kasus hukum yang dihadapi Pemkot Bogor serta meningkatkan pelayanan hukum bagi masyarakat miskin di Kota Bogor termasuk baru-baru ini turut menggaungkan bale badami sebagai restoratif justice. Jaksa Agung memutuskan pengabdian Alma diperpanjang kembali sejak Rabu, 17 September 2025 sampai 16 September 2027.
(hrs)
Potret
Saat Menteri AHY Ngabuburit di Lapangan Sempur Kota Bogor
KlikBogor – Di sela-sela kunjungannya di Kota Bogor, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melanjutkan agenda Safari Ramadan dengan ngabuburit dan olahraga bersama warga di Lapangan Sempur, Jumat, 27 Februari 2026.
Didampingi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, AHY berbaur dengan masyarakat, berolahraga, sekaligus meninjau langsung fasilitas ruang terbuka publik yang menjadi salah satu ikon Kota Bogor tersebut.
AHY beserta rombongan turut olahraga ringan, dengan berlari di lintasan lari hingga bermain basket bersama warga, dan menyapa para atlet panjat tebing Kota Bogor yang tengah berlatih.
“Saya hari ini ngabuburit bersama warga Kota Bogor didampingi Pak Wali Kota beserta jajaran. Ini tempat yang menyenangkan dan selalu ramai ya, karena Lapangan Sempur bukan hanya ikonik di Kota Bogor, tetapi juga memberikan ruang terbuka bagi warga untuk berolahraga, santai, dan mendapatkan inspirasi,” ujar AHY.
Ia menilai Lapangan Sempur menjadi salah satu ruang terbuka publik yang hidup dan dimanfaatkan berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga atlet. Beragam fasilitas olahraga tersedia, seperti jogging track, lapangan basket, arena panjat tebing, hingga skateboard.
“Mudah-mudahan Bogor senantiasa menjadi kota yang menyenangkan untuk semua generasi, terutama anak-anak muda yang penuh energi dan kreativitas. Semoga olahraganya juga semakin maju dan berprestasi,” katanya.
Lebih lanjut, AHY menyoroti pentingnya pengembangan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru sebagai bagian dari pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, mayoritas masyarakat akan tinggal di kawasan perkotaan, sehingga kebutuhan akan ruang publik yang sehat dan representatif semakin tinggi.
“Kota Bogor ini kita harapkan menjadi andalan dengan ruang terbuka hijau yang terjaga dan terpelihara, sekaligus dilengkapi fasilitas olahraga seperti ini,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor memiliki dua pendekatan utama dalam meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH).
“PR tentang ruang terbuka hijau di Bogor ada dua pendekatan. Pertama, melaksanakan pendataan ulang kepada pengembang yang belum menyerahkan PSU fasos fasum. Kedua, melaksanakan langkah landbanking, meskipun ini tidak mudah dan membutuhkan biaya besar,” jelas Dedie Rachim.
Saat ini, lanjut Dedie Rachim, terdapat hampir 320 pengembang di Kota Bogor, namun sebagian besar sudah tidak aktif. Jika pendataan ulang berhasil dilakukan, maka potensi ruang terbuka hijau campuran, privat, dan publik di Kota Bogor dapat meningkat hingga lebih dari 50 persen.
Disamping itu, ia menyampaikan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Pemkot Bogor tengah mempersiapkan venue serta pembinaan atlet melalui kompetisi berjenjang dan seleksi pada cabang olahraga unggulan.
“Target kita sebagai tuan rumah adalah memperoleh 100 medali emas. Oleh karena itu, kita fokus pada cabang olahraga yang berpotensi emas dan sebagian besar merupakan cabang bela diri,” ungkapnya.
Ia turut menanggapi pesan AHY untuk terus memperbaiki lintasan lari Lapangan Sempur sebagai sarana olahraga yang memadai bagi masyarakat.
“Terkait perbaikan jogging track tentu akan terus kita lakukan, karena ini selalu digunakan warga setiap hari, pagi, siang, sore, maupun malam,” ucapnya.
(ckl/hrs)
Potret
Ngabuburit hingga Buka Puasa di Klenteng Phan Ko Bio
KlikBogor – Suasana bulan Ramadan 1447 Hijriah di Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terasa berbeda, pada Senin, 23 Februari 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ngabuburit bersama warga sekaligus melaksanakan buka puasa bersama di klenteng yang didirikan sejak tahun 1700-an, Phan Ko Bio.
Bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor dan Yayasan Desa Inklusi, Dedie Rachim mengunjungi rumah-rumah warga lanjut usia serta menjenguk warga yang sakit sambil memberikan bantuan.
Tak hanya itu, ia juga meninjau beberapa rumah tidak layak huni yang nantinya akan diberikan bantuan alternatif untuk perbaikan rumah.
Pada saat yang sama, Dedie Rachim juga membagikan susu kepada anak-anak yang juga sedang menunggu waktu berbuka puasa.
“Inilah namanya ngabuburit. Ini juga bagian dari kita, di mana semua warga berbahagia menyambut bulan suci Ramadan dan menunggu waktu berbuka,” ujar Dedie Rachim dikutip, Selasa, 24 Februari 2026.
Februari yang masih dalam suasana Imlek bersamaan dengan memasuki bulan suci Ramadan menjadi momentum keberagaman di Kota Bogor.
Oleh karena itu, momentum tersebut perlu dijadikan ajang silaturahmi untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi, serta meningkatkan toleransi antar sesama.
“Pada kenyataannya, warga di sini tidak memiliki permasalahan apa pun terkait perbedaan latar belakang. Jadi, inilah Bogor di dalam bulan suci Ramadan yang penuh berkah dan ampunan. Kita bisa buka puasa bersama di klenteng, bahkan disediakan makanan dan juga bisa melaksanakan salat di musala,” imbuhnya.
Setelah buka puasa bersama, Dedie Rachim melanjutkan kegiatan dengan menyusuri permukiman padat penduduk serta melaksanakan salat Isya dan Tarawih keliling di Kampung Padabeunghar.
Sementara itu, Direktur Yayasan Desa Inklusi, Lazira, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberagaman.
“Ini merupakan wujud toleransi yang kuat antarmasyarakat. Makanya, ketika ada kegiatan lintas budaya seperti buka puasa bersama, itu menjadi gambaran bahwa Kota Bogor itu indah dengan tingkat toleransi yang tinggi. Jadi, harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pembagian sembako dan santunan bagi anak yatim, lansia, dhuafa, dan lainnya.
“Karena kita melihat lansia juga perlu kita dukung. Harapannya kegiatan ini bisa diduplikasi oleh komunitas lain dan menjadi role model, sebagai miniatur keberagaman yang ada di Kota Bogor,” tandasnya.
(rls/hrs)
Potret
Mengubah Sampah jadi Paving, Cerita KKN Mahasiswa IPB di Babakan Sadeng
KlikBogor – Sampah plastik masih menjadi persoalan klasik di banyak desa, termasuk di Desa Babakan Sadeng, Kabupaten Bogor. Limbah plastik yang sulit terurai sering kali menumpuk, dibuang sembarangan, dan berakhir mencemari lingkungan sekitar.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University yang tergabung dalam Kelompok Babakan Sadeng Squad menghadirkan solusi sederhana namun berdampak melalui pembuatan eco-paving block dari sampah plastik.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama warga Desa Babakan Sadeng dan dipusatkan di rumah salah satu warga yang aktif dalam program Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Suasana dibuat santai dan terbuka agar warga merasa nyaman untuk terlibat.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dusun 2 Desa Babakan Sadeng, sejumlah ketua RT, serta warga sekitar yang antusias melihat langsung proses pengolahan sampah plastik.
“Selama masa KKN, kami mengamati sampah plastik di sini belum ditangani secara maksimal. Sebagian besar hanya dikumpulkan, bahkan dibuang ke aliran sungai. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah plastik bisa diubah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna,” ungkap Maria Ulfah Siregar, salah satu perwakilan tim mahasiswa dikutip Rabu, 11 Februari 2026.
Berangkat dari permasalahan tersebut, ia dan tim memperkenalkan konsep eco-paving block kepada warga. Kegiatan diawali dengan sosialisasi ringan dan ajakan kepada warga untuk mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing. Sampah plastik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan eco-paving block.
“Kami dan warga bersama-sama mempraktikkan pembuatan eco-paving block. Tahapannya dilakukan dengan melelehkan sampah plastik menggunakan oli bekas, kemudian mencampurkannya dengan pasir sebelum dicetak menjadi paving block,” urai Maria.
Menurutnya, metode ini cukup sederhana, alatnya mudah ditemukan, dan tidak membutuhkan biaya besar.
Terlihat jelas antusiasme warga selama kegiatan berlangsung. Banyak warga yang baru menyadari bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Ilmu-ilmu yang diberikan oleh mahasiswa IPB sangat membantu dan bermanfaat bagi kami. Setelah melihat dan mencoba langsung prosesnya, kami jadi paham ternyata mudah,” ujar Kepala Dusun 2 Desa Babakan Sadeng ini.
Maria mengatakan, dibandingkan paving block konvensional, eco-paving block berbahan plastik ini memiliki bobot lebih ringan dan proses pembuatan yang relatif lebih sederhana.
Melalui kegiatan ini, Babakan Sadeng Squad IPB bersama warga Desa Babakan Sadeng membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak harus rumit.
Dengan kerja sama dan kemauan bersama, sampah plastik bisa diubah menjadi solusi lingkungan. Eco-paving block tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang kemandirian dan potensi ekonomi berbasis lingkungan di Desa Babakan Sadeng.
(rls/hrs)
Desa Babakan Sadeng, kkn mahasiswa ipb, sampah paving,
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
